Beranda / Romansa / Sentuhan Lembut Om Duda / CHAPTER 13: Waktunya Kelas Lagi

Share

CHAPTER 13: Waktunya Kelas Lagi

Penulis: Heiho
last update Tanggal publikasi: 2025-11-13 10:00:35
“Ra?”

“Om Jefri?”

Rara menggeleng dan buru-buru mengoreksi ucapannya, “Pak direktur, selamat malam,”

Rara membungkukkan badan sopan yang dibalas anggukan Jefri. Meski sebelum bekerja Jefri telah mewanti-wantinya untuk bebas memanggil dia dengan sebutan apa pun kalau mereka bertemu di hotel, tapi ia tetap ingin menjaga batasan profesional ke ayah sahabatnya di lingkup kerja.

“Rara?”

Maya melangkah keluar dari kamar dan ikut terperanjat melihat Jefri. Ia buru-buru membungkukkan badan.

“Sel
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 209: Pernikahan

    “Saya bersedia.” “Kedua mempelai dipersilahkan untuk berciuman.” Sorak sorai dan tepuk tangan bergema di dalam aula ketika Jefri dan Rara menyatukan bibir mereka. Ucapan selamat berhamburan keluar dari bibir para tamu. Jefri dan Rara memisahkan bibir mereka tak lama kemudian. Keduanya saling menatap dengan penuh kebahagiaan. Hani yang menonton di paling depan, bertepuk tangan kencang. Tatapan matanya penuh haru melihat Jefri dan Rara bersama. Akhirnya setelah dua minggu mempersiapkan pernikahan, keduanya kini resmi berstatus suami dan istri. Rara sendiri juga resmi menjadi bagian dari keluarga Nickelson. Omong-omong tentang keluarganya itu, mereka semua akhirnya datang ke pernikahan Rara. Termasuk Septa dan keluarganya. Hani bisa melihat wajah bahagia mereka dari tempatnya berdiri. Meski begitu, Hani tetap menaruh rasa sangsi pada keluarganya itu. “Mereka terlihat sangat bahagia, ya?” celetuk Hani yang didengar Leo. Tatapannya masih tertuju pada Rara dan Jefri yang

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 208: Sumpah

    “Selamat datang, Tuan Jefri! Nona Rara!”Rara menundukkan kepala ketika staf yang menyambut mereka tadi mendekat, “Kami sudah menunggu kalian!”“Maaf terlambat. Tadi ada sedikit masalah,” jelas Jefri sambil melirik Rara yang tertunduk semakin dalam. Seringai samar terukir di wajahnya.“Tidak masalah, Tuan. Mari, ikut saya.”Jefri dan Rara berjalan mengikuti staf itu yang mulai mengoceh. Jefri sesekali menanggapinya, sementara Rara hanya terdiam. Ia justru melirik Jefri dengan raut wajah masam.Bisa-bisanya pria itu bersikap biasa setelah membuat bibir Rara kebas! Bahkan Rara merasa bibirnya juga bengkak. Ugh, harusnya dia tadi tidak mengikuti perintah Jefri begitu saja. Tapi, mengingat sifat pria itu, ia pasti akan membuat Rara melakukannya bagaimana pun caranya. ‘Dasar pria mesum! Menyebalkan!’ umpat Rara dalam hati. Padahal dia hanya ingin berbaikan, tapi malah jadi b

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 207: Jangan Berhenti

    Rara melirik Jefri yang sedang menyetir. Wajah pria itu masih mengeras sejak mereka pergi dari penthouse Septa. Genggamannya di kemudi juga sangat erat. Rara menelan ludah. Apa suasana hatinya masih buruk karena tadi?“Mas marah?” tanya Rara hati-hati. Jefri hanya ber-hm pelan. Sama sekali tidak berniat untuk menjawab. Hani yang memerhatikan dari belakang, mendengus pelan. “Ayah, nih, malu-maluin aja. Masa marah gara-gara itu doang?”“Ayah tidak marah,” jawab Jefri datar. “Cemburu?”Wajah Jefri bertambah masam, “Tidak.”Hani menghela napas malas. Ayahnya itu pasti bohong. Lihat saja, ekspresi wajahnya itu!“Biarkan saja, Ra. Nanti juga baik sendiri,” ucap Hani tak acuh. Rara meringis mendengarnya.Apa benar tidak apa-apa?Sisa perjalanan itu akhirnya diisi oleh percakapan Rara dan Hani. Sementara Jefri terus diam, tidak mengikuti pembicaraan mereka. Ia tetap seperti itu hingga mereka sampai di rumah. Hani segera membuka pintu mobil begitu mereka berhenti. Rara mengikutinya. Tapi,

