Share

Bab 83 Sesi terapi

Author: Strrose
last update Petsa ng paglalathala: 2025-09-17 14:53:24

Pagi itu, sinar matahari menembus tirai tipis ruang tamu rumah mereka, menyapu lembut lantai marmer yang dingin. Leah duduk di sofa, jemarinya memegang secangkir teh hangat sambil memandangi Valesco yang duduk di seberang atau lebih tepatnya, bukan duduk dengan tenang, melainkan mondar-mandir seperti seekor singa yang dikurung.

Ini adalah hari pertama sesi terapi Valesco setelah sekian lama Leah meyakinkannya. Leah masih ingat betapa kerasnya perdebatan yang terjadi malam sebelumnya, h

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 201 Gotcha

    “Ini… wajahku kan?” tanya Kael. Ekspresinya haus akan validasi, seolah ia sengaja menjerat Valeriah dengan bukti yang tak bisa disangkal.Wajah Valeriah langsung pucat. Ia meraih bukunya dengan panik, tapi Kaelmore lebih cepat mengangkatnya tinggi, jauh dari jangkauannya.“Untuk apa aku menggambar orang mesum sepertimu” Gerutu Valeriah kesalKaelmore tertawa rendah, tawa yang lebih terdengar seperti ancaman ketimbang hiburan. “Mesum?” ia mengulang kata itu, bibirnya melengkung penuh godaan. “Kitten, kau bahkan bisa menutupinya dengan hinaan, tapi tanganmu sudah mengkhianatimu. Kau mengukirku di kertas, garis demi garis… seolah aku sudah terpatri di kepalamu.”“Berhenti mengada-ada!” Valeriah mencoba meraih buku itu lagi, tubuhnya setengah berdiri dari kursi pesawat. Tapi Kael dengan mudah menahan bahunya, membuatnya kembali terhempas duduk. Sentuhan itu tidak keras, tapi cukup memberi tekanan kalau ia memang berkuasa penuh.Tatapan hijau gelap itu

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 200 His Planed

    Suasana bandara internasional Toronto dipenuhi hiruk-pikuk penumpang yang berlalu-lalang dengan koper masing-masing. Valeriah berjalan cepat, sepatu boots-nya berdetak di lantai marmer, sementara Morgan mengikuti dari belakang sambil menarik koper besar.Mereka tiba di check-in counter. Seorang petugas berseragam biru muda menyambut dengan senyum profesional, lalu meminta paspor Valeriah terlebih dahulu.“Miss Valeriah?” tanyanya sambil memverifikasi layar.Valeriah mengangguk kecil. “Ya.”Petugas itu mencetak boarding pass, lalu menyerahkannya dengan nada ramah. “Kursi Anda, Nona, business class, 2A.”Morgan yang berdiri di sebelahnya langsung mencondongkan tubuh dan menyerahkan pasportnyaPetugas itu tetap tenang, memeriksa layar kembali. Lalu ia mencetak boarding pass Morgan dan menyerahkannya. “Untuk Tuan Morgan Lowell… kursi 26D. Ekonomi.”Valeriah mengerutkan kening. “

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 199 I follow you

    Valeriah terbangun dengan tubuh lelah, mata terasa berat seolah baru selesai menangis semalaman. Sunyi. Hanya suara detik jam dinding di apartemen mungilnya.Ia keluar dari kamar lalu menoleh sekilas, mendapati Morgan masih duduk di kursi dekat pintu dengan posisi tegap, seperti patung hidup. Pengawal itu bahkan tidak melepas jasnya, hanya membuka kancing paling atas dan menundukkan kepala, entah tidur atau sekadar memejamkan mata.Dengan hati-hati Valeriah bangkit, langkahnya tertatih karena balutan di kakinya. Ia berjalan kembali ke kamar menuju kamar mandi. Begitu lampu menyala, ia menatap cermin di hadapannya.Sekilas ia ingin mengusap wajahnya yang kusut, tapi tangannya berhenti. Pandangannya membeku.Terlihat jelas bekas merah samar dilehernya, berwarna lebih gelap dari kulitnya yang pucat. Ia menelan ludah, jantungnya berdegup kencang. Dengan ragu ia membuka kancing mantel yang masih dipakainya sejak tadi malam, membiarkannya terjatuh di lantai.

