Share

Tamu di Pagi Hari

Penulis: Mommykai22
last update Terakhir Diperbarui: 2025-10-22 17:37:12

Lucas dan Rania langsung tersentak kaget begitu mendengar ketukan di kaca jendelanya. Sontak, Rania mendorong Lucas dan menoleh.

Ia pun langsung membelalak saat melihat Yetty sudah di sana. Entah apa ibunya itu melihat adegan di dalam mobil atau tidak.

"Itu ibuku, Pak! Astaga!" seru Rania panik sambil memperbaiki rambutnya. "Aku ... aku permisi, Pak!"

Rania pun segera membuka pintunya dan menyapa Yetty.

"Ibu?"

"Ah, Rania? Benar kau ya?"

Tadinya Yetty terus mengernyit melihat mobil yang berhenti tepat di depan rumahnya. Yetty tidak bisa melihat apa pun dari luar karena kaca mobil sangat gelap.

Namun, ada siluet gerakan aneh di dalam mobil yang membuat jantung Yetty langsung berdebar kencang dan ia memberanikan diri mengetuk kacanya.

Lucas sendiri akhirnya ikut keluar demi kesopanan.

"Selamat malam, Bu Yetty!"

"Astaga, ada Pak Lucas. Maafkan kalau aku tidak sopan mengetuk kacanya. Sekali lagi maafkan aku, Pak." Yetty menunduk sungkan.

"Tidak masalah. Kami baru selesai mengobro
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (2)
goodnovel comment avatar
Deela Purnama Aditya
ohhh God Author bikin penisirin aj lanjut donk Thor nanggung nih
goodnovel comment avatar
Chili Ruhenk
siapa pula yg datang itu thor,,jngn2 evan atau keluarga nya,, lnjut dong thor jngn bikin penasaran
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Bola Mata Hampir Menggelinding

    "Astaga, bagaimana aku bisa lupa membawa ponselku yang satu lagi. Kembali ke rumah Lucas dulu, satu ponselku ketinggalan!" Lisbeth sudah duduk di mobil yang melaju saat ia ingat salah satu ponselnya ketinggalan. Ia selalu membawa dua ponsel ke mana pun. Yang satunya untuk urusan pekerjaan yang masih ditanganinya tipis-tipis, yang satu lagi untuk pribadi dan kesenangannya. "Baik, Bu," seru sang asisten yang langsung melajukan mobilnya kembali ke rumah Lucas. Untung saja mereka belum jauh. Mobil Lisbeth pun berhenti tidak terlalu jauh dari rumah Lucas, tapi di jarak yang aman agar tidak ada yang melihat, sehingga penyamarannya tetap aman. Namun, baru saja ia keluar dari mobil, ia langsung mengernyit melihat sebuah mobil di depan rumah Rania. Itu bukan mobil Lucas, Raynard, maupun mobil sopir Rania karena sang sopir tadi sedang pergi membeli sesuatu. "Mobil siapa itu? Siapa yang datang ke rumah?" "Itu seperti plat mobil Bu Camilla, Bu," sahut sang asisten. Lisbeth langsung membel

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Badai Belum Berakhir

    "Kau datang pagi sekali, Sissy." Sissy berkunjung ke rumah Rania pagi itu sambil membawa buah-buahan untuk ibu hamil yang sedang suka makan buah itu. "Karena aku libur, jadi aku mau main seharian di sini. Ini buah-buahan untukmu." "Ya ampun, terima kasih ya!" "Jangan sungkan! Tapi ... rumahmu jadi ramai ya," bisik Sissy sambil mengedarkan pandangan ke sekelilingnya. Sejak Lisbeth menginap, ini pertama kalinya Sissy datang ke rumah Rania lagi dan terlihat para pelayan berjalan kesana kemari. Rumah itu ramai sekali. "Aku sudah menceritakan semua lewat chat kan? Rumahku sekarang memang ramai sejak Oma Lis datang. Oma Lis itu sangat rajin dan dia tidak bisa diam, dia membersihkan setiap sudut sampai Lucas memanggil tiga pelayan lagi untuk membantunya." "Tapi untungnya para pelayan itu sangat baik, mereka tidak tega melihat Oma Lis mengerjakan semua sendiri, jadi mereka selalu siaga layaknya bodyguard yang mengikuti Oma Lis ke mana-mana," imbuh Rania dengan heboh. Sissy memicingkan