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 206: Bertemu Septa Lagi

    Septa menatap undangan pernikahan di tangannya. Lalu, mengalihkan pandangannya kembali ke tiga orang di depannya, tepatnya ke Rara. Ini semua begitu mendadak. Septa sebelumnya memang sudah yakin ada sesuatu saat menyambut Rara, Jefri, dan Hani di penthousenya. Tapi, ia tak menyangka kalau mereka ingin menyampaikan tentang informasi pernikahan Jefri dengan Rara, orang yang disukainya dulu. Septa bisa merasakan nyeri di dadanya. Meski beberapa bulan ini dia yakin sudah tidak menyukai Rara lagi, nyatanya perasaan itu mungkin belum benar-benar terhapus. “Ternyata kamu dan Jefri akan menikah, Ra?” ucap Kamelia, ibu Septa, yang duduk di sebelah putranya itu.Anggota keluarga Septa memang sedang berada di penthousenya. Minus kehadiran ayah Septa saja. Mario yang duduk di sisi lain Septa, ikut menatap undangan di tangan pria itu. “Benar, ini sangat mendadak,” timbrung Mario. Rara meringis pelan. Itu ucapan yang sama seperti anggota keluarga Nickelson lainnya. Dia masih tidak tahu apakah

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 205: Oke, Sayang?

    “Kamu yakin tidak masalah mengundang anggota keluarga Nickelson?” Rara mengangguk atas pertanyaan Hani. Sambil mengecek nama-nama tamu di undangan, dia berkata, “Om Jefri bilang mereka sudah tidak marah lagi denganku. Jadi, kurasa tidak ada masalah,”“Tapi, tetap saja,” Hani mendesah, “Siapa tau ada yang masih menaruh dendam padamu, kan?”Rara tersenyum. “Tidak apa. Justru itu hal wajar,” ucapnya, “Bagaimana pun, aku telah berhubungan gelap dengan salah satu orang penting di keluargamu. Jadi, aku bisa memahami hal itu,”Hani mendengus. Sahabatnya ini terlalu baik atau mungkin terlalu pasrah tentang dirinya. Tapi, ia paham kalau Rara tidak bisa diprotes lagi. “Omong-omong, apakah Septa sudah tahu aku kembali kesini?” tanya Rara mendadak. Ia kini menatap Hani. “Aku belum memberitahunya, sih,” ucap Hani, “Aku juga sudah lama tidak bertemu dia,”“Oh, kenapa?” kaget Rara. Hani tak segera menjawab. Ia tidak bisa bilang kalau terakhir kali marah dengan Septa karena pria itu menyuruhnya un

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 204: Anggap Begitu

    “Kerja bagus untuk pertemuan kemarin,” puji Jefri sambil menyodorkan kembali kertas hasil diskusi Hani dan Merphilus kemarin ke putrinya. “Kamu bisa langsung bilang pada tuan Merphilus untuk mengeksekusi bagiannya,” ucap Jefri. Hani mengangguk, “Kalau begitu, aku kosong sampai tuan Merphilus menyelesaikan bagiannya, kan?”“Iya. Kamu bisa membantu mengurus pernikahan ayah dan Rara,” Jefri tersenyum melihat Hani berbinar-binar. Padahal wajahnya tadi sangat terlipat. Sepertinya putrinya itu masih merasa keberatan mengerjakan proyek ini. “Bagaimana kabar Rara?” tanya Jefri. Jefri belum sempat pulang hingga pagi ini. Ada banyak pekerjaan yang harus dituntaskan agar ia tidak diganggu saat hari pernikahannya.“Dia baik-baik saja. Pagi ini sedang mengurus tempat pernikahan bersama WO,” jelas Hani, “Ayah nanya gini kayak nggak ketemu setahun aja,”Jefri tertawa mendengar celetukan Hani. Ia menyandarkan badannya ke kursi dan menyedekapkan tangan. “Kamu akan tahu setelah punya pasangan nant

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 31: Antara Jefri dan Rachel

    “Ra, aku minta seprai dan selimut buat kamar VIP 311, ya. Malam ini mereka check in,” ucap salah satu senior kerja Rara yang datang ke tempat laundry. Rara mengangguk. Ia dengan sigap mengambil bungkusan plastik yang diminta rekannya dan menaruhnya di meja counter. Perempuan itu kemudian mencatatny

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-20
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 36: Melihatnya Bahagia

    ‘Harusnya aku tidak menolaknya malam itu,’ batin Rara frustrasi. Beberapa hari kembali berlalu sejak penolakan Jefri dan mereka masih belum menemukan jadwal untuk ‘kelas’.Padahal, Rara sekarang sudah lebih senggang karena Septa tidak mengajaknya bermain lagi. Alasannya sih karena ia sibuk mempersia

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-20
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 33: Aku Capek

    “N-nyonya Rachel Sillvian! Selamat datang!”Seorang petugas resepsionis segera mendekati Rachel, “Maaf atas keributan ini. Bukankah anda akan check in nanti malam?”Rara tersentak. Jadi, tamu VIP yang dimaksud seniornya tadi adalah Rachel?“Jam penerbanganku jadi lebih awal, makanya aku cepat sampai

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-20
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 37: Apa Maksudnya?

    “Ini,” ucap Jefri sambil menyodorkan segelas air ke Rara. Rara segera menerima gelas tersebut, “Terima kasih,” ucapnya dengan senyum kecil kemudian meminumnya dalam sekali tegak. Jefri tertawa pelan, “Sehaus itu?”Rara mengangguk malu-malu. Bagaimana tidak haus? Daritadi ia terus-menerus mendesah

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-20
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status