Home / Romansa / Sentuhan Lembut Om Duda / CHAPTER 125: Sekretaris Jefri?!

Share

CHAPTER 125: Sekretaris Jefri?!

Author: Heiho
last update publish date: 2026-02-22 15:02:06

“Apa?” Jantung Rara berdegup semakin kencang, “Apa maksud anda?”

Leo mengamati lekat wajah di hadapannya. Matanya memicing.

Ia sebenarnya tidak terlalu yakin dengan tebakannya itu. Meski sudah sering melihat foto Rara yang diberikan Jefri, tapi ia belum pernah melihat Rara secara langsung sehingga membuatnya tidak yakin.

Terlebih, bentuk dan warna rambut wanita itu berbeda dengan di foto.

“Saya sedang mencari se
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 257: Setelah Ini

    “Kenapa diam saja? Anda seperti baru pertama kali kesini.”Hani menatap Merphilus yang menyeringai ke arahnya. Terlihat geli juga mengejek. Ia tidak menanggapi dan lanjut berjalan mendekati Merphilus.Merphilus mengangkat satu alisnya melihat Hani hanya diam. Matanya mengikuti langkah Hani yang mendekatinya.“Anda baik saja-saja?” tanyanya, “Apa terjadi sesuatu?”“Saya baik-baik saja,” balas Hani pelan.“Benarkah? Tidak ada bertemu Nona Grace tiba-tiba seperti waktu itu?”Hani menghela napas cukup kencang. “Tidak ada. Saya benar baik

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 256: Hani?

    Jefri dan Rara masih berdiam diri hingga di perjalanan pulang. Keduanya sudah berada di dalam mobil. Duduk bersisian dengan Jefri di kursi pengemudi dan Rara di sebelahnya.Suasana di antara mereka dingin. Berbeda dengan biasanya yang penuh kehangatan. Rara bahkan mengalihkan pandangannya ke jendela.Pasalnya setelah Hani pergi tadi, mereka tidak langsung menyelesaikan pertengkaran. Suasana masih panas dan Rara tahu pertengkaran tidak akan berakhir sebelum mereka mendinginkan kepala.Jadilah, ia mengajak Jefri untuk pulang terlebih dahulu. Siapa tahu mereka bisa lebih tenang setelah istirahat. Jefri menyetujuinya dan berakhirlah mereka dalam situasi ini.Rara memainkan jari-jemarinya di pangkuan. Ia sebenarnya merasa tidak nyaman dengan situasi canggung ini. Mungkin Hani benar kalau memang aneh untuk mereka bertengkar.Kapan terakhir kali mereka bertengkar? Sepertinya saat Rara bersikeras ingin melawan Rachel sendiri.

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 255: Kebimbangan

    “Kenapa mas bilang seperti itu ke bibi Tiara tadi? Bukankah kita sudah sepakat untuk tidak meladeninya?”Jefri mendengus. Pria itu menyedekapkan tangannya lalu membalas, “Dia terang-terangan mengolokmu. Bagaimana mungkin mas diam saja?”“Tapi, tetap saja …” Rara mendesah. Ia memijat pangkal hidungnya lelah, tak habis pikir karena Jefri tidak menurutinya.Sebelum berangkat meeting tadi, Rara memang sudah mewanti-wanti Jefri agar tidak tersulut emosi apa pun ucapan Tiara nanti. Ia tahu Tiara pasti akan memancing suasana dan itu bisa buruk jika Jefri meladeninya.Jefri menyepakati itu. Dan Rara mempercayai kalau Jefri akan memenuhi ucapannya.

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 254: Anda Tertarik Dengannya?

    Penampilan Rara sukses. Hani yakin itu.Karena sekarang, ia bisa melihat raut masam Tiara di wajahnya setelah sebelumnya memasang wajah cemooh. Dan hal itu membuat Hani hampir tertawa di tempat.Respons para tamu juga terlihat baik. Tatapan mereka yang awalnya ragu saat Rara maju, kini terlihat lebih menghargai. Hani bahkan bisa mendengar beberapa bisikan kecil yang memuji Rara.Ia menghela napas lega.“Tuan Jefri benar-benar ketat,” komentar Merphilus mengagetkan Hani lagi. Ia menoleh ke Merphilus yang kini menyeringai dengan wajah mengerut.“Sepertinya anda benar soal profesionalitas Tuan Jefri. Ia masih tetap membombardir Nyonya Rara, padahal itu istrinya sendiri.”Hani tidak tahu makna dari tatapan dan seringai Merphilus sekarang. Tapi, hal itu memunculkan debar tak nyaman di dadanya. Ia mengalihkan pandangan darinya. Berdehem pelan karena tenggorokannya tiba-tiba terasa kering lalu menjawab,“Begitulah ayah. Tapi, paling nanti dia akan berlutut meminta maaf ke Rara,” Hani terkeke

