Home / Romansa / Sentuhan Lembut Om Duda / CHAPTER 138: Karyawan Nakal

Share

CHAPTER 138: Karyawan Nakal

Author: Heiho
last update publish date: 2026-03-03 21:20:13
“Ini kamar anda, tuan Jefri,” ucap Sandra setelah mereka sampai di kamar delapan. Entah alasan apa Sandra kembali membawa pria itu ke kamarnya sebelumnya.

Jefri memerhatikan sekeliling kamar. Ada beberapa fasilitas yang ditambah di kamar itu sehingga tidak membuatnya sesederhana kemarin. Tapi, perbedaan paling mencolok adalah dinding kamar itu.

“Ternyata kalian sudah mengganti wallpapernya,” celetuk Jefri.

Sandra mengangguk, “Wallpaper kemarin masih yang lama. Jadi, kami menggantinya un
Heiho

Om Jefri godain Rara mulu nih🤭 Kira2 Jefri bakal hukum Rara beneran atau nggak ya🤫

| 5
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
aiiuuu
jual mahal si rara
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 239: Tidak Lupa, kan?

    Hani menelan ludah. Ia sedikit menundukkan pandangannya, tidak ingin bertatapan dengan Merphilus yang duduk di seberangnya dengan seringai kecil. Seminggu sudah berlalu sejak pembicaraan terakhirnya dengan Jefri dan Rara di meja makan. Sekarang, ia berada di pertemuan kecil bersama Merphilus ditemani dengan Jefri, Rara, dan Leo. Leo berdiri di sisi kanannya. Yang membuat Hani bertambah susah untuk menghadapi pertemuan ini. Ia masih terbayang-bayang dengan sosok Leo dan Grace yang bersama saat pertemuan terakhir. Apalagi, ini pertemuan mereka lagi setelah hari itu juga. Sehingga wajar Hani masih kesulitan untuk bersama dengannya. “Terima kasih sudah bersedia hadir di pertemuan ini, Tuan Merphilus dan Tuan Liam,” Jefri mengangguk ke Liam yang berdiri di sebelah Merphilus.“Tentu. Saya justru berterima kasih dengan undangannya. Sudah lama saya tidak bertemu dengan anda langsung,” balas Merphilus, “Selain itu, ada wajah baru juga di sini.”Merphilus mengalihkan pandangannya ke Rara. R

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 238: Ide Jefri

    “Ayah akan memasukkan Rara ke dalam proyekku?”Jefri mengangguk ke Hani. Perempuan itu melirik Rara yang seketika gugup. “Kenapa tiba-tiba?” tanya Hani. “Untuk membungkam keluarga sialan kita itu.”Hani menatap Jefri bingung mendengar jawaban tajamnya. Sementara, Rara menelan ludah. Ia mengusap pelan bahu Jefri, membuat wajah mengeras pria itu sedikit mengendur. “Apa terjadi sesuatu?” tanya Hani. Kali ini, dia menatap Rara. “Bukan sesuatu yang besar,” ucap Rara. Ia menghela napas sejenak lalu lanjut berkata, “Kamu mengenal bibi Tiara, kan?”Hani mengangguk. Segera mengingat wanita yang usianya sudah cukup tua itu. Ia juga memanggilnya bibi Tiara karena wanita itu yang memintanya—-menurut bisik-bisik keluarganya, hal ini karena Tiara menolak untuk tua. “Kemarin dia datang ke pesta,” lanjut Rara, “Kami mengobrol sebentar dan—”“Dia merendahkanmu. Kalian sama sekali tidak mengobrol,” potong Jefri tegas, membuat Rara menelan ludah lagi. “Apa? Apa yang dia bicarakan sebenarnya?” des

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 237: Tidak Lebih Dari Ini

    “Terburu-buru sekali. Anda bahkan belum beristirahat dengan benar.”Hani tidak segera menjawab. Lanjut memakaikan kancing kemejanya sambil masih membelakangi Merphilus. Setelah selesai, ia lalu menatap Merphilus yang masih merebahkan badannya di atas kasur dengan posisi menyamping. Tangannya yang berurat menopang kepalanya. “Saya harus kembali sebelum ayah saya pulang,” balas Hani akhirnya.Merphilus ber-hm pelan. Meski tatapannya seolah berkata, ‘untuk apa kamu mengkhawatirkan itu?’Hani mendengus pelan.“Pokoknya saya akan pergi sekarang,” tegas Hani, “Saya akan pergi sendiri ke rumah. Jadi, anda tidak perlu mengantarkan saya.”“Baiklah, saya juga tidak akan menghalangi,” balas Merphilus sambil mengangkat kedua bahunya santai. Membuat Hani menatapnya kesal. Hani kembali mengalihkan pandangannya ke cermin. Merapihkan dirinya sejenak. Setelah dirasa rapih, ia kemudian beranjak pergi. “Apa kita perlu

