/ Romansa / Sentuhan Lembut Om Duda / CHAPTER 24: Tinggal Bersama Sementara

공유

CHAPTER 24: Tinggal Bersama Sementara

작가: Heiho
last update 게시일: 2025-11-28 10:00:33

“Kok lama dibuka sih, Ra?” sungut Hani sambil memayunkan bibirnya. 

Rara meringis, “Maaf. Tadi habis beres-beres di kamar,”

Hani ber-oh pelan kemudian mangut-mangut. Sahabatnya ini memang rajin bersih-bersih padahal kemarin habis ditimpa musibah! Ia kemudian berjalan masuk ke dalam rumah Rara.

 <

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 275: Saya Di sini

    “Aku tidak menyangka paman di sini juga,” Hani beranjak mendekat. Berdiri di sebelah Michael. “Jenuh dengan pesta juga?” kekehnya.Michael tertawa. Ia menyelipkan sebatang rokok ke mulutnya lalu menyalakannya menggunakan api dari pemantik. Pria itu menghisapnya sejenak sebelum menghembuskannya.“Yah, begitulah. Sepertinya paman sudah terlalu tua untuk mengikuti acara seperti ini,” keluh MIchael membuat Hani tertawa. Ia kemudian menoleh ke perempuan di sebelahnya.“Kamu sendiri kenapa keluar? Anak seumuranmu harusnya sedang senang menghadiri pesta seperti ini,” tanya Michael membalikkan pertanyaan Hani.“Tidak juga. Om dapat ide itu darimana?”Michael hanya mengendikkan bahunya ringan. Memasang wajah ‘bukankah memang begitu?’ yang membuat Hani mendengus.Ia bersandar dan menghela napas panjang. “Aku cuma lelah saja dan ingin mencari udara segar,” ucapnya beralasan.Hani tidak mungkin bilang alasan utamanya karen

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 274: Hati-Hati Dengannya

    Hani tersenyum kecil mendengar sapaan Michael. Ia mengangguk.“Iya, paman. Mungkin setahun yang lalu kita terakhir bertemu,” balas Hani sambil mengingat-ingat, “Bagaimana kabar tante dan anak paman? Mereka tidak datang?”Michael menggeleng, “Mereka berdua sedang ada urusan, jadi tidak bisa datang.”Hani mengangguk-angguk. Sementara Michael memerhatikan Hani dari atas sampai bawah. Sorot matanya terlihat lebih menyala. “Kamu cantik sekali malam ini, Hani. Om tidak menyangka gadis yang dulu urakan sudah semenawan ini,” ucap Michael sambil terkekeh.Alexander mendengus, “Apa gunanya penampilannya kalau tidak mampu membuatnya mendapatkan pasangan?”Tiara menyenggol cepat Alexander saat Jefri kembali mendelik. Sorot matanya was-was, seolah memberikan peringatan agar Alexander diam. Pria tua itu berdecak pelan. Hani tersenyum penuh kemenangan melihatnya. Pengaruh Jefri masih sangat kuat di keluarga ini. Bahkan meski mereka t

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 273: Hari Pesta

    Hari berlalu dengan cepat. Hingga akhirnya, tibalah hari pesta keluarga Nickelson diadakan.Hani sudah duduk di mobil menuju hotel tempat pesta diadakan. Ia mengenakan gaun berwarna merah muda-putih tanpa lengan, yang panjangnya hanya mencapai mata kaki dengan bagian selangkanya ditutupi kain transparan. Memperlihatkan kulit putih mulusnya. Berbeda dengan biasanya, ia kali ini tidak mengeritingkan rambutnya. Tapi, mengepangnya dan menyampirkannya ke pundak. Perempuan itu terlihat sangat cantik. Rara bahkan memujinya berkali-kali tadi.“Jadi, apakah kamu mengajak Tuan Merphilus ke pesta ini?” celetuk Jefri tiba-tiba.Hani yang sedang minum, seketika tersedak. Ia terbatuk-batuk dan Rara buru-buru memberikan sapu tangan untuk mengelap air yang tumpah ke gaunnya. Wanita itu menyikut pelan Jefri yang hanya memasang gestur wajah tak berdosa.Hani menerimanya dan menatap Jefri kesal. “Kenapa tiba-tiba ungkit itu?” sungut Hani. Jefri menaikkan bahunya ringan. “Ayah hanya penasaran. Siapa ta

