Kata-kata terakhir Vincent masih terngiang di dalam kepala Dara, meninggalkan rasa sakit yang teramat sangat di dadanya. Lima tahun lalu, ia memilih pergi demi melindungi pria itu dari ancaman pembunuhan kelompok gelap yang mengincar keluarga Pranata. Ia menanggung kebencian, caci maki, dan air mata seorang diri. Namun hari ini, pria yang sama berdiri di hadapannya dengan tatapan penuh dendam, menuduhnya sebagai pengkhianat sekaligus menawarkan sebuah rantai pernikahan yang siap memutuskan lehernya kapan pun ia mau.."Waktumu tidak banyak, Dara," suara Vincent memecah keheningan, dingin dan tanpa kompromi. Ia kembali duduk di kursi utamanya, menyilangkan kaki jenjang dengan postur tubuh yang arogan namun memukau.Dara menelan ludah, berusaha menegakkan punggungnya meskipun kakinya terasa sangat lemas. Ia tidak punya pilihan lain, karena yang tersisa sekarang hanyalah perusahaan logistik ayahnya saja, tempat puluhan karyawan menggantungkan hidup. Jika ia menolak, bukan hanya perusahaa
Last Updated : 2026-09-28 Read more