Home / Romansa / Sentuhan Lembut Om Duda / CHAPTER 134: Mendapatkanmu Lagi

Share

CHAPTER 134: Mendapatkanmu Lagi

Author: Heiho
last update publish date: 2026-03-01 15:00:05

“..... Aku sudah mengatakan semuanya di surat,”

Wajah Jefri tertekuk. Ia tidak terlihat senang dengan ucapan Rara. Pria itu lalu berkata pelan, “Maksudmu tentang kamu yang merasa menjadi pembawa sial buat om?”

Tubuh Rara semakin mengerut saat merasakan tatapan mengintimidasi Jefri. “Dan karena alasan itu, makanya kamu meninggalkan om?” lanjut Jefri.

Jefri membungkukkan badannya hingga wajah mereka berdekatan. Rara bisa merasakan napas hangat Jefri menyentuh wajahny
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 167: Terlihat Baik?

    [Acaramu berjalan lancar? Besok temui aku di kantorku]Hani mengernyitkan alisnya ketika membaca pesan Septa. Kenapa tiba-tiba sekali pria itu mengajaknya bertemu? Apa Septa ingin Hani segera memenuhi janjinya? Bukankah dia terlalu buru-buru?Hani menghela napas. Yasudahlah, Septa memang kadang suka tidak sabaran. Hani membalas pesan tersebut dengan ‘ya’ singkat. Ia lalu memasukkan kembali ponselnya ke tas. Hani kemudian menatap tangannya.Tangan yang masih terasa hangat karena genggaman Leo saat berdansa tadi. Hal itu membuat Hani teringat wangi musk pria itu dan betapa hangat tubuh sang pria ketika mereka berdekatan.Baiklah, sepertinya dia harus berhenti mengingat karena Hani merasa seperti orang mesum sekarang.Hani menarik napas lalu menghembuskannya perlahan. Ia menatap pantulan dirinya di cermin toilet, berusaha menguatkan dirinya untuk bertemu Leo lagi.Ya, tadi setelah berdansa, Hani buru-buru menuju

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 166: Leo Adalah ...

    “Te-tentu saja sudah! Ayo kita masuk ke dalam!” jawab Hani gelagapan. Ia segera melangkah masuk ke dalam hotel sambil menarik tangan Leo. Begitu masuk ke dalam, para staf segera menyapa Hani. Mereka menganggukkan kepala dengan sopan ke Hani, bahkan sesekali ada yang memanggil dengan sebutan ‘bu direktur’. Hani menjawab semua sapaan tersebut dengan kaku. “Apa kita tidak bisa menyuruh para staf untuk tidak memanggilku bu direktur?” bisik Hani ke Leo, “Rasanya aneh mendengar itu. Lagipula, aku juga hanya perwakilan ayah hari ini!”Leo menggeleng pelan, “Sayangnya kita tidak bisa. Semua orang sudah menganggap anda sebagai pimpinan dari kemarin, jadi anda sebaiknya menerima panggilan itu,”Hani menghela napas. Ia tidak menyangka dipanggil dengan sebutan seperti itu akan membebani dirinya. Dulu, waktu kecil, ia selalu kagum tiap ada yang memanggil Jefri dengan ‘pak direktur’. Ia juga ingin dipanggil dengan penuh kesanjungan seperti ayahnya i

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 165: Menjadi Pasanganmu

    Hani sudah menduga para staf itu akan berkata aneh-aneh, tapi ia tidak menduga malah perkataan itu yang keluar!Kalau boleh jujur, Hani sebenarnya tidak keberatan atas dugaan itu. Tapi, bagaimana kalau Leo yang tersinggung?!Ia tidak ingin melihat Leo menunjukkan wajah tidak suka.Hani buru-buru membuka mulutnya, hendak mengklarifikasi perkataan staf itu. “Jaga ucapan kalian,”Terlambat! Leo lebih dulu membuka mulutnya. Hani buru-buru menoleh padanya. Jantungnya berdetak keras ketika melihat wajah mengeras Leo.Apa pria itu beneran tersinggung atas ucapan staf tadi? Dilihat dari wajahnya, sepertinya Leo benar-benar tidak menyukai ucapan itu.Hani merasakan hatinya berdenyut sakit.“Nona Hani itu bos kalian sekarang. Tapi, bisa-bisanya kalian berkata seenteng itu?” tatapan Leo berubah dingin.“Perkataan kalian itu sama sekali tidak menghormati nona Hani!”“Ma-maafkan kami!” seru para staf kompak. Mereka membungkukkan badan dalam-dalam.“Kami tidak bermaksud seperti itu! Kami hanya–”“S

