공유

Bintang Acara Malam Ini

작가: Risca Amelia
last update 게시일: 2026-07-22 23:40:41

Begitu Sabiya memasuki ruang transit di belakang panggung, Nina langsung menyambutnya. Ia bersikap bak seorang bawahan yang sangat menghormati atasannya.

“Bu Rosella, saya terus berjaga di sini untuk memastikan tidak ada orang yang keluar masuk tanpa izin,” ujar Nina dengan nada meyakinkan.

“Terima kasih atas bantuanmu, Nina,” balas Sabiya tulus.

Sabiya kemudian mendekati brankas baja yang berdiri di sudut ruangan. Telunjuknya menekan kode sandi rahasia secara berurutan, hingga pintu brankas i
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (1)
goodnovel comment avatar
Clover
nasibnya Sabiya. udh bener aja gak usah dateng, gak usah pulkam. dapet bawahan tp sirik kasih malapetaka belum lagi ntr ketemu Roman
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Kecewa Dua Kali

    Mendengar permintaan Jetro mengenai anak-anaknya, Sabiya belum mampu merespons. Bagi Sabiya, persyaratan ini terasa mengekang dan terkesan sangat tidak adil bagi masa depan si kembar. Memang, untuk saat ini, ia belum berniat menceritakan kepada Altair dan Ares mengenai sosok ayah kandung mereka. Luka akibat masa lalu yang kelam masih terlalu berdarah untuk diungkit. Akan tetapi, seburuk apa pun kelakuan Roman di masa lalu, sebesar apa pun rasa sakit yang pernah pria itu goreskan, ia tidak boleh menggunakan dendam pribadi untuk memutus hubungan ayah dan anak. Bagaimanapun juga, ketika si kembar telah dewasa, mereka perlu mengetahui darah siapa yang mengalir di dalam tubuh mereka. Ini adalah bentuk tanggung jawab moralnya sebagai seