ホーム / Romansa / Sentuhan Lembut Om Duda / CHAPTER 105: Sidang Dimulai

共有

CHAPTER 105: Sidang Dimulai

作者: Heiho
last update 公開日: 2026-02-07 15:00:22

“Sidang hari ini dengan tuntutan kepada terdakwa nyonya Rachel Sullivan oleh nona Rara Hestelia, dimulai,”

Suara ketukan palu hakim membahana di ruang sidang. Rara lagi-lagi membetulkan posisi duduknya. Ia melirik Rachel di kursi pesakitan yang masih menatapnya tajam.

Sekarang benar-benar saatnya ia melawan wanita itu.

“Terdakwa, Rachel Sullivan, diduga menerobos masuk ke rumah Jefri Nicelson secara paksa dan tanpa izin serta menyerang juga mengancam pihak anggota
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (3)
goodnovel comment avatar
aiiuuu
masak ruamah sebesar itu gak ada cctv
goodnovel comment avatar
Nur Ajifa
lanjut KK semangat
goodnovel comment avatar
Nur Ajifa
masak rumah orang kaya nggak ada cctv nya sih buat sebagai bukti
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 291: Menagih Bayaran

    “Jadi, bagaimana?”Jefri menegakkan badannya. Menyedekapkan tangannya. Ia sedikit memiringkan kepalanya, menatap dua insan di hadapannya dengan wajah datar.“Apa kita lanjut membahas pernikahannya sekarang?” ucap Jefri melanjutkan.Hani menelan ludah. Melirik Merphilus yang duduk di sebelahnya.Setelah lamaran yang menghebohkan itu, Jefri segera membawa mereka ke kamar VIP yang jauh dari aula. Acara sudah terlanjur chaos karena perbuatan Merphilus, jadi rasanya tidak memungkinkan untuk dilanjutkan. Karena itu, ia menugaskan Leo untuk mengurus sisa jalannya acara.Situasi sekarang sangat mirip dengan sebelumnya. Saat Jefri

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 290: Lamaran

    “Dengan ini, saya serahkan jabatan Direktur Nickelson Suite kepada putri saya, Hani Nickelson. Semoga perusahaan ini tetap berjaya di bawah pimpinannya.”Suara tepuk tangan bergema kencang di aula hotel. Wajah-wajah sumringah dan senang terpancar dari para tamu. Mata mereka menatap antusias Hani yang naik ke atas panggung.Hani menyisir pandangannya ke seluruh aula. Ada banyak sekali tamu yang hadir, sepertinya jumlahnya lebih dari ratusan. Hal itu membuat Hani sedikit gugup. Apalagi kalau mengingat dia lah yang sekarang harus menjaga kerja sama dengan orang-orang tersebut!Hani berdiri berhadapan dengan Jefri. Ayahnya itu tersenyum, menatap Hani dengan pancaran kasih sayang dan keteduhan.Sa

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 289: Hari Terakhir

    Tidak ada kejadian apa pun setelah itu.Hani akhirnya tidak melakukan apa pun. Hanya berdiri diam di tempatnya. Begitu juga dengan sosok itu. Setelah Hani memberikan senyum padanya, sosok itu beranjak pergi.Ia tidak menoleh. Tidak berubah pikiran untuk mendekati Hani. Tetap pergi di bawah tatapan sang perempuan yang bergetar menahan diri untuk tetap diam.Hari itu berlalu seperti biasanya.Setelah kejadian itu, Hani kemudian disibukkan dengan agenda selanjutnya. Persiapan acara penyerahan suksesi oleh ayahnya.Persiapan itu memakan waktu dan pikiran. Hani bahkan lebih sibuk dari saat mengurus proyek bersama Merphilus.

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 288: Bertahan

    Beberapa hari berlalu setelah pengajuan syarat dari Jefri. Hingga tak terasa, tibalah hari wisuda kuliah Rara dan Hani dilaksanakan. …. Atau begitulah bagi sebagian orang. Karena bagi Hani, waktu sebulan itu berlalu sangat lama. Hani menghela napas. Seperti biasa menatap kalender di ponselnya dengan nelangsa. Di sisinya, hairstylist dan penata rias sibuk mengurus Hani. Mempersiapkan dirinya sebaik mungkin untuk tampil di wisuda. Merphilus ternyata menepati syarat Jefri dengan baik. Ia tidak menemui Hani, tidak mengajaknya untuk bertemu secara diam-diam, bahkan pria itu sama sekali tidak menghubunginya!Hani sebenarnya tidak menyangka ini. Mengenal Merphilus sebagai orang licik, ia berpikir pria itu setidaknya akan melakukan kecurangan sekali saja. Hani bahkan sudah bersiap kalau Merphilus memang mau melakukannya.Toh, ia sendiri tidak tahan dengan situasi ini.Tapi, Merphilus ternyata sangat menepati ucapannya. Bahkan, meski mereka sesekali bertemu di kantor karena pria itu menemui

