Share

BAB 13 BUTUH WAKTU

Author: Grei Graw
last update publish date: 2026-10-01 15:42:29
Dara masih menatap sertifikat di tangannya, lalu kembali melayangkan pertanyaan yang sejak tadi mengganjal di hatinya. "Vincent, kenapa kamu sangat royal padaku? Ini benar-benar tidak masuk akal."

Dengan gerakan cepat dan cenderung arogan, Vincent menarik tubuh Dara hingga wanita itu mendekat ke dekapannya. Tatapan matanya yang tajam mengunci pandangan Dara dari jarak yang sangat dekat.

"Karena aku keturunan Rusia," ucap Vincent santai, suaranya terdengar datar namun penuh percaya diri. "Pria Ru
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sentuhan Kedua yang Mematikan   BAB 16 AYAH!

    "Tidak, Dara! Itu semua murni tidak ada hubungannya dengan Ayah, percayalah, Nak, dan kamu harus tahu," bisik ayahnya dengan nada panik, memegang jemari Dara erat-erat. "Vincent mengambil alih perusahaan bukan sekadar untuk menyelamatkannya. Ini balas dendamnya pada Ayah! Pria bertopeng yang mengincarmu belakangan ini... dia bukan musuh Ayah."Mata Dara terbelalak. "Maksud Ayah apa?""Dia itu suruhan Vincent sendiri!" ucap ayahnya dengan raut wajah serius untuk meyakinkan Dara. "Vincent sengaja menyuruh orang bertopeng itu menerormu agar kamu merasa takut, bingung, dan akhirnya bergantung sepenuhnya pada dia. Surat akuisisi yang kamu tanda tangani kemarin itu jebakan. Vincent berniat menjual aset keluarga kita dan memasukkan Ayah kembali ke penjara atas kasus lima tahun lalu!"Dara terperanjat hebat. Matanya berkaca-kaca menatap ayahnya yang tampak begitu tertekan. Kepercayaan Dara pada Vincent seketika goyah. Kebencian dan kecurigaan yang sempat ia tahan kini membakar dadanya kembal

  • Sentuhan Kedua yang Mematikan   BAB 15 FRUSTASI

    Dara menghambur pergi ke rumah Tiwi. Di sana Dara mengetuk pintu rumah Tiwi berkali-kali, namun tidak ada tanda-tanda Tiwi berada di rumahnya. Dara menelepon Tiwi dengan gemetar. Tidak ada dering, nomor telepon tidak tersambung. Dara berlari ke sana kemari. Tiba-tiba ada petugas keamanan kompleks menghampiri Dara dan mengatakan bahwa dua hari yang lalu Tiwi sekeluarga sudah pindah dari rumah ini. Petugas keamanan tidak tahu ke mana Tiwi pindah.Dara panik kemudian mencoba menghubungi media sosial Tiwi, namun harapannya sirna karena semua akses diblokir oleh Tiwi. Dara mencoba menghubungi suami Tiwi dan hasilnya sama saja. Dara frustrasi."Claudya! Ya Tuhan! Maafkan Mama sayang telat menjemputmu..." Dara bergumam pelan dengan menangis sesenggukan sambil berjongkok dan menutup matanya.Tak beberapa lama…"Dara..."Dara mendongak ke arah suara yang ia kenal, "Semua karena ulahmu kan, Vincent? Kamu memecat Tiwi kan? Sehingga Tiwi memblokir semua akses untukku? Sampai Tiwi pindah rumah?""

  • Sentuhan Kedua yang Mematikan   BAB 14 PRIA ANEH

    Keesokan harinya Dara sudah bersiap dengan baju kemeja yang rapi dengan rok formal, rambut panjangnya diikat dengan sempurna memperlihatkan leher jenjangnya. Dia sengaja bangun pagi-pagi sekali agar Vincent melihatnya. Dara memutar otak bagaimana caranya ia keluar dari sini dan pergi ke perusahaan ayahnya. Setelah itu ia akan menemui Claudya dan terakhir menemui keluarganya, terutama ayahnya yang sedang sakit.Dara keluar kamar, mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Vincent tidak ada di mana-mana. Syukurlah."Pagi, Nyonya," ucap salah satu ART yang kini sudah menyiapkan sarapan pagi di atas meja."Pagi, Mbak Uut," ucap Dara. "Kemana Pak Vincent?" tanya Dara lagi.Mbak Uut berkata, "Oh, Bapak tadi pagi-pagi sekali sudah pergi, Bu."Dara mengerutkan kening, "Pergi kemana? Tumben banget.""Ke kantor barunya katanya." Jawab Mbak Uut singkat.Deg. Dara harus secepatnya pergi ke sana menyusul Vincent!Dara menyusul Vincent dengan mengendarai mobil sedan merah milik Vincent. Sepertinya in