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 198 Being obsessed

    Conveno Hotel, Toronto, Canada.Suite room itu berantakan. Tirai setengah terbuka, menyisakan cahaya kota yang masuk samar ke dalam ruangan. Bantal sofa tercampak ke lantai, kursi miring, bahkan meja kopi kaca di dekat sofa masih menyimpan jejak gelas anggur yang belum tersentuh.Kaelmore duduk bersandar di sofa kulit hitam, hanya mengenakan celana panjang santai. Rokok menyala di antara jari-jarinya, asap tipis membubung, melingkar sebelum menghilang di udara. Ia mengembuskan napas pelan, membiarkan aroma tembakau memenuhi dadanya. Tapi pikirannya tidak ada di sini. Ia kembali pada momen saat Valeriah mengerang dibawahnyaIa adalah pria pertama yang menjamah Valeriah.Di kota besar di mana pergaulan bebas sudah menjadi hal biasa, di mana pesta, alkohol, dan cumbuan cepat seringkali dianggap lumrah, Valeriah tetap mempertahankan dirinya. Bukan karena ia polos, bukan pula karena tak tahu apa-apa, melainkan karena ia pasrah. Dan pilihan itu jatuh pada Kael,

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 197 Keep Secret

    Valeriah membelalak kaget begitu ia keluar hotel dan mendapati langit sudah sangat gelap. Dalam hati ia memaki Kaelmore yang tak mengatakan jika jam 11 yang pria itu maksud adalah jam sebelas malam“Sial banget!!” serunya pelan, menendang angin sambil memeluk tubuhnya yang hanya mengenakan pakaian tipis. Pakaian yang bahkan tak cukup menahan dinginnya udara malam.Jalanan di depan hotel tampak lengang, hanya beberapa kendaraan melintas dengan lampu menyilaukan. Ia menunduk, berjalan cepat, mencoba menyatu dengan keremangan kota asing ini. Jantungnya masih berdegup cepat, campuran dari ketakutan, adrenalin, dan dorongan untuk kabur sejauh mungkin.Namun masalah segera muncul. Ia tidak membawa tas, tidak membawa dompet, bahkan tidak ponselnya. Semua tertinggal di kamar hotel itu. Satu-satunya yang ia miliki hanyalah tubuhnya dan tekad untuk tidak kembali ke kamar hotel Kael.Langkahnya semakin berat. Rasa perih menjalar dari telapak kakinya yang

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 196 Run Away

    “Makan yang banyak, Kitten. Tubuhmu kurus sekali” suara Kaelmore terdengar datar, tapi ada dominasi samar yang tidak bisa diabaikan.Piring makan tersusun rapi di meja makan suite hotel itu, namun Valeriah hanya menunduk. Sepertinya sudah dua hari ia terkurung di ruang itu. Kaelmore menahannya tanpa kesempatan keluar, tanpa memberi pilihan lain selain tunduk pada ritme hidup yang dia tentukan.Valeriah bahkan tidak tahu apakah hari sudah siang atau malam tanpa cahaya matahari. Tirai jendela tertutup rapat, hanya lampu gantung modern yang menerangi ruangan dengan cahaya kuning temaram.Ia menatap sendok di tangannya, seolah benda itu bisa menjadi senjata atau jalan keluar. Tapi tubuhnya terlalu lemah, pikirannya terlalu letih. Kaelmore menguasainya dengan cara yang tidak bisa ia lawan, bukan sekadar fisik, melainkan juga mental.Selain jam makan, Kael terus saja melakukan seks padanya. Mengajarkannya berbagai posisi agar dirinya yang amatiran i

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 35 Mulai sadar

    “Kalau begitu buktikan” Leah mengangkat tangannya perlahan, menyentuh pipi yang memerah. Tatapannya pelan kembali pada Alisa.“A-apa?” Alisa menahan napas, seperti tertusuk sesuatu yang tidak ia sangka.“Kau bilang Valesco akan kembali padamu” Lea

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 34 Apakah kau orang ketiga?

    Leah membalut tangannya dengan perban setelah mengoleskan gel pendingin. Bagian dada dan pundaknya baru sembuh tetapi Leah kembali mendapatkan luka baru pada lengan kanannyaKurang dari lima menit berlalu saat Winny menarik Nola dan nampak memarahi pelayan muda itu. Kini dapur hanya diisi

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 33 Kekacauan yang disengaja

    Kenneth Arden menutup pintu kamar.Suara klik dari gagang pintu terdengar ringan, tapi menghantam seperti gendang perang di kepala Valesco. Sunyi. Lalu pekat.Ia menoleh perlahan ke arah meja, ke arah amplop hitam yang ditinggalkan ayahnya. Hitam, tebal, dan lebih mengancam dari pel

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 32 Tuntutan Kenneth

    Valesco membuka matanya dengan berat. Pandangan pertamanya buram. Atap kamar yang ia kenal samar-samar melayang di atasnya, tapi dunia tampak miring—seolah otaknya belum kembali sepenuhnya dari gelap.Ia menarik napas dalam, dada terasa berat, lalu matanya perlahan menoleh ke kiri&he

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status