공유

Bab 323

작가: Nabila Ara
last update 게시일: 2026-04-21 23:52:06

Arthur menatap istrinya yang sudah terlelap karena kelelahan menangis.

Tadi Rose cukup lama menangis di pelukan Arthur, hingga ia kelelahan dan mengeluh mengantuk. Arthur membawa istrinya ke kamar pribadinya yang memang ada di ruangannya ini.

Dulu saat ia masih sendiri bahkan belum mengenal Rose, Arthur sering menggunakan kamar pribadi ini untuk ia menginap jika ia malas pulang ke rumah.

Tetapi sejak mengenal Rose apalagi dulu Zumi membawa Rose untuk tinggal di rumahnya, ia sudah tidak pernah
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 323

    Arthur menatap istrinya yang sudah terlelap karena kelelahan menangis. Tadi Rose cukup lama menangis di pelukan Arthur, hingga ia kelelahan dan mengeluh mengantuk. Arthur membawa istrinya ke kamar pribadinya yang memang ada di ruangannya ini. Dulu saat ia masih sendiri bahkan belum mengenal Rose, Arthur sering menggunakan kamar pribadi ini untuk ia menginap jika ia malas pulang ke rumah.Tetapi sejak mengenal Rose apalagi dulu Zumi membawa Rose untuk tinggal di rumahnya, ia sudah tidak pernah menginap di kantor lagi..Jika ada pekerjaan yang belum selesai, ia pasti bawa pulang ke rumah. Apalagi di saat Rose sedang mengalami masa-masa sedihnya karena masalah rumah tangganya dengan Zumi, Arthur lebih sering berada di rumah hanya demi Rose.Dulu Arthur termasuk pria yang sangat workaholic, tetapi semua itu berubah sejak ia bersama Rose. Rasanya ia ingin menghabiskan waktunya bersama istrinya ini.Arthur mengusap lembut pipi istrinya dengan lembut. Sejak masuk ke kamar ini tadi, Rose la

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 322

    "Matanya Mama kok melah?"Miranda langsung tersenyum dan cepat-cepat ia menghampiri putranya. Wanita itu berjongkok di depan putranya, senyuman di wajahnya tidak luntur."Tadi matanya Mama kemasukan debu makanya jadi merah. Tapi debunya sudah hilang kok. Mama baik-baik saja Sayang. Tadi Rio sama Tante Rose darimana saja?" tanya Miranda.Rose berjalan mendekati mereka. Sementara Arthur dan Agam tetap berdiri di tempat mereka tadi."Tadi Tante cantik ajak Lio makan. Nasinya bewalna kuning, lasanya enak sekali. Lio suka. Telus tadi Lio juga makan ayam goleng," celoteh Rio.Anak laki-laki itu terlihat ceria tidak seperti tadi yang diam saja sebelum di ajak keluar bersama Rose.Miranda menepuk keningnya. "Astaga tadi sebelum kesini Mama lupa ajak Rio sarapan dulu. Maafin Mama ya Sayang. Sudah terima kasih dengan Tante Rose?"Rio langsung mengangguk dengan mantap. "Sudah Mama. Kan Mama selalu bilang kalau di kasih sesuatu sama olang lain kita halus beltelima kasih. Lio benal kan Mama.""Pin

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 321

    "Miranda..." ucap Agam pelan.Tatapan Agam dan Miranda bertemu. Helaan napas panjang terdengar dari pria itu."Aku belum bisa memutuskannya sekarang aku menerima permintaan kamu atau menolaknya karena jujur saja aku bingung harus melakukan apa. Yang menentukan hidup dan mati manusia itu Tuhan, Miranda meski dokter bisa memvonis peluang hidup pasiennya. Daripada menitipkan putramu sendiri pada orang lain, alangkah baiknya jika kamu berjuang untuk sembuh. Aku tahu kanker bukan penyakit yang ringan, tetapi bukankan peluang untuk sembuh tetap ada. Kamu sudah menjalani operasi?" tanya Agam.Miranda menggeleng. Sejak dirinya tahu menghidap kanker ginjal dua tahun yang lalu, Miranda menolak saran dokter untuk melakukan operasi. Hal itu karena ia tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi padanya saat di meja operasi dan meninggalkan putranya yang masih kecil.Sejak ia hamil, kondisi Miranda memang tidak pernah baik. Ia berjuang sendiri menyembuhkan mentalnya agar janin yang ia kandung tetap baik

