Share

Bab 328

Author: Nabila Ara
last update publish date: 2026-04-26 23:28:01

"Halo Zumi," ucap Arthur begitu panggilan telepon terhubung.

"Pa, minggu depan aku akan pulang ke Jakarta." Suara Zumi terdengar tenang di seberang telepon.

"Pengobatan kamu sudah selesai?" tanya Arthur.

Arthur memang tidak begitu mengikuti proses pengobatan putra angkatnya itu, meski dokter yang menangani Zumi adalah temannya sendiri.

"Belum, Pa. Tapi aku ada urusan di Jakarta jadi harus pulang untuk sementara waktu di Jakarta."

"Pengobatan kamu bagaimana? Nggak papa kalau di jeda dulu? Dokter
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 328

    "Halo Zumi," ucap Arthur begitu panggilan telepon terhubung."Pa, minggu depan aku akan pulang ke Jakarta." Suara Zumi terdengar tenang di seberang telepon."Pengobatan kamu sudah selesai?" tanya Arthur.Arthur memang tidak begitu mengikuti proses pengobatan putra angkatnya itu, meski dokter yang menangani Zumi adalah temannya sendiri."Belum, Pa. Tapi aku ada urusan di Jakarta jadi harus pulang untuk sementara waktu di Jakarta.""Pengobatan kamu bagaimana? Nggak papa kalau di jeda dulu? Dokter kamu sudah tahu?""Pengobatanku sementara di jeda dulu, Pa dan dokterku sudah mengizinkan kok. Papa disana baik-baik saja kan?" tanya Zumi."Kami baik-baik saja kok di sini. Kamu pulang sendiri atau bersama Ririn?" Arthur sengaja tidak memberi tahu Zumi tentang teror paket yang ia dapatkan. Lagi pula masalah ini masih belum jelas, lebih baik tidak banyak orang yang tahu dulu."Aku pulang sendiri, Pa. Ririn tetap berada di Singapura. Pa, selama aku di Jakarta, apakah aku boleh tinggal di rumah P

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 327

    "Kamu sudah menemukan sesuatu tentang pengirim paket itu, Restu?" tanya Arthur.Setelah makan malam, Arthur meminta Restu untuk menemuinya di ruang kerjanya. Ia meminta Rose untuk naik ke kamar duluan tetapi istrinya memilih untuk di ruang keluarga dulu karena Rose mengajak Salimah dan Bi Arum untuk menonton drama korea yang sedang viral saat ini.Arthur membiarkan istrinya bersama Salimah dan Bi Arum karena ia ingin membahas tentang paket teror yang ia dapatkan tadi sore."Tadi saya dan Taufik sudah mendatangi kantor dari pengantar paket itu, Tuan. Tetapi di sana kami juga tidak menemukan data pengirim karena yang mengantar paket itu adalah anak sekolah. Sepertinya pengirim paket itu sengaj meminta anak sekolah untuk mengirimkan paket itu ke kantor ekspedisi.""Kalian tidak meminta data anak sekolah itu?" tanya Arthur yang merasa tidak puas dengan lapran Restu."Kami hanya melihat wajah anak sekolah itu karena anak itu sama sekali tidak memberikan data apapun saat mengantar paket ke

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 326

    "Tuan ini...""Ada apa, Jaka?" tanya Arthur.Ragu-ragu Jaka memperlihatkan isi paket itu pada Arthur, Rose, Salimah dan Bi Arum dan sontak saja mereka semua terkejut dengan isi paket itu.Bagaimana tidak terkejut jika di dalam paket itu ada ayam kampung bewarna hitam sudah mati. Kepala ayam itu terputus dari badannya.Rose langsung menutup mulutnya dan ia langsung berlari menuju toilet yang di dekat dapur."Tuan, biar Bibi saja yang menyusul Nona Rose." Bi Arum mencegah Arthur saat ingin menyusul Rose yang sudah berlari keluar dari ruang keluarga.Salimah menyusul Bi Arum yang sudah menyusul Rose."Hoeekkkk..... Hoeekkk.... Hoeekkk....."Saat Bi Arum sudah di dekat toilet, terdengar Rose sedang muntah-muntah. Bi Arum langsung masuk ke dalam toilet yang memang tidak Rose tutup karena tadi ia sudah tidak kuat menahan mualnya setelah melihat isi paket yang dibuka oleh Jaka.“Nona...” Bi Arum langsung mengusap punggung Rose.“Nona Rose kenapa Bi?” tanya Salimah panik.“Nona muntah-muntah.

