Beranda / Romansa / Sentuhan Lembut Om Duda / CHAPTER 112: Berikan Jawabanmu Malam Ini

Share

CHAPTER 112: Berikan Jawabanmu Malam Ini

Penulis: Heiho
last update Terakhir Diperbarui: 2026-02-12 17:05:40

“D-dia bilang apa tadi?”

“Jadi, nyonya Rachel benar-benar menyerangnya?”

“Tidak–tidak mungkin! Bisa saja dia mengatakan itu agar hukumannya diringankan! Bukankah kalau mengaku, hukuman akan dikurangi?”

“.... Tapi, dia tidak terlihat berbohong …”

Bisik-bisik itu mengudara di ruang pengadilan. Meski kali ini, intonasi mereka lebih kencang dari sebelumnya. Hakim segera mengetukkan palunya dengan kencang.

“Semuanya harap
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 125: Sekretaris Jefri?!

    “Apa?” Jantung Rara berdegup semakin kencang, “Apa maksud anda?” Leo mengamati lekat wajah di hadapannya. Matanya memicing. Ia sebenarnya tidak terlalu yakin dengan tebakannya itu. Meski sudah sering melihat foto Rara yang diberikan Jefri, tapi ia belum pernah melihat Rara secara langsung sehingga membuatnya tidak yakin. Terlebih, bentuk dan warna rambut wanita itu berbeda dengan di foto. “Saya sedang mencari seseorang dan anda terlihat mirip dengan orang itu,” ulang Leo lebih jelas. “Tapi, saya masih tidak yakin karena muka anda tidak jelas terlihat. Jadi, bisakah anda membuka maskernya?” Rara menelan ludah. Apa-apaan orang ini? Kenapa dia ingin melihat wajahnya? Jangan-jangan, dia bawahan Jefri? Jantung Rara berdebar semakin kencang. Ia menelan ludah melihat tatapan Leo yang semakin menajam. Kalau be

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 124: Seseorang Depan Motel

    [Ayah salah mengira orang denganmu hari ini. Dia berniat ke kota Utara, tapi aku sudah berhasil membujuknya untuk tetap mencari di Selatan. Tapi, tetaplah berhati-hati.] Jantung Rara berdegup kencang usai membaca pesan Hani. Ia membaca ulang pesan tersebut, berharap hanya salah membaca. Tapi, pesan itu tetap tertulis sama. Jefri berniat untuk pergi kesini. Meski rencana itu sudah digagalkan oleh Hani, tapi kecemasan tetap menghampirinya. Ia merasa tetap harus melakukan sesuatu. ‘Tapi, apa yang harus kulakukan?’ batin Rara resah. Tidak mungkin dia berpindah tempat. Rara baru saja bekerja di motel Sandra. Selain itu, tabungannya juga masih belum cukup untuk bepergian. Atau dia berganti penampilan saja? “Kenapa kamu tegang begitu?” Rara tersentak kaget. Ia menoleh ke Sandra yang berjalan masuk ke dalam kantor.

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 123: Salah Orang

    ‘Apa maksudmu dengan om menemukan Rara? Aku sudah bilang dia di Utara!’“Iya, tapi, jelas-jelas ayah berkata seperti itu tadi saat ditelpon bawahannya,” balas Hani dengan nada rendah. Ia menatap was-was pintu kamarnya, khawatir Jefri tiba-tiba masuk.Di seberangnya, Septa mendesah kencang. ‘Mungkin bawahannya hanya salah lihat,’ balas pria itu. “Tapi, bagaimana kalau Rara benar ada di sana?” buru Hani, “Bisa saja dia sebenarnya melakukan hal yang kau bilang sebelumnya, kan? Memintamu mengantar ke utara, tapi malah ke daerah lain?”‘Kamu kan punya nomor Rara. Coba tanyakan saja dia di mana sekarang,’“Iya, aku sudah bertanya tadi. Tapi, Rara belum membalasnya sampai malam ini,” desah Hani sambil kembali membuka kolom chatnya dengan Rara. Masih belum ada jawaban dari sahabatnya itu, bahkan ia belum membacanya juga. “Sejak bekerja, Rara jadi jarang membaca pesan dariku,” desah Hani lagi, merasa frustrasi. Pasalnya, Jefri

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 122: Rara Ketemu?

