LOGINAdi segera memakamkan Mala. Rasa kasihan diawal kini tumbuh menjadi cinta. Dan Adi menerima Mala dengan segala kekurangannya dan beruntung orang tua Adi mendukung dan menerima pernikahan Adi juga Mala. Mala yang tidak mendapatkan perhatian dari orang tua mendapatkan dari Adi. Tapi, sayangnya dia harus meninggalkan keluarga yang hangat itu dan dia juga meninggalkan buah hatinya untuk selamanya. Rahasia siapa ayah anaknya terkubur dalam bersama jasad Mala. "Adi, rawatlah anak ini. Kamu harus bisa mendidik anak ini sebaik-baiknya. Jangan pernah kamu perlakuan dia tidak baik. Dia piatu dan ayahnya juga. Mama harap kamu paham dengan apa yang Mama katakan ini," ucap Ibu kandung Adi bernama Via. Bu Via menggendong putri kecil yang tertidur pulas. Sekar Arum nama anak Mala yang diberikan oleh Mala ke anaknya. Dia ingin anaknya selalu harum namanya dan tidak berbuat kesalahan seperti dirinya. "Baik, Ma. Saya akan jaga Arum dengan baik dan memperlakukan Arum dengan baik," jawab Adi menatap
Ibu Rasti terdiam. Dia sempat mengutuk Hana dalam hatinya kalau Hana tidak memiliki anak dan anaknya cacat kalau lahir. Sekarang, malah sebaliknya. Dia mendengar dari suaminya anak Hana sehat tidak kurang satupun dan tampan seperti suaminya. "Mama bersalah, Pa. Mama sudah mengatakan hal yang tidak baik. Mama tidak tahu harus apa sekarang. Mama mengutuk anak Hana. Padahal, dia tidak salah. Hana juga tidak salah dengan kita. Dia menghindari anak kita. Malahan anak kita yang mendekati dia," ucap Bu Rasti dengan ekspresi bersalah mengingat apa yang dia katakan ke Hana waktu itu. Dia marah dan kesal karena Hana anaknya membangkang. Untuk itulah kalimat itu keluar. Dan kini karma itu berbalik padanya. Anaknya bersama wanita itu dan entah apa yang anaknya lakukan di belakang dia dan suaminya. "Kamu harus minta maaf. Ini teguran bagi kita. Kita sudah menyakiti Hana. Sekarang, anak kita yang menanggungnya. Entah sampai kapan Arya bangun dari komanya. Dan wanita itu juga hamil. Kemungkinan i
"Lelaki. Bayinya sehat. Itu dia. Tapi, harus di bawa ruang bayi dulu ya. Nanti baru dibawa ke kamar ibunya." Dokter menunjuk ke arah box bayi di mana anak Lintang dan Hana berada. Bu Ami bahagia melihat cucu pertamanya. Tidak menyangka kalau Lintang memiliki anak lelaki. Dan saat dekat dengan bok bayi, Bu Ami dan Pak Irwandi terharu mereka melihat bayi lelaki tersebut mirip Lintang. "Pa, mirip Lintang. Duh, Mama senang banget lihatnya. Lihat itu, cakep dan gemesin," ujarnya yang melihat anak Lintang begitu tampan seperti Lintang. "Benar. Seperti Lintang. Papa senang anak Lintang mirip seperti dia. Papa harap bukan seperti Lintang kelakuan dia. Karena, Papa tidak mau mencarikan dia kekasih lagi. Mama tahu sendiri dia seperti apa. Kalau kita tidak nikahi dia pasti tidak dapat cucu kita," sahut Pak Lintang yang mengingat bagaimana Lintang dulu menikahi Hana. "Benar itu. Mama senang Hana menjadi istri Lintang. Lintang berubah dan sekarang dia sudah jadi ayah. Dokter kapan Hana dan ana
"Tidak. Saya tidak kenal. Saya tahu dia di restoran saja sisanya tidak kenal. Wanita ini tidak tahu diri bisa-bisanya dia menabrak anakku. Tuntut dia, Pa," ucap Bu Rasti kepada suaminya untuk menuntut Mala yang tidak sadarkan diri. "Sudah Ma. Tenang dulu dia juga celaka. Kami tidak kenal. Sama sekali," jawab Pak Candra yang tidak kenal dengan Mala. Polisi menganggukkan kepala mendengar jawaban pak Candra kalau dia tidak kenal dengan Mala salah satu korban yang ikut kecelakaan di depan restoran hingga membuat Arya ikut serta dalam kecelakaan tersebut. "Baiklah, kami permisi dulu. Suster bawakan saja ke ruangan nanti kami akan tanggung jawab korban ini," ungkap Pak polisi muda bernama Adi. "Baik, kami akan bawa ke ruangan ICU. Permisi," balas suster ke Adi polisi muda yang meminta dia untuk membawa Mala ke ruangan yang sudah dia bayar. Karena kasihan Adi membawa Mala ke ruangan untuk diobati. Bukan apa dia tidak mau bayi dikandungnya Mala meninggal.Pak Candra hanya bisa diam dan d
