/ Romansa / Sentuhan Lembut Om Duda / CHAPTER 231: Meredakan Amarah Jefri

공유

CHAPTER 231: Meredakan Amarah Jefri

작가: Heiho
last update 게시일: 2026-05-18 19:08:28
“Ada yang Hani sembunyikan.”

Jefri yang sedang mengancingkan kemejanya di depan cermin, melirik Rara sejenak di belakangnya yang sedang duduk di atas kasur. Wanita itu memasang ekspresi serius, pertanda ia sungguh-sungguh dengan ucapannya.

“Kenapa kamu berbicara seyakin itu?” tanya Jefri yang menarik pandangannya lagi ke cermin.

“Soalnya terlihat di wajahnya!” seru Rara menggebu, “Tapi, sepertinya ia tidak mau menceritakannya entah kenapa.”

Jefri membalik badannya, menatap Rara yang kini memasan
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 287: Menagihnya Nanti

    “Bagaimana, Hani?”“Sa-saya mengerti,” Hani menelan ludah. Mengalihkan pandangannya malu.“Saya mengerti. Saya akan melakukannya. Janji.”Merphilus terkekeh pelan. Merasa gemas juga berseri mendengar balasan perempuannya itu. Ia kemudian menggamit dagu Hani lalu mendongakkannya, hingga membuat Hani terpaksa menoleh padanya lagi.“Gadis pintar,” bisiknya membuat Hani kembali memerah padam.Perlahan, Merphilus mendekatkan lagi wajahnya. Semuanya terasa lambat dan buram sekarang di mata Hani. Ia hanya bisa terpaku pada wajah dan tatapan mendamba pria di hadapannya ini.

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 286: Janji

    Hani terbelalak. Napasnya tercekat. Ia mencerna sejenak kalimat yang disampaikan ayahnya sebelum ekspresi wajahnya berubah mengeras.“Tidak boleh menemuiku? Apa-apaan itu?” Hani bersungut kesal, “Itu sama sekali tidak adil! Ayah pasti sengaja untuk menyusahkannya, kan?”“Kalau kalian tidak setuju, ya tidak apa-apa. Kalian tidak perlu melakukannya,” Jefri mengangkat kedua bahunya ringan. Tidak tergubris dengan amarah putrinya.“Tapi, kalau begitu, kalian tidak bisa bersama lagi. Hubungan kalian berakhir di sini.”Napas Hani kembali tercekat melihat tatapan dingin Jefri. Sorot wajah itu bertambah gelap, tidak menunjukkan ampun sedikit pun. Tangan Hani yang me

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 285: Syarat

    Masih sangat pagi ketika Jefri tiba-tiba mengajak mereka bertemu.Hani duduk tegang di atas sofa. Pandangannya sedikit tertunduk, menatap tangannya yang meremas celana. Tidak sanggup bertatapan dengan Jefri yang begitu mengintimidasi di depannya.Di sampingnya, Merphilus juga duduk tegak. Ia terlihat tenang dan berwibawa. Bahkan, bisa membalas tatapan Jefri, berbeda dengan Hani. Tapi, jika diperhatikan lebih jelas, sorot matanya terlihat was-was. Sepertinya ia sama tegangnya dengan Hani dan ikut bertanya-tanya hal yang ingin disampaikan Jefri sekarang. Atmosfir di ruangan itu sangat berat. Leo yang juga datang untuk menemani sang bos bahkan bisa merasakan tekanan itu. Ia merasa gerah, padahal AC masih menyala di kamar itu.Pria itu menelan ludah pelan.“Kalian sudah tahu alasan kita berkumpul sekarang, kan?” Jefri akhirnya membuka suara. Suaranya terdengar berat dan dominan. Membuat Hani meremas celananya semakin erat.“Iya, Tuan. Kami tahu,” yang membalas adalah Merphilus. Sepertiny

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 284: Ganti Permainan

    Rara menaruh gelasnya di atas bar dapur. Ia menutup mulut, berusaha menahan agar minuman itu tidak keluar meski sekarang perutnya bergejolak tidak enak.Rara baru menyelesaikan gelas kedua. Tapi, ia rasanya sudah tidak ingin bersentuhan dengan minuman itu. Meski rasanya enak, tapi efeknya terlalu dahsyat. Rara tidak tahu masih bisa bertahan lebih lama atau tidak karena ia sekarang mulai merasa kepalanya berputar-putar.Berbeda dengan Rara yang kesusahan, Jefri justru terlihat menikmatinya. Ia menyesap minumannya dengan tenang. Habis dalam satu teguk sebelum menambah lagi minumannya.Itu sudah gelas keenamnya. Dan masih belum ada tanda-tanda Jefri akan tumbang. Rara melenguh dalam hati.“Apa mau Mas tuangkan juga?” tanya Jefri usai menuangkan miliknya.Rara ingin menolak. Ia butuh waktu untuk tidak melihat gelasnya terisi lagi, tapi senyum miring yang diulas Jefri itu terasa mengejeknya sekarang membuat dadanya memanas.Ia mengarahkannya ke Jefri dan berkata semantap mungkin, “Ya. Tuang

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 283: Kuat, Kan?