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 253: Menahan Diri

    “Tempat yang bagus,” ucap Merphilus begitu mereka sudah duduk. Matanya memantau bagian depan.“Saya jadi bisa melihatnya dengan jelas.”Tubuh Hani sontak menegang. Ia menatap Merphilus dan berubah risau begitu melihat wajah puasnya.Yang dia maksud … soal presentasinya, kan? Ia jadi bisa melihat jelas presentasinya.Bukan melihat jelas Rara.Hani menghela napas pelan. Lagi-lagi ia terlalu berpikir berlebihan.‘Tahan dirimu, Hani. Sebentar lagi kamu akan tahu kebenarannya!’ batin Hani meneguhkan dirinya.

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 252: Keraguan

    “Om kurang tidur ya akhir-akhir ini?”Leo tersentak. Mengalihkan pandangan ke Hani yang menatapnya khawatir. Ia berdehem sejenak dan tersenyum.“Kenapa tiba-tiba bertanya, nona?”“Soalnya kantong mata om keliatan tambah gelap,” balas Hani, “Terus wajah om juga keliatan lelah dan ngantuk banget! Jadi, aku rasa itu karena kurang tidur?”Leo meringis. Anak bosnya itu memang jeli seperti ayahnya. Ia memutar otak, mencari alasan yang tidak akan membocorkan rahasianya.“Saya dari kemarin sibuk mengecek dokumen proyek kita. Memastikan semuanya aman karena sebentar lagi waktunya peresmian.”Hani membulatkan mulutnya. Berkata oh panjang sambil mengangguk-angguk. Ia tidak lagi bertanya setelah itu, membuat Leo menghela napas lega.Alasan sebenarnya adalah karena ia sedang menjalankan misi rahasianya. Memantau hotel Amarose untuk memergoki keberadaan Merphilus dan Hani di sana. Leo akhirnya membulatkan tekad untuk mengikuti firasatnya. Bagaimana pun, ia merasa janggal karena Hani berubah muram s

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 49: Jarak di Antara Kita

    Rara dan Septa ikut menolehkan kepala ketika mendengar suara riuh para tamu ke pintu aula hotel. Napas Rara tercekat ketika melihat Jefri melangkah masuk bersama Rachel dan Hani. Ketiganya berpegangan tangan dengan posisi Hani berada di tengah.Warna busana mereka adalah merah maroon. Je

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 43: Pasangan Jefri

    “Hahh?” alis Rara mengerut semakin dalam, “Jangan ngomong aneh-aneh!” dengusnya. Septa tertawa, “Harusnya di momen kayak gini kamu langsung salah tingkah, Ra!”Rara menggeleng-geleng. Bagaimana bisa ia salah tingkah ketika ia tahu Septa adalah orang yang suka bercanda?Apalagi, ajakannya tadi sang

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 40: Nggak Nyaman?

    ‘Apa ini?’ batin Rara resah. Percakapan di meja sudah beralih ke topik lain, tapi Rara tidak ikut menimbrung. Pikirannya penuh. Entah kenapa, perkataan Jefri barusan tidak terdengar seperti sebuah guyonan. Terasa ada implikasi di dalamnya. Seolah ia tengah memperjelas hubungannya dengan Rachel

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 46: Menjauh

    Rara mungkin sudah tahu dari awal kalau kalimat itu memiliki makna tersirat di baliknya. Dari pertama kali Jefri mengatakannya, Rara tahu itu bukan cuma ucapan kosong. Meski begitu, Rara selama ini menyangkal prasangkanya itu. Lebih tepatnya, ia berharap kalau hal itu tidak benar dan ia

    last updateLast Updated : 2026-03-21
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status