Share

Tindakan Kecilnya

Penulis: Mommykai22
last update Tanggal publikasi: 2026-03-31 16:42:01

Lira benar-benar tertegun sekian detik mendengar pertanyaan yang mengejutkan itu. Ia tidak menyangka Raynard akan begitu agresif dan mengajaknya berciuman.

Namun, Lira masih waras.

"Jangan gila, Raynard!" Lira mendorong Raynard menjauh. "Aku wanita baik-baik dan aku bukan wanita yang bisa diajak berciuman pada kencan pertama."

Raynard kembali tertawa. "Aku tahu kau wanita baik-baik. Aku tidak akan salah pilih."

Lira menahan napasnya sejenak mendengar kata tidak salah pilih, tapi ia tidak ma
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Restu yang Turun

    Raynard tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya. Ia sudah ingin mencium Lira sejak kemarin, tapi ia menahan diri. Bahkan ia sudah bertekad tidak akan melakukannya sebelum Lira resmi menerimanya. Namun, ia tidak tahan lagi. Begitu bibirnya bertemu dengan bibir Lira, hasrat Raynard makin mengentak. Ia terdiam sejenak, membiarkan bibir mereka menempel, seolah meminta ijin pada Lira. Dan wanita itu tetap diam. Diamnya Lira, Raynard anggap sebagai persetujuan, sebelum akhirnya Raynard memagut bibir manis itu dengan super lembut. Lira yang merasakannya pun tersentak. Seolah akhirnya sadar, Lira sontak mendorong dada Raynard menjauh. "Raynard, apa yang kau lakukan?" pekiknya dengan tatapan yang goyah dan panik. Bahkan dadanya naik turun saking tersengal. "Ah, Lira, maafkan aku ... aku ...." "Aku turun dulu. Itu ... aku akan meminta Mefi membantu menurunkan parcelnya!" Buru-buru Lira keluar dan memanggil Mefi. Bahkan Raynard belum sempat mengejar untuk menjelaskan apa pun, tapi Mefi

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   First Kiss

    "Hmm, sekali lagi terima kasih parcelnya, itu ... besar sekali, Grandma," seru Lira yang sejak tadi tidak bisa memalingkan tatapannya dari parcel buah yang tinggi, lebar, dan terlihat berat itu."Haha, begitulah Grandma. Prinsipnya lebih baik lebih daripada kurang. Dan sepertinya buahnya lebih berat dibanding kau sendiri, Lira," celetuk Lucas santai sambil tersenyum.Lisbeth terkekeh. "Tidak apa-apa. Kalau berat, suruh Raynard yang bawa. Memangnya dia ada gunanya selain memasak?""Grandma!" protes Raynard tidak terima. Rania tertawa kecil. "Raynard memang sering jadi kurir kalau di rumah, Lira. Jadi tidak usah sungkan."Lira yang tadinya masih tegang, perlahan ikut tersenyum. Bahkan tanpa sadar, bahunya yang sempat kaku mulai mengendur. Ia pun duduk di kursinya sambil memeluk Raline bersamanya. "Kami sudah pesan beberapa menu. Kalau ada yang tidak cocok, bilang saja ya," ujar Rania lembut."Iya, terima kasih, Bu," jawab Lira sopan."Rania saja," koreksi Rania sambil tersenyum. "Kita

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Sambutan Hangat

    Raynard bangkit dari sofanya dan melangkah perlahan menghampiri Lira. "Kau sudah selesai?" tanyanya lembut. Tatapan Lira goyah. "Kau ... kau sudah menunggu berapa lama?" Senyum Raynard kembali merekah. "Tidak lama, tapi kau yakin sudah selesai? Kalau belum, kau bisa menyelesaikannya dulu, aku bisa menunggumu lagi." "Tidak usah menunggu lagi, aku sudah selesai. Aku ... maaf aku tidak melihat pesanmu tadi." Raynard mengangguk. "Tidak apa, Lira. Aku tahu kau sibuk." Suara Raynard terdengar tetap lembut, seolah pria itu sangat tulus, bukan hanya sekedar basa-basi. Padahal seharusnya Raynard lebih sibuk dari Lira, tapi malah Lira yang membuat pria itu menunggu. "Jadi ... kita bisa pergi sekarang kan?" tanya Raynard lagi. Lira tidak bisa menolak lagi, ia terlalu sungkan. "Hmm, baiklah. Kita ... hanya makan malam kan? Anggap saja ini permintaan maafku karena membuatmu menunggu. Aku ... aku yang traktir." Raynard terdiam sejenak, ia belum memberitahu Lira kalau mereka akan makan mal