Pak Candra terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh pelayan yang mengatakan kalau anaknya kecelakaan makanya istrinya pingsan. Pak Candra langsung terduduk dia benar-benar tidak menyangka kalau Arya kecelakaan. Tidak lama polisi menghubungi dia. Ponselnya berdering. Tanpa menunggu lama Pak Candra menjawab panggilan tersebut. "Iya Halo. Dengan saya Candra. Ada apa ya dan Anda siapa?" tanya Pak Candra yang menanyakan siapa yang menghubungi dia. Si penelpon mengatakan siapa dia dan saat tahu yang menghubungi dia adalah polisi tubuh Pak Candra lemas. Pak Candra tidak tahu harus berkata apa. Dia benar-benar lemas. Tubuhnya seperti tidak ada tulang sama sekali dan dia ingin sekali berteriak kencang. Tapi saat ini dia sedang berkomunikasi dengan polisi. Polisi tersebut mengatakan apa yang terjadi dengan Arya dan mengatakan dimana Arya di bawa. "Baiklah, Pal saya akan ke sana sekarang. Terima kasih banyak informasinya," jawab Pak Candra mengakhiri panggilan telepon dari pihak kepolisi
Mala melihat Hana dengan perutnya yang sudah membuncit. Mala yang kesulitan mencari Hana segera berlari untuk mengejar Hana dan dia mengambil foto dan terlihat juga Lintang yang membawa banyak barang. Mala geram karena Lintang memanjakan Hana. "Kurang ajar, bisa-bisanya kamu memanjakan wanita jalang itu. Aku tidak terima. Aku akan habisi kalian berdua," geram Mala yang berbalik ke mobil dan dia langsung masuk ke mobil dia ingin mencelakai Hana. Mala ingin Hana meninggal dan dengan begitu Lintang jadi miliknya. Sekian lama dia mencari akhirnya Lintang dan Hana keluar dan keluarnya mereka dalam keadaan yang tidak dia sukai. Arya yang berbelok ke jalan melihat Hana dia berhenti sejenak untuk melihat Hana yang perutnya sudah membesar. Ada rasa sakit di hatinya saat melihat Hana hamil. "Kenapa aku tidak ikhlas untuk melepaskan kamu. Kenapa kamu harus melihat kamu bahagia dengan pria itu. Kenapa?" tanya Arya yang matanya berkaca-kaca saat dia menatap Hana yang tertawa saat hendak menyeb
Hana menganggukkan kepala mengiyakan apa yang ditanyakan oleh Lintang padanya. Lintang pun segera memberikan perintah kepada Mario untuk ke tempat penjual. "Pinggirkan mobil di tempat penjual itu. Ayo cepat," perintah Lintang. Mario pun menganggukkan kepala. Mobil harus berbelok terlebih dahulu b
"Apa maksudmu berkata seperti itu. Aku tidak mengerti kenapa sampai bisa berbicara rumah siapa?" tanya Lintang yang menahan amarah saat mendengar Hana mengatakan pulang ke mana.Marco hanya bisa diam dia tidak ingin ikut campur karena dia tahu istri dari majikannya ini pasti kecewa dengan apa yang
Mario segera berlari dia ingin melihat siapa yang berteriak dari arah toilet. Saat pintu toilet dibuka Mario terkejut melihat istri dari bosnya sudah tergeletak di bawah. "Nona Hana! Ya, Tuhan. Nana Hana ada apa denganmu, Nona? Bangun Nona ... Nona. Aku harus beritahukan kepada Pak Lintang kalau
"Hana, ikut aku ke ruangan," ucap pria tersebut yang tidak lain adalah Lintang. Mendengar namanya di panggil dan Lintang meminta dia ikut ke ruangan Hana terpaksa pergi. Hana tidak ingin membuat kegaduhan jadi dia memilih untuk mengikuti apa yang dikatakan oleh Lintang. Azizah memandang ke ara







