Share

Bab 384

Author: Nabila Ara
last update publish date: 2026-06-19 18:28:12

"Papa.."

"Ada Non?" tanya Bi Arum yang langsung mendekati Rose karena suara Rose cukup nyaring.

"Jari Papa bergerak Bibi," jawab Rose yang terus memegang tangan Arthur.

Sesaat kemudian, kelopak mata Arthur tampak bergerak dan perlahan Arthur membuka matanya. Melihat itu, Rose langsung menekan bel di atas ranjang pasien Arthur yang memang terhubung dengan ruang perawat.

"Papa..." Rose masih terus memegang tangan Arthur.

Gadis itu tersenyum lega saat Arthur sudah mulai membuka mata meski suaminya
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 386

    Kondisi Arthur semakin semakin membaik. Sudah hampir seminggu Arthur di rawat di rumah sakit, dan selama itu juga Rose belum ada pulang ke rumah.Ia sama sekali tidak ingin meninggalkan suaminya sedikitpun.Bi Arum?Tentu saja selama itu juga Bi Arum menemani Rose di saat malam hari. Kondisi Rose yang sedang hamil membuat Bi Arum tidak ingin meninggalkan majikannya. Ia khawatir Rose memerlukan sesuatu, tentu ia bisa membantu.Sebenarnya Salimah ingin menggantikan Bi Arum menemani Rose, hanya saja Bi Arum yang bersikeras agar ia tetap berada di samping Rose.Namun saat siang hari, Bi Arum akan pulang ke rumah untuk masak untuk di bawa ke rumah sakit. Meski sedang berada di rumah sakit, ia ingin makanan tetap Rose terjamin.Jessica masih berapa di gedung eksekusi. Kondisi wanita itu sudah sangat lemah karena terus menerus mendapatkan hukuman dari orang kepercayaan Arthur.Agam dan Ken sepakat membiarkan kondisi Jessica seperti itu. Meski kondisi Arthur sudah semakin membaik, mereka sam

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 385

    "Tante cantik," seru Rio begitu masuk ke dalam ruang perawatan Arthur.Mendengar suara riang Rio membuat Rose langsung berdiri dan menghampiri Rio yang berlari mendekatinya.Melani dan Agam memang sengaja menjemput Rio di rumah Melani karena setelah dari menjenguk Arthur, mereka akan ke rumah sakit dimana Miranda di rawat.Rumah sakit tempat Arthur di bawa kemarin memang berbeda dengan rumah sakit tempat Miranda di rawat. Kebetulan memang rumah sakit ini yang paling dekat dengan letak restoran seafood.Kebetulan rumah sakit tempat Arthur di rawat memang rumah sakit yang besar."Wanginya. Tadi mandi sama siapa?" tanya Rose saat Rio memeluk kaki Rose."Oma yang bantu Lio mandi," celoteh Rio. Oma yang dimaksud Rio adalah Mamanya Melani."Tante cantik baik-baik saja?" tanya Rio.Rose tersenyum. "Tante baik-baik saja kok Sayang.""Om tampan mana?" tanya Rio."Om tampan?" tanya Rose bingung."Maksudnya Rio itu Tuan Arthur. Rio memang memanggil Tuan Arthur itu Om tampan," jawab Melani."Oh

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 384

    "Papa..""Ada Non?" tanya Bi Arum yang langsung mendekati Rose karena suara Rose cukup nyaring."Jari Papa bergerak Bibi," jawab Rose yang terus memegang tangan Arthur.Sesaat kemudian, kelopak mata Arthur tampak bergerak dan perlahan Arthur membuka matanya. Melihat itu, Rose langsung menekan bel di atas ranjang pasien Arthur yang memang terhubung dengan ruang perawat."Papa..." Rose masih terus memegang tangan Arthur.Gadis itu tersenyum lega saat Arthur sudah mulai membuka mata meski suaminya masih tampak lemas. Ia sangat senang sekali saat ini. Meski di hatinya masih tersimpan sesak sebelum dokter memeriksa sang suami.Hanya selang beberapa menit saja, pintu ruangan terbuka. Dokter dan perawat masuk ke dalam ruangan. Bahkan Jaka yang menunggu di depan ruangan tadi, ikut masuk saat melihat dokter dan perawat berlari masuk ke ruangan perawatan Arthur.Pria itu khawatir terjadi sesuatu pada Tuan Arthur-nya.Melihat dokter dan perawat sudah datang, Rose mundur memberikan ruang untuk do

