Home / Romansa / Sentuhan Lembut Om Duda / CHAPTER 18: Melawan Satrio

Share

CHAPTER 18: Melawan Satrio

Author: Heiho
last update publish date: 2025-11-21 10:00:26

Rara buru-buru bangkit dari posisinya. Ia sedikit terhuyung ketika berdiri karena rasa kebas dan nyeri di punggungnya. Rara mengambil gagang sapu secara sembarang dan memasang kuda-kuda, bersiaga untuk melindunginya sendiri. 

“Kamu kenapa bisa di sini?” desis Rara, “SIAPA YANG BANTU KAMU?! JAWAB!”

“Aduh, Rara sayang, kamu lupa kalau terak

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 218: Kalian Dekat, kan?

    “Hah?! Kenapa tiba-tiba begitu?!” seru Hani tak terima, “Lagian, bukannya pesta itu tidak ada?”Jefri mendengus, “Mana mungkin tidak ada. Itu kan pesta penting. Kamu tidak lupa kalau pesta itu juga bertujuan untuk mengetahui proyek setahun ke depannya?”“Tentu saja aku ingat,” dengus Hani.Pertanyaan Hani itu sebenarnya berdasarkan rumor para staf juga. Ia sempat mendengar para staf saling bergosip tentang keberlangsungan pesta itu.Hal yang dimaklumi mengingat sekarang sudah jauh dari agenda pesta awal tahun biasanya.“Pestanya hanya diundur, nona,” jelas Leo yang membuat Hani menoleh padanya, “Pak direktur sengaja mengundurnya karena kemarin ingin fokus dengan pernikahannya bersama Nona Rara.”Hani mendengus. Memang enak ya jadi direktur. Bisa mengatur seenaknya saja. . “Tapi, tetap saja ayah lagi-lagi bicara mendadak seperti ini,” desah Hani. Ia bersedekap. “Tuan Merphilus juga pasti protes kalau tiba-tiba begini.”“Karena itu, sudah jadi tugasmu untuk membuatnya tidak marah,” uc

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 217: Sekali Saja

    “Selamat pagi, Rara.” Rara melenguh pelan saat merasakan kecupan di sekujur wajahnya. Ia perlahan membuka mata dan melihat Jefri tersenyum di depannya. “Pagi, mas,” sapanya dengan suara serak. Ia berdehem sejenak karena merasakan tenggorokannya tidak enak. Jefri melebarkan senyumnya. “Biar mas ambilkan minum,” ucapnya lalu mengambil gelas di atas nakas. Pria itu lalu membantu Rara untuk duduk. Tangannya yang lain menopang punggung Rara. Setelah posisi Rara pas, Jefri segera mengarahkan gelas itu ke mulut Rara. Membantunya untuk minum perlahan. “Kamu berteriak terlalu keras semalam,” ucap Jefri geli. Wajah Rara memerah. Kembali teringat dengan kejadian semalam. Ia menggeleng-geleng. “Jangan dibahas,” ucapnya malu. Jefri tertawa geli. Ia menyenderkan wajahnya ke kepala Rara. “Tapi, semalam kamu memang berteriak lebih kencang dari biasanya,” ucap Jefri melanjutkan, tidak memedulikan peringatan Rara barusan. “Apa semalam lebih enak dari biasanya?” “A-aku nggak mau bahas,”

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 216: Mas Ahli

    “Bukan apa-apa!” bantah Rara sambil mengalihkan pandangannya. “Kamu membuat mas semakin penasaran.”Rara mengaduh pelan saat Jefri kembali mengarahkan wajahnya ke hadapannya. Ia mengerut melihat tatapan menggebu Jefri. “Katakan,” ucap Jefri tegas sambil sedikit meremas wajah Rara.Rara menelan ludah. Ia menggulirkan bola matanya ke arah lain lalu berkata gagap, “A-aku kira, hal baru tadi maksudnya …. Ga-gaya bercinta baru …. Atau pakai alat-alat aneh ...”“Alat aneh?” Jefri mengerutkan alisnya, terlihat berpikir sejenak. Ia kemudian tersadar. “Maksudmu sex toy?”“Jangan diucapin!”Jefri menyeringai. Tatapannya terlihat geli ke Rara yang memerah padam. “Kita bisa lakukan kalau kamu mau–”“Nggak!”Jefri tertawa. Istrinya ini cepat sekali membantahnya. “Padahal itu ide kamu sendiri,” ucap Jefri ringan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, “Meski mas sedikit kaget kamu memiliki ide tersebut.”Ucapan itu membuat Rara semakin malu. Ia benar-benar merasa seperti orang mesum sekarang. A