    “Om Jefri?” “Apa?” Rara mengucek pelan matanya dan tercekat begitu menyadari sosok di depannya adalah seorang wanita berambut pendek. Ia terlihat lebih tua beberapa tahun dari Rara.Wajah Rara memerah. Bisa-bisanya ia salah mengenalinya dengan Jefri! “Maaf! Saya salah orang!” ucap Rara panik. Wanita itu menaikkan satu alisnya. Ia terlihat heran, tapi akhirnya hanya mengangkat bahunya tidak peduli. “Apa yang kamu lakukan di sini? Daerah ini tidak didatangi orang-orang ronda, jadi sangat berbahaya berada di sini saat larut malam,” dumel wanita itu. Rara menelan ludah. Ini pertama kalinya ia dimarahi oleh orang asing. Meski begitu, sepertinya orang itu memarahinya karena peduli. “Maaf, saya habis mencari pekerjaan tadi,” ucap Rara pelan. “Pekerjaan?” tanya balik wanita itu dengan alis terangkat tinggi.

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 121: Apakah Dia ...

    [Dia akan mulai pergi ke daerah Selatan. Berhati-hatilah!]Mata Rara membesar membaca pesan yang sampai ke ponselnya. Jantungnya seketika berdegup tegang. Baru seminggu dan pria itu sudah bergerak keluar kota? Itu terlalu cepat!Padahal, Rara memprediksikan pencariannya di dalam kota akan mencapai sebulan. Itu pun juga prediksi paling cepatnya. Apa pencarian berlangsung cepat karena sumber daya yang dikeluarkan Jefri sangat banyak atau terjadi sesuatu di sana?‘Septa dan Hani tidak diancam olehnya, kan?’ batin Rara resah. Sebenarnya ia lebih mengkhawatirkan Septa dibanding Hani. Bagaimana pun, Hani adalah putri Jefri dan pria itu selalu lembut dengannya, jadi Hani harusnya aman dari tekanan Jefri. Tapi, Septa yang tidak lagi berhubungan baik dengan Jefri, bahkan mereka cenderung perang dingin, bisa menjadi sasaran empuk untuk Jefri. Meski begitu, Septa tidak mungkin membocorkan posisinya sekarang, kan?Rara menggelengkan kepalanya ketika pemikiran negatif memenuhi kepalanya. Hubunga

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 120: Rencana Jefri Selanjutnya

    Septa menatap was-was Jefri yang kini tidak bereaksi. Pria itu tiba-tiba menghela napas pelan membuat Septa berjengit. Apa dia gagal?Tapi, kelegaan segera melingkupi dirinya ketika Jefri perlahan melepas cengkramannya. Ia menarik napas pelan lega. Padahal, Septa tidak yakin dengan rencananya ini, tapi siapa sangka kalau ternyata ia berhasil?“Apa kamu tahu alasan Rara pergi?”Septa tersentak. Ingatan tentang percakapannya bersama Rara kembali muncul, tapi ia menggeleng pelan. “Rara tidak mengatakan apa pun tentang alasannya,” ucap Septa yang membuat Jefri kembali terdiam. Meski begitu, Septa bisa menemukan kesenduan di wajah sang pria. Hal itu membuatnya sedikit merasa bersalah. ‘Lihatlah, Ra. Pria ini benar-benar mencintaimu,’ batin Septa. Ia menatap Jefri yang sudah berbalik badan dan berjalan pergi menuju pintu kantornya. “Apa om akan mencarinya sekarang?” tanya Septa yang menghentikan pergerakan Jefri untuk membuka pintu.

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status