ホーム / Romansa / Sentuhan Lembut Om Duda / CHAPTER 17: Bukan Urusanmu

共有

CHAPTER 17: Bukan Urusanmu

作者: Heiho
last update 公開日: 2025-11-20 10:00:59

“Om gila ya?!” bisik Rara sambil memundurkan wajahnya. Ia memelototkan matanya ke Jefri yang kini tersenyum geli. 

Sialan! Pria itu mempermainkannya ternyata! Sejak kapan ia suka menggoda seperti ini?

“Lagian, kamu keliatan tegang banget Ra,” Jefri menaikkan kedua bahunya tanpa dosa, “Jadi, om kira kamu–”

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 256: Hani?

    Jefri dan Rara masih berdiam diri hingga di perjalanan pulang. Keduanya sudah berada di dalam mobil. Duduk bersisian dengan Jefri di kursi pengemudi dan Rara di sebelahnya.Suasana di antara mereka dingin. Berbeda dengan biasanya yang penuh kehangatan. Rara bahkan mengalihkan pandangannya ke jendela.Pasalnya setelah Hani pergi tadi, mereka tidak langsung menyelesaikan pertengkaran. Suasana masih panas dan Rara tahu pertengkaran tidak akan berakhir sebelum mereka mendinginkan kepala.Jadilah, ia mengajak Jefri untuk pulang terlebih dahulu. Siapa tahu mereka bisa lebih tenang setelah istirahat. Jefri menyetujuinya dan berakhirlah mereka dalam situasi ini.Rara memainkan jari-jemarinya di pangkuan. Ia sebenarnya merasa tidak nyaman dengan situasi canggung ini. Mungkin Hani benar kalau memang aneh untuk mereka bertengkar.Kapan terakhir kali mereka bertengkar? Sepertinya saat Rara bersikeras ingin melawan Rachel sendiri.

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 255: Kebimbangan

    “Kenapa mas bilang seperti itu ke bibi Tiara tadi? Bukankah kita sudah sepakat untuk tidak meladeninya?”Jefri mendengus. Pria itu menyedekapkan tangannya lalu membalas, “Dia terang-terangan mengolokmu. Bagaimana mungkin mas diam saja?”“Tapi, tetap saja …” Rara mendesah. Ia memijat pangkal hidungnya lelah, tak habis pikir karena Jefri tidak menurutinya.Sebelum berangkat meeting tadi, Rara memang sudah mewanti-wanti Jefri agar tidak tersulut emosi apa pun ucapan Tiara nanti. Ia tahu Tiara pasti akan memancing suasana dan itu bisa buruk jika Jefri meladeninya.Jefri menyepakati itu. Dan Rara mempercayai kalau Jefri akan memenuhi ucapannya.

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 254: Anda Tertarik Dengannya?

    Penampilan Rara sukses. Hani yakin itu.Karena sekarang, ia bisa melihat raut masam Tiara di wajahnya setelah sebelumnya memasang wajah cemooh. Dan hal itu membuat Hani hampir tertawa di tempat.Respons para tamu juga terlihat baik. Tatapan mereka yang awalnya ragu saat Rara maju, kini terlihat lebih menghargai. Hani bahkan bisa mendengar beberapa bisikan kecil yang memuji Rara.Ia menghela napas lega.“Tuan Jefri benar-benar ketat,” komentar Merphilus mengagetkan Hani lagi. Ia menoleh ke Merphilus yang kini menyeringai dengan wajah mengerut.“Sepertinya anda benar soal profesionalitas Tuan Jefri. Ia masih tetap membombardir Nyonya Rara, padahal itu istrinya sendiri.”Hani tidak tahu makna dari tatapan dan seringai Merphilus sekarang. Tapi, hal itu memunculkan debar tak nyaman di dadanya. Ia mengalihkan pandangan darinya. Berdehem pelan karena tenggorokannya tiba-tiba terasa kering lalu menjawab,“Begitulah ayah. Tapi, paling nanti dia akan berlutut meminta maaf ke Rara,” Hani terkeke

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 253: Menahan Diri

    “Tempat yang bagus,” ucap Merphilus begitu mereka sudah duduk. Matanya memantau bagian depan.“Saya jadi bisa melihatnya dengan jelas.”Tubuh Hani sontak menegang. Ia menatap Merphilus dan berubah risau begitu melihat wajah puasnya.Yang dia maksud … soal presentasinya, kan? Ia jadi bisa melihat jelas presentasinya.Bukan melihat jelas Rara.Hani menghela napas pelan. Lagi-lagi ia terlalu berpikir berlebihan.‘Tahan dirimu, Hani. Sebentar lagi kamu akan tahu kebenarannya!’ batin Hani meneguhkan dirinya.

