ホーム / Romansa / Sentuhan Lembut Om Duda / CHAPTER 13: Waktunya Kelas Lagi

共有

CHAPTER 13: Waktunya Kelas Lagi

作者: Heiho
last update 公開日: 2025-11-13 10:00:35
“Ra?”

“Om Jefri?”

Rara menggeleng dan buru-buru mengoreksi ucapannya, “Pak direktur, selamat malam,”

Rara membungkukkan badan sopan yang dibalas anggukan Jefri. Meski sebelum bekerja Jefri telah mewanti-wantinya untuk bebas memanggil dia dengan sebutan apa pun kalau mereka bertemu di hotel, tapi ia tetap ingin menjaga batasan profesional ke ayah sahabatnya di lingkup kerja.

“Rara?”

Maya melangkah keluar dari kamar dan ikut terperanjat melihat Jefri. Ia buru-buru membungkukkan badan.

“Sel
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 283: Kuat, Kan?

    Rara tersedak. Wajahnya memerah, mengerti hal yang diminta Jefri sekarang. Ia berusaha menjaga jarak, tapi lengan kekar Jefri justru menahannya dengan kuat.Rara menelan ludah. “M-mas … Aku rasa itu terlalu …”“Kenapa? Kamu tidak yakin bisa?” Jefri mencondongkan wajahnya. Menyeringai lebih lebar.“Bukannya kita sudah juga sering bermain sampai pagi? Ada kemungkinan kamu bisa menang, Ra.”Rara refleks memukul bahu Jefri. Wajahnya mengerut kesal. “Bukan itu masalahnya!” sungut Rara, “Memangnya tidak bisa melakukan hal lain saja selain ‘itu’?”

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 282: Taruhan

    Tidak ada percakapan antara Jefri dan Rara selama perjalanan menuju kamar. Bahkan saat mereka sudah di kamar, keduanya tetap berdiam diri.Rara melirik Jefri yang ada di depannya. Ia ingin memulai percakapan, tapi aura di sekeliling Jefri masih tidak mengenakkan. Wajah pria itu juga masih mengeras, menambah segan Rara untuk mendekatinya.Kali ini, mood pria itu sepertinya benar-benar hancur.Rara menghela napas pelan. Tentu saja ia paham alasannya. Ia juga mengerti kalau Jefri tidak mau merestui hubungan Hani dengan Merphilus.Tapi, melihat Hani sekarang, mengingatkannya dengan dirinya sendiri dulu. Bahkan, situasi sekarang seperti kebalikannya dulu.Di man

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 281: Interogasi

    Entah bagaimana situasi yang hangat tadi berubah menjadi menegangkan begini.Hani duduk mengkerut. Kepalanya tertunduk, tidak berani melihat Jefri duduk bersedekap di depannya. Aura tidak mengenakkan menguar dari dirinya, bersamaan dengan tatapan tajamnya yang terus menghujam.Di sebelahnya, Merphilus justru duduk tegak. Posturnya terlihat begitu meyakinkan. Meski nyatanya ia juga tegang seperti Hani. Setelah kejadian terpergok tadi, Jefri dengan cepat menjadikan kamar Hani sebagai ruang interogasi. Hani lagi-lagi harus duduk sebagai pesakitan di depannya. Dipikir-pikir, ini sudah kesekian kalinya ia mengalami hal seperti ini.Tapi, tidak seperti biasanya yang langsung dimulai, dari tadi belum ada sepatah kata pun keluar baik dari Jefri maupun Rara. Keheningan yang menyesakkan menggantung di langit-langit kamar. Hani awalnya menduga kalau ia perlu menunggu sampai Jefri berbicara. Tapi, setelah beberapa saat berlalu, Hani mulai berpikir

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 280: Permintaan Merphilus

    Merphilus mengerjapkan mata. Alisnya terangkat, terlihat terkejut dengan ucapan perempuan di hadapannya.“Sekarang?” ulang Merphilus, “Sepertinya ini bukan waktu yang tepat. Sebaiknya kamu beristirahat lagi—”“Saya ingin mengetahuinya sekarang,” potong Hani tegas. Merphilus menatap Hani sejenak. Memerhatikan kesungguhan di wajah perempuan itu. Seulas senyum geli kemudian terukir di wajahnya. “Sepertinya saya memang tidak bisa mengalahkanmu,” kekeh Merphilus membuat Hani memerah samar.Tangan Merphilus yang bebas masuk ke bagian dalam jasnya. Merogoh sesuatu di saku dalam. “Hani, kamu masih ingat dengan percakapan kita waktu itu, kan?” buka Merphilus, “Sebagai balasan rahasia kita di bar, kamu bersedia memenuhi permintaan saya apa pun itu.”Hani mengangguk, “Saya masih ingat.”Bagaimana mungkin ia lupa? Pertemuan itu saja masih sangat membekas bagi Hani. Baginya, permintaan Merphilus adalah teka-teki terbesar

