/ Romansa / Sentuhan Lembut Om Duda / CHAPTER 71: Jangan Ganggu Dia

공유

CHAPTER 71: Jangan Ganggu Dia

작가: Heiho
last update 게시일: 2026-01-06 15:05:35
“Aku akan bekerja sama dengan tante,”

Ucapan Septa itu membuat senyum puas terukir lebar di wajah Rachel. Mata wanita itu berkilat-kilat senang, tapi hal itu terlihat mengerikan di mata Septa. Ia menatap Rachel gusar yang kini terkekeh.

“Pikiranmu sudah tercerahkan ya sekarang,” kekeh Rachel.

Septa mendengus. “Jadi, apa yang kita lakukan sekarang?”

“Hanya menunggu,” balas Rachel sambil menyesap tehnya dengan elegan, “Kemarin aku sudah memintanya untuk berpisah dengan Jefri dalam satu minggu i
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 235: Keputusan Hani

    Mata Hani membesar. Ia segera menepis tangan Merphilus dan menjauhinya. Tapi, tidak ada bantahan dari Hani. Perempuan itu justru menundukkan kepalanya. Mengalihkan pandangannya dari Merphilus.Merphilus mengangkat satu alisnya. Tersenyum puas.“Sepertinya tebakan saya benar,” celetuknya yang segera ditatap tajam Hani. “Tapi itu hanya sementara,” sergah Hani, “Buktinya saya masih mengingat tentang mereka lagi sekarang.”“Mungkin karena kita tidak melakukannya lagi,” Merphilus mengangkat bahunya ringan, “Kalau kita melakukannya dengan sering, anda mungkin bisa melupakannya.”Mata Hani kembali membesar. Ia menatap Merphilus tidak percaya.“Apa anda …. Baru saja mengajak saya sebagai pasangan ranjang anda?” tanya Hani, “Jadi, memang itu permintaan anda sebenarnya?”“Tidak. Ini hanya tawaran bantuan biasa,” bantah Merphilus, “Lagipula, saya sendiri juga sudah bilang akan memberitahukan permintaan itu ketika di waktu yang tepat, kan?”“Kalau begitu, kenapa anda menawarkan bantuan ini?”“T

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 234: Tawaran Kedua Merphilus

    “Kita sudah sampai, Pak Merphilus.”Merphilus mengangguk. Ia melangkah keluar dari mobil. Liam lanjut membawa mobil hingga ke parkiran.Mata Merphilus langsung menangkap sosok Hani di depan pintu masuk restoran. Senyum miring terukir di wajahnya. Ia berjalan mendekat.“Nona Hani, selamat pagi,” sapanya setelah sampai di samping Hani.Hani tersentak dan segera menoleh. Merphilus mengangkat satu alisnya melihat wajah pucat Hani. Ia seolah habis melihat hantu.“Tuan Merphilus, selamat pagi,” Merphilus segera mengalihkan pandangannya ke Leo dan tersenyum tipis.

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 233: Bertemu Lagi

    [Selamat pagi, Nona Hani. Hari ini agenda kita adalah meeting dengan tim IT dan kepala manajer dari tiap cabang hotel. Tuan Merphilus dan timnya juga akan ikut bersama kita. Saya akan menjemput anda sebentar lagi.]Hani hampir tersedak makanannya begitu membaca nama Merphilus di pesan Leo. Ia buru-buru menelan makanannya dan meminum air sebanyak mungkin. Hal itu membuat Rara menoleh heran padanya.“Kenapa, Han?”“Nggak apa-apa,” balas Hani cepat. Ia kembali membaca pesan Leo.Nama Merphilus benar ada di sana. Tubuh Hani seketika melemas.Kalau begini, bagaimana caranya ia menghadapi hari ini?

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 232: Lakukan, Ra

    “Ayo lakukan, Ra. Tadi kamu yang ingin, kan?”Dasar licik!Rara menelan ludah. Jantungnya berdebar kencang dari biasanya. Ia menatap Jefri yang memerhatikannya dengan seringai lebar dan alis terangkat satu. Pria itu benar-benar terlihat puas. Rara mengeratkan pegangannya di pundak Jefri. Ia lalu membungkukkan badannya dan mulai menciumi rahang Jefri. Membuat pria itu tersenyum semakin lebar. Rara bisa merasakan gerakannya begitu kaku. Ia yakin Jefri juga bisa merasakannya. Kalau diingat-ingat lagi, ini memang kali pertama Rara melakukan hal ini. Selama ini, dia selalu membiarkan Jefri yang memimpin. Ciuman Rara terus turun ke bawah. Ia berhenti ketika mencapai leher Jefri. Wanita itu menelan ludah sejenak. Biasanya bagaimana Jefri melakukannya?Rara mencoba mengingat-ingat, tapi hal itu justru membuatnya malu. Apalagi, Jefri tengah menatapnya penuh godaan sekarang. “Ada apa? Sedang berpikir titik yang tempat untuk meninggalkan bekasnya?” kekeh Jefri, “Kamu hanya perlu melakukann

