Partager

Bab 399

Auteur: Nabila Ara
last update Date de publication: 2026-07-04 15:23:50

Keesokan harinya, setelah sarapan Arthur sudah siap-siap untuk pergi hingga membuat Rose kesal pasalnya suaminya ini belum begitu sembuh.

"Papa mau pergi kemana sih? Pagi-pagi ini sudah rapi. Mana wangi banget lagi?" tanya Rose yang duduk di sofa sambil memperhatikan suaminya sedang siap-siap.

"Aku mau bertemu Agam dan Ken. Ada yang harus kami bahas."

"Kenapa mereka tidak datang ke rumah saja? Biasanya kalau Papa lagi mau bahas tentang kerjaan dengan Agam atau Ken, Papa pasti minta mereka datan
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 399

    Keesokan harinya, setelah sarapan Arthur sudah siap-siap untuk pergi hingga membuat Rose kesal pasalnya suaminya ini belum begitu sembuh."Papa mau pergi kemana sih? Pagi-pagi ini sudah rapi. Mana wangi banget lagi?" tanya Rose yang duduk di sofa sambil memperhatikan suaminya sedang siap-siap."Aku mau bertemu Agam dan Ken. Ada yang harus kami bahas.""Kenapa mereka tidak datang ke rumah saja? Biasanya kalau Papa lagi mau bahas tentang kerjaan dengan Agam atau Ken, Papa pasti minta mereka datang ke rumah. Ini kenapa harus bertemu di luar?" Rose menatap curiga pada sang suami.Arthur mendekati istrinya yang sedang cemberut. Kemudian pria itu duduk di samping sang istri."Aku perginya hanya sebentar saja Sayang. Aku harus bertemu dengan Ken dan Agam di suatu tempat dan memang harus disana. Makanya mereka berdua tidak bisa aku ajak datang ke rumah saja.""Tapi Papa itu belum sembuh total loh. Dokter Adit kan sudah pesan agar Papa lebih banyak istirahat di rumah.""Aku tahu Sayang. Tapi k

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 398

    Setelah Zumi pergi, Arthur terus saja diam.Bahkan sampai mereka kembali ke kamar tetapi pria itu tetap diam.Rose sengaja membiarkan suaminya karena ingin memberi ruang pada suaminya.Gadis itu pun berdiri karena ingin memberi ruang pada suaminya."Sayang, mau kemana?" Arthur langsung menahan tangan sang istri.Rose kembali duduk di samping Arthur."Aku mau turun ke bawah. Mau bilang sama Bi Arum untuk buat salad buah," ucap Rose. Ia memang lagi ingin makan salad buah."Kamu di sini saja, biar aku hubungi Bi Arum untuk membuatnya dan nanti di antar ke sini saja. Kamu disini temani aku," ucap Arthur.Rose akhirnya mengangguk. Tentu saja ia akan berada di samping suaminya karena pria itu memintanya untuk berada di sampingnya."Aku pikir Papa perlu waktu sendiri. Aku tahu Papa pasti sedih karena Zumi akan pindah ke Sydney. Bagaimanapun juga dia adalah putranya Papa dan kalian pernah tinggal di sini dalam waktu yang lama. Meski kalian berdua sempat memiliki hubungan yang tidak baik, ta

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 397

    Tokk… tokk… tokk…“Tuan, Nona, ada tamu yang ingin bertemu dan Tuan dan Nona,” ucap Bi Arum dari luar kamar.“Tamu? Siapa?” tanya Rose pada sang suami.Arthur menggeleng karena ia juga tidak tahu siapa yang datang ke rumah jam segini meski saat ini masih siang. Hanya saja hari ini bukan weekend."Kita bertemu Bi Arum dulu," ucap Arthur yang langsung turun dari ranjang.Rose juga mengikuti sang suami karena ia juga penasaran siapa yang datang ke rumah.Arthur membuka pintu kamar dan ada Bi Arum di sana."Siapa Bi?" tanya Arthur."Anu Tuan...""Anu?""Tuan Zumi yang datang ke rumah," ucap Bi Arum tetapi ekspresi Bi Arum saat ini terlihat tidak enak pada Arthur karena Tuannya ini seharusnya istirahat karena baru juga pulang dari rumah sakit."Zumi sendiri Bi?" tanya Arthur lagi."Iya Tuan. Sebenarnya ini bukan pertama kali Tuan Zumi datang ke rumah setelah malam dia pergi saat itu. Selama Tuan berada di rumah sakit, Tuan Zumi pernah dua kali datang ke rumah ini dan katanya ingin bertemu

