Share

Bab 202

Author: Saggyryes
last update publish date: 2026-03-28 07:49:55

"Uhm..." renguh Siska.

Bastian menggiring Siska menuju bathup. Ia menyalakan keran air dan mengaturnya agar terasa hangat seperti biasa tanpa melepas ciumannya dan meremas bokong Siska secara perlahan.

Ia sengaja melakukannya agar Siska lebih rileks dan kembali hanyut ke dalam hasrat yang mungkin akan semakin meninggi.

Setelah air terasa cukup, Bastian menjulurkan tangan kanannya untuk mematikan keran air dan memasukkan bath bomb beraorama melati dan vanilla yang sengaja ia taruh tidak jauh
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 321

    "Akhirnya, bisa istirahat juga," gumam Siska, pelan. Kamarnya hanya diterangi lampu tidur kecil berwarna kuning. Setelah seharian mengurus pekerjaan toko sekaligus memastikan beberapa detail pernikahan terakhir, tubuhnya benar-benar terasa lelah.Ia baru saja selesai memakai skincare ketika ponselnya bergetar di atas kasur.Nama Johan muncul di layar. Siska langsung tersenyum kecil lalu segera menerima panggilan video itu."Wah..." gumamnya pelan saat wajah Johan muncul di layar. "Akhirnya calon suami muncul juga ke permukaan."Johan tertawa kecil dari seberang sana. Wajahnya terlihat lelah, tapi matanya langsung berubah hangat begitu melihat Siska."Jahat banget ngomongnya," ucap Johan, sambil tersenyum tipis. "Abisnya, sibuk terus sih. Kayak nggak ada jeda sama sekali.""Iya, maaf..," jawab Johan pelan.Ia menyandarkan tubuhnya di kursi hotel sambil memperhatikan wajah tunangannya cukup lama. Sedangkan Siska ikut duduk di atas kasur sambil memeluk bantal."Kamu kayaknya capek bang

  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 320

    "Semalam iya, Pak," jawab Bastian, sambil tersenyum tipis.Sedangkan Oni langsung fokus pada cucunya."Aduuuhh cucu Nenek... Nenek kangen banget sama kamu, sayang," ucapnya gemas sambil mengambil Soni perlahan dari gendongan Bastian.Soni langsung mengeluarkan suara kecil sambil menggerakkan kaki mungilnya."Tuh kan, Soni hafal sama suara Nenek. Makanya langsung senyum dan ketawa-ketawa ya," gumam Oni senang.Rudi duduk perlahan di sofa sambil memperhatikan Bastian beberapa saat."Kamu libur hari ini?" tanya Rudi. "Iya, Pak.""Liburnya setiap weekend apa gimana?" tanya Rudi, lagi. "Iya setiap weekend dan tanggal merah, Pak."Percakapan itu terdengar kaku, tapi tidak terlalu buruk.Alya yang melihat dari dapur sesekali melirik ke arah mereka sambil menahan gugup. Ia tahu ayahnya memang bukan tipe orang yang mudah akrab dengan orang baru."Mas, boleh tolong ambilin baskom di atas sini?" tanya Alya, seraya meminta bantuan Bastian dari arah dapur."Oke," jawab Bastian."Maaf, Pak saya i

  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 319

    "Ah, Mas..," desah Alya. Bastian langsung menggiring Alya ke tempat tidur. Bibirnya kembali menyesap dada Alya. Mirip seperti Soni, tapi jelas Bastian lebih agresif karena sambil menyesap kedua gununv secara bergantian, tangannya mereka gunung tersebut. Perlahan, bibir Bastian turun ke perut dan tangannya menurunkan dan melepas celana Alya. Tinggallah segitiga yang menutupi bagian intinya. Tangan Bastian menyusup masuk ke dal bagian inti Alya yang kini mulai basah. Ia bermain dan memasukkan jarinya perlahan di sana. Bagian inti Alya terasa sempit, meski sudah beberapa kali dimasukkan jari-jari Bastian. Berbeda jauh dengan milik Siska. "Punya kamu sempit banget, Al. Aku jadi makin penasaran," bisik Bastian, ditelinga Alya. "Lakukan aja, apa yang kamu mau lakukan ke aku, Mas."Sudut-susut bibir Bastian sedikit terangkat saat mendengar Alya mengucapkan hal itu. Seolah, ia baru saja mendapatkan persetujuan yang sangat berarti. Dengan cepat, Bastian melebarkan paha Alya dan membuka s

