分享

Bab 57. Lahiran

作者: ZeeHyung
last update publish date: 2026-04-29 14:55:49

"Tidak. Saya tidak kenal. Saya tahu dia di restoran saja sisanya tidak kenal. Wanita ini tidak tahu diri bisa-bisanya dia menabrak anakku. Tuntut dia, Pa," ucap Bu Rasti kepada suaminya untuk menuntut Mala yang tidak sadarkan diri.

"Sudah Ma. Tenang dulu dia juga celaka. Kami tidak kenal. Sama sekali," jawab Pak Candra yang tidak kenal dengan Mala.

Polisi menganggukkan kepala mendengar jawaban pak Candra kalau dia tidak kenal dengan Mala salah satu korban yang ikut kecelakaan di depan restora
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Sentuhan Manja Sang CEO Arogan   Bab 65. Mulai Jatuh Cinta

    "Kenapa denganku?" tanya Cakra pada dirinya yang saat ini menatap ke arah Arum. Cakra bangun dari tubuh Arum dan membiarkan Arum pergi. Dia melihat Arum berlalu meninggalkan ruangannya. Arum keluar membanting pintu dan berlari ke arah kamar mandi yang ada di lantai tersebut. Dia menangis sendirian di sana. "Kenapa pria itu jahat sekali. Apa dia pikir banyak uang jadi sikapnya seperti itu ke wanita yang tidak ada uang?" tanya Arum pada dirinya sendiri. Arum terus menangis sesenggukan. Cukup lama dia di kamar mandi. Selesai menumpahkan semuanya dia membasuh wajahnya dan kembali ke meja kerjanya. Tapi, saat dirinya kembali ke meja yang terjadi diluar dugaan. "Loh, mana mejaku? Apa aku dipecat?" tanya Arum panik karena dia tidak menemukan mejanya. Arum pergi ke ruangan Marcel untuk bertanya. Saat dirinya mengetuk pintu tidak ada sedikitpun menyahut."Kemana dia? Apa dia tidak mau bertemu aku lagi. Tapi, kalau aku dipecat aku mau ambil tasku dan ponselku. Tapi, kenapa tasku tidak ada

  • Sentuhan Manja Sang CEO Arogan   Bab 64. Playboy Alim

    Marcel melihat Cakra yang tersenyum menyeringai. Dia tahu senyum itu punya arti dan artinya sangat berbeda. "Jangan buat masalah kamu. Ingat, ayah dan ibumu akan murka. Kamu akan jadi dendeng nantinya." Peringatan Marcel cukup keras ke Cakra dan dia tidak mau sampai Cakra dapat masalah. Cakra memandang ke arah Marcel yang sedari tadi mengomel tanpa arah dan tentunya dia tidak mau Cakra dapat masalah. Terutama masalah hati. "Apa lagi? Kenapa diam saja di sana. Ayo pergi. Aku mau kerja. Kamu mau aku potong gajinya? Dan cepat cari orang yang aku minta ayo cepat," perintah Cakra ke Marcel sambil mengibaskan tangannya. Marcel pun keluar dari ruangan dan sampai di luar terlihat Arum di bawah kolong meja. Marcel menaikkan alisnya melihat kelakuan sekretaris baru Cakra. "Hmm, cari apa kamu di bawah, Arum?" tanya Marcel yang sontak membuat Arum terkejut. Hingga kepalanya membentur meja sehingga meja bergetar hebat. Dan terdengar suara rintihan dari sana. Marcel ingin tersenyum tapi dia

  • Sentuhan Manja Sang CEO Arogan   Bab 63. Sentuhan Manja Sang Ceo Arogan Part 2. Pecat Dia

    "Pagi, Pak," sapa salah satu karyawan kepada pria gagah, tampan, berwajah ketat dan tidak ada senyum sedikitpun. Di belakang pria tersebut seorang pria tampan yang ikut dengan wajah yang sama dengan pria yang satunya. "Marcel, apakah hari ini aku sudah dapat sekretaris baru? Kamu harus ingat Marcel aku ingin sekretaris yang gesit dan sekretaris yang tidak membuatku darah tinggi. Apa kamu sudah mendapatkan apa yang aku inginkan itu?" tanya pria tampan tersebut yang tidak lain adalah Cakra. Cakra kembali ke Indonesia untuk membangun perusahaan milik ayahnya Lintang. Sedangkan Lintang dan Hana sudah tidak lagi bekerja. Mereka menikmati waktu mereka berdua perusahaan biar Cakra yang urus. Cakra baru saja pulang dari luar negeri. Hampir 25 tahun Cakra berada di luar negeri dan kini saatnya dia kembali. Tujuannya satu untuk mencari anak kecil yang waktu itu. Anak kecil yang bisa membuatnya tersenyum. "Sudah saya temukan dan dia saat ini sudah berada di mejanya," jawab Marcel dengan teg

