Home / Romansa / Sentuhan Lembut Om Duda / CHAPTER 25: Sudah Berakhir

Share

CHAPTER 25: Sudah Berakhir

Author: Heiho
last update Petsa ng paglalathala: 2025-12-03 14:50:46

Rara tidak bisa fokus.

Pagi ini, dia akhirnya datang ke sidang Satrio dan Maya bersama Hani. Meski begitu, sejak awal masuk, pikirannya tidak terpusat pada mantan pacar dan sahabatnya itu. Pikirannya justru terngiang-ngiang pada percakapannya dengan Jefri semalam.

Entah kenapa, ia jadi memiliki berbagai kontradiksi dalam pikirannya. Ia ingin sidang ini cepat selesai, tapi tidak ingin juga cepat-cepat. Ia berharap tidak bertemu Jefri seharian ini, tapi ia juga berharap agar bisa bertemu pria i
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 214: Sudah Sering, kan?

    ‘Padahal aku sudah susah payah menjauhinya!’ gerutu Hani dalam hati sambil menjaga jarak seaman mungkin di sebelah Merphilus.Pada akhirnya, Hani terpaksa mengikuti perintah Jefri. Lagipula, ayahnya itu juga sangat memaksa dan Hani tidak ingin ada keributan karena hal itu.Setidaknya keadaan masih ramai sepanjang mereka berjalan menuju lobi hotel. Jadi, kekhawatirannya bisa berkurang.Begitu juga ketika mereka di luar hotel. Hani menghela napas lega melihat banyaknya orang di luar.Ia menoleh ke Merphilus, “Di mana mobil anda, Tuan?”“Dia masih tertahan di depan hotel. Di sana sedikit macet katanya,” jelas Merphilus sambil menaruh kembali ponselnya di saku.Liam pasti habis memberitahunya lewat pesan.“Anda jadi masih harus menemani saya sekarang.”Hani tertawa kaku. Pria itu sedang mengoloknya kan sekarang?Ia pasti tahu kalau Hani sebenarnya sangat enggan menemaninya.“Sudah menjadi tugas say

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 213: Antarkan Dia

    TAP TAPHani tersentak. Suara langkah kaki?!Hani segera mendorong bahu Merphilus hingga pria itu menjauh darinya. Ia lanjut berjalan menjauh dari sana.Bertepatan dengan itu, dua orang keluar dari belokan di ujung lorong. Hani menghentikan langkahnya. Matanya membesar.Jefri dan Rara! Untung dia tepat waktu menjauhkan diri dari Merphilus!“Hani?” panggil Jefri bingung. Alisnya mengerut dalam.“Apa yang kamu lakukan di sini?” tanyanya sambil berjalan mendekat ke Hani bersama Rara.“Oh, itu,” Hani kelabakan. Ia menoleh cepat ke Merphilus yang ada di belakangnya lalu menariknya mendekat ke sisinya.“Tu-Tuan Merphilus ingin bertemu ayah dan Rara! Ia buru-buru mau pergi jadi aku mau mengantarkannya ke ruangan ayah dan Rara tadi,” jelas Hani secepat kilat. Gadis itu berusaha tidak peduli dengan tatapan Merphilus padanya.“Oh, maafkan kami, Tuan!” sesal Rara, “Apa anda menunggu lama tadi?”

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 212: Bayar dengan Bibir

    “Hubungan?” alis Hani mengerut dalam, “Hubungan kami atasan dan bawahan.”“Benarkah?” Merphilus menaikkan satu alisnya, “Kalian tidak pacaran?”“Pa–” Hani berdehem Wajahnya memerah samar.“Kami sama sekali tidak pacaran,” tegasnya.“Hmm.”Hani menelan ludah melihat tatapan lekat Merphilus. Apa-apaan pria ini? Kenapa dia bertanya seperti itu?Padahal Leo tidak menunjukkan tindakan apa pun tadi. Karena dia mengusap kepala Hani? Bukankah itu tindakan biasa orang dewasa ke orang lebih muda?