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 236: Bantu Saya, Tuan

    “Jadi anda sudah memutuskan, ya?”Hani hanya mendengus pelan melihat Merphilus menyeringai. Ia lalu melengang masuk ke dalam kamar. Pintu segera ditutup Merphilus. Ia kemudian mengikuti langkah Hani ke arah kasur. Keduanya kemudian bertatapan.“Apa anda perlu bersiap lagi?” tanya Merphilus.“Tidak. Kita langsung saja,” balas Hani datar. Tangannya sudah berada di kancing atas kemeja. “Saya akan membuka baju sekarang.”Merphilus menaikkan satu alisnya. Ia berjalan mendekat ke Hani lalu menahan tangannya yang hendak melepas kancing.“Jangan terburu-buru.”Tangannya yang lain menggamit dagu Hani dan menaikkannya. “Biarkan mengalir saja,” bisik Merphilus sebelum menyatukan bibirnya dengan Hani. Hani memejamkan matanya. Mengernyit pelan ketika lidah Merphilus mulai menerobos ke mulutnya. Mengingatkannya dengan ciuman mereka di malam sebelumnya. Tapi, berbeda dengan malam sebelumnya, ing

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 235: Keputusan Hani

    Mata Hani membesar. Ia segera menepis tangan Merphilus dan menjauhinya. Tapi, tidak ada bantahan dari Hani. Perempuan itu justru menundukkan kepalanya. Mengalihkan pandangannya dari Merphilus.Merphilus mengangkat satu alisnya. Tersenyum puas.“Sepertinya tebakan saya benar,” celetuknya yang segera ditatap tajam Hani. “Tapi itu hanya sementara,” sergah Hani, “Buktinya saya masih mengingat tentang mereka lagi sekarang.”“Mungkin karena kita tidak melakukannya lagi,” Merphilus mengangkat bahunya ringan, “Kalau kita melakukannya dengan sering, anda mungkin bisa melupakannya.”Mata Hani kembali membesar. Ia menatap Merphilus tidak percaya.“Apa anda …. Baru saja mengajak saya sebagai pasangan ranjang anda?” tanya Hani, “Jadi, memang itu permintaan anda sebenarnya?”“Tidak. Ini hanya tawaran bantuan biasa,” bantah Merphilus, “Lagipula, saya sendiri juga sudah bilang akan memberitahukan permintaan itu ketika di waktu yang tepat, kan?”“Kalau begitu, kenapa anda menawarkan bantuan ini?”“Te

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 234: Tawaran Kedua Merphilus

    “Kita sudah sampai, Pak Merphilus.”Merphilus mengangguk. Ia melangkah keluar dari mobil. Liam lanjut membawa mobil hingga ke parkiran.Mata Merphilus langsung menangkap sosok Hani di depan pintu masuk restoran. Senyum miring terukir di wajahnya. Ia berjalan mendekat.“Nona Hani, selamat pagi,” sapanya setelah sampai di samping Hani.Hani tersentak dan segera menoleh. Merphilus mengangkat satu alisnya melihat wajah pucat Hani. Ia seolah habis melihat hantu.“Tuan Merphilus, selamat pagi,” Merphilus segera mengalihkan pandangannya ke Leo dan tersenyum tipis.

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 13: Waktunya Kelas Lagi

    “Ra?” “Om Jefri?” Rara menggeleng dan buru-buru mengoreksi ucapannya, “Pak direktur, selamat malam,” Rara membungkukkan badan sopan yang dibalas anggukan Jefri. Meski sebelum bekerja Jefri telah mewanti-wantinya untuk bebas memanggil dia dengan sebutan apa pun kalau mereka bertemu di hotel, tapi

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 9: Hadiah Jefri

    Rasanya semua ini salah, batin Rara ketika teringat perbuatannya bersama Jefri selama beberapa hari terakhir.Sudah hampir seminggu berlalu sejak insiden di kamar mandi. Dan selama itu pula, Rara rut

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 12: Pertemuan di Hotel

    Empat hari berlalu setelah briefing awal dengan manajer hotel Ruby. Rara kini mulai terbiasa dengan rutinitas pekerjaannya. Ia berusaha memanajemen waktunya sebaik mungkin antara bekerja dengan mengerjakan skripsinya. Selama empat hari itu pula, ia sudah menemukan teman di tempat kerjanya. Seorang

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 8: Menyembuhkan Luka

    “Kamu selingkuh kan, Ra?” desis Satrio sambil menekan kedua tangannya di bahu Rara. Mata pria itu menatapnya nyalang, terlihat sangat menyeramkan seolah ia siap membunuh Rara jika perempuan itu salah bicara. “Aku nggak ngerti maksud kamu,” desis Rara balik. Tubuhnya sekarang sangat gemetar dan ja

    last updateLast Updated : 2026-03-17
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status