ホーム / Romansa / Sentuhan Lembut Om Duda / CHAPTER 153: Harapan Sandra

共有

CHAPTER 153: Harapan Sandra

作者: Heiho
last update 公開日: 2026-03-11 21:02:33

“Om jangan main-main sekarang,” ucap Rara serius, meski ia tidak bisa menutupi kegelisahannya sekarang. Ia khawatir Jefri akan melakukan hal sesuai perkataannya.

“Siapa yang main-main?” Jefri menaikkan satu alisnya, “Apa om terlihat main-main?”

Rara menggigit bibirnya. Ia sama sekali tak bisa menghadapi Jefri ketika begini. Pertanyaan retorisnya selalu membuat Rara linglung

Rara menarik napas sejenak. Ia berusaha tenang meski keringat dingin kini mengalir dari peli
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 176: Melihat Bukti Leo

    “Beberapa hari ini nona Hani terlihat murung,”Septa mengangkat pandangannya dari dokumen di tangannya. Ia menatap Leo di depannya yang memasang wajah khawatir. “Benarkah? Apa yang terjadi padanya?” tanya Septa. Padahal, ia tahu sangat jelas alasan sepupunya itu murung. Leo mendesah berat. “Entahlah, setelah pesta pernikahan itu, nona mulai murung,” jelas Leo, “Lalu, beberapa hari lalu, saat nona Hani ikut saya menginspeksi hotel, dia malah bertambah murung,”Lagi-lagi, Septa tahu persis alasannya. Itu pasti karena Hani masih dihantui rasa penasaran dengan tunangan Leo. Gadis itu bercerita padanya setelah rencananya di hotel Amerson tidak membuahkan hasil. “Apa om sudah pernah bertanya padanya?” tanya Septa lagi. “Sudah. Tapi, dia selalu bilang karena sedang menonton film sedih akhir-akhir ini,”‘Alasan itu terlalu lemah, Hani!’ batin Septa greget. Tapi, ia paham kalau gadis itu sedang dalam keadaan yang tidak bisa m

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 175: Jefri VS Sandra

    “Maksud kakak apa?” Rara berusaha tertawa, “Itu cuma candaan garing om Jefri aja, kok!”“Hmm, entahlah. Tapi, rasanya tidak seperti itu,” Sandra mengangkat bahunya sambil memasang wajah sangsi.Apa yang terjadi dengan Sandra? Biasanya dia hanya tertawa dan menerima info tentang Jefri dengan senang hati.Tapi, kali ini …. Ia terdengar seperti tengah menjelekkan Jefri?‘Mana mungkin seperti itu,’ tepis Rara menyangkal pemikiran di benaknya itu.Sandra sangat menyukai Jefri. Hubungan mereka juga lebih baik, walaupun Rara tidak yakin tentang hal itu. Tapi intinya, tidak mungkin Sandra menjelek-jelekkan Jefri, kan?Ketika Rara tengah sibuk berpikir, Sandra justru menatap Rara dengan tatapan kasihan. Ah, Rara yang malang. Dia sama sekali belum sadar kalau sedang menjadi korban dari Jefri. Ia bahkan tidak bisa memahami makna dari balik kalimat Jefri tadi!Sudah waktunya Sandra menyadarkan perempuan itu pelan

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 174: Pria Aneh

    “O-oh, hai om Leo!” sapa Hani kaku. “Apa yang anda lakukan di sini?” Leo berjalan mendekati Hani, “Barang pak direktur di kamar VIP sudah diambil?” “Oh, sudah!” balas Hani cepat, “Aku–aku di sini karena mencari om! Aku cari keliling koridor eh terus ketemu di sini tapi ternyata om ketemu temen ya tadi?” Hani tertawa kaku. Ucapannya tadi berantakan, tapi harusnya sudah cukup untuk meyakini Leo. Pria itu bukan orang yang curigaan seperti Jefri, jadi harusnya aman, kan? “Oh, benarkah begitu?” tanya Leo memastikan. Hani mengangguk cepat. Leo menghela napas. “Maaf karena telah membuat nona mencari saya,” desah Leo merasa bersalah, “Nona seharusnya menelpon saya saja tadi kalau sudah di lantai ini lagi. Saya pasti akan segera datang,” “Oh, tidak apa-apa,” Hani kembali tertawa kaku, “Omong-omong, tadi benar teman om?” Leo mengangguk, “Mereka adalah teman-teman SMA saya. Mereka sudah menginap sejak kemarin di sini. Jadi, saya mengajak mereka bertemu mumpung sedang di sini,” “Oh,” Ha

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 173: Tidak Mungkin, Kan?

