مشاركة

Bab 351

مؤلف: Nabila Ara
last update تاريخ النشر: 2026-05-17 16:05:06

Deru napas Rose tidak beraturan.

Gerakan yang tercipta dari bibir dan lidah Arthur yang telah bersinergi, mampu menghadirkan gelenyar aneh yang merayap, pertama-tama dari bawah kemudian naik ke atas hingga napas Rose tersengal-sengal.

Rasa yang ia rindukan malam ini kembali ia rasakan. Setiap sentuhan yang diberikan oleh suaminya selalu membuatnya menggila akan gelora gairah yang mulai membakarnya.

"Aaaahhhh..."

Suara itu begitu lirih, sebuah kata yang tidak berada dalam kamus besar bahasa tet
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 354

    "Kok kamu ada di sini?" Arthur terkejut melihat dua sahabatnya yang ia tahu sudah pulang ke Bali."Memangnya kenapa kalau aku ada di sini?" tanya Julia balik.Lalu Julia mendekati Rose dan melakukan cipika cipiki dengan Rose. Dave dan Julia baru saja tiba. Hanya singgah sebentar di rumah mereka yang ada di samping rumah Arthur untuk menyimpan barang mereka, lalu langsung datang ke rumah Arthur.Rose yang mengajak Julia untuk ikut kumpul bersama, bagi Rose semakin banyak orang maka akan semakin seru."Makasih Tante sudah mau datang," ucap Rose sambil tersenyum."Kamu yang mengajak Julia, Sayang?""Iya. Makin rame kan makin seru Pa.""Kamu bilang cookies buatanku biasa saja, terus dulu yang sering minta aku buatkan itu siapa? Kamu ini mentang-mentang istrimu pandai buat cookies, kamu melupakan jasa sahabatmu," gerutu Julia."Iya dong. Buatan istriku jauh lebih enak," ucap Arthur dengan santai. Pria itu kembali mencomot satu cookies di atas loyang."Ehhh panas," ucap Arthur kembali saa

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 353

    "Tuan, saya sudah ketemu pengirim paket teror itu."Arthur langsung menelpon Ken begitu ia membaca pesan yang di kirim oleh pria itu."Siapa Ken?" tanya Arthur begitu Ken menerima panggilan teleponnya.Masih hanya memakai handuk, Arthur berjalan menuju balkon kamarnya karena ia tidak ingin menggangu tidur istrinya.Begitu ia membuka pintu ke arah balkon, angin malam yang berhembus langsung menerpa tubuh basahnya.Arthur menyandarkan satu tangan di pagar balkon kamarnya sambil menunggu jawaban dari Ken.“Orangnya ternyata hanya suruhan, Tuan,” jawab Ken dari seberang sana. “Dia dibayar seseorang untuk mengirim paket itu ke rumah Tuan.”Rahang Arthur langsung mengeras. Ia mencengkeram erat pagar balkon.“Dia lihat wajah orang yang menyuruhnya, Ken?”“Tidak jelas, Tuan. Orang itu memakai masker dan topi. Tapi kami berhasil mendapatkan rekaman CCTV saat transaksi pembayaran dilakukan. Dan...""Dan apa Ken?""Dia mengatakan yang menyuruhnya adalah seoarang wanita dengan tubuh tinggi sekita

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 352

    Arthur mengusap keringat yang ada di kening Rose.Di bawah sana benda purbakala Arthur sudah menyatu bersama istrinya. Arthur sempat memejamkan mata saat ia kembali merasakan sensasi yang ia rindukan karena beberapa waktu lalu ia harus berpuasa untuk tidak memasuki istrinya karena kondisi kandungan Rose.Hanya satu menit saja Arthur mendiamkannya karena nyatanya Arthur tidak berdaya menghalau gelisah yang ada. Ia tidak kuat menahan sensasi dari jepitan pada benda purbakalanya di goa sempit milik istrinya.Tubuh pria itu mulai bergerak dengan vibra yang lambat. memutar dan menekan, lalu maju mundur seolah sengaja memberi rasa yang akan dinikmati oleh istrinya.Seperti janjinya tadi, ia akan melakukan dengan lembut untuk buka puasa kali ini.Bagaimanapun ini pertama kali mereka melakukan penyatuan setelah Rose dinyatakan hamil buah hati mereka.Kedua tangan Rose mencengkeram seprei dengan kuat.Arthur masih bergerak dengan pelan, hanya menggunakan kecepatan dua puluh kilometer per jam