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 164: Hadiah Jefri

    “Terima kasih sudah mengantarkan kak Sandra pulang, om,” ucap Rara pada Jefri yang berdiri di depannya. Ia sekarang sedang berdiri di depan kamar Jefri. Tadi, Rara tidak sempat menyambut kedatangan Jefri karena tengah membersihkan piring-piring kotor para tamu seusai makan malam. Setelah urusannya selesai, barulah Rara mendatangi Jefri ke kamarnya. Jefri tersenyum dan mengangguk pelan. Ia menatap Rara yang terlihat resah. “Omong-omong, om,” Rara menelan ludah sejenak, “Apa kak Sandra mengungkit hal yang aku bilang di pesan tadi?”Sudah Jefri duga Rara akan mengungkit soal itu. Sebaiknya apa yang harus dia katakan, ya?“Iya, dia memang mengungkitnya,” balas Jefri ringan, “Dugaanmu benar. Kamu memang hebat,”Rara mendengus, “Bagaimana tidak benar kalau kak Sandra juga memperlihatkannya dengan jelas? Ini juga karena om yang tiba-tiba banyak melakukan hal aneh,”Jefri tertawa pelan. Ia mengangkat bahunya dengan santai. “A

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 163: Anda Menyukainya?

    “Apa?”Sandra tertegun. Ia menatap Jefri tak percaya yang masih santai mengemudikan mobil, seolah ia baru saja mengeluarkan ucapan ringan.“Tunggu, eh, saya tidak mengerti,” ucap Sandra lagi terbata. “Apa ucapan saya kurang jelas?” tanya Jefri masih dengan santai. “Bukan, bukan seperti itu,” sela Sandra, “Kenapa anda bertanya balik? Bukankah seharusnya anda menegaskan kalau kalian benar wali dan anak asuh?”Jefri menarik sudut bibirnya lebih lebar. Ia memutar sejenak setir mobil ketika berada di belokan sebelum menjawab pertanyaan Sandra, “Menurut anda karena apa?”Sandra bisa merasakan kepalanya bertambah pusing dari sebelumnya. Ucapan Jefri yang terbolak-balik ini benar-benar memutar isi pikirannya. Tapi, lebih dari itu, Sandra merasa kebingungan teramat sangat atas jawaban ambigu Jefri. Bukankah ucapan pria itu justru menunjukkan kalau dia dan Rara memang ada hubungan lain?Sandra menghela napas.

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 162: Tanyakan pada Rara

    “Apa yang kalian lakukan?!” seru Sandra. Rara tersentak dan segera menoleh ke belakang. Matanya segera menangkap sosok Sandra di depan pintu. “Ka-kak Sandra, kau mengagetkanku,” ucap Rara terbata, “Apa maksud kakak barusan?” Sandra menelusuri wajah bingung Rara. Ia lalu mengalihkan pandangan ke Jefri. Alisnya mengerut saat melihat tisu di tangan pria itu. Tunggu, apa? Sandra menoleh kembali ke Rara. Ada bekas makanan di ujung bibirnya. Apa Jefri barusan ingin membersihkan bekas makanan itu …. Dan bukan mencium Rara? “Kak Sandra?” Sandra menutup wajahnya dengan kedua tangan dan menghela napas panjang. Hal itu membuat Rara buru-buru mendekatinya. “Ada apa? Kenapa kakak tiba-tiba seperti ini?” tanya Rara panik, “Apa kakak kelelahan?” “Tidak, bukan seperti itu,” ucap Sandra sambil melepas tangannya dari muka. Ia menghela napas panjang. “Maaf, sepertinya aku berpikir hal yang aneh-aneh,” Rara seketika menegang. Ia menatap was-was Sandra yang tengah memijat-mijat pangkal hidung

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 83: Bantuan dari Rachel

    Rara tidak masuk kerja esok harinya. Dan esoknya, esoknya lagi. Mungkin sekitar 3-4 hari Rara terus mendekam di dalam rumah. Ia terlalu takut untuk menghadapi tatapa orang-orang di luar sana. Apalagi, tuduhan kalau ia yang menggoda Jefri demi sebuah tujuan semakin menyebar di internet.

    last updateLast Updated : 2026-03-26
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 80: Amarah Hani

    “Kerja bagus,” ucap Jefri ketika Rachel sudah kembali ke belakang panggung. Rachel mendengus menanggapi omongan Jefri. Ia menerima botol minum dari staf dan segera menenggaknya. “Lima menit lagi waktunya ganti baju,” ucap Jefri. “Aku tahu,” ketus Rachel tanpa menatap

    last updateLast Updated : 2026-03-26
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 84: Hanya Kamu

    “Resepsionis tadi memberitahu kalau paman-paman anda datang kesini,” ucap Leo ketika Jefri baru memasuki ruang kerja di hotel Diamond. Ruang kerja di hotel itu memang menjadi tempat kerja utamanya. Jefri menghela napas, “Apa kata mereka?” tanyanya sambil berjalan menuju meja kerjanya. “Mereka men

    last updateLast Updated : 2026-03-26
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 85: Pertemuan Kembali

    “Om cuma mau sama kamu, Ra!”“Apa?” Rara rasanya linglung mendengar ucapan Jefri. Kepalanya terasa mengawang-awang. “Berhubungan … maksud om berhubungan sex, kan?” “Bukan!”Jefri menghela napas kencang membuat Rara berjengit kaget. Ia mengerjap-ngerjapkan mata kebingungan saat Jefri menundukkan k

    last updateLast Updated : 2026-03-26
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status