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 287: Menagihnya Nanti

    “Bagaimana, Hani?”“Sa-saya mengerti,” Hani menelan ludah. Mengalihkan pandangannya malu.“Saya mengerti. Saya akan melakukannya. Janji.”Merphilus terkekeh pelan. Merasa gemas juga berseri mendengar balasan perempuannya itu. Ia kemudian menggamit dagu Hani lalu mengangkatnya, membuat Hani terpaksa menoleh padanya lagi.“Gadis pintar,” bisiknya membuat Hani kembali memerah padam.Perlahan, Merphilus mendekatkan lagi wajahnya. Semuanya terasa lambat dan buram sekarang di mata Hani. Ia hanya bisa terpaku pada wajah dan tatapan mendamba pria di hadapannya ini.Jarak keduanya semakin kecil. Napas keduanya mulai memburu dan tatapan Hani mulai menurun, hampir terpejam.Tinggal sedikit lagi sampai bibir mereka bertemu—TOK. TOK. TOK.“Tuan Merphilus, waktu Anda sudah habis.”Hani tersentak. Tubuhnya berubah kaku. Sementara Merphilus ikut tidak bergerak. Wajahnya mengeras.Tapi, saat Leo kembali mengetuk pintu, ia menghela napas panjang. “Sepertinya kita harus berhenti di sini,” ucap pria itu

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 286: Janji

    Hani terbelalak. Napasnya tercekat. Ia mencerna sejenak kalimat yang disampaikan ayahnya sebelum ekspresi wajahnya berubah mengeras.“Tidak boleh menemuiku? Apa-apaan itu?” Hani bersungut kesal, “Itu sama sekali tidak adil! Ayah pasti sengaja untuk menyusahkannya, kan?”“Kalau kalian tidak setuju, ya tidak apa-apa. Kalian tidak perlu melakukannya,” Jefri mengangkat kedua bahunya ringan. Tidak tergubris dengan amarah putrinya.“Tapi, kalau begitu, kalian tidak bisa bersama lagi. Hubungan kalian berakhir di sini.”Napas Hani kembali tercekat melihat tatapan dingin Jefri. Sorot wajah itu bertambah gelap, tidak menunjukkan ampun sedikit pun. Tangan Hani yang me

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 29: Bagaimana Hubungan Kalian?

    Pikiran Rara masih terus terngiang dengan ucapan pria itu pada keesokan harinya. Padahal, itu hanya ucapan biasa yang mungkin juga doa Jefri agar Rara bisa dekat dengan lelaki seumurannya, setelah kejadian dengan Satrio. Tapi, entah kenapa rasanya aneh. Seolah terasa ada … makna lain di dalamnya.

    last update最終更新日 : 2026-03-19
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 24: Tinggal Bersama Sementara

    “Kok lama dibuka sih, Ra?” sungut Hani sambil memayunkan bibirnya.Rara meringis, “Maaf. Tadi habis beres-beres di kamar,”

    last update最終更新日 : 2026-03-19
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 16: Keluarga Bahagia

    Pesta akhirnya berakhir. Meskipun begitu, suasana di aula masih riuh. Banyak tamu yang belum pulang dan masih mengobrol dengan sesama.Karena Rara bagian mengembalikan piring-piring kotor ke dapur, ia sudah mulai bergerak untuk bekerja meski aula masih ramai. Bersama beberapa staf lainnya, mereka b

    last update最終更新日 : 2026-03-18
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 7: Enak, kan?

    Rara memejamkan matanya ketika bibir Jefri kembali menempel. Sama seperti sebelumnya, lidah Jefri kembali menyapu bibir Rara, meminta perizinan untuk masuk ke dalamnya. Rara membuka mulutnya ragu-ragu. Lidah Jefri seketika masuk ke dalam. Ia menyapu seisi mulut Rara, mulai dari langit-langitnya, d

    last update最終更新日 : 2026-03-17
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status