Home / Romansa / Sentuhan Lembut Om Duda / CHAPTER 126: Taktik Hani

Share

CHAPTER 126: Taktik Hani

Author: Heiho
last update Petsa ng paglalathala: 2026-02-24 20:20:21

“Apa? Rara bertemu om Leo di depan tempat kerjanya?” ulang Septa. Ia menatap lekat Hani yang mengangguk gelisah di depannya.

“Terus? Apa yang dia lakukan?” tanya Septa.

“Rara bilang nggak terjadi apa-apa karena dia juga sudah ubah penampilan dan sedang menggunakan masker saat itu,” desah Hani, “Masalahnya, kami khawatir kalau om Leo kasih tahu ke ayah,”

“Aku juga tidak mungkin bertanya begitu saja, kan? Bisa-bisa dia curiga denganku dan laporin ke ayah!”

Septa menopangkan dagu dengan tanganny
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 239: Tidak Lupa, kan?

    Hani menelan ludah. Ia sedikit menundukkan pandangannya, tidak ingin bertatapan dengan Merphilus yang duduk di seberangnya dengan seringai kecil. Seminggu sudah berlalu sejak pembicaraan terakhirnya dengan Jefri dan Rara di meja makan. Sekarang, ia berada di pertemuan kecil bersama Merphilus ditemani dengan Jefri, Rara, dan Leo. Leo berdiri di sisi kanannya. Yang membuat Hani bertambah susah untuk menghadapi pertemuan ini. Ia masih terbayang-bayang dengan sosok Leo dan Grace yang bersama saat pertemuan terakhir. Apalagi, ini pertemuan mereka lagi setelah hari itu juga. Sehingga wajar Hani masih kesulitan untuk bersama dengannya. “Terima kasih sudah bersedia hadir di pertemuan ini, Tuan Merphilus dan Tuan Liam,” Jefri mengangguk ke Liam yang berdiri di sebelah Merphilus.“Tentu. Saya justru berterima kasih dengan undangannya. Sudah lama saya tidak bertemu dengan anda langsung,” balas Merphilus, “Selain itu, ada wajah baru juga di sini.”Merphilus mengalihkan pandangannya ke Rara. R

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 238: Ide Jefri

    “Ayah akan memasukkan Rara ke dalam proyekku?”Jefri mengangguk ke Hani. Perempuan itu melirik Rara yang seketika gugup. “Kenapa tiba-tiba?” tanya Hani. “Untuk membungkam keluarga sialan kita itu.”Hani menatap Jefri bingung mendengar jawaban tajamnya. Sementara, Rara menelan ludah. Ia mengusap pelan bahu Jefri, membuat wajah mengeras pria itu sedikit mengendur. “Apa terjadi sesuatu?” tanya Hani. Kali ini, dia menatap Rara. “Bukan sesuatu yang besar,” ucap Rara. Ia menghela napas sejenak lalu lanjut berkata, “Kamu mengenal bibi Tiara, kan?”Hani mengangguk. Segera mengingat wanita yang usianya sudah cukup tua itu. Ia juga memanggilnya bibi Tiara karena wanita itu yang memintanya—-menurut bisik-bisik keluarganya, hal ini karena Tiara menolak untuk tua. “Kemarin dia datang ke pesta,” lanjut Rara, “Kami mengobrol sebentar dan—”“Dia merendahkanmu. Kalian sama sekali tidak mengobrol,” potong Jefri tegas, membuat Rara menelan ludah lagi. “Apa? Apa yang dia bicarakan sebenarnya?” des

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 237: Tidak Lebih Dari Ini

    “Terburu-buru sekali. Anda bahkan belum beristirahat dengan benar.”Hani tidak segera menjawab. Lanjut memakaikan kancing kemejanya sambil masih membelakangi Merphilus. Setelah selesai, ia lalu menatap Merphilus yang masih merebahkan badannya di atas kasur dengan posisi menyamping. Tangannya yang berurat menopang kepalanya. “Saya harus kembali sebelum ayah saya pulang,” balas Hani akhirnya.Merphilus ber-hm pelan. Meski tatapannya seolah berkata, ‘untuk apa kamu mengkhawatirkan itu?’Hani mendengus pelan.“Pokoknya saya akan pergi sekarang,” tegas Hani, “Saya akan pergi sendiri ke rumah. Jadi, anda tidak perlu mengantarkan saya.”“Baiklah, saya juga tidak akan menghalangi,” balas Merphilus sambil mengangkat kedua bahunya santai. Membuat Hani menatapnya kesal. Hani kembali mengalihkan pandangannya ke cermin. Merapihkan dirinya sejenak. Setelah dirasa rapih, ia kemudian beranjak pergi. “Apa kita perlu