  • Sentuhan Kedua yang Mematikan   BAB 13 BUTUH WAKTU

    Dara masih menatap sertifikat di tangannya, lalu kembali melayangkan pertanyaan yang sejak tadi mengganjal di hatinya. "Vincent, kenapa kamu sangat royal padaku? Ini benar-benar tidak masuk akal."Dengan gerakan cepat dan cenderung arogan, Vincent menarik tubuh Dara hingga wanita itu mendekat ke dekapannya. Tatapan matanya yang tajam mengunci pandangan Dara dari jarak yang sangat dekat."Karena aku keturunan Rusia," ucap Vincent santai, suaranya terdengar datar namun penuh percaya diri. "Pria Rusia senang memanjakan wanita dengan harta, seperti berlian atau emas, apalagi rumah seperti ini. Jadi, terima saja."Dara sedikit tak nyaman, ia berusaha melepaskan diri dari dekapan Vincent. "Tapi aku bukan wanita gila harta seperti itu, Vincent!""Lalu kamu mau apa, Dara?" tanya Vincent balik."Aku mau kerja lagi!" tegas Dara.Vincent terkekeh pelan, nada bicaranya berubah menjadi sedikit meremehkan. "Kerja? Di mana? Di perusahaan milik ayahmu itu? Perusahaan yang besok secara resmi akan menja

  • Sentuhan Kedua yang Mematikan   BAB 12 PINDAH RUMAH

    BRAAAKK!Pintu utama apartemen terdobrak keras hingga terlempar terbuka. Sebelum siapa pun sempat bereaksi, DOORR! DOORR! Suara dentuman tembakan terdengar nyaring dari arah luar pintu, menghantam kaca jendela besar di ruang tamu hingga pecah berkeping-keping. Serpihan kaca tebal berhamburan memenuhi lantai, diiringi hembusan angin malam yang menerobos masuk secara mendadak.Vincent secara refleks mendekap Dara erat-erat dan membawa tubuh wanita itu merunduk ke lantai, melindungi kepalanya dari reruntuhan kaca dan potensi peluru nyasar. Dara menjerit pelan, membenamkan wajahnya di dada Vincent sambil memejamkan mata rapat-rapat.Suasana ruang tamu seketika berubah kacau. Pria bertopeng beserta beberapa pengawalnya panik melihat serangan mendadak tersebut. Tanpa berpikir panjang, pria bertopeng itu langsung mengantongi amplop cokelat tebal."Cepat bergerak! Lewat sini!" perintah pria bertopeng itu dengan suara panik.Satu per satu dari mereka melompat keluar dari bingkai jendela besar y

  • Sentuhan Kedua yang Mematikan   BAB 11 PRIA MISTERIUS

    Dara, Vincent, dan Dimas masih berada di rumah mendiang ayah Vincent. Rumah besar itu memang sudah sepi dan tidak ditinggali lagi, tetapi semua aset penting perusahaan disimpan di sana dengan penjagaan ketat. Di sekeliling kediaman ini, ada puluhan pengawal terlatih yang berjaga dua puluh empat jam. Namun, entah mengapa mereka semua bisa sampai lengah.Rasa amarah yang meluap membuat Vincent langsung memerintahkan Dimas untuk mengumpulkan seluruh pengawal di halaman dalam rumah. Dara memilih menunggu di tepi koridor, menyaksikan dari kejauhan bagaimana suasana di sana berubah sangat mencekam.Vincent berdiri tegak di hadapan barisan puluhan pria berbadan tegap yang menundukkan kepala. Tatapan matanya tajam dan menyapu setiap wajah di depannya satu per satu."Siapa di antara kalian yang berani main di belakangku?" tanya Vincent dengan suara berat dan dingin. "Jawab! Kalau sampai aku tahu siapa orangnya, orang itu akan aku habisi!"Suasana halaman menjadi hening. Tidak ada satu pun peng

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status