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 279: Tunjukkan Sekarang

    Malam sudah sangat larut ketika Hani terbangun dari tidurnya. Kamarnya gelap, padahal seingat Hani lampunya masih menyala ketika ia tidur.Apa Rara yang mematikannya?Hani perlahan bangkit duduk. Tenggorokannya terasa kering. Ia mengambil botol air di atas nakas lalu segera menegaknya rakus. Usai minum, perempuan itu berusaha mencerna situasinya sejenak.Terakhir yang ia ingat adalah menangis di dekapan Rara. Setelah itu, ia sempat bercerita tentang peristiwa mengerikan tersebut sebelum tertidur karena lelah dan kantuk yang tiba-tiba menyerangnya.Rara dan Leo pasti pergi setelah ia tidur. Apa mereka ikut mengurus Michael?Hani mengambil ponselnya di dekat bantal. Ia menyalakannya dan segera muncul berbagai notifikasi pesan dari Rara dan Jefri. [Maaf meninggalkanmu saat tidur, Hani. Aku dan om Leo perlu membantu Mas Jefri mengurus masalah Michael di kantor polisi. Segera hubungi aku kalau terjadi sesuatu.][Ayah sedang di kantor polisi. Hubungi segera kalau ada apa-apa]Itu isi pesan

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 278: Ingin Tahu

    “Tu-tukar nyawa?” Michael mengulang dengan gemetar, “Ma-maksudmu … mati?”Jefri tidak menjawab. Tapi, tatapan mengintimidasinya sudah cukup membuat Michael mengerti. Tubuh pria itu gemetar. Wajahnya pias. Ia pelan-pelan menundukkan kepalanya dengan ngeri.Di sebelahnya, Tiara dan Alexander ikut tercekat. Wajah Tiara bahkan sampai putih saking memucatnya. “Je-Jefri, tidakkah kamu berpikir itu berlebihan?” Alexander takut-takut menjawab, “Ha-Hani …. Putrimu … bukankah dia sudah baik-baik saja sekarang? Dia sudah di tempat aman—”“Lalu bagaimana kalau Tuan Merphilus tidak segera datang kesana tadi?” potong Jefri tajam, “Paman tahu hal yang akan terjadi padanya, kan?”Alexander mati kutu. Tidak mampu lagi menjawab. Ia kini ikut menundukkan kepalanya dengan gemetar.Jefri menghela napas berat. “Kalau kalian tidak siap bertukar nyawa, terima saja hukuman penjara itu,” ucapnya dingin. “Lagipula hukuman itu juga masih terlalu ringan untuknya.”Jefri kemudian membuang pandangannya dari mer

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 149: Jadi Pasanganku

    “Apakah om mau menjadi pasanganku di acara dansa nanti?”“Apa?”Perasaan Hani berubah resah ketika melihat Leo terkejut. Apa pria itu akan menolaknya? Atau ucapannya kurang jelas?Ragu-ragu, Hani kembali berkata, “Aku pingin om jadi pasangan dansaku di acara nanti,”Kali ini, Leo harusnya mendengar

    last update最終更新日 : 2026-04-04
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 150: Kesempatan Kedua

    Sandra mengerutkan alis bingung, “Tunggu, Ra. Biar aku cek dulu–”“Tidak usah! Sebaiknya tetap beli untuk jaga-jaga, kan?” potong Rara lagi, “Mencegah itu lebih baik, kan?”Rara lalu menoleh ke Jefri. “Om, tolong bantu kak Sandra benerin atap, ya!”“Apa?” tany

    last update最終更新日 : 2026-04-04
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 128: Hotel Jefri?

    [Aku sudah menemukan informasi kalau om Leo tidak memberitahukan pertemuan kalian ke ayah. Jadi, tidak usah khawatir!]Rara menghela napas lega usai membaca pesan Hani. Tapi, di sisi lain, ia juga merasa penasaran dengan cara Hani mencari tahunya. Sahabatnya itu tidak bertanya langsung, kan?Rara

    last update最終更新日 : 2026-04-01
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 113: Hukuman Rachel

    “Sebenarnya apa yang kau lakukan?!” bentak Marco penuh amarah, “Kau sudah gila, ya?!”Rachel menghembuskan napas kasar. Ia memijat-mijat kepalanya yang berdenyut pusing.Mereka bertiga sekarang sedang di ruang tunggu kecil untuk menunggu istirahat sidang berakhir. Satu petu

    last update最終更新日 : 2026-03-30
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status