Share

Bab 303

Author: Saggyryes
last update publish date: 2026-05-08 20:38:27

"Iya," ucap Bastian.

Tadi, ia sempat terdiam beberapa detik setelah mendengar ucapan Alya.

Ia menoleh sebentar ke arah box bayi, memastikan Soni benar-benar pulas dan tidak terganggu, baru kemudian menoleh ke Alya lagi.

"Aku juga nggak nyangka," jawabnya jujur. Nada suaranya pelan. Tidak dibuat-buat.

Alya hanya tersenyum tipis sebelum akhirnya berjalan lebih dulu keluar kamar. Bastian mengikuti di belakang sambil sekali lagi melirik ke arah Soni.

Begitu pintu kamar ditutup perlahan, suara tele
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 311

    "Tapi bener kan?" tanya Andini. Pipi Siska langsung bersemu merah. Begitu sampai di bawah, Satria berjalan mendekat ke arah putrinya. Tangannya terulur pelan.Siska langsung menggenggam tangan Ayahnya. Dan entah kenapa, di detik itu dada Satria kembali terasa penuh. Tatapannya tidak lepas dari wajah putrinya."Kamu cantik banget sayang," ucapnya lirih.Siska tersenyum kecil. "Makasih, Yah."Satria mengangguk pelan, tapi setelahnya ia malah membuang wajah sebentar. Seolah, sedang menahan sesuatu.Andini yang berdiri di dekatnya langsung memahami sikap Satria."Sayang, kamu jangan nangis duluan," ucapnya pelan, seraya mengingatkan suaminya. "Siapa yang nangis sih. Mata saya aja yang merah kena debu," ucap Satria, sambil terkekeh pelan dan menggelengkan kepalanya.Tak lama kemudian, prosesi inti dimulai. Kedua keluarga duduk saling berhadapan di area utama acara. Suasana berubah lebih formal dan khidmat.Perwakilan keluarga Johan mulai menyampaikan maksud kedatangan mereka dengan tenan

  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 310

    "Lo cantik banget sih, Sis. Sumpah!" ucap Andini, tanpa berkedip. Ia menatap lurus ke arah Siska yang wajahnya seratus persen mirip suaminya. Namun dalam versi perempuan. Wajah yang terlampau cantik dengan kulit putih bersih yang sehat, bibir kecil, dan tinggi bak model papan atas. Sedangkan tubuhnya yang seksi dan menarik seperti gitar spanyol selalu membuat orang terpukau. "Apaan sih, lebay banget lo, An!" tutur Siska, sambil tersenyum kecil. "Kayak orang baru pertama ketemu gue aja!"Andini terkekeh pelan. "Namanya juga kagum, gimana dong.."Akhirnya hari yang ditunggu tiba.Sejak sore, rumah keluarga Hasan sudah berubah menjadi jauh lebih hidup dan indah dibanding biasanya. Area halaman depan dipenuhi dekorasi bunga bernuansa champagne, peach lembut, dan ivory yang disusun elegan di setiap sudut. Lampu-lampu gantung kristal memantulkan cahaya hangat, membuat suasana terlihat mewah namun tetap anggun. Dan karpet panjang terbentang dari gerbang utama menuju area acara utama. Be

  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 309

    "Nggak nyangka kalo akhirnya kamu mau nikah, sayang," tutur Zaskia. Siska langsung salah tingkah sendiri."Aduh, apa sih, Bu... Bikin mellow aja..""Serius, sayang. Ibu inget, dulu kamu tuh paling takut ngomongin hal beginian. Takut ini, takut itu, banyak banget yang kamu takutin dan lebih milih ganti-ganti lelaki untuk nemenin kamu kalo bosan," ucap Zaskia Rania ikut menyahut pelan, "Betul. Udah gitu, setiap ditanya soal nikah, jawabannya selalu nanti atau belum siap."Siska menutupi wajahnya sebentar. "Udah, jangan dibahas terus dong... Kan yang penting sekarang udah mau.."Tawa kecil langsung memenuhi seisi ruangan.Beberapa saat kemudian, Satria datang. Ia baru saja pulang dari rumah salah satu kerabat dekat untuk meminta bantuan melakukan penyambutan saat keluarga Johan datang.Begitu masuk dan melihat ruang tengah penuh katalog serta daftar acara, ia sempat berhenti beberapa detik. Tatapannya berpindah ke Siska. Lalu berpindah ke Rania, Andini, dan terakhir ke Zaskia yang seda