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 211: Hubungan Kalian

    Kedua wanita di depan Hani terbelalak kaget. Merphilus ikut membesarkan matanya. Ia menatap lekat Hani dari belakang.Salah satu dari wanita itu tersadar duluan lalu menggeram kesal, “Kamu tidak bisa mengusir tante seperti itu, Hani!”Hani mendengus, “Kenapa tidak? Tante sudah menghina penyelenggara acara ini dan aku sebagai salah satu penyelenggara juga, berhak mengusir tante!”“Kami keluargamu, Han!” timpal wanita lainnya yang sudah tersadar juga. Wajahnya ikut mengeras.“Keluarga? Keluarga macam apa yang menjelekkan keluarganya sendiri?” desis Hani dingin, “Sudahlah. Sebaiknya tante pergi saja baik-baik sekarang sebelum aku membuat suasana semakin

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 210: Pergi Dari Sini

    “Senang bisa bertemu dengan anda lagi,” ucap Merphilus, “Terima kasih sudah mengundang saya,”Hani mengerutkan alisnya. Merasa bingung dengan ucapan Merphilus.Bukannya pria itu tidak diundang? Hani yakin sekali kalau tidak melihat nama Merphilus di undangan dan daftar tamu!‘Jangan-jangan pria ini menerobos masuk?’ duga Hani curiga. Hal itu mungkin saja, kan? Mengingat pesta sudah semakin meriah dan sibuk. Dan mungkin saja, Merphilus masuk saat upacara pernikahan berlangsung, yang mana penjagaan sedang longgar karena orang-orang sibuk memantau jalannya upacara. Benar. Pasti begitu. Ia tinggal mencari bukti sekarang dan meminta Merphilus keluar!Hani berdehem. Ia memasang senyum sebaik mungkin. “Tuan Merphilus, saya sama sekali tidak menyangka anda di sini,” ucap Hani pura-pura ramah, “Harusnya kita bertemu di bagian depan tadi karena saya bertugas menerima tamu. Tapi, saya belum sempat kesana lagi karena ada urusan.”“Karena itu,” Hani mengulurkan tangannya, “Bolehkah saya meliha

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 209: Pernikahan

    “Saya bersedia.” “Kedua mempelai dipersilahkan untuk berciuman.” Sorak sorai dan tepuk tangan bergema di dalam aula ketika Jefri dan Rara menyatukan bibir mereka. Ucapan selamat berhamburan keluar dari bibir para tamu. Jefri dan Rara memisahkan bibir mereka tak lama kemudian. Keduanya saling menatap dengan penuh kebahagiaan. Hani yang menonton di paling depan, bertepuk tangan kencang. Tatapan matanya penuh haru melihat Jefri dan Rara bersama. Akhirnya setelah dua minggu mempersiapkan pernikahan, keduanya kini resmi berstatus suami dan istri. Rara sendiri juga resmi menjadi bagian dari keluarga Nickelson. Omong-omong tentang keluarganya itu, mereka semua akhirnya datang ke pernikahan Rara. Termasuk Septa dan keluarganya. Hani bisa melihat wajah bahagia mereka dari tempatnya berdiri. Meski begitu, Hani tetap menaruh rasa sangsi pada keluarganya itu. “Mereka terlihat sangat bahagia, ya?” celetuk Hani yang didengar Leo. Tatapannya masih tertuju pada Rara dan Jefri yang

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 129: Mempromosikan Motel

    [Ayah sudah mulai pindah tempat. Dia pergi ke kota Timur, sih, tapi tetap berhati-hati, ya!]Rara menghela napas membaca pesan Hani. Sudah dua bulan berlalu sejak pertemuan tak sengajanya dengan Leo. akhirnya Jefri mulai bergerak ke daerah lain. ‘Berarti satu daerah totalnya tiga bulan, ya’ batin

    last updateHuling Na-update : 2026-04-01
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 125: Sekretaris Jefri?!

    “Apa?” Jantung Rara berdegup semakin kencang, “Apa maksud anda?” Leo mengamati lekat wajah di hadapannya. Matanya memicing. Ia sebenarnya tidak terlalu yakin dengan tebakannya itu. Meski sudah sering melihat foto Rara yang diberikan Jefri, tapi ia belum pe

    last updateHuling Na-update : 2026-04-01
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 130: Pelanggan Datang

    “Hari ini om Jefri pergi lagi untuk mencari Rara?” tanya Septa. Ia melirik Hani yang tengah merebahkan dirinya di sofa.“Iya. Dari kemarin juga kerjaannya begitu, sih,” balas

    last updateHuling Na-update : 2026-04-01
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 118: Jefri Mencari Rara

    “Kalian bilang belum bisa menemukannya?”Leo menelan ludah ketika mendengar nada dingin Jefri. Ia melirik para staf lain di ruangan itu yang ikut menegang sambil menatap Jefri yang berdiri di depan jendela, membelakangi mereka semua. “Be-benar, pak,” ucap salah satu staf gugup,

    last updateHuling Na-update : 2026-03-31
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status