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 320

    Arthur menatap dua orang di depannya secara bergantian."Sekarang lebih baik kamu jujur saja, Nona. Apa tujuan kamu sebenarnya menemui Agam? Kalau kamu jujur, aku akan mempertimbangkan langkah selanjutnya apakah akan menuntut kamu jika sampai menjelekkan nama asisten pribadi saya," ucap Arthur.Ia harus segera menyelesaikan masalah ini karena tidak ingin membuatnya bertele-tele.Di sini ia juga harus sebagai penengah karena membiarkan Agam sendiri yang menyelesaikan di saat asisten pribadinya sedang emosi bukan pilihan yang bijak.Ia yakin pasti ada alasan mengapa wanita itu berani datang ke kantornya hanya untuk menemui Agam.Miranda tampak menghela napas panjang. Ia menatap Arthur sebentar lalu mengalihkan pandangannya ke arah Agam yang menatapnya dengan tatapan tajam.Ia tahu Agam pasti kesal dengan apa yang ia lakukan pagi ini. Tapi semua itu karena ia sedang dalam kondisi terdesak. Bahkan ia harus mengabaikan harga diri yang ia agung-agungkan selama ini.Bagi Miranda, hanya Agam

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 319

    Melani menghela napas panjang, hatinya saat ini masih tidak baik-baik saja.Banyak pertanyaan yang ada di benaknya saat ini tentang apa yang ia lihat tadi di lobby kantor. Meski tadi Agam terlihat ingin menjelaskan, tetapi ia lebih memilih menghindar karena tidak siap dengan apa yang akan ia dengar dari mulut pria itu."Tenang Mel, abaikan semua yang membuat moodmu rusak hari ini," bisiknya pada dirinya sendiri.Ia kembali menghela napas panjang, lalu membuka tas bekalnya.Melani keluarkan satu kotak bekal yang ia bawa tadi karena ia harus sarapan meski nafsu makannya hilang entah kemana. Mengingat deadline pekerjaannya hari ini banyak, Melani harus tetap memaksakan sarapan agar ia fokus mengerjakan pekerjaannya. Apalagi ada kerjaan tambahan karena Alana masih cuti menikah.Melani menoleh ke arah meja Alana yang berada di samping mejanya. "Andai Alana ada," bisiknya.Kemudian gadis itu membuka kotak bekalnya. Ia menatap satu kotak bekal yang ada di dalam tes bekalnya. Sebenarnya Mel

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 318

    "Ada apa ini?"Semua orang di lobby kantor itu refleks menoleh ke arah sumber suara.Arthur berdiri di sana, dengan Rose di sampingnya. Wajah pria itu terlihat serius, matanya tajam menyapu seluruh lobby.Aura yang ia bawa cukup untuk membuat suasana langsung berubah tegang.Agam langsung menegakkan tubuhnya. “Tuan…”Arthur melangkah mendekat, pandangannya berpindah dari Agam ke Miranda, lalu ke anak laki-laki di sampingnya.“Agam, apa yang sedang terjadi di sini? Mengapa ramai-ramai seperti ini? Dan siapa dia?” tanya Arthur, suaranya cukup tenang tapi penuh wibawa.Belum sempat Agam menjawab, Miranda lebih dulu membuka suara.“Tuan, anda pasti atasan Agam. Saya—”“Diam.” Satu kata dari Arthur cukup untuk membuat Miranda terdiam membeku.Ia kemudian kembali menatap Agam. “Aku tanya kamu, Agam. Ada apa ini?”Agam menarik napas dalam. “Wanita ini datang dan mengaku bahwa anak itu anak saya, Tuan.”Alis Arthur sedikit terangkat. Ia melirik sekilas ke arah anak itu, lalu kembali menoleh

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 129

    "Tapi kali ini biarkan aku yang memegang kendali atas tubuh Papa."Rose mengabaikan rasa malunya karena kali ini ia ingin sekali bermain di atas tubuh Arthur.Arthur langsung tersenyum begitu mendengar ucapan Rose. Tentu saja ia menyambut inisiatif Rose dengan sukacita. Pria itu akhirnya menjatuhk

    last update최신 업데이트 : 2026-03-25
  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 125

    Arthur dan Rose baring sambil berpelukan. Malam ini mereka jadi menginap di hotel yang tidak jauh dari pantai yang mereka kunjungi. Dari balkon kamar hotel yang mereka pesan langsung memperlihatkan pemandangan laut yang sangat indah.Hotel ini beda dengan hotel yang Arthur pesan saat dulu mereka b

    last update최신 업데이트 : 2026-03-25
  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 117

    Arthur membuka celana boxernya hingga menampakkan benda purbakalanya yang sudah berada dalam kondisi on fire. Volumenya yang sudah bertambah besar, berurat dan panjang.Arthur menuntun benda purbakalanya, mengusapnya berkali-kali pada pintu gerbang lembah kenikmatan Rose yang sudah dipenuhi oleh ca

    last update최신 업데이트 : 2026-03-25
  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 118

    Rose membuka matanya dan ia menoleh ke samping, pria yang ia cintai masih terlelap, wajah damai pria itu terlihat begitu menawan. Dalam kondisi apapun Arthur memang selalu tampan.Tangan Rose mengusap rahang Arthur, semua yang ada di wajah Arthur, Rose sangat menyukainya. Diam-diam ia berdoa jika n

    last update최신 업데이트 : 2026-03-25
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status