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 272: Setelah Itu

    Perkataan Merphilus itu terus terngiang di kepala Hani sampai besok paginya. Ia bahkan masih mengingatnya saat sedang diinterogasi Jefri dan Rara sekarang.Semalam Hani tak bertemu mereka ketika pulang karena keduanya sudah tidur. Tapi, pagi ini mereka langsung menyeret Hani ke meja makan dan memaksanya duduk berhadapan dengan mereka.Hani merasa seperti tahanan di meja pengadilan. Apalagi pasutri itu sama-sama memberikan tatapan tajam padanya.“Jadi, teman ekskulmu yang datang kemarin, tiba-tiba mengabari ingin balik semalam makanya kamu pergi dari pesta untuk menemuinya?” ucap Jefri yang segera diangguki Hani.Ya, tadi ia menggunakan alasan teman ekskulnya itu lagi. Dalam hati, Hani meminta

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 271: Berpaling Padaku

    “Kenapa … kita berhubungan?” ulang Hani, berusaha meyakinkan dirinya bahwa ia tidak salah dengar.Merphilus tidak menjawabnya. Tapi, sorot matanya yang serius meyakinkan Hani kalau ia tidak salah dengar tadi.“Itu …. Bukankah itu karena Anda ingin melampiaskan hasrat juga?” ucap Hani tidak yakin, “Karena Anda bilang kita cocok …. Karena sudah pernah berhubungan.”“Apa menurutmu kita memang berhubungan saat tahun baru itu?”Apa maksudnya itu? Bukankah jawabannya sudah sangat jelas?Hani mengangguk pelan. Ia berjengit ketika Merphilus tiba-tiba menghela napas kasar.

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 270: Bukan Dia

    Hani membuka matanya perlahan. Ia mengerjap-ngerjap sejenak, mencoba mengingat kembali hal yang telah dia lakukan sebelumnya.Ketika melihat bayangan Merphilus di ujung kasur, Hani segera beranjak duduk.“Kamu sudah bangun?” tanya Merphilus dengan seulas senyum di wajahnya.Bukannya menjawab, Hani justru menarik selimut lebih rapat ke tubuhnya. Ia menatap was-was Merphilus dengan sorot mata tajam.Merphilus mendengus pelan melihatnya. Ia lalu melangkah mendekati Hani.“Jangan mendekat!” seru Hani yang kini memundurkan posisinya, “Saya akan teriak kalau anda berani mendekat lagI!”

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 108: Saksi Misterius

    “Apa? Anda berhasil menemukan saksi untuk membantu kita?” tanya Rara kaget pada Lexus yang duduk di seberangnya. Lexus mengangguk. Ia menyesap sejenak kopi yang disuguhkan Hani lalu menjawab, “Septa mengabari saya kemarin dan saya juga sudah bertemu dengan saksi baru kita,”“Septa?” Hani menaikkan

    last update최신 업데이트 : 2026-03-29
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 105: Sidang Dimulai

    “Sidang hari ini dengan tuntutan kepada terdakwa nyonya Rachel Sullivan oleh nona Rara Hestelia, dimulai,”Suara ketukan palu hakim membahana di ruang sidang. Rara lagi-lagi membetulkan posisi duduknya. Ia melirik Rachel di kursi pesakitan yang masih menatapnya tajam. Sekarang

    last update최신 업데이트 : 2026-03-29
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 101: Biar Aku yang Lakukan

    Kate menelan ludah. Ia menatap bergantian Rachel dan Jefri yang sedang saling berhadapan. Aura di antara mereka berdua sangat dingin, membuat Kate merinding. Kalau bukan karena tuntutan untuk menjaga Rachel yang baru siuman dari para petinggi agensi, Kate pasti sudah lari ketakutan. “Aku dengar

    last update최신 업데이트 : 2026-03-28
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 96: Serangan Kedua

    Septa tercenung membaca artikel di layar ponselnya. Ia mengscroll ke bawah, membaca isi artikel itu dengan cermat karena berpikir judulnya hanya click bait. Tapi nyatanya, isi artikel itu mendukung judulnya. Artikel itu memang menceritakan tentang kasus pelecehan Jefri oleh Rachel.

    last update최신 업데이트 : 2026-03-28
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status