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 383

    Kreekk!Bi Arum dan Jaka masuk ke dalam ruang perawatan. "Husstt... Nona lagi tidur," ucap Bi Arum saat melihat Rose tidur di samping ranjang pasien Arthur. Posisi tidur Rose terlihat tidak nyaman, gadis itu duduk sambil menelungkupkan kepalanya di tepi ranjang Arthur."Jaka, kamu mau menunggu di dalam ruangan atau di luar?" tanya Bi Arum pelan."Di luar saja Bi. Nanti kalau perlu sesuatu, Bibi temuian saja aku di depan ya," ucap Jaka."Yakin kamu mau menunggu di luar. Di dalam ada sofa loh," ucap Bi Arum."Di luar saja Bi. Kursi di luar juga nyaman itu Bi. Pokoknya kalau perlu sesuatu panggil aku saja, Bi. Aku di sini sampai Tuan Ken datang ke rumah sakit ini. Malam ini Bibi juga menginap menemani Nona Rose kan?" tanya Jaka.Bi Arum mengangguk. Malam ini Bi Arum akan menginap lagi. Sebenarnya Salimah serta asisten rumah tangga yang lain ingin datang ke rumah sakit untuk menjenguk Arthur, tetapi karena kondisi Arthur yang belum siuman akhirnya Bi Arum meminta mereka untuk datang menj

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 382

    Kondisi Arthur semakin stabil meski ia belum siuman.Arthur sudah di pindahkan ke ruang perawatan.Sejak Arthur di pindahkan, Rose sama sekali tidak beranjak di samping suaminya. Ia duduk di kursi yang ada di samping ranjang pasien. Rose juga tidak melepaskan genggaman tangannya dengan tangan Arthur yang terbebas dari infus.Bi Arum sedang pulang ke rumah karena ingin mengambil keperluan Rose selama Arthur masih di rumah sakit. Dan Bi Arum juga ingin masak untuk Rose.Ken dan Alana juga sudah pulang karena mereka harus berangkat ke kantor. Ken harus ada di kantor Bramasta grup untuk menggantikan Arthur.Tetapi mereka berdua akan kembali ke rumah sakit lagi saat sore nanti setelah pulang kantor.Agam dan Melani juga akan datang nanti sore karena Melani belum datang ke rumah sakit sementara Agam sudah pernah datang kemarin saat donor darah.Saat ini hanya ada Rose dan Arthur di ruang perawatan itu."Pa...."Tidak ada sahutan dari Arthur. Hanya ada bunyi alat monitor yang terdengar pela

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 381

    "Papa!"Rose langsung terbangun sambil berteriak.Tubuhnya refleks bangun dari posisi tidur. Tangannya masih terpasang infus.Napasnya memburu. Keringat dingin membasahi kening dan lehernya.Tangannya langsung memegang dada yang terasa sesak.Matanya bergerak ke segala arah dengan panik.Beberapa detik Rose masih belum sadar di mana dirinya berada saat ini.Yang ada di kepalanya hanya bayangan Arthur yang terbaring bersimbah darah.Belati.Darah.Tatapan Arthur yang sangat sayu.Semuanya terasa begitu nyata.Rose mimpi buruk. Ingatan tentang suaminya yang di tusuk oleh Jessica di depannya matanya begitu jelas di ingatannya."Papa... Papa..."Suara teriakannya membuat Alana dan Bi Arum yang tadi tertidur di sofa langsung terbangun.Alana langsung berdiri."Rose!"Bi Arum juga buru-buru menghampiri ranjang pasien Rose."Nona Rose!"Alana langsung duduk di samping Rose dan memegang kedua pundaknya."Rose! Lihat aku! Rose tenangkan diri kamu.""Al, Papa... Aku mau lihat Papa!""Rose, tena

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status