Share

Bab 336

Author: Nabila Ara
last update publish date: 2026-05-04 23:59:49

“Pa...”

“Hmm....”

Rose sedang membantu suaminya untuk membuka dasi Arthur. Mereka sudah berada di kamar mereka.

“Menurut Papa, apa yang akan Zumi bahas dengan Papa. Kayaknya itu hal serius deh.”

“Aku juga penasaran, nggak biasanya dia begitu. Biasanya dia sering memendam masalahnya sendiri. Mungkin kali ini dia ingin minta masukan untuk masalahnya. Atau dia sedang mengalami masalah yang dia sendiri tidak bisa menyelesaikannya.”

Rose mengangguk-angguk. Setelah dasi suaminya terlepas, ia juga mem
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 389

    “Hoek....Hoek....Hoek...”Alana langsung memuntahkan semua yang ia makan tadi saat jam makan siang dan camilan yang ia makan bersama Melani.Bau telur busuk yang sangat menyengat di hidungnya membuat perutnya tidak kuat seolah sedang di aduk-aduk.Ken langsung menyusul istrinya yang sedang muntah-muntah di kamar mandi.“Sayang, kamu baik-baik saja?” tanya Ken.Pria itu mengusap punggung sang istri sementara Alana masih muntah-muntah sampai sudah tidak ada lagi yang bisa ia keluarkan.Tubuhnya begitu lemas. Andai di sampingnya tidak ada Ken yang menopang tubuhnya, mungkin ia sudah terjatuh di lantai kamar mandi.Setelah Alana berkumur, Ken langsung mengendong istrinya lalu membawanya menuju kamar mereka.Rencana makan malam harus di tunda karena ia lebih mengkhawatirkan istrinya.Ken langsung membaringkan istrinya dengan hati-hati di atas ranjang mereka.“Masih mual?” tanya Ken lembut sambil mengusap pipi sang istri.Alana mengangguk. “Mual banget. Ken di dapur kita ada telur busuk ya?

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 388

    Mau tidak mau Arthur harus bersabar karena permintaannya untuk pulang ke rumah tidak di setujui oleh Dokter Adit.Luka di dada kiri Arthur memang masih belum sembuh total karena saat itu tusukannya cukup dalam meski tidak mengenai organ penting."Papa itu belum sembuh makanya belum bisa pulang. Nanti kalau sudah sembuh juga pasti akan pulang kok. Dengarin saja saran Dokter Adit. Yang paling tahu tentang penyembuhan Papa kan Dokter Adit. Tidak mungkin beliau mau menahan pasiennya di rumah sakit jika memang sudah sembuh. Para dokter pasti paling senang kalau pasiennya sembuh Pa," ucap Rose begitu Dokter Adit dan perawat baru saja keluar dari ruang perawatan Arthur.Saat ini hanya ada mereka berdua di dalam ruangan itu karena sejak tadi pagi, Bi Arum pulang ke rumah. Seperti biasa, saat siang hari Bi Arum memang selalu pulang ke rumah."Pasti kamu senangkan karena ada penggemar di sini," gerutu Arthur lengkap dengan ekpresi cemberutnya.Rose hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingka

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 387

    Sampai Bi Arum kembali ke ruang perawatan Arthur, pria itu masih baring memunggungi sang istri.Karena di punggungi oleh sang suami, Rose memilih untuk duduk di sofa.Saat Bi Arum masuk ke dalam ruangan, wanita itu bingung melihat Rose di sofa sementara Tuan Arthur-nya baring miring menghadap dinding. Padahal atasannya itu sebelumnya selalu berdekatan."Apa yang terjadi aku pergi keluar?" Tentu saja Bi Arum hanya bertanya dalam hati.Suasana dalam ruang perawatan itu juga hening.Bi Arum mendekati Rose yang duduk di sofa."Nona mau Bibi potongin buah pir yang di bawa oleh Nona Alana kemarin?" tanya Bi Arum.Rose langsung mengangguk. "Mau Bi. Aku bosan juga diam-diam begini."Rose sengaja mengeraskan suaranya agar di dengar oleh Arthur.Tadi Rose sudah membujuk suaminya tetapi Arthur masih saja mendiamkannya. Padahal bukan salahnya. Ia juga tidak tahu jika Dokter Adit menyukainya.Rose memangnya harus bagaimana jika Dokter Adit menyukainya. Ia tidak bisa mengontrol perasaan orang lain