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 325

    "Besok ikut ke kantor lagi atau nggak?" tanya Arthur begitu mereka tiba di rumah.Hari ini Rose ikut ke kantor sampai Arthur selesai bekerja. Untungnya hari ini semua meeting Arthur dengan klien di kantor, jadi Rose tidak ditinggalkan sendirian."Besok aku di rumah saja ya, Pa. Eh lihat besok pagi deh. Kalau triplets mau ikut dengan Papa mereka, jadi aku ikut deh ke kantor. Tadi pagi aku ikut ke kantor kan karena triplet nggak mau jauh-juah dari Papanya.""Triplets atau Mamanya Triplets yang nggak mau jauh-jauh sama Papanya?" goda Arthur."Dua-duanya." Rose hanya bisa nyengir saja.Mereka pun sama-sama keluar dari dalam mobil."Tuan..." panggil Jaka hingga Arthur menghentikan langkah kakinya.Jaka menghampirinya sambil membawa satu paket di tangannya."Tuan, ini ada paket milik Tuan. Tidak lama sebelum Tuan dan Nona Rose datang, kurir paketnya baru mengantarkan ini jadi belum saya bawa ke dalam rumah."Kening Arthur mengernyit. "Paket? Dari siapa Jaka? Aku tidak ada belanja online akh

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 324

    "Egghhh..." Rose membuka matanya, masih dalam posisi baring.Ia diam sejenak sambil mengumpulkan nyawanya.Selang beberapa menit, ia menatap kesekeliling dan hanya ia sendiri di kamar itu. Kemudian ia mengambil ponselnya yang ada di dalam tasnya yang tadi Arthur simpan di atas nakas.Di kamar itu memang tidak ada jam dinding hingga Rose tidak bisa melihat saat ini sudah pukul berapa.Gadis itu mengambil ponselnya di dalam tas kemudian ia langsung menyalakannya. "Ternyata sudah pukul sebelas," gumamnya.Ia pun membuka akun sosial medianya di aplikasi bewarna merah muda. Ia melihat status di akun sosial media Alana. "Pengantin baru yang mau berangkat honey moon. Lancar-lancar honey moonnya kalian berdua di Maldives ya Al. Aku senang banget sekarang kamu sudah menikah dengan Ken," ucap Rose sambil tersenyum bahagia melihat postingan Alana di storynya yang menampilkan gambar kedua tangan saling bertautan dengan backgroundnya di Bandara. Sudah jelas tautan tangan itu milik Alana dan Ken.

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 323

    Arthur menatap istrinya yang sudah terlelap karena kelelahan menangis. Tadi Rose cukup lama menangis di pelukan Arthur, hingga ia kelelahan dan mengeluh mengantuk. Arthur membawa istrinya ke kamar pribadinya yang memang ada di ruangannya ini. Dulu saat ia masih sendiri bahkan belum mengenal Rose, Arthur sering menggunakan kamar pribadi ini untuk ia menginap jika ia malas pulang ke rumah.Tetapi sejak mengenal Rose apalagi dulu Zumi membawa Rose untuk tinggal di rumahnya, ia sudah tidak pernah menginap di kantor lagi..Jika ada pekerjaan yang belum selesai, ia pasti bawa pulang ke rumah. Apalagi di saat Rose sedang mengalami masa-masa sedihnya karena masalah rumah tangganya dengan Zumi, Arthur lebih sering berada di rumah hanya demi Rose.Dulu Arthur termasuk pria yang sangat workaholic, tetapi semua itu berubah sejak ia bersama Rose. Rasanya ia ingin menghabiskan waktunya bersama istrinya ini.Arthur mengusap lembut pipi istrinya dengan lembut. Sejak masuk ke kamar ini tadi, Rose la

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 209

    Layar monitor USG pun menyala. Dokter Lucia mulai menggerakkan alat USG secara perlahan, dokter cantik terlihat fokus menatap layar.Beberapa detik berlalu.Arthur mencondongkan tubuhnya ke depan. “Bagaimana, Dok?” tanyanya tidak sabar. Ia menatap layar monitor tapi sama sekali ia tidak paham denga

    last updateLast Updated : 2026-04-01
  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 200

    Begitu mobil berhenti di halaman rumah, Rose menarik napas dalam sebelum membuka pintu. Lampu-lampu rumah sudah menyala terang, membuat suasana terasa hangat, tapi entah kenapa dadanya justru terasa semakin penuh. Tangannya refleks meremas tali tas, memastikan isinya aman termasuk rahasia kecil yan

    last updateLast Updated : 2026-03-31
  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 196

    "Benaran sudah baikan? Kalau masih kurang enak badan, hari ini istirahat saja, Sayang. Aku tidak ingin kamu kenapa-kenapa," ucap Arthur.Sudah lebih dari lima kali pria itu bertanya pada Rose karena ingin memastikan gadis itu benar-benar sudah fit untuk berangkat ke kantor hari ini."Aku benaran su

    last updateLast Updated : 2026-03-31
  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 197

    “Sa-sayang?”Mendengar Arthur memanggil Rose dengan panggilan Sayang membuatnya terkejut, seolah kata itu baru saja menampar kesadarannya."Kenapa, Nona Mega?" tanya Arthur dengan santai."Kamu dan dia?" Suara Mega terdengar bergetar.Arthur mengangguk. "Rose adalah calon istriku."Di bawah meja, t

    last updateLast Updated : 2026-03-31
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status