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 215: Hal Baru

    ‘Bagaimana bisa dia berbicara seperti itu?’ batin Rara malu mengingat ucapan Jefri tadi. Meski ucapan Jefri tidak salah, tapi tetap saja atmosfer malam ini terasa berbeda dari malam-malam bersama mereka biasanya!Rara mengubah lagi posisi duduknya di atas kasur. Kakinya bergerak gelisah. Di belakangnya, ia mendengar suara kucuran air. Jefri sedang mandi di dalam sana. Rara menghela napas, berusaha menghilangkan kegugupannya meski tidak berhasil. Hal ini membuat Rara merasa deja vu. Ia teringat dengan momen ‘kelas’ pertama bersama Jefri. Sayangnya, ia tidak bisa mengingat bagaimana cara menghilangkan kegugupannya itu. Rara hanya ingat semua dimulai dengan kecupan dan sentuhan pelan dari Jefri, lalu mereka—“Kamu belum berganti baju?”Rara tersentak dari lamunannya. Ia segera mendongak dan wajahnya memerah padam.Jefri menggunakan baju handuk yang memperlihatkan dada bidangnya. Tetes air mengalir di badannya, begitu juga dengan ujung-ujung rambutnya. Pria itu segera mengusap rambutnya

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 214: Kamu Menikmatinya, kan?

    ‘Padahal aku sudah susah payah menjauhinya!’ gerutu Hani dalam hati sambil menjaga jarak seaman mungkin di sebelah Merphilus.Pada akhirnya, Hani terpaksa mengikuti perintah Jefri. Lagipula, ayahnya itu juga sangat memaksa dan Hani tidak ingin ada keributan karena hal itu.Setidaknya keadaan masih ramai sepanjang mereka berjalan menuju lobi hotel. Jadi, kekhawatirannya bisa berkurang.Begitu juga ketika mereka di luar hotel. Hani menghela napas lega melihat banyaknya orang di luar.Ia menoleh ke Merphilus, “Di mana mobil anda, Tuan?”“Dia masih tertahan di depan hotel. Di sana sedikit macet katanya,” jelas Merphilus sambil menaruh kembali ponselnya di saku.Liam pasti habis memberitahunya lewat pesan.“Anda jadi masih harus menemani saya sekarang.”Hani tertawa kaku. Pria itu sedang mengoloknya kan sekarang?Ia pasti tahu kalau Hani sebenarnya sangat enggan menemaninya.“Sudah menjadi tugas saya untuk menemani anda,” ucap Hani seformal mungkin.Merphilus tersenyum. Terlihat mencurigaka

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 213: Antarkan Dia

    TAP TAPHani tersentak. Suara langkah kaki?!Hani segera mendorong bahu Merphilus hingga pria itu menjauh darinya. Ia lanjut berjalan menjauh dari sana.Bertepatan dengan itu, dua orang keluar dari belokan di ujung lorong. Hani menghentikan langkahnya. Matanya membesar.Jefri dan Rara! Untung dia tepat waktu menjauhkan diri dari Merphilus!“Hani?” panggil Jefri bingung. Alisnya mengerut dalam.“Apa yang kamu lakukan di sini?” tanyanya sambil berjalan mendekat ke Hani bersama Rara.“Oh, itu,” Hani kelabakan. Ia menoleh cepat ke Merphilus yang ada di belakangnya lalu menariknya mendekat ke sisinya.“Tu-Tuan Merphilus ingin bertemu ayah dan Rara! Ia buru-buru mau pergi jadi aku mau mengantarkannya ke ruangan ayah dan Rara tadi,” jelas Hani secepat kilat. Gadis itu berusaha tidak peduli dengan tatapan Merphilus padanya.“Oh, maafkan kami, Tuan!” sesal Rara, “Apa anda menunggu lama tadi?”

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 99: Jadian?

    “RARA!”Jefri tersentak begitu masuk ke dalam ruang kerjanya. Matanya membesar melihat tubuh Rachel di lantai dan sosok Rara yang gemetar ketakutan dengan wajah pucat. “Ada satu pasien luka berat di sini! Cepat datang!” seru Jefri ke arah luar. Tak lama, datang dua perawat membawa tandu. Sama sep

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 96: Serangan Kedua

    Septa tercenung membaca artikel di layar ponselnya. Ia mengscroll ke bawah, membaca isi artikel itu dengan cermat karena berpikir judulnya hanya click bait. Tapi nyatanya, isi artikel itu mendukung judulnya. Artikel itu memang menceritakan tentang kasus pelecehan Jefri oleh Rachel.

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 95: Aku Akan Melindungimu

    HEBOH! RACHEL SULLIVAN DIDUGA MELECEHI JEFRI NICELSON! KATANYA DILAKUKAN SAAT MENDIANG ISTRI JEFRI MASIH ADA?!Rara menelan ludah membaca judul artikel itu. Judul artikel itu benar-benar sensasional. Reporter yang membuatnya pasti sangat profesional di bidang gosip.Rara melirik Hani yang duduk di

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 98: Rara Melawan Rachel

    ‘Apa dia baru saja menghancurkan pintu?!’ seru Rara tak percaya dalam hati. Ia segera menarik kepalanya lagi dan duduk dengan tegang di belakang sofa.Tangannya menutup mulut rapat-rapat

    last updateLast Updated : 2026-03-28
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status