Share

Bab 99

Author: Mommy_Ar
last update publish date: 2025-09-28 09:22:22

Sementara itu, di kamar yang berbeda, suasana jauh dari tawa bahagia pesta pernikahan.

Terdengar suara teriakan begitu melengking memenuhi ruangan hotel yang sunyi.

"Huaaaaaaaaaa!" teriak seorang gadis, tubuhnya langsung meringkuk dan mengeratkan selimut menutupi dirinya. Matanya membelalak, air mata membanjiri wajahnya.

Laki-laki yang tidur di sebelahnya tersentak bangun. Dengan mata masih sayu, ia mengucek wajahnya.

"Apa sih, berisik banget!" gumamnya setengah kesal, belum s
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (5)
goodnovel comment avatar
puspa Andriati
semoga saja si marsya yg sudah bobo sama si rafiah bisa nikah juga ya mommy... spy tdk mengganggu kebahagiaan aga dn ara...
goodnovel comment avatar
Muhd Muhd
awww so sweet banget sihhhh
goodnovel comment avatar
Mommy_Ar
kenapa emot disini jadi titik titik banyak bgt sih hadeuhh
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Sentuhan Panas Sahabat Pacarku   TAMAT S3

    Udara di dalam *grand ballroom* itu mendadak sunyi, seolah waktu berhenti berdetak tepat saat pintu jati besar di ujung ruangan terbuka. Alunan musik kecapi suling yang mendayu-dayu mulai mengalun, membawa suasana sakral adat Sunda ke tengah kemegahan hotel bintang lima tersebut. Lalu, sosok itu muncul. Mikhayla melangkah perlahan dengan keanggunan yang menghipnotis setiap pasang mata. Ia mengenakan kebaya putih panjang berbahan brokat premium yang bertabur payet kristal, berkilau indah setiap kali terkena pantulan lampu kristal. Namun, yang paling mencuri perhatian adalah Siger Sunda yang bertahta di kepalanya. Mahkota perak yang melambangkan kehormatan dan kearifan itu tampak begitu kokoh, dengan ronce melati yang menjuntai lembut hingga ke dadanya, menebarkan aroma harum yang menenangkan. Wajahnya dirias dengan begitu sempurna flawless namun tetap menonjolkan kecantikan a

  • Sentuhan Panas Sahabat Pacarku   Part 17 s3

    Lantai aula *ballroom* hotel bintang lima itu berkilau tertimpa cahaya lampu kristal yang menggantung megah di langit-langit setinggi sepuluh meter. Aroma bunga lili segar dan mawar putih menyeruak di setiap sudut, menciptakan atmosfer yang begitu elegan sekaligus sakral. Hari ini bukan sekadar perayaan penyatuan dua insan, melainkan sebuah simfoni takdir yang selama puluhan tahun tertunda.Di barisan depan, dekat altar yang dihiasi juntaian bunga melati, berdiri dua pasang orang tua yang menjadi pusat perhatian. Aga dan Ara, orang tua Arion, berdiri berdampingan dengan Rafi dan Marsha, orang tua Mikha. Pemandangan itu mengundang decak kagum sekaligus haru bagi tamu-tamu lama yang mengenal sejarah mereka.Dahulu, di masa muda mereka, Ara dan Rafi pernah menjalin kasih yang begitu dalam. Namun, tembok ego dan kesalahpahaman masa lalu memisahkan mereka hingga masing-masing menemukan pelabuhan hati yang lain. Siapa yang menyangka bahwa puluhan tah

  • Sentuhan Panas Sahabat Pacarku   Part 16

    Waktu adalah pencuri yang paling kejam, sekaligus penyembuh yang paling sabar. Janji Arion yang awalnya hanya terucap untuk satu atau dua bulan, nyatanya tertelan oleh realitas medis yang jauh lebih rumit di Jerman. Hari berganti minggu, minggu merayap menjadi bulan, hingga tanpa terasa satu tahun lebih dua bulan telah berlalu sejak keberangkatannya di bandara waktu itu.Bagi Mikha, setahun terakhir adalah ujian kesetiaan yang menguras air mata dan doa. Di bulan-bulan awal, komunikasi mereka begitu intens. Namun, memasuki bulan keenam, Arion sempat menghilang. Kabar yang sampai ke telinga Mikha melalui David hanyalah kabar buruk: prosedur operasi saraf saraf tulang belakangnya gagal total. Arion jatuh ke dalam lubang frustrasi yang dalam. Pria itu kembali menutup diri, merasa menjadi pecundang yang gagal menepati janji untuk pulang dengan kondisi yang lebih baik.Namun, Mikha tidak menyerah seperti dulu. Setiap hari, ia mengirimkan pesan suara,

