Share

Takut Jatuh Cinta

Penulis: Mommykai22
last update Terakhir Diperbarui: 2025-11-06 10:06:18
"Kudengar kau memecat Ririn karena aku ...."

"Dia pantas mendapatkannya, Rania. Sekalipun korbannya bukan kau, aku akan tetap memecatnya."

Lucas menepati janjinya kembali ke rumah sakit malam itu. Ia baru kembali cukup malam setelah Aldo dan Sissy pulang. Ia tidak mau membuat gosip yang tidak perlu.

Lucas juga meminta Yetty pulang karena dirinya yang akan menemani Rania. Walaupun Yetty dan Rania sama-sama sungkan, akhirnya Yetty mengijinkannya dan pulang bersama Surya.

Rania sendiri mengangg
Mommykai22

Halo, selamat pagi semua. Makasih yang sudah setia membaca. Author usahain up lebih banyak hari ini ya. Selamat membaca semua 🩷🩷

| 36
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Menghukum dan Dihukum

    "Kurasa Raynard menyukai wanita itu," seru Rania malam itu saat ia sudah duduk berdua bersama Lucas di kamarnya. Lucas menaikkan alis. "Mengapa kau bisa berpikir begitu?" "Entahlah, hanya perasaanku saja. Sejak awal dia masuk ke ruang VIP bersama Lira saat makan malam, kau tahu apa yang terlintas di pikiranku saat itu?" "Apa?" "Wajah mereka mirip. Haha. Aku tahu ini absurd sekali, tapi entah mengapa saat melihat mereka berjejer, aku merasa mereka mirip. Bukankah kalau mirip artinya jodoh?" "Hmm, lalu apakah kita mirip?" Lucas mendekati istrinya dan menempelkan wajah mereka sampai Rania tergelak sendiri. "Seharusnya kita tidak mirip, tapi kau tahu apa yang orang bilang? Katanya dibanding Rendy denganku, kau lebih mirip denganku." Lucas ikut tergelak mendengarnya. "Mungkin setelah lama bersama, kita menjadi mirip." "Haha, mungkin saja. Tapi aku serius, Lucas. Lira dan Raynard bertemu secara kebetulan tadi, lalu bagaimana mereka bisa jalan bersama? Itu kan aneh, pasti Raynard ya

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Modus sang Chef

    Lira tidak menyangka ia benar-benar duduk di antara keluarga Raynard malam itu di sebuah restoran di dalam mall. Ini masih tetap canggung baginya, walaupun Rania sangat ramah dan terus tersenyum padanya. "Jadi kau berumur 25 tahun sekarang?""Iya, Bu.""Kau berapa bersaudara?" "Aku 3 bersaudara, aku anak paling besar." "Oh, kau juga anak sulung sama sepertiku, tapi adikku hanya satu dan sekarang masih kuliah. Bagaimana dengan adikmu?" Rania mengunyah makanannya sambil tidak berhenti bertanya. "Adikku yang laki-laki sudah bekerja, umurnya 23 tahun, sedangkan adik bungsuku perempuan, masih SMA." "Oh, begitu ya? Pasti rasanya menyenangkan punya banyak saudara kan?" Lira tersenyum singkat dan tidak menjawabnya, tapi Raynard langsung meliriknya, seolah paham apa yang Lira pikirkan sekarang. "Kau seperti sedang wawancara, Rania. Biarkan dia makan dulu. Ayo, makanlah, Lira." "Ah, terima kasih." Lira tersenyum sambil memakan makannya, sedangkan Rania sampai sungkan sendiri karena mer

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Terjebak

    Raynard dan Lira masih saling menatap di sana dengan debaran jantung yang sama-sama menderu. Namun, suara Raline langsung mengalihkan fokus Lira. "Bola! Bola!" Raline sudah berhenti menangis saat menatap wajah Lira di hadapannya, apalagi melihat bola di tangannya."Oh, bola, ini bolanya, Sayang, jangan menangis ya," seru Lira lembut. Baby sitter baru akan maju mengambil Raline, tapi Raynard menahannya. "Biarkan saja, dia temanku." "Oh, iya, Pak." Baby sitter mundur dan gantian Raynard yang maju mendekati Lira. "Kita bertemu lagi, Lira." "Ah, iya, Chef. Aku terkejut sekali." "Apa kau sedang tidak bekerja? Atau jangan-jangan ada Melinda di sini?" "Ah, apa Anda ingin sekali bertemu dengannya? Maaf membuat Anda kecewa karena Bu Melinda tidak ada. Aku sedang ijin hari ini, jadi aku sendirian." Raynard menaikkan alis mendengarnya. "Kecewa? Mengapa kau bisa berpikir aku kecewa karena tidak bertemu dengannya?" "Hmm, tidak. Bukankah kalian ... bersama, jadi kupikir ...." "Aku leb