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 351

    Deru napas Rose tidak beraturan. Gerakan yang tercipta dari bibir dan lidah Arthur yang telah bersinergi, mampu menghadirkan gelenyar aneh yang merayap, pertama-tama dari bawah kemudian naik ke atas hingga napas Rose tersengal-sengal.Rasa yang ia rindukan malam ini kembali ia rasakan. Setiap sentuhan yang diberikan oleh suaminya selalu membuatnya menggila akan gelora gairah yang mulai membakarnya."Aaaahhhh..."Suara itu begitu lirih, sebuah kata yang tidak berada dalam kamus besar bahasa tetapi memiliki makna yang luar biasa untuk Arthur.Pria itu lalu mendongak, mengusap bibirnya perlahan kemudian lengannya kembali menumpu pada kedua ranjang, menyangga berat tubuhnya agar tidak menimpa sang istri.Ia tidak mungkin begitu saja mengabaikan pesan Dokter Mala yang berkata untuk melakukannya dengan lembut dan seminim mungkin demi menghindari gerakan kasar serta menjalankan SOP (Standar Operasional Percintaan) untuk ibu hamil di usia yang masih rawan."Aku akan melakukannya dengan lembu

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 350

    Arthur meraih remote kecil di atas nakas di samping ranjang dan mengarahkan ke arah pintu hingga kemudian terdengar bunyi klik dari sana.Pria itu meletakkan sebelah telapak tangannya di wajah istrinya, lalu ia kembali menyatukan bibirnya dengan bibir Rose hingga terdengar decapan basah dan memabukkan.Tubuh keduanya bagaikan magnet berbeda kutub yang saling berdekatan kemudian tarik menarik.Ciuman Arthur terasa begitu lembut pada awalnya. Ia ingin memberikan pada Rose kenyamanan hingga rasa gugup yang sempat di rasakan oleh gadis itu perlahan menghilang."Hmmmpppp......" Suara itu akhirnya terdengar. Saat bibir mereka bertaut dengan erat, saat lidah mereka saling membelit di dalam sana, bertukar saliva dan menjelajah pada bagian terdalam yang Arthur suka.Ciuman yang tadinya penuh kelembutan kini terasa mengalami peningkatan intensitas, begitu liar dan tak terkendali.Arthur menyesap bagian bawah bibir Rose karena terlalu gemas saat gadis itu menyesap bibir bawahnya. Saat merasaka

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 349

    "Sayang.."Arthur masuk ke dalam kamar. Ia menuju tempat kontak lampu untuk menghidupkan lampu kamar. Namun belum sempat ia menekan kontak lampu, ruangan kamar itu sudah terang menderang."Sayang, kamu..." ucapan Arthur terhenti begitu ia balik badan ke arah ranjang. Pria itu terdiam sambil memandang pemandangan di depannya tanpa berkedip.Pemandangan yang ia lihat di ranjang sungguh membuat sekujur tubuhnya bergetar oleh gejolak hasrat yang mulai menguasainya.Rose baring di atas ranjang mereka dengan posisi yang sangat menantang.Menantang Arthur untuk segera mengeksekusinya.Apalagi lingerie seksi yang dipakai istrinya dengan warna merah menyala sangat kontras di tubuh istrinya yang putih bersih.Dengan susah payah, Arthur menelan salivanya. Matanya bahkan tidak berkedip sama sekali. Ia tidak menyangka malam ini istrinya memberi kejutan padanya.“Sayang…” Arthur mendekati istrinya dengan tergesa-gesa.Tatapannya seolah terkunci hanya pada satu titik saja.Melihat suaminya berjalan

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status