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Kesabaran Seorang Pria

    Sebuah mobil melintas menuju ke gedung perusahaan Tanaya Group, tapi langsung melambat saat melewati halte bus. "Siapa itu? Itu Lira yang turun dari bus? Mengapa dia naik bus, bukankah dia membawa mobil perusahaan?" seru Bu Tanaya. Ada Melinda dan kedua orang tuanya di mobil itu. Melinda dan Pak Tanaya sendiri langsung menoleh. Baru saja Melinda akan menyahut, tapi seorang pria turun juga dari bus sampai membuatnya kehilangan suaranya. "Eh, bukankah itu Raynard?" ucap Pak Tanaya kaget. "Dia juga naik bus? Atau dia hanya menemani Lira?" Bu Tanaya terdiam sejenak sambil melirik Melinda. "Astaga, bisa-bisanya dia naik bus juga menemani Lira. Ini ...." Untuk sesaat, semua terdiam lagi, sebelum Bu Tanaya kembali bersuara. "Ya ampun, ternyata memang Raynard yang tergila-gila pada Lira sampai segitunya. Rasanya lega sekali kita sudah membatalkan perjodohan ini. Bagaimana bisa kita menyerahkan anak kita pada pria yang menyukai wanita lain." Pak Tanaya mengangguk. "Ini pilihan yang tep

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Menemani Naik Bus

    "Selamat pagi, Ibu! Selamat pagi, Grandma!"Raynard masuk ke ruang makan lebih pagi dari biasanya. Ia mencium kening ibu dan neneknya pagi itu. Ekspresi Camilla tetap dingin, tapi ekspresi Lisbeth sangat bahagia. "Wah, wah, apa yang membuatmu begitu bersemangat pagi ini, Raynard?" seru Lisbeth penasaran. Raynard melirik ibunya. "Tanyakan saja pada Ibu, Grandma. Ibu yang membuatku sangat bahagia." Lisbeth menatap Camilla. "Benarkah itu? Apa yang sudah kau lakukan, Camilla?" "Aku tidak melakukan apa-apa. Raynard saja yang berlebihan, Ibu." "Kalau begitu apa yang membuatmu senang, Raynard? Beritahu Grandma." "Haha, kemarin aku berkencan dengan Lira, Grandma. Dan secepatnya aku akan mengenalkan Lira pada kalian sebagai kekasihku." Mata Lisbeth membulat mendengarnya. "Benarkah itu? Kau sudah merestuinya, Camilla?" "Jangan mimpi! Keluarganya tidak cocok bersanding dengan keluarga Mahendra," sahut Camilla sedingin biasanya. Namun, entah mengapa, ancaman Camilla sekarang terasa seper

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Tindakan Kecilnya

    Lira benar-benar tertegun sekian detik mendengar pertanyaan yang mengejutkan itu. Ia tidak menyangka Raynard akan begitu agresif dan mengajaknya berciuman. Namun, Lira masih waras. "Jangan gila, Raynard!" Lira mendorong Raynard menjauh. "Aku wanita baik-baik dan aku bukan wanita yang bisa diajak berciuman pada kencan pertama." Raynard kembali tertawa. "Aku tahu kau wanita baik-baik. Aku tidak akan salah pilih." Lira menahan napasnya sejenak mendengar kata tidak salah pilih, tapi ia tidak mau menanggapinya lagi. "Hmm, aku sudah tidak mau nonton, aku mau keluar saja. Kalau kau masih mau menonton, nonton saja, aku pulang duluan." Lira segera bangkit dari kursinya dan tanpa menunggu jawaban Raynard, ia pergi keluar dari gedung bioskop. Raynard sendiri masih tertawa, tapi ia bergerak cepat menyusul Lira keluar dari sana. "Hei, kau berjalan cepat sekali, Lira!" Raynard akhirnya berlari kecil untuk menyusul Lira. "Mengapa kau mengikuti aku? Kau tidak menonton?""Kalau kau tidak nonto

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Menyusul Calon Istrinya

    Tangisan Rania makin deras, sedangkan Yetty langsung menganga dan mematung mendengarnya. Ia tidak tahu harus berkata apa dan air matanya mendadak ikut mengalir begitu saja. "Maafkan aku! Maafkan aku, Ibu!" seru Rania lagi sambil meraih kedua tangan ibunya. Yetty masih mematung sampai Rania takut

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-28
  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Ujian dari Calon Mertua

    Lucas berdiri sambil menghela napas panjang setelah ia mandi malam itu. Ia memakai baju Rendy. Tubuh Rendy masih kurus sehingga bajunya juga seukuran tubuhnya, tapi terasa sangat ketat di tubuh berotot Lucas. Apalagi celananya, celananya panjang. Hanya saja, Lucas lebih tinggi dari Rendy dan membu

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-28
  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Tamu Untuknya

    "Eh, mengapa begitu gelap? Ini mati listrik?" Sissy dan Surya akhirnya tiba di rumah malam itu dan mereka terkejut mendapati rumah dan sekitarnya yang begitu gelap. "Astaga, mengapa Rania tidak memberitahu kalau mati listrik," seru Sissy yang buru-buru masuk ke rumah. Tapi ia segera teringat. "Oh

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-28
  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Makin Perhatian

    Lucas masih mematung mendengar ucapan Surya yang sangat mengejutkan."R-Rania hamil? Rania hamil anakku?" lirih Lucas, sungguh ia tidak pernah membayangkan akan punya anak. "Itu ... Anda dan Rania tidur bersama saat dia mabuk karena ulah Bu Camilla, Anda ingat kan?" Lucas kembali terdiam. Ya, ten

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-28
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status