Accueil / Romansa / Sentuhan Lembut Om Duda / CHAPTER 71: Jangan Ganggu Dia

Partager

CHAPTER 71: Jangan Ganggu Dia

Auteur: Heiho
last update Date de publication: 2026-01-06 15:05:35
“Aku akan bekerja sama dengan tante,”

Ucapan Septa itu membuat senyum puas terukir lebar di wajah Rachel. Mata wanita itu berkilat-kilat senang, tapi hal itu terlihat mengerikan di mata Septa. Ia menatap Rachel gusar yang kini terkekeh.

“Pikiranmu sudah tercerahkan ya sekarang,” kekeh Rachel.

Septa mendengus. “Jadi, apa yang kita lakukan sekarang?”

“Hanya menunggu,” balas Rachel sambil menyesap tehnya dengan elegan, “Kemarin aku sudah memintanya untuk berpisah dengan Jefri dalam satu minggu i
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 256: Hani?

    Jefri dan Rara masih berdiam diri hingga di perjalanan pulang. Keduanya sudah berada di dalam mobil. Duduk bersisian dengan Jefri di kursi pengemudi dan Rara di sebelahnya.Suasana di antara mereka dingin. Berbeda dengan biasanya yang penuh kehangatan. Rara bahkan mengalihkan pandangannya ke jendela.Pasalnya setelah Hani pergi tadi, mereka tidak langsung menyelesaikan pertengkaran. Suasana masih panas dan Rara tahu pertengkaran tidak akan berakhir sebelum mereka mendinginkan kepala.Jadilah, ia mengajak Jefri untuk pulang terlebih dahulu. Siapa tahu mereka bisa lebih tenang setelah istirahat. Jefri menyetujuinya dan berakhirlah mereka dalam situasi ini.Rara memainkan jari-jemarinya di pangkuan. Ia sebenarnya merasa tidak nyaman dengan situasi canggung ini. Mungkin Hani benar kalau memang aneh untuk mereka bertengkar.Kapan terakhir kali mereka bertengkar? Sepertinya saat Rara bersikeras ingin melawan Rachel sendiri.

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 255: Kebimbangan

    “Kenapa mas bilang seperti itu ke bibi Tiara tadi? Bukankah kita sudah sepakat untuk tidak meladeninya?”Jefri mendengus. Pria itu menyedekapkan tangannya lalu membalas, “Dia terang-terangan mengolokmu. Bagaimana mungkin mas diam saja?”“Tapi, tetap saja …” Rara mendesah. Ia memijat pangkal hidungnya lelah, tak habis pikir karena Jefri tidak menurutinya.Sebelum berangkat meeting tadi, Rara memang sudah mewanti-wanti Jefri agar tidak tersulut emosi apa pun ucapan Tiara nanti. Ia tahu Tiara pasti akan memancing suasana dan itu bisa buruk jika Jefri meladeninya.Jefri menyepakati itu. Dan Rara mempercayai kalau Jefri akan memenuhi ucapannya.

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 254: Anda Tertarik Dengannya?

    Penampilan Rara sukses. Hani yakin itu.Karena sekarang, ia bisa melihat raut masam Tiara di wajahnya setelah sebelumnya memasang wajah cemooh. Dan hal itu membuat Hani hampir tertawa di tempat.Respons para tamu juga terlihat baik. Tatapan mereka yang awalnya ragu saat Rara maju, kini terlihat lebih menghargai. Hani bahkan bisa mendengar beberapa bisikan kecil yang memuji Rara.Ia menghela napas lega.“Tuan Jefri benar-benar ketat,” komentar Merphilus mengagetkan Hani lagi. Ia menoleh ke Merphilus yang kini menyeringai dengan wajah mengerut.“Sepertinya anda benar soal profesionalitas Tuan Jefri. Ia masih tetap membombardir Nyonya Rara, padahal itu istrinya sendiri.”Hani tidak tahu makna dari tatapan dan seringai Merphilus sekarang. Tapi, hal itu memunculkan debar tak nyaman di dadanya. Ia mengalihkan pandangan darinya. Berdehem pelan karena tenggorokannya tiba-tiba terasa kering lalu menjawab,“Begitulah ayah. Tapi, paling nanti dia akan berlutut meminta maaf ke Rara,” Hani terkeke

