Share

Bab 315

Author: Nabila Ara
last update publish date: 2026-04-15 19:24:22

"Jangan cemberut gitu, Sayang."

Alana dan Ken sudah duduk di balkon kamar hotel mereka. Di depan mereka sudah ada beberapa menu makan siang.

Saat ini sudah jam dua siang dan ya mereka terlambat makan siang karena tadi mereka berdua kembali melakukan aktivitas membakar kalori di atas ranjang.

Yang niat awal Ken hanya ingin mencium istrinya agar Alana bangun malah ia kebablasan sampai ke aktivitas inti.

Alana yang tidak punya tenaga untuk menolak suaminya hanya bisa pasrah saja.

Untungnya tadi
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 325

    "Besok ikut ke kantor lagi atau nggak?" tanya Arthur begitu mereka tiba di rumah.Hari ini Rose ikut ke kantor sampai Arthur selesai bekerja. Untungnya hari ini semua meeting Arthur dengan klien di kantor, jadi Rose tidak ditinggalkan sendirian."Besok aku di rumah saja ya, Pa. Eh lihat besok pagi deh. Kalau triplets mau ikut dengan Papa mereka, jadi aku ikut deh ke kantor. Tadi pagi aku ikut ke kantor kan karena triplet nggak mau jauh-juah dari Papanya.""Triplets atau Mamanya Triplets yang nggak mau jauh-jauh sama Papanya?" goda Arthur."Dua-duanya." Rose hanya bisa nyengir saja.Mereka pun sama-sama keluar dari dalam mobil."Tuan..." panggil Jaka hingga Arthur menghentikan langkah kakinya.Jaka menghampirinya sambil membawa satu paket di tangannya."Tuan, ini ada paket milik Tuan. Tidak lama sebelum Tuan dan Nona Rose datang, kurir paketnya baru mengantarkan ini jadi belum saya bawa ke dalam rumah."Kening Arthur mengernyit. "Paket? Dari siapa Jaka? Aku tidak ada belanja online akh

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 324

    "Egghhh..." Rose membuka matanya, masih dalam posisi baring.Ia diam sejenak sambil mengumpulkan nyawanya.Selang beberapa menit, ia menatap kesekeliling dan hanya ia sendiri di kamar itu. Kemudian ia mengambil ponselnya yang ada di dalam tasnya yang tadi Arthur simpan di atas nakas.Di kamar itu memang tidak ada jam dinding hingga Rose tidak bisa melihat saat ini sudah pukul berapa.Gadis itu mengambil ponselnya di dalam tas kemudian ia langsung menyalakannya. "Ternyata sudah pukul sebelas," gumamnya.Ia pun membuka akun sosial medianya di aplikasi bewarna merah muda. Ia melihat status di akun sosial media Alana. "Pengantin baru yang mau berangkat honey moon. Lancar-lancar honey moonnya kalian berdua di Maldives ya Al. Aku senang banget sekarang kamu sudah menikah dengan Ken," ucap Rose sambil tersenyum bahagia melihat postingan Alana di storynya yang menampilkan gambar kedua tangan saling bertautan dengan backgroundnya di Bandara. Sudah jelas tautan tangan itu milik Alana dan Ken.

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 323

    Arthur menatap istrinya yang sudah terlelap karena kelelahan menangis. Tadi Rose cukup lama menangis di pelukan Arthur, hingga ia kelelahan dan mengeluh mengantuk. Arthur membawa istrinya ke kamar pribadinya yang memang ada di ruangannya ini. Dulu saat ia masih sendiri bahkan belum mengenal Rose, Arthur sering menggunakan kamar pribadi ini untuk ia menginap jika ia malas pulang ke rumah.Tetapi sejak mengenal Rose apalagi dulu Zumi membawa Rose untuk tinggal di rumahnya, ia sudah tidak pernah menginap di kantor lagi..Jika ada pekerjaan yang belum selesai, ia pasti bawa pulang ke rumah. Apalagi di saat Rose sedang mengalami masa-masa sedihnya karena masalah rumah tangganya dengan Zumi, Arthur lebih sering berada di rumah hanya demi Rose.Dulu Arthur termasuk pria yang sangat workaholic, tetapi semua itu berubah sejak ia bersama Rose. Rasanya ia ingin menghabiskan waktunya bersama istrinya ini.Arthur mengusap lembut pipi istrinya dengan lembut. Sejak masuk ke kamar ini tadi, Rose la