    ‘Ini arah ke gudang,’ batin Hani yang masih membuntuti Leo dari belakang, ‘Apa mereka akan bertemu di gudang?’Gudang memang tempat yang sangat pas untuk pertemuan rahasia. Apalagi, tunangan Leo yang merupakan seorang staf pasti lebih mudah juga menyelinap kesana. Sesampainya di sana, apa yang akan mereka lakukan?Hani menggeleng-gelengkan kepalanya. Tidak, bukan itu yang penting. Pertanyaan paling besar adalah apa yang akan ia lakukan kalau Leo benar bertemu dengan tunangannya nanti?Ia datang kesini untuk membuktikan ucapan Septa. Lalu, kalau ucapan Septa memang benar, apa yang harus ia lakukan?Pikiran Hani terhenti ketika Leo tiba-tiba berhenti di depan sebuah kamar. Ia buru-buru bersembunyi di balik tembok lalu mengintip. Kamar itu terletak tidak jauh dari gudang. Kenapa Leo menghentikan langkahnya di sana?‘Apa dia sebenarnya bukan ke gudang tapi ke kamar itu?’ ba

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 172: Bertemu Tunangan Leo?

    “Oh, iya, tidak masalah,” balas Leo sebelum wajahnya berubah cemas. “Omong-omong nona Hani, mata anda–” “Aku tidak apa-apa,” sela Hani, “Ini bengkak karena aku menangis saat menonton film sedih kemarin,” Leo terlihat sangsi. Sebanyak apa film sedih yang Hani tonton hingga membuat matanya sebengkak ini? Tapi, Hani sepertinya tetap akan berkata hal yang sama jika bertanya lagi. Jadi, Leo akhirnya mengangguk. “Om kesana siang nanti?” tanya Hani. Leo mengangguk, “Sebenarnya, saya baru akan ke hotel lain setelah membantu nona Hani menyelesaikan dokumen–” “Kalau begitu, aku akan menyelesaikannya dengan cepat!” seru Hani kemudian segera fokus dengan berkas di depannya. Leo mengerjapkan mata. Merasa bingung dengan sikap Hani yang tiba-tiba. ‘Mungkin dia hanya ingin cepat kabur,’ batin Leo. Mengingat Hani selalu mengeluh tiap bekerja dengan dokumen, sepertin

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 171: Ikut, Om

    Jantung Rara berdebar kencang saat mulai merasakan hembusan napas Jefri mengenai wajahnya. Ia memejamkan mata lebih erat, pasrah dengan hal yang akan terjadi– CUP Alis Rara mengernyit dalam. Bibir Jefri tidak ia rasakan di bibirnya, tapi di …. dahi? Pria itu mencium dahinya? Rara seketika membuka matanya. Ia sekarang bisa melihat dengan jelas kalau Jefri tengah mencium dahinya. Pria itu tak lama menjauhkan dirinya. Ia menyeringai lebar ke Rara yang masih terbengong-bengong. Melihat seringai Jefri, wajah Rara seketika memerah padam. Ternyata ia salah paham! Memalukan sekali! Rara rasanya ingin mengubur dirinya sekarang. “Kenapa? Kamu terlihat sangat terkejut?” tanya Jefri berpura-pura bingung. Ia lalu memasang wajah baru tersadar. “Oh, kamu mengira om ingin menciummu di bibir, ya?” “Nggak!” bantah Rara cepat, “Udah om pulang aja! Aku udah selesai ngomong sama om!” Jefri tertawa. Ia masih ingin menggoda Rara lagi, tapi wajah perempuan itu sudah sangat merah. Sepertinya kalau

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 64: Ketahuan

    ‘Aku benar-benar tidak bisa memakai gaun ini,’ batin Rara resah ketika melihat pantulan dirinya di cermin yang sudah memakai gaun itu. Gaun yang memiliki model bahu terbuka itu membuat pundak Rara terekspos dan menampilkan dengan jelas kissmark yang ditinggalkan Jefri. Rara menggigit bibir. Ia mer

    last update最終更新日 : 2026-03-24
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 65: Gertakan Rachel

    “Urusan? Urusan apa?” tanya Hani. Ia bolak-balik memandang Rachel dan Rara.“Rara tidak bilang apa-apa dari tadi!” lanjut Hani dengan alis mengerut.

    last update最終更新日 : 2026-03-24
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 68: Menyelamatkan Rara

    Rara menatap pantulan dirinya di cermin. Matanya masih terlihat membengkak meski sudah dikompres. Semalam dia memang kembali menangis setelah Jefri pergi dan itulah yang membuat matanya sangat bengkak pagi ini. Rara menghela napas. Setidaknya sudah tidak terlalu terlihat seperti sebelum

    last update最終更新日 : 2026-03-24
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 63: Rencana Rachel

    “Oh, iya. Sudah sembuh!” balas Rara. Rara buru-buru menaiki motor Septa agar percakapan barusan tidak berlanjut. Ia, tidak memerhatikan raut Septa yang berubah datar. “Ayo kita berangkat sekarang! Hani sama om Jefri pasti udah nunggu!” seru Rara ketika sudah di atas jok.Septa kembali tersenyum da

    last update最終更新日 : 2026-03-24
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status