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 386

    Kondisi Arthur semakin semakin membaik. Sudah hampir seminggu Arthur di rawat di rumah sakit, dan selama itu juga Rose belum ada pulang ke rumah.Ia sama sekali tidak ingin meninggalkan suaminya sedikitpun.Bi Arum?Tentu saja selama itu juga Bi Arum menemani Rose di saat malam hari. Kondisi Rose yang sedang hamil membuat Bi Arum tidak ingin meninggalkan majikannya. Ia khawatir Rose memerlukan sesuatu, tentu ia bisa membantu.Sebenarnya Salimah ingin menggantikan Bi Arum menemani Rose, hanya saja Bi Arum yang bersikeras agar ia tetap berada di samping Rose.Namun saat siang hari, Bi Arum akan pulang ke rumah untuk masak untuk di bawa ke rumah sakit. Meski sedang berada di rumah sakit, ia ingin makanan tetap Rose terjamin.Jessica masih berapa di gedung eksekusi. Kondisi wanita itu sudah sangat lemah karena terus menerus mendapatkan hukuman dari orang kepercayaan Arthur.Agam dan Ken sepakat membiarkan kondisi Jessica seperti itu. Meski kondisi Arthur sudah semakin membaik, mereka sam

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 385

    "Tante cantik," seru Rio begitu masuk ke dalam ruang perawatan Arthur.Mendengar suara riang Rio membuat Rose langsung berdiri dan menghampiri Rio yang berlari mendekatinya.Melani dan Agam memang sengaja menjemput Rio di rumah Melani karena setelah dari menjenguk Arthur, mereka akan ke rumah sakit dimana Miranda di rawat.Rumah sakit tempat Arthur di bawa kemarin memang berbeda dengan rumah sakit tempat Miranda di rawat. Kebetulan memang rumah sakit ini yang paling dekat dengan letak restoran seafood.Kebetulan rumah sakit tempat Arthur di rawat memang rumah sakit yang besar."Wanginya. Tadi mandi sama siapa?" tanya Rose saat Rio memeluk kaki Rose."Oma yang bantu Lio mandi," celoteh Rio. Oma yang dimaksud Rio adalah Mamanya Melani."Tante cantik baik-baik saja?" tanya Rio.Rose tersenyum. "Tante baik-baik saja kok Sayang.""Om tampan mana?" tanya Rio."Om tampan?" tanya Rose bingung."Maksudnya Rio itu Tuan Arthur. Rio memang memanggil Tuan Arthur itu Om tampan," jawab Melani."Oh

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 384

    "Papa..""Ada Non?" tanya Bi Arum yang langsung mendekati Rose karena suara Rose cukup nyaring."Jari Papa bergerak Bibi," jawab Rose yang terus memegang tangan Arthur.Sesaat kemudian, kelopak mata Arthur tampak bergerak dan perlahan Arthur membuka matanya. Melihat itu, Rose langsung menekan bel di atas ranjang pasien Arthur yang memang terhubung dengan ruang perawat."Papa..." Rose masih terus memegang tangan Arthur.Gadis itu tersenyum lega saat Arthur sudah mulai membuka mata meski suaminya masih tampak lemas. Ia sangat senang sekali saat ini. Meski di hatinya masih tersimpan sesak sebelum dokter memeriksa sang suami.Hanya selang beberapa menit saja, pintu ruangan terbuka. Dokter dan perawat masuk ke dalam ruangan. Bahkan Jaka yang menunggu di depan ruangan tadi, ikut masuk saat melihat dokter dan perawat berlari masuk ke ruangan perawatan Arthur.Pria itu khawatir terjadi sesuatu pada Tuan Arthur-nya.Melihat dokter dan perawat sudah datang, Rose mundur memberikan ruang untuk do

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status