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Mungkin Jodohnya

    "Bagaimana menurutmu tentang dia?" Lira menyetir mobilnya pergi dari restoran Raynard dan Melinda pun terus tersenyum sepanjang perjalanan. "Hmm, Chef Raynard?" "Tentu saja, siapa lagi." Lira melirik bosnya itu dari kaca spion dan mengangguk. "Dia pria yang sangat karismatik." "Bukan hanya karismatik. Dia punya visi. Dan aku suka pria yang punya visi." "Dia sangat cocok dengan Anda." "Benarkah itu? Tapi sayangnya, cocok belum tentu akan bersama. Aku tidak merasa dia tertarik padaku." "Kurasa tidak akan ada pria yang tidak tertarik dengan Anda, Bu." Melinda menaikkan alis. "Begitu menurutmu? Semoga saja." Melinda terus tersenyum dan Lira kembali melirik. Melinda terlihat sangat menyukai chef tampan itu.Dengan cepat, mereka pun tiba di kantor dan kembali bekerja, sebelum akhirnya malam menjelang dan Lira pulang ke rumah. Ia sempat menceritakan semuanya pada Mefi dan Mefi langsung heboh mendengarnya. "Apa? Chef idolaku adalah pria yang dijodohkan dengan bosmu? Astaga, bagaim

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Rahasia Kita

    "Ke mana saja kau? Mengapa lama sekali menjemputku?" Melinda mengernyit begitu Lira tiba, tidak biasanya Lira terlambat menjemputnya di rumah. "Maaf, Bu, tadi ada sedikit kendala." "Kendala apa?" Lira terdiam sejenak, berpikir keras untuk memberitakan pertemuannya dengan Raynard atau tidak, tapi akhirnya ia memilih untuk tidak menceritakannya. "Hanya bertengkar kecil dengan Ruli," jawab Lira akhirnya. Dua tahun lamanya Melinda mengenal Lira, ia pun tahu tentang bagaimana latar belakang Lira, walaupun ia tidak pernah banyak bertanya. "Hmm, apa masalahnya sudah selesai?" "Sudah, Bu." Melinda menatap Lira sejenak dan mengangguk. "Baiklah, tidak masalah. Sekarang antar aku ke restoran Raynard, kau tahu tempatnya kan?" Lira membelalak sejenak. "Restoran ... Chef Raynard?" "Iya, ibuku menitipkan wine untuk Raynard dan katanya aku harus menyerahkannya sendiri. Aku tahu ini hanya akal-akalannya saja agar aku dekat dengan Raynard. Tapi aku tidak masalah karena aku juga ingin mengena

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Penasaran

    Raynard tidak pernah menyangka ia akan bertemu dengan Lira. Lagi-lagi secara kebetulan. Sejak Lira keluar dari mobilnya dan menutup pintu mobil dengan penuh emosi, Raynard sudah melihatnya. Dinding kafe itu dari kaca sehingga Raynard bisa melihat kondisi di luar. Raynard takjub dan tersenyum kecil karena kebetulan itu. Ia berniat menyapa Lira begitu wanita itu mendekat. Tapi wanita itu tidak melihatnya. Bukan hanya tidak lihat, tapi Lira melangkah begitu cepat sampai ke meja di belakang Raynard dan mendadak menggebrak mejanya penuh emosi. Raynard tersentak kaget melihat betapa barbar wanita itu, padahal ia pikir, Lira itu cukup kalem dan anggun. Lira membentak dan bertengkar dengan seorang pria sampai menjadi tontonan orang satu kafe. Entah mengapa, Raynard mendadak ikut malu padahal Raynard tidak ada hubungannya dengan ini. Awalnya Raynard pikir, pria itu adalah kekasih Lira, tapi belakangan ia baru tahu kalau pria itu adalah adik Lira. Sampai akhirnya pertengkaran itu selesai,

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status