  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 318

    "Ah.."Tubuhnya hampir jatuh ke belakang. Untungnya, Bastian refleks langsung menarik lengannya dengan cepat. Dan akhirnya, Alya langsung menabrak dada Bastian cukup keras. Kedua tangan lelaki itu spontan menahan pinggang Alya agar tidak jatuh.Suasana mendadak menjadi hening.Alya masih memegang lengan Bastian cukup erat karena kaget. Sedangkan Bastian menunduk menatap Alya yang kini benar-benar berada sangat dekat dengannya."Kamu nggak apa-apa?" tanya Bastian pelan.Alya mengangguk pelan. Nafasnya sempat tidak teratur karena kaget."Nggak apa-apa. Lantainya licin..." gumamnya pelan.Bastian menghela napas pelan. "Untung nggak jatuh."Namun setelah itu, tidak ada lagi yang bicara. Dan entah kenapa, posisi mereka juga tidak berubah sedikitpun. Tangan Bastian masih berada di pinggang Alya. Sedangkan Alya perlahan sadar kalau jarak wajah mereka sekarang terlalu dekat.Degup jantung Bastian terdengar jelas.Dan Alya bisa merasakan itu. Tatapan mereka saling bertemu cukup lama. Bastian s

  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 317

    "Aku paham, Mas," ucap Alya. Ia masih berdiri di dekat meja makan. Kain lap di tangannya perlahan berhenti bergerak. Beberapa detik, ia benar-benar tidak tahu harus menjawab apa selain apa yang barusan ia ucapkan. Tatapan Bastian terlihat serius, tidak menyiratkan rasa bercanda sama sekali. Hanya saja, Alya sadar kalau Bastian bicara seperti itu karena kasihan pada Soni. Hal itulah yang membuat dada Alya terasa semakin tidak nyaman."Aku tau ini tiba-tiba," ucap Bastian pelan.Alya sempat menunduk sebelum akhirnya menarik napas pelan."Kamu ngomong kayak gini karena Soni?" tanyanya hati-hati.Bastian terdiam sebentar. "Salah satunya, iya.""Dan yang lainnya?" tanya Alya, penasaran. Bastian terlihat berpikir sejenak sebelum akhirnya menjawab jujur."Entah kenapa, aku mulai capek hidup setengah-setengah kayak sekarang, Al."Alya menatap lurus ke wajah Bastian. Sedangkan Bastian bersandar di dekat wastafel sambil menatap lantai beberapa saat."Aku dateng ke sini hampir tiap hari. Main

  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 316

    "Wahh," ucap Alya. Ia tersenyum dan terpana karena tangisan Soni langsung berhenti seketika begitu melihat wajah Bastian. Mata kecil bayi itu membulat beberapa detik sebelum akhirnya bibirnya membentuk senyum lebar kecil yang menggemaskan. "Heh... ketawa dia," gumam Alya pelan. Bastian ikut tersenyum tanpa sadar. Raut wajahnya yang sejak tadi terlihat berat perlahan mulai melembut. "Jagoan Ayah seneng lihat Ayah, hm?" tanyanya lirih, sambil menggoyang pelan tubuh Soni. Soni malah semakin heboh menggerakkan tangan kecilnya sambil mengeluarkan suara-suara bayi yang belum jelas. Sesekali ia tertawa kecil saat Bastian sengaja mendekatkan wajahnya. "Aduh, kamu lucu banget sih, nak,” gumam Bastian pelan. Alya memperhatikan mereka berdua dari dekat sambil tersenyum tipis. Sudah beberapa kali ia melihat Bastian bermain dengan Soni. Namun setiap melihatnya lagi, perasaan Alya tetap terasa hangat. Karena Soni memang terlihat sangat dekat dengan Ayahnya. Bastian kemudian dud

  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 38

    "An?! Siapa dia?" Zaskia mengerutkan keningnya. Baru saja Ia merasa senang Satria datang dan langsung memeluknya dari belakang. Tapi ternyata, malah nama lain yang Ia sebut. Tau kalau bukan suara Adini yang ia dengar, Satria membulatkan mata dan segera melepas pelukkannya. Ia juga berjalan men

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 36

    "Pantas!" tegas Andini. "Lo sangat pantas bahagia, Sis!" Ia tersenyum. "Apa gue perlu ke psikolog lagi ya, An?!" ucap Siska dengan suara yang masih parau. "Terserah lo, Sis! Tapi, kalau menurut gue, saat ini sih belum perlu." Andini menarik tangannya kembali. "Lo cuma perlu... kontrol emosi aja!

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 33

    "Aduh!"Dila bergegas menutup mulut dengan kedua tangannya. Ia melihat ke arah Siska. Perasaannya menjadi tidak enak. 'Ngomong apa sih aku!' batin Dila. 'Kalau Pak Satria tau aku ngomongin dia, bisa gawat!'Siska membulatkan matanya. "Masa sih, Mbak? Apa Ayah baru aja dapat proyek baru?!" tanya Si

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 35

    "Terus?" Andini menatap lurus ke arah Siska. 'Gimana nih kalau Siska mau bantu Ibunya? Hubungan gue sama Satria kan baru aja di mulai... ' batin Andini. 'Terlebih, kami juga udah.... ""Ya gue nggak maulah! Tapi... " jawab Siska, ragu. 'Baguslah! Tapi apa sih Sis?' lagi-lagi Andini membatin. "Ta

    last updateLast Updated : 2026-03-20
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status