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 322

    "Matanya Mama kok melah?"Miranda langsung tersenyum dan cepat-cepat ia menghampiri putranya. Wanita itu berjongkok di depan putranya, senyuman di wajahnya tidak luntur."Tadi matanya Mama kemasukan debu makanya jadi merah. Tapi debunya sudah hilang kok. Mama baik-baik saja Sayang. Tadi Rio sama Tante Rose darimana saja?" tanya Miranda.Rose berjalan mendekati mereka. Sementara Arthur dan Agam tetap berdiri di tempat mereka tadi."Tadi Tante cantik ajak Lio makan. Nasinya bewalna kuning, lasanya enak sekali. Lio suka. Telus tadi Lio juga makan ayam goleng," celoteh Rio.Anak laki-laki itu terlihat ceria tidak seperti tadi yang diam saja sebelum di ajak keluar bersama Rose.Miranda menepuk keningnya. "Astaga tadi sebelum kesini Mama lupa ajak Rio sarapan dulu. Maafin Mama ya Sayang. Sudah terima kasih dengan Tante Rose?"Rio langsung mengangguk dengan mantap. "Sudah Mama. Kan Mama selalu bilang kalau di kasih sesuatu sama olang lain kita halus beltelima kasih. Lio benal kan Mama.""Pin

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 321

    "Miranda..." ucap Agam pelan.Tatapan Agam dan Miranda bertemu. Helaan napas panjang terdengar dari pria itu."Aku belum bisa memutuskannya sekarang aku menerima permintaan kamu atau menolaknya karena jujur saja aku bingung harus melakukan apa. Yang menentukan hidup dan mati manusia itu Tuhan, Miranda meski dokter bisa memvonis peluang hidup pasiennya. Daripada menitipkan putramu sendiri pada orang lain, alangkah baiknya jika kamu berjuang untuk sembuh. Aku tahu kanker bukan penyakit yang ringan, tetapi bukankan peluang untuk sembuh tetap ada. Kamu sudah menjalani operasi?" tanya Agam.Miranda menggeleng. Sejak dirinya tahu menghidap kanker ginjal dua tahun yang lalu, Miranda menolak saran dokter untuk melakukan operasi. Hal itu karena ia tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi padanya saat di meja operasi dan meninggalkan putranya yang masih kecil.Sejak ia hamil, kondisi Miranda memang tidak pernah baik. Ia berjuang sendiri menyembuhkan mentalnya agar janin yang ia kandung tetap baik

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 320

    Arthur menatap dua orang di depannya secara bergantian."Sekarang lebih baik kamu jujur saja, Nona. Apa tujuan kamu sebenarnya menemui Agam? Kalau kamu jujur, aku akan mempertimbangkan langkah selanjutnya apakah akan menuntut kamu jika sampai menjelekkan nama asisten pribadi saya," ucap Arthur.Ia harus segera menyelesaikan masalah ini karena tidak ingin membuatnya bertele-tele.Di sini ia juga harus sebagai penengah karena membiarkan Agam sendiri yang menyelesaikan di saat asisten pribadinya sedang emosi bukan pilihan yang bijak.Ia yakin pasti ada alasan mengapa wanita itu berani datang ke kantornya hanya untuk menemui Agam.Miranda tampak menghela napas panjang. Ia menatap Arthur sebentar lalu mengalihkan pandangannya ke arah Agam yang menatapnya dengan tatapan tajam.Ia tahu Agam pasti kesal dengan apa yang ia lakukan pagi ini. Tapi semua itu karena ia sedang dalam kondisi terdesak. Bahkan ia harus mengabaikan harga diri yang ia agung-agungkan selama ini.Bagi Miranda, hanya Agam

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 247

    Pagi-pagi sekali Rose sudah bangun tidur. Gadis itu bahkan sengaja menyetel alarm agar ia bisa bangun awal. Rose ingin menyiapkan menu sarapan untuk suami tercinta.Arthur tidak memintanya hanya saja ia ingin menyiapkan sarapan untuk sang suami. Ia merasa sudah cukup lama tidak membuatkan sarapan

    last updateLast Updated : 2026-04-04
  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 253

    Setelah makan siang, Arthur dan Rose jalan-jalan di dekat Villa.Udara Puncak siang itu terasa sejuk, berbeda jauh dengan panas kota yang biasa mereka rasakan. Angin berhembus lembut, membawa aroma tanah dan dedaunan yang basah. Langit tampak biru cerah dengan awan putih yang berarak pelan, menamba

    last updateLast Updated : 2026-04-04
  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 246

    "Sayang, masuk ke dalam Villa kamu tutup mata kamu ya," pinta Arthur setelah ia dan Rose turun dari mobil.Untuk bucket bunga serta kue ulang tahun Rose di bawa oleh Jaka."Kenapa harus tutup mata?" tanya Rose bingung."Aku kan mau kasih kejutan satu lagi," jawab Arthur."Oh iya." Rose langsung ter

    last updateLast Updated : 2026-04-03
  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 245

    "Hari ini aku banyak banget dapat bunga. Tadi siang dapat bunga, terus ini juga dapat bunga. Tapi aku suka, bunganya wangi banget. Sama persis dengan wangi parfume Papa.""Aku tahu kamu suka wangi parfume itu, makanya sengaja aku semprotkan parfume ku pada bunga itu. Aku bersyukur kamu tetap bisa m

    last updateLast Updated : 2026-04-03
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status