Compartilhar

Bab 147

Autor: Saggyryes
last update Data de publicação: 2026-02-25 01:57:25

"Sore... "

"Sore Dok.. Sus.. " jawab Andini, ramah.

Wajah cantiknya sudah lebih cerah dari hari sebelumnya.

Tidak terasa sudah dua hari Andini dan Satria berada di rumah sakit.

Lampu kamar Andini masih temaram ketika dokter jaga masuk bersama seorang perawat untuk melakukan pemeriksaan sore.

Perawat menyalakan lampu kamar dan Dokter mulai memeriksa kondisi Andini.

"Tekanan darah stabil. Detak jantung janin juga bagus," ujar dokter setelah selesai memeriksa monitor. "Ibu masih perlu observas
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 279

    "Gimana Sis, aman?""Aman," jawab Siska. Pagi itu terasa lebih hidup dari biasanya. Sejak pintu dibuka, pengunjung sudah mulai berdatangan. Tidak meledak, tapi stabil. Justru itu yang terasa lebih nyaman sekarang. Siska berdiri di belakang kasir, sesekali mencatat di tablet, atau membantu staf yang terlihat kewalahan.Di sisi lain, Andini terlihat jauh lebih aktif. Ia berdiri di area depan, menyapa beberapa tamu yang datang, sesekali tertawa kecil saat berbincang. Aura pemiliknya terasa jelas. Santai, tapi tetap mengontrol."Bundling yang ini banyak yang ambil ya," ucap Andini sambil melihat salah satu meja.Siska melirik sebentar. "Iya. Yang paket keluarga paling laku."Andini mengangguk puas. "Bagus banget. Berarti nggak sia-sia kemarin kita revisi."Siska mengangguk kecil, lalu kembali fokus ke layar. "Iya."Tidak lama kemudian, pintu kembali terbuka. Seorang perempuan masuk dengan langkah tenang. Penampilannya rapi, elegan, dengan gestur yang terbiasa berada di situasi formal. R

  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 278

    "Sama tadi," ucap Andini. "Tadi kenapa?" tanya Siska. "Tadi gue sempet liat dari jauh, lo turun dari mobil agak lama. Lo dianter siapa?"Siska menatap Andini beberapa detik, lalu akhirnya menjawab jujur."Johan."Andini mengerutkan kening. "Johan?Yang kemaren dateng ke sini?"Siska menganggukkan kepalanya perlahan. "Iya."Andini langsung menyandarkan tubuhnya ke meja. "Uhm.. Terus semalem?"Siska nyengir. "Sama dia juga."Andini langsung menutup mulutnya sebentar, antara kaget dan mencoba mencerna apa yang diucapkan Siska."Hah? Serius lo?" tanya Andini. Siska kembali menganggukkan kepalanya. "Seriuslah."Siska hanya tersenyum tipis, tidak terlihat defensif."Kok bisa sih, Sis?" tanya Andini. "Kacau juga lo, ih.. "Siska tertawa. "Kayak nggak ada bedanya kan sama Bastian?" tanya Siska, seolah sedang berasumsi dengan dirinya sendiri. Andini menggedikkan bahunya pelan. "Gue nggak bilang gitu ya. Tapi, yang ada dipikiran gue sekarang, kok lo bisa cepet banget sama dia. Terlebih, gue

  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 277

    "Kita jalanin aja dulu," jawab Siska, lembut. "Baiklah kalo itu mau kamu. Tapi satu hal yang harus kamu ingat. Aku di sini, bukan untuk lewat gitu aja."Siska menatap tangannya yang masih digenggam Johan sekilas, lalu kembali melihat wajah Johan."Beneran?” tanya Siska, memastikan. Johan mengangguk pelan. "Bener. Aku nggak main-main sama kamu, Sis.”Nada suaranya terdengar tenang, tapi terasa lebih dalam.Siska tersenyum kecil, meskipun masih ada sisa ragu di sana."Aku bakal hubungin kamu setiap harinya di kala luang. Dan nggak akan ngilang gitu aja."Siska sedikit menyipitkan mata. "Bener ya? Jangan PHP, loh."Johan tersenyum. "Iya. Aku nggak mau kamu nunggu tanpa kabar.""Janji?" tanya Siska. "Janji," jawab Johan.Siska mengangguk pelan."Dan aku bakal balik lagi ke sini," tambah Johan.Siska menoleh cepat. "Serius?""Iya. Aku pasti cari waktu buat ketemu sama kamu lagi," jawab Johan. Suaranya terdengar lembut. Siska terdiam sejenak, lalu tersenyum tipis. "Ya udah, aku tunggu."