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 396

    "Akhirnya bisa baring di sini lagi. Rindunya," seru Rose yang langsung baring di ranjang kamar mereka.Arthur terkekeh melihat tingkah istrinya. Maklum saja kurang lebih sepuluh hari mereka berada di rumah sakit.Arthur pun mendekati sang istri dan duduk di tepi ranjang."Papa mau istirahata atau gimana?" tanya Rose."Aku maunya apa?""Hum!""Aku maunya kamu, Sayang."Arthur langsung naik ke atas ranjang lalu mengungkung Rose yang membuat Rose tersenyum."Tapi dada Papa kan masih sakit.""Yang sakit itu dadaku, Sayang tetapi di bagian bawah sana sangat sehat." Arthur menaik turunkan alisnya.Pipi Rose langsung bersemu merah hingga membuat Arthur terkekeh."Sudah ada hasil kolaborasi kita tetapi kamu masih saja tersipu malu, Sayang." Arthur menurunkan wajahnya lalu mencium bibir Rose dengan lembut. Tidak ada terburu-buru.Rose menyambut ciuman sang suami dengan suka cita. Pangutan bibir keduanya begitu lembut seolah meraka saling menyalurkan rindu yang begitu dalam.Selama di rumah s

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 395

    Yang di tunggu oleh Arthur akhirnya tiba, ia sudah mendapatkan izin untuk pulang ke rumah.Dokter Adit memang sudah memberikan izin untuk Arthur pulang ke rumah karena perkembangan kesembuhan Arthur cukup baik. Tetapi Arthur harus tetap kontrol sesuai jadwal yang sudah diberikan oleh Dokter Adit.Tentu saja Arthur tidak masalah tentang itu karena nanti selama ia kontrol tidak akan mengajak Rose agar Dokter Adit tidak melihat istrinya.Ia sudah tidak harus menahan diri untuk cemburu di saat Dokter Adit memeriksanya karena dokter itu selalu curi pandang pada istrinya meski Rose sama sekali tidak merespon.Arthur pun heran mengapa seorang Dokter Adit yang mempunyai wajah yang lumayan tampan tetapi justru tertarik pada istri pria lain."Kok sejak tadi Papa senyum-senyum terus sih?" tanya Rose."Aku senang banget bisa pulang ke rumah, Sayang. Rindu banget sama kamar kita. Yang paling penting aku tidak perlu melihat dokter yang sok kegantengan itu terus curi pandang sama kamu, Sayang. Sudah

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 394

    "Kita jadi menjenguk Tuan Arthur?" tanya Alana begitu mereka selesai menebus resep dari Dokter Mala."Jadi, ada yang ingin aku bicarakan dengan Tuan Arthur."Mereka pun langsung menuju lantai tiga dimana ruang VVIP berada."Rose bilang, Tuan Arthur terus minta pulang. Katanya sudah nggak betah di rumah sakit," ucap Alana saat mereka sedang berdiri di depan lift."Iya. Maklum saja Tuan Arthur lagi mode cemburu," bisik Ken."Cemburu? Sama siapa?" tanya Alana bingung pasalnya Rose tidak ada cerita tentang itu."Dokter yang menangani Tuan Arthur," bisik Ken pelan karena ia takut ada yang mendengar meski ia sendiri juga yakin Dokter Adit menyukai Rose karena ia lihat sendiri bagaimana tatapan Dokter Adit pada Rose.Ken akui Rose memang cantik, ditambah selama hamil kecantikan Nyonya mudanya itu seolah semakin bertambah-tambah. Bagaimana Tuan Arthur-nya tidak resah dengan itu karena semakin banyak pria yang terpesona dengan Rose. Tetapi bagi Ken meski Rose sangat cantik, dimatanya tetap Al

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status