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 231: Meredakan Amarah Jefri

    “Ada yang Hani sembunyikan.”Jefri yang sedang mengancingkan kemejanya di depan cermin, melirik Rara sejenak di belakangnya yang sedang duduk di atas kasur. Wanita itu memasang ekspresi serius, pertanda ia sungguh-sungguh dengan ucapannya.“Kenapa kamu berbicara seyakin itu?” tanya Jefri yang menarik pandangannya lagi ke cermin.“Soalnya terlihat di wajahnya!” seru Rara menggebu, “Tapi, sepertinya ia tidak mau menceritakannya entah kenapa.”Jefri membalik badannya, menatap Rara yang kini memasang wajah sendu. Ia mendengus pelan. “Mungkin hanya perasaanmu saja. Anak itu memang selalu begitu, jangan khawatir,” ucap Jefri tak acuh. Tangannya mulai memasang dasi di lehernya.Rara hendak membantah dan bersikeras atas pemikirannya, tapi ia mengurungkan niatnya begitu melihat wajah kesal Jefri. “Mas marah sama Hani?” “Tidak,” balas Jefri datar. Rara tersenyum geli. Bisa-bisanya dia masih membantah padahal kemarahannya terlihat begitu jelas. Rara beranjak turun dari kasur lalu mendekati J

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 230: Berhasil?

    Hani membuka matanya perlahan saat nada dering ponselnya sama-samar masuk ke telinganya. Pusing langsung menghantam kepalanya, disusul rasa nyeri di selangkangannya.Hani mendesis pelan. Ia bangkit perlahan, duduk bersandar di kepala ranjang. Menarik napas panjang-panjang untuk menghilangkan pusingnya dulu. Barulah setelah beberapa saat, ia mengambil ponselnya yang sudah tidak berdering. Ada belasan notifikasi panggilan tidak terjawab dari Jefri dan Rara. Diiringi dengan puluhan pesan dari mereka juga.Hani pasti tidak akan selamat pagi ini.“Selamat pagi.”Hani menoleh ke samping. Ia mengerjapkan mata melihat Merphilus keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk di pinggang. Masih terdapat beberapa titik air di badan kekarnya.Perlahan, ingatan Hani kembali. Bayangan tentang kejadian semalam memenuhi benaknya, membuat Hani menghela napas panjang.Ternyata ia benar-benar melakukannya semalam. Dan kali ini, ia tidak melupakannya.Sepertinya metode Merphilus ampuh.“Anda tidak pergi

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 107: Kebimbangan Kate

    “Kamu sudah paham kan, Kate? Untuk sidang berikutnya, kamu akan menjadi saksi kunci. Jadi, pastikan kamu berbicara sesuai isi dokumen ini,” ucap Marco tegas sambil menatap serius Kate. “Jangan mengacaukannya sama sekali,”Kate mengangguk pelan. Marco kembali berbicara dengan pengacara Rachel, memba

    last update최신 업데이트 : 2026-03-29
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 108: Saksi Misterius

    “Apa? Anda berhasil menemukan saksi untuk membantu kita?” tanya Rara kaget pada Lexus yang duduk di seberangnya. Lexus mengangguk. Ia menyesap sejenak kopi yang disuguhkan Hani lalu menjawab, “Septa mengabari saya kemarin dan saya juga sudah bertemu dengan saksi baru kita,”“Septa?” Hani menaikkan

    last update최신 업데이트 : 2026-03-29
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 105: Sidang Dimulai

    “Sidang hari ini dengan tuntutan kepada terdakwa nyonya Rachel Sullivan oleh nona Rara Hestelia, dimulai,”Suara ketukan palu hakim membahana di ruang sidang. Rara lagi-lagi membetulkan posisi duduknya. Ia melirik Rachel di kursi pesakitan yang masih menatapnya tajam. Sekarang

    last update최신 업데이트 : 2026-03-29
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 106: Seperti Suami Istri

    “Kita memerlukan bukti yang kuat tentang penyerangan Rachel ini,” ucap Lexus membuka percakapan ketika berkumpul bersama Rara, Hani, Jefri, dan Septa setelah sidang selesai. Mereka berlima kini ada di ruang tengah rumah Jefri. “Posisi kita dan Rachel sekarang sama. Sama-sama belum memiliki bukti ku

    last update최신 업데이트 : 2026-03-29
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status