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Kejutan yang Menantinya

    Hampir satu minggu berlalu sejak Lisbeth tinggal di rumah Lucas. Dan dalam satu minggu itu, rumah Lucas berubah menjadi medan perang bagi para pelayan.Seperti kata Lucas, Surya akhirnya datang membawa tiga pelayan tambahan. Tentu saja rumah itu tidak sebesar itu sampai harus memakai banyak pelayan, tapi rumah yang ada Lisbeth di dalamnya selalu butuh banyak pelayan. Tiga pelayan itu fokus melayani Lisbeth, sedangkan Bik Nur tetap fokus melayani Rania dan Yetty. Awalnya Rania protes karena terlalu banyak pelayan, padahal tidak banyak yang dikerjakan, tapi Lucas ngotot harus ada tambahan pelayan. Dan benar saja, tambahan pelayan memang adalah solusi yang tepat karena setiap hari selalu ada drama baru di rumah. Pagi-pagi sekali, sebelum matahari benar-benar naik, suara sapu sudah terdengar menyapu halaman.Seorang pelayan selalu siap sedia berdiri di belakang Lisbeth dengan wajah tegang. Setiap kali ujung sapu hampir menyentuh tanah, pelayan itu refleks bergerak."Tangkap!" serunya

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Menyukai Mereka

    Lucas terus mengembuskan napas lelahnya malam itu. Ia lelah dalam arti yang sesungguhnya karena ulah Lisbeth. Rania yang melihat Lucas kelelahan sampai tidak tega, ia merasa bersalah seolah karena dirinya, Lucas menerima Oma Lis di rumah ini. "Lucas, aku minta maaf. Karena aku, kau jadi terpaksa menerima Oma Lis," seru Rania yang sudah duduk di kursi di meja makan bersama Lucas. "Hei, mengapa kau menyalahkan dirimu? Aku tidak masalah." "Tapi kau jadi kelelahan. Sebenarnya apa yang kau lakukan tadi di atas?" "Hanya memindahkan beberapa barang bersama Raynard, tidak masalah. Dan tidak apa, Oma Lis pantas tinggal di sini. Tapi kau harus baik padanya, Rania. Jangan menganggapnya seperti pelayan, tapi seperti nenek sendiri. Kau mengerti maksudku kan?" Rania mengangguk. "Tentu saja. Aku tidak akan menganggap dia pelayan, dia sudah terlalu tua untuk bekerja. Aku pun tidak mungkin menyuruhnya bekerja." "Baguslah kalau begitu. Tapi apa tadi kau membuat klepon? Baunya sampai ke sini. Aku

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Dari Pewaris Jadi Kuli

    "Minum dulu, Oma. Oma terlihat lelah." Rania langsung menyajikan minum begitu Lisbeth selesai memotong rumput. Wanita tua itu terlihat sumringah dan sama sekali tidak lelah, seolah pekerjaan fisik sudah menjadi kebiasaannya sehari-hari. "Ah, terima kasih, Nak Rania. Kau baik sekali." Lisbeth berdiri bangga menatap lapangan golf mininya sambil meneguk minumannya. "Hmm, tapi membersihkan rumput di taman tidak perlu dikerjakan juga, Oma," seru Yetty juga. "Seperti yang Lucas bilang, ada tukang kebun. Jadi jangan terlalu lelah, kerjakan yang bisa dikerjakan saja." Yetty benar-benar takut melihat Oma Lis bekerja. Tentu saja di kampung semua orang, mau tua mau muda sudah terbiasa bekerja, tapi tetap saja Oma Lis sudah nenek-nenek. Bahaya sekali kalau wanita tua itu sampai kelelahan dan pingsan. Itu akan menjadi masalah baru bagi mereka. "Ya ampun, kau perhatian sekali, Bu Yetty. Tapi tenang saja! Semuanya aman, aku ini sudah biasa bekerja sejak muda. Tidak ada yang tidak bisa kulakuka

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Tekanan Darah Naik

    Lucas menyesali ucapannya bahkan sebelum kalimat itu benar-benar selesai menggantung di udara.Semua orang terdiam kaget, tapi Lisbeth malah langsung bangkit dari duduknya dengan lincah."Kalau begitu, mulai sekarang Oma kerja ya! Oma boleh masuk rumah kan?" seru Lisbeth yang langsung bersemangat. "Ayo masuk, Bik!" ajaknya pada Bik Nur. Lisbeth masuk rumah bersama Bik Nur, menyisakan Rania dan Yetty yang masih berdiri di luar tanpa tahu apa-apa. "Apa ini tidak masalah, Lucas? Kau baru saja menerima orang asing bekerja tanpa tahu asal usulnya dulu," seru Yetty khawatir. "Ah, itu ... aku yakin dia orang baik, Ibu. Tidak masalah," sahut Rania membela Lucas. "Tapi kita benar-benar tidak tahu siapa dia dan asalnya dari mana. Minta bekerja juga memaksa sekali, ini terlalu aneh," seru Yetty waspada. "Ibu, Ibu yang mengajari aku jangan berprasangka buruk dulu kan? Tidak apa. Tidak apa," sahut Rania lagi. Yetty tidak bisa berkata-kata. "Kalau begitu, Ibu lihat ke dalam dulu!" Yetty langs

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status