  • Sentuhan Panas Sahabat Pacarku   Part 15 s3

    "Sudah! Sudah! Kalian ini seperti anak umur lima tahun saja!" seru Marsha sambil mencoba melerai.Miko akhirnya berhenti, napasnya sedikit terengah namun matanya berkilat jahil. Ia kembali duduk di sofa, menyambar gelas air putih milik Mikha yang belum sempat diminum. "LDR itu ujian, Kha. Kalau baru mau ditinggal satu bulan saja sudah lemas begitu, bagaimana kalau nanti dia harus dinas ke bulan?"Mikha menghempaskan tubuhnya kembali ke sofa, mencoba merapikan rambutnya yang sudah menyerupai sarang burung akibat ulah Miko. "Satu sampai dua bulan, Mik! Dan dia ke Jerman bukan cuma kerja, tapi mau fisioterapi saraf juga."Mendengar kata 'fisioterapi', rahang Miko sedikit mengeras. Ia terdiam sejenak. Sebagai pria, ia tahu betul betapa berat beban mental yang dipikul Arion. "Oh... jadi dia serius soal pengobatannya?"Mikha mengangguk pelan, kemarahan bercandanya hilang, digantikan oleh tatapan sendu. "Dia bilang dia ingin berjuang sekali lag

  • Sentuhan Panas Sahabat Pacarku   Part 14 s3

    Setibanya dirumah, Mikha langsung menjatuhkan tubuhnya ke sofa empuk seolah seluruh tulang di tubuhnya baru saja berubah menjadi kapas. Ia menghela napas panjang, membiarkan tas kerjanya tergeletak begitu saja di karpet. Wajahnya ditekuk, bibirnya sedikit mengerucut, dan matanya menatap kosong ke arah vas bunga di atas meja."Loh, kenapa sayang?" tanya Marsha yang baru saja muncul dari arah dapur membawa segelas jus jeruk segar. Ia tertegun melihat putri bungsunya yang berangkat tadi pagi dengan semangat membara, kini pulang dalam kondisi seperti tanaman yang layu karena kekurangan air."Mamaaa," rengek Mikha pelan. Tanpa menunggu lama, ia langsung bergeser mendekat dan memeluk pinggang ibunya, menyembunyikan wajah di perut Marsha."Kenapa hem?" Marsha meletakkan gelas jusnya di meja, lalu jemarinya mulai bergerak lembut mengusap rambut Mikha. Gerakan yang selalu berhasil menenangkan badai di hati putrinya sejak kecil. "Berangkat seneng, ko

  • Sentuhan Panas Sahabat Pacarku   Part 13 s3

    Matahari siang menyelinap di antara celah gedung-gedung tinggi Jakarta, memantulkan cahaya pada kaca-kaca jendela Dhananjaya Grup. Di dalam lobi yang megah, langkah kaki Mikha terdengar ringan dan bersemangat. Ia mengenakan terusan berwarna kuning gading yang membuat auranya tampak begitu segar jauh berbeda dari sosok rapuh yang mengunci diri di kamar beberapa minggu lalu.Di tangannya, ia menjinjing sebuah tas bekal bertingkat. Marsha, ibunya, telah memasak ayam kalio dan sambal goreng ati kesukaan Arion sejak pagi buta. Meski bukan Mikha yang mengolah bumbunya di atas wajan, ia menghabiskan waktu hampir satu jam hanya untuk menata nasi menjadi bentuk yang lucu dan menghias sayurannya dengan potongan wortel berbentuk bunga. Ia ingin segalanya sempurna."Selamat siang, Nona Mikhayla. Tuan Arion sudah menunggu di atas," sapa David dengan senyum tulus yang jarang ia perlihatkan pada orang lain. David merasa beban pekerjaannya terasa lebih ringan sejak

  • Sentuhan Panas Sahabat Pacarku   Bab 119

    Suasana di ruang rias mendadak berubah canggung ketika suara “Ehemmm!” yang nyaring memecah keintiman kecil antara Rafi dan Marsha. Keduanya sontak menoleh ke arah pintu, dan di sana berdiri tegak Ara bersama Aga. Entah sejak kapan mereka berdiri di sana, namun jelas raut wajah Ara menunjukkan kej

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • Sentuhan Panas Sahabat Pacarku   Bab 115

    Setelah ciuman panas itu, keduanya saling terdiam, membiarkan waktu berjalan perlahan. Nafas mereka terdengar berat dan tersengal, seperti baru saja selesai berlari dalam jarak jauh. Rafi masih menangkup wajah Marsha dengan kedua tangannya, sementara Marsha memejamkan mata sejenak, menikmati sisa

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • Sentuhan Panas Sahabat Pacarku   Bab 105

    “Pokoknya awas ya, aku bakal buat perhitungan. Aku bakal laporin kamu ke polisi!” Marsha mengancam dengan nada tinggi, wajahnya memerah. Tubuhnya sedikit maju, jari telunjuknya menuding tajam ke arah wajah Rafi seolah ingin menembus kulitnya.Rafi mendengus, bersandar ke dinding dengan tangan bers

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • Sentuhan Panas Sahabat Pacarku   Bab 104

    ‘’Enggakkk!!’’ teriak Rafi dan Marsha hampir bersamaan. Suara keduanya menggema di ruang tamu, membuat Hamzah spontan menutup telinga.“Om ini serius?!” Marsha menunjuk Hamzah dengan ekspresi tak percaya. “Saya datang ke sini minta keadilan, bukan dilamar paksa!”“Pa!” Rafi ikut protes, b

    last updateLast Updated : 2026-03-23
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status