  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 276

    "Tuhan, pastinya," ucap Johan. Tatapannya terlihat lebih lembut sekarang.Siska terdiam sejenak. Dan memandang Johan lebih syahdu dari sebelumnya. "Kita nggak selalu ngerti kenapa sesuatu terjadi. Tapi kadang, semua kayak jalan yang terbentang dan sadar atau nggak, itu harus dilewatin."Suasana kembali hening sejenak. Siska menatap Johan lebih serius. Lalu perlahan, sudut bibirnya kembali terangkat."Kalau gitu, sekarang aku lagi ada di jalur yang cukup membingungkan dong," ucap Siska pelan. "Belum tentu membingungkan, bisa jadi kamu cuma masih baru dan dalam proses penyesuaian," jawab Johan.Siska tersenyum kecil. Kali ini terlihat lebih ringan. Tanpa sadar, ia mendekati Johan. Dan jarak mereka berdua kembali menipis."Jo…""Hm?""Makasih ya, udah mau jelasin dan mau nemenin aku malam ini," ucap Siska lagi. Kali ini jauh lebih tulus. Johan tidak menjawab dengan kata-kata. Ia hanya

  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 275

    "Iya dong..," jawab Johan. "Kan partnernya udah pengalaman banget," lanjutnya. "Kenapa? Pengennya sama yang masih disegel?!" tanya Siska tanpa mengalihkan pandangannya. Johan terkekeh pelan. "Aku sih nggak masalah mau yang udah disegel apa belum. Yang penting orangnya, kamu."Siska terdiam sejenak. Kata-kata yang sama yang pernah diucapkan oleh Bastian, kini diucapkan juga oleh Johan. Dan dulu, dia jugalah yang mengambil keperjakaan Bastian. "Kayak udah template ya?" tanya Siska, seraya berbisik. Namun masih bisa terdengar oleh Johan. "Template?" tanya Johan, dengan kening berkerut. Siska menganggukkan kepalanya perlahan. Ia masih bersandar di bahu Johan, tapi kali ini matanya tidak lagi kosong seperti sebelumnya. Ada rasa ingin tahu yang pelan-pelan muncul.Ia mengangkat kepalanya sedikit, menatap Johan dari samping."Iya, soalnya ucapan kamu sama kayak mantan aku, Bastian."Johan menoleh ke arah Siska, ia menepuk jidatnya pelan. "Astaga! Disamain lagi," ucap Johan. Siska tida

  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 274

    "Uhm.." renguh Siska. Setelah cukup lama menatap Johan dari depan kaca, Siska berbalik dan kini menghadapnya. Ia mulai mendekat dan memegang lembut wajah Johan dengan jari-jari tangannya. Tidak ada niat sedikitpun bagi Johan untuk menjauh dari Siska. Ia justru melihat lurus ke arah Siska dan sengaja membiarkan Siska melakukan apapun padanya. Siska mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Johan dan mencium lembut bibirnya. Johan menerimanya dengan baik. Ia malah memegangi kepala Siska dengan tangan kanannya dan menarik pinggang Siska dengan tangan kirinya agar tubuhnya semakin mendekat. Lalu ia menggiring tubuh Siska ke bawah pancuran air dan mengaturnya agar mengeluarkan air hangat yang pas di kulit mereka berdua. "Ahh.." ucap Siska saat air hangat menyentuh kulitnya yang dingin sejak tadi. Air hangat itu, kini mulai memenuhi ruangan, uap tipis perlahan naik dan memburamkan cermin besar di din

  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 18

    "Tapi apa, An?"Cinta membulatkan matanya. Dia berjalan mendekat dan duduk di sofa seberang Andini. 'Astaga! Hampir aja aku keceplosan! Gimana kalau Tante tau apa yang udah aku dan Satria lakukan?!' batin Andini. 'Bisa mati aku!'Andini menggelengkan kepala perlahan. Sangat pelan. Hampir tak terli

    last updateÚltima atualização : 2026-03-18
  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 22

    "Iya?" Andini menengadahkan kepalanya melihat ke arah asal suara. Dion menatap lurus ke arah Andini. Senyum mengembang dari wajah tampannya."Kamu lagi sibuk?" Andini tersenyum tipis. "Seperti yang Bapak lihat! Ada yang bisa saya bantu, Pak? ""Ada!"Andini mengerutkan kening. "Apa, Pak?!""Tolo

    last updateÚltima atualização : 2026-03-18
  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 17

    "Salah?" Alis Andini saling terpaut."Salah di mana?" tanya Andini menyelidik. Satria mengangguk pelan. "Apa maksud Om?""Kamu adalah gadis yang cantik dan cerdas. Saya yakin kamu paham maksud saya dan memahami kondisi kita saat ini, An.""Kondisi apa yang Om maksud? Apa karena aku sahabat dari

    last updateÚltima atualização : 2026-03-18
  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 9

    "Siska?" gumam Andini. Andini melihat ke arah pintu dan kembali menatap Satria. "Dia pasti nyari Om untuk ngajak sarapan." gumamnya lagi. Andini segera bangkit dari tempat tidur dan berjalan ke arah meja rias untuk merapikan pakaian dan wajahnya.'Aku harus tenang. Siska nggak boleh tau apa yang

    last updateÚltima atualização : 2026-03-17
Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status