  • Sentuhan Manja Sang CEO Arogan   Bab 62. Aku Akan Bertemu Denganmu

    Paman Bob menganggukkan kepala. Mengambil apa yang Cakra berikan padanya. Arum masih diingat oleh anak kecil ini pikir Paman Bob kepadanya. Paman Bob mengiyakan apa yang dikatakan oleh Cakra. "Baik, paman akan kasih ini. Jangan khawatir ya. Paman harap kamu jangan sedih masih bisa ketemu lagi nanti."Paman Bob tahu anak majikannya ini baru kenal dekat dengan wanita. Walaupun masih kecil tapi anak majikannya ini sudah mau dekat dengan wanita tidak ada yang tahu hanya dia saja. "Kasihan dia. Baru juga dekat dengan wanita itu eh sudah harus pergi dari sini. Semoga kalian bisa ditemukan kembali," gumam Paman Bob melihat Cakra berjalan masuk dengan aura dingin. Sejak hari itu, Cakra tidak pernah lagi senyum. Dan dia pergi jauh dari Indonesia ke negara luar untuk mengikuti ayah dan ibunya. Paman Bob melakukan apa yang Cakra minta. Dia menemui anak kecil yang dikatakan oleh Cakra. Dan benar saja anak kecil berbaju tk duduk sambil membawa bekal. Beberapa hari ini dia tidak masuk dan sekar

  • Sentuhan Manja Sang CEO Arogan   Bab 61. Hadiah Terakhir Cakra

    Sejak saat itu mereka tidak pernah ganggu Arum dan sahabatnya. Cakra pun tidak pernah lagi melihat Arum diganggu. Senyum terukir jelas di bibir Cakra walaupun samar tetap tidak terlihat. Cakra duduk di bangku batu dan memandang ke depan dimana ada danau. Arum datang dan duduk di sebelah Cakra. "Alau edih, idak oleh angis. Anak owok itu ega. Idak alu ya au angis," tanya Arum ke Cakra. Cakra yang tahu itu Arum menoleh ke kanan dan menatap Arum yang tersenyum. Arum tidak melihat ke arah dia tapi ke arah depan. "Kenapa kamu tersenyum?? " tanya Cakra yang heran Arum ini selalu tersenyum dan tidak ada sedikitpun dia menangis, sedih atau yang lainnya.Arum menoleh ke Cakra dan masih tersenyum memperlihatkan giginya yang putih terawat. "Atu itu idak iseh alena atu celalu ingat engan mama tu yang udah meninggal. Ata Papa, alau atu edih ingat Mama. Kacian mama alau atu ideh," jawabnya lagi. Cakra terdiam mendengar apa yang dikatakan oleh Arum. Dia punya mama tapi Arum tidak. Walaupun dia

  • Sentuhan Manja Sang CEO Arogan   Bab 60. Cakra Dan Arum

    Adi segera memakamkan Mala. Rasa kasihan diawal kini tumbuh menjadi cinta. Dan Adi menerima Mala dengan segala kekurangannya dan beruntung orang tua Adi mendukung dan menerima pernikahan Adi juga Mala. Mala yang tidak mendapatkan perhatian dari orang tua mendapatkan dari Adi. Tapi, sayangnya dia harus meninggalkan keluarga yang hangat itu dan dia juga meninggalkan buah hatinya untuk selamanya. Rahasia siapa ayah anaknya terkubur dalam bersama jasad Mala. "Adi, rawatlah anak ini. Kamu harus bisa mendidik anak ini sebaik-baiknya. Jangan pernah kamu perlakuan dia tidak baik. Dia piatu dan ayahnya juga. Mama harap kamu paham dengan apa yang Mama katakan ini," ucap Ibu kandung Adi bernama Via. Bu Via menggendong putri kecil yang tertidur pulas. Sekar Arum nama anak Mala yang diberikan oleh Mala ke anaknya. Dia ingin anaknya selalu harum namanya dan tidak berbuat kesalahan seperti dirinya. "Baik, Ma. Saya akan jaga Arum dengan baik dan memperlakukan Arum dengan baik," jawab Adi menatap

  • Sentuhan Manja Sang CEO Arogan   Bab 38. Mari Bercinta (21+)

    Mala tidak menjawab apa yang Arya tanyakan. Dia langsung mencium bibir ranum milik Arya. Sedari tadi gairahnya sudah di ubun-ubun jadi Mala tidak ingin buang waktu. Mumpung Arya mabuk dan dia tidak sadarkan diri. Jadi dia ingin memanfaatkan Arya. Masa bodoh Arya marah padanya. Dia ingin orang yang

  • Sentuhan Manja Sang CEO Arogan   Bab 26. Menyusul Hana

    Pada akhirnya Lintang membawa Hana untuk pergi bulan madu semuanya sudah direncanakan. Kehamilan Hana juga cukup baik. Lintang memberitahukan kepada kedua orang tuanya untuk menyusul mereka ke Swiss karena ada sesuatu yang ingin mereka sampaikan yaitu tentang kehamilan Hana dan kedua orang tua Lint

  • Sentuhan Manja Sang CEO Arogan   Bab 23. Rencana Lintang

    "Dengar ya apa yang aku katakan ini," ucap Lintang ke Hana. "Ok, Sayang. Tapi, kamu jangan jahil ya mereka itu orang yang kita kenal. Termasuk Azizah. Dia sahabat baikku dan sudahku anggap sebagai keluarga jangan sampai kamu membuat dia membenciku karena idemu itu," ucap Hana yang membuat Lintang

  • Sentuhan Manja Sang CEO Arogan   Bab 20. Rencana Licik Mala Dan Arya

    "Saya tidak tahu, Pak. Coba Anda tanya saja dengan Nona Hana. Kenapa dia seperti itu," jawab Mario yang membuat Lintang membolakan mata. "Kalau kamu minta saya bertanya dengan istri saya buat apa saya bertanya dengan kamu," jawab Lintang yang segera masuk ke dalam lift dan menuju ke ruangannya. S

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status