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 252: Keraguan

    “Om kurang tidur ya akhir-akhir ini?”Leo tersentak. Mengalihkan pandangan ke Hani yang menatapnya khawatir. Ia berdehem sejenak dan tersenyum.“Kenapa tiba-tiba bertanya, nona?”“Soalnya kantong mata om keliatan tambah gelap,” balas Hani, “Terus wajah om juga keliatan lelah dan ngantuk banget! Jadi, aku rasa itu karena kurang tidur?”Leo meringis. Anak bosnya itu memang jeli seperti ayahnya. Ia memutar otak, mencari alasan yang tidak akan membocorkan rahasianya.“Saya dari kemarin sibuk mengecek dokumen proyek kita. Memastikan semuanya aman karena sebentar lagi waktunya peresmian.”Hani membulatkan mulutnya. Berkata oh panjang sambil mengangguk-angguk. Ia tidak lagi bertanya setelah itu, membuat Leo menghela napas lega.Alasan sebenarnya adalah karena ia sedang menjalankan misi rahasianya. Memantau hotel Amarose untuk memergoki keberadaan Merphilus dan Hani di sana. Leo akhirnya membulatkan tekad untuk mengikuti firasatnya. Bagaimana pun, ia merasa janggal karena Hani berubah muram s

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 251: Kembali Curiga

    “Ada apa? Kamu terlihat muram.”Rara mengangkat pandangannya ke Jefri. Pria itu menatapnya dengan satu alis terangkat, terlihat penasaran. Tangannya sibuk melepaskan kancing jasnya.Jefri baru pulang beberapa menit lalu. Sejam setelah Hani naik ke kamarnya, pria itu pulang ke rumah.Rara menghela napas pelan. Tangannya terulur untuk membantu Jefri membuka jasnya. Dari jarak sedekat ini, Jefri bisa melihat kantung mata istrinya semakin tebal.Ia mengelusnya pelan. “Sepertinya tidurmu semakin tidak teratur,” ucapnya, “Kamu khawatir dengan meeting besar nanti?”“Hm. Ya, lumayan.”

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 152: Hubungi Om

    “Rara!” seru Sandra begitu Rara memasuki kantor. Wanita itu segera berjalan mendekatinya. Ia tersentak saat melihat tubuh Rara basah kuyup.“Dasar nakal! Kamu menerobos hujan?!” seru Sandra sambil memelototkan matanya. Rara meringis. Baru saja ia tadi dimarahi Jefri, tapi sekar

    last update最終更新日 : 2026-04-05
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 149: Jadi Pasanganku

    “Apakah om mau menjadi pasanganku di acara dansa nanti?”“Apa?”Perasaan Hani berubah resah ketika melihat Leo terkejut. Apa pria itu akan menolaknya? Atau ucapannya kurang jelas?Ragu-ragu, Hani kembali berkata, “Aku pingin om jadi pasangan dansaku di acara nanti,”Kali ini, Leo harusnya mendengar

    last update最終更新日 : 2026-04-04
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 150: Kesempatan Kedua

    Sandra mengerutkan alis bingung, “Tunggu, Ra. Biar aku cek dulu–”“Tidak usah! Sebaiknya tetap beli untuk jaga-jaga, kan?” potong Rara lagi, “Mencegah itu lebih baik, kan?”Rara lalu menoleh ke Jefri. “Om, tolong bantu kak Sandra benerin atap, ya!”“Apa?” tany

    last update最終更新日 : 2026-04-04
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 128: Hotel Jefri?

    [Aku sudah menemukan informasi kalau om Leo tidak memberitahukan pertemuan kalian ke ayah. Jadi, tidak usah khawatir!]Rara menghela napas lega usai membaca pesan Hani. Tapi, di sisi lain, ia juga merasa penasaran dengan cara Hani mencari tahunya. Sahabatnya itu tidak bertanya langsung, kan?Rara

    last update最終更新日 : 2026-04-01
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status