  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 308

    "Gimana? Bagus nggak?" tanya Rania, sambil memperlihatkan katalog yang ia bawa. Pagi itu, rumah keluarga Satria sudah jauh lebih ramai dibanding biasanya.Beberapa katalog dekorasi memenuhi meja ruang tengah. Ada contoh warna kain, pilihan bunga, sampai daftar makanan dan minuman yang ditulis rapi di buku catatan milik Rania."Ini bunganya putih semua ya Bun?" tanya Andini sambil membolak-balik katalog. "Nanti malah kayak acara nikahan nggak sih, Bun?" "Emangnya kenapa? Bukannya cantik, An?" tanya Rania, dengan kening berkerut."Cantik sih, tapi kayak kurang pas aja, Bun. Kan ini masih acara lamaran," jawab Andini, sambil tersenyum tipis. Rania terkekeh pelan. "Ya, abis bagus sih. Kayak bersih, cantik gitu."Siska yang duduk di karpet sambil memegang tablet hanya menggeleng pelan melihat mereka berdua."Nenek mah emang sukanya sama yang mewah dan cantik.""Ya kan cucu nenek mau dilamar secara resmi, masa biasa aja," jawab Rania cepat.Andini langsung tertawa. "Bunda tuh seleranya

  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 307

    "Iya, aku tau," jawab Bastian tenang. "Tapi nggak apa-apa juga kan kalo sekarang aku ikut bantu kamu?" tanyanya pelan. Alya terdiam sebentar sebelum akhirnya tersenyum kecil. "Tentu aja nggak apa-apa. Aku malah seneng banget dibantuin sama kamu."Setelah makan malam selesai, Bastian sempat membantu Oni membawa beberapa piring ke dapur walaupun sudah beberapa kali dilarang."Udah, nggak usah dibantu juga nggak apa-apa, Bas. Kamu istirahat aja," ucap Oni."Nggak apa-apa, Bu. Biar sekalian dan sedikit ngeringanin juga."Alya yang berdiri di dekat wastafel hanya memperhatikan sambil tersenyum kecil melihat Bastian yang biasanya terlihat rapi dan formal sekarang malah sibuk membantu membereskan dapur.Rumah itu terasa jauh lebih hidup malam ini. Memang tidak berlebihan dan terkesan mewah. Tapi jelas terasa hangat.Sekitar satu jam kemudian, semuanya sudah mulai bersiap untuk beristirahat. Alya masuk ke dalam kamar lebih dulu untuk memastikan Soni tetap tidur nyenyak. Sedangkan Bastian du

  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 306

    "Ya, semuanya," jawab Bastian. Alya tidak langsung menjawab. Ia justru sengaja mengalihkan pembicaraan. Ia tidak mau berharap akan hal yang semu. Yang justru nanti akan menggerogoti dan menyakiti hatinya. "Udah yuk, makan malam dulu! Mumpung Soni tidur," ajak Alya. "Iya, yuk!" jawab Bastian. Mereka berjalan beriringan menuju ruang makan. Di sana, Oni sudah lebih dulu duduk sambil menuangkan sup ke dalam mangkuk kecil."Akhirnya kalian dateng juga. Ayo makan, udah malem! ""Iya, Bu," jawab Alya. Makan malam berjalan cukup tenang. Tidak ada obrolan berat di dalamnya.Terkadang, Oni bertanya soal pekerjaan Bastian sekarang. Sedangkan Alya menimpali singkat dan membahas hal sederhana seperti Soni yang sekarang sudah mulai tengkurap sendiri. Sesuatu yang bagi Alya luar biasa. "Bentar lagi juga mulai aktif kemana-mana itu dia," ucap Oni sambil tertawa pelan.Alya menghela nafas panjang. Ia pura-pura terlihat lelah. "Nah itu dia, Bu. Kadang baru aja aku tinggal ke dapur bentar, eh udah

  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 61

    "Bob!" panggil Satria melalui telpon. "Iya, Pak.""Segera cari tau alasan Andini berubah sikap kepada saya!" perintah Satria. Dengan suara tegas dan berat. "Baik, Pak!" jawab Bob. "Oh ya, Pak! Barusan saya sempat lihat Andini dan Dion di lobby." Ia memberi informasi. Tadi, ia sempat meminjam c

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 65

    "Om.. " panggil Andini. Satria menatap Andini sekilas, lalu kembali menaruh cangkir kopi di atas meja. "Kamu udah datang, ternyata. Silahkan duduk An." pinta Satria. Andini menarik bangku dan duduk berhadapan dengan Satria. Ada sedikit rasa ragu. Tapi, dengan cepat, ia menghempasnya. Ia tau Sat

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 66

    "Yang..." panggil Andini. "Kenapa?""Itu.. ponsel kamu dari tadi bergetar." ucap Andini sambil makan sandwich dan jus jeruk kesukaannya. Terlihat nama di layar ponselnya. Zaskia. 'Sekarang, dia pasti sudah tau dan sedang panik karena kartu debit dan kreditnya diblokir.' batin Satria. "Biarin aj

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 68

    "Satria!" panggil Zaskia saat batang hidungnya baru memasuki ruang tamu. 'Ah! Dia sudah ada di sini ternyata!' batin Satria. Wajah Satria yang tadinya sumringah karena baru selesai ganti oli, berubah masam seketika ketika mendengar suara Zaskia. Ia terus berjalan tanpa memperdulikan Zaskia yang

    last updateLast Updated : 2026-03-23
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status