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 253: Menahan Diri

    “Tempat yang bagus,” ucap Merphilus begitu mereka sudah duduk. Matanya memantau bagian depan.“Saya jadi bisa melihatnya dengan jelas.”Tubuh Hani sontak menegang. Ia menatap Merphilus dan berubah risau begitu melihat wajah puasnya.Yang dia maksud … soal presentasinya, kan? Ia jadi bisa melihat jelas presentasinya.Bukan melihat jelas Rara.Hani menghela napas pelan. Lagi-lagi ia terlalu berpikir berlebihan.‘Tahan dirimu, Hani. Sebentar lagi kamu akan tahu kebenarannya!’ batin Hani meneguhkan dirinya.

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 252: Keraguan

    “Om kurang tidur ya akhir-akhir ini?”Leo tersentak. Mengalihkan pandangan ke Hani yang menatapnya khawatir. Ia berdehem sejenak dan tersenyum.“Kenapa tiba-tiba bertanya, nona?”“Soalnya kantong mata om keliatan tambah gelap,” balas Hani, “Terus wajah om juga keliatan lelah dan ngantuk banget! Jadi, aku rasa itu karena kurang tidur?”Leo meringis. Anak bosnya itu memang jeli seperti ayahnya. Ia memutar otak, mencari alasan yang tidak akan membocorkan rahasianya.“Saya dari kemarin sibuk mengecek dokumen proyek kita. Memastikan semuanya aman karena sebentar lagi waktunya peresmian.”Hani membulatkan mulutnya. Berkata oh panjang sambil mengangguk-angguk. Ia tidak lagi bertanya setelah itu, membuat Leo menghela napas lega.Alasan sebenarnya adalah karena ia sedang menjalankan misi rahasianya. Memantau hotel Amarose untuk memergoki keberadaan Merphilus dan Hani di sana. Leo akhirnya membulatkan tekad untuk mengikuti firasatnya. Bagaimana pun, ia merasa janggal karena Hani berubah muram s

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 251: Kembali Curiga

    “Ada apa? Kamu terlihat muram.”Rara mengangkat pandangannya ke Jefri. Pria itu menatapnya dengan satu alis terangkat, terlihat penasaran. Tangannya sibuk melepaskan kancing jasnya.Jefri baru pulang beberapa menit lalu. Sejam setelah Hani naik ke kamarnya, pria itu pulang ke rumah.Rara menghela napas pelan. Tangannya terulur untuk membantu Jefri membuka jasnya. Dari jarak sedekat ini, Jefri bisa melihat kantung mata istrinya semakin tebal.Ia mengelusnya pelan. “Sepertinya tidurmu semakin tidak teratur,” ucapnya, “Kamu khawatir dengan meeting besar nanti?”“Hm. Ya, lumayan.”

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 84: Hanya Kamu

    “Resepsionis tadi memberitahu kalau paman-paman anda datang kesini,” ucap Leo ketika Jefri baru memasuki ruang kerja di hotel Diamond. Ruang kerja di hotel itu memang menjadi tempat kerja utamanya. Jefri menghela napas, “Apa kata mereka?” tanyanya sambil berjalan menuju meja kerjanya. “Mereka men

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-26
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 80: Amarah Hani

    “Kerja bagus,” ucap Jefri ketika Rachel sudah kembali ke belakang panggung. Rachel mendengus menanggapi omongan Jefri. Ia menerima botol minum dari staf dan segera menenggaknya. “Lima menit lagi waktunya ganti baju,” ucap Jefri. “Aku tahu,” ketus Rachel tanpa menatap

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-26
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 81: Hubungan yang Retak

    “Hentikan, Hani!” seru Jefri yang dengan cepat menggenggam erat tangan putrinya sebelum mengenai pipi Rara lagi. . “LEPASIN, YAH!” bentak Hani sambil memberontak agar tangannya terlepas, “Kenapa ayah bela Rara terus padahal ayah juga dirugiin sekarang?!” “SEPTA! BAWA RARA PERG

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-26
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 79: Terbongkarnya Hubungan Jefri dan Rara

    “Gaun baru?” tanya Septa dengan satu alis terangkat begitu melihat penampilan Rara malam ini. Matanya memicing.“Dari siapa?” tanyanya yang entah kenapa terdengar agak ketus.&

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-26
Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status