    Rara tersedak. Wajahnya memerah, mengerti hal yang diminta Jefri sekarang. Ia berusaha menjaga jarak, tapi lengan kekar Jefri justru menahannya dengan kuat.Rara menelan ludah. “M-mas … Aku rasa itu terlalu …”“Kenapa? Kamu tidak yakin bisa?” Jefri mencondongkan wajahnya. Menyeringai lebih lebar.“Bukannya kita sudah juga sering bermain sampai pagi? Ada kemungkinan kamu bisa menang, Ra.”Rara refleks memukul bahu Jefri. Wajahnya mengerut kesal. “Bukan itu masalahnya!” sungut Rara, “Memangnya tidak bisa melakukan hal lain saja selain ‘itu’?”Jefri menaikkan satu alisnya, “Contohnya?”Tidak ada jawaban yang bisa Rara berikan. Karena pada dasarnya, ia memang tidak memikirkan hal ini akan terjadi.Wanita itu dengan cepat mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Mencari hal yang bisa dijadikan permainan taruhan mereka. Matanya kemudian terpaku pada botol-botol alkohol di lemari kaca. “Taruhan minum alkohol!” seru Rara, “Yang paling kuat minum sampai akhir, dia pemenangnya!”Jefri memerhatik

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 282: Taruhan

    Tidak ada percakapan antara Jefri dan Rara selama perjalanan menuju kamar. Bahkan saat mereka sudah di kamar, keduanya tetap berdiam diri.Rara melirik Jefri yang ada di depannya. Ia ingin memulai percakapan, tapi aura di sekeliling Jefri masih tidak mengenakkan. Wajah pria itu juga masih mengeras, menambah segan Rara untuk mendekatinya.Kali ini, mood pria itu sepertinya benar-benar hancur.Rara menghela napas pelan. Tentu saja ia paham alasannya. Ia juga mengerti kalau Jefri tidak mau merestui hubungan Hani dengan Merphilus.Tapi, melihat Hani sekarang, mengingatkannya dengan dirinya sendiri dulu. Bahkan, situasi sekarang seperti kebalikannya dulu.Di man

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 149: Jadi Pasanganku

    “Apakah om mau menjadi pasanganku di acara dansa nanti?”“Apa?”Perasaan Hani berubah resah ketika melihat Leo terkejut. Apa pria itu akan menolaknya? Atau ucapannya kurang jelas?Ragu-ragu, Hani kembali berkata, “Aku pingin om jadi pasangan dansaku di acara nanti,”Kali ini, Leo harusnya mendengar

    last update최신 업데이트 : 2026-04-04
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 150: Kesempatan Kedua

    Sandra mengerutkan alis bingung, “Tunggu, Ra. Biar aku cek dulu–”“Tidak usah! Sebaiknya tetap beli untuk jaga-jaga, kan?” potong Rara lagi, “Mencegah itu lebih baik, kan?”Rara lalu menoleh ke Jefri. “Om, tolong bantu kak Sandra benerin atap, ya!”“Apa?” tany

    last update최신 업데이트 : 2026-04-04
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 13: Waktunya Kelas Lagi

    “Ra?” “Om Jefri?” Rara menggeleng dan buru-buru mengoreksi ucapannya, “Pak direktur, selamat malam,” Rara membungkukkan badan sopan yang dibalas anggukan Jefri. Meski sebelum bekerja Jefri telah mewanti-wantinya untuk bebas memanggil dia dengan sebutan apa pun kalau mereka bertemu di hotel, tapi

    last update최신 업데이트 : 2026-03-17
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 9: Hadiah Jefri

    Rasanya semua ini salah, batin Rara ketika teringat perbuatannya bersama Jefri selama beberapa hari terakhir.Sudah hampir seminggu berlalu sejak insiden di kamar mandi. Dan selama itu pula, Rara rut

    last update최신 업데이트 : 2026-03-17
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status