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 236: Bantu Saya, Tuan

    “Jadi anda sudah memutuskan, ya?”Hani hanya mendengus pelan melihat Merphilus menyeringai. Ia lalu melengang masuk ke dalam kamar. Pintu segera ditutup Merphilus. Ia kemudian mengikuti langkah Hani ke arah kasur. Keduanya kemudian bertatapan.“Apa anda perlu bersiap lagi?” tanya Merphilus.“Tidak. Kita langsung saja,” balas Hani datar. Tangannya sudah berada di kancing atas kemeja. “Saya akan membuka baju sekarang.”Merphilus menaikkan satu alisnya. Ia berjalan mendekat ke Hani lalu menahan tangannya yang hendak melepas kancing.“Jangan terburu-buru.”Tangannya yang lain menggamit dagu Hani dan menaikkannya. “Biarkan mengalir saja,” bisik Merphilus sebelum menyatukan bibirnya dengan Hani. Hani memejamkan matanya. Mengernyit pelan ketika lidah Merphilus mulai menerobos ke mulutnya. Mengingatkannya dengan ciuman mereka di malam sebelumnya. Tapi, berbeda dengan malam sebelumnya, ing

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 235: Keputusan Hani

    Mata Hani membesar. Ia segera menepis tangan Merphilus dan menjauhinya. Tapi, tidak ada bantahan dari Hani. Perempuan itu justru menundukkan kepalanya. Mengalihkan pandangannya dari Merphilus.Merphilus mengangkat satu alisnya. Tersenyum puas.“Sepertinya tebakan saya benar,” celetuknya yang segera ditatap tajam Hani. “Tapi itu hanya sementara,” sergah Hani, “Buktinya saya masih mengingat tentang mereka lagi sekarang.”“Mungkin karena kita tidak melakukannya lagi,” Merphilus mengangkat bahunya ringan, “Kalau kita melakukannya dengan sering, anda mungkin bisa melupakannya.”Mata Hani kembali membesar. Ia menatap Merphilus tidak percaya.“Apa anda …. Baru saja mengajak saya sebagai pasangan ranjang anda?” tanya Hani, “Jadi, memang itu permintaan anda sebenarnya?”“Tidak. Ini hanya tawaran bantuan biasa,” bantah Merphilus, “Lagipula, saya sendiri juga sudah bilang akan memberitahukan permintaan itu ketika di waktu yang tepat, kan?”“Kalau begitu, kenapa anda menawarkan bantuan ini?”“Te

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 234: Tawaran Kedua Merphilus

    “Kita sudah sampai, Pak Merphilus.”Merphilus mengangguk. Ia melangkah keluar dari mobil. Liam lanjut membawa mobil hingga ke parkiran.Mata Merphilus langsung menangkap sosok Hani di depan pintu masuk restoran. Senyum miring terukir di wajahnya. Ia berjalan mendekat.“Nona Hani, selamat pagi,” sapanya setelah sampai di samping Hani.Hani tersentak dan segera menoleh. Merphilus mengangkat satu alisnya melihat wajah pucat Hani. Ia seolah habis melihat hantu.“Tuan Merphilus, selamat pagi,” Merphilus segera mengalihkan pandangannya ke Leo dan tersenyum tipis.

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 128: Hotel Jefri?

    [Aku sudah menemukan informasi kalau om Leo tidak memberitahukan pertemuan kalian ke ayah. Jadi, tidak usah khawatir!]Rara menghela napas lega usai membaca pesan Hani. Tapi, di sisi lain, ia juga merasa penasaran dengan cara Hani mencari tahunya. Sahabatnya itu tidak bertanya langsung, kan?Rara

    last updateHuling Na-update : 2026-04-01
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 125: Sekretaris Jefri?!

    “Apa?” Jantung Rara berdegup semakin kencang, “Apa maksud anda?” Leo mengamati lekat wajah di hadapannya. Matanya memicing. Ia sebenarnya tidak terlalu yakin dengan tebakannya itu. Meski sudah sering melihat foto Rara yang diberikan Jefri, tapi ia belum pe

    last updateHuling Na-update : 2026-04-01
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 130: Pelanggan Datang

    “Hari ini om Jefri pergi lagi untuk mencari Rara?” tanya Septa. Ia melirik Hani yang tengah merebahkan dirinya di sofa.“Iya. Dari kemarin juga kerjaannya begitu, sih,” balas

    last updateHuling Na-update : 2026-04-01
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 118: Jefri Mencari Rara

    “Kalian bilang belum bisa menemukannya?”Leo menelan ludah ketika mendengar nada dingin Jefri. Ia melirik para staf lain di ruangan itu yang ikut menegang sambil menatap Jefri yang berdiri di depan jendela, membelakangi mereka semua. “Be-benar, pak,” ucap salah satu staf gugup,

    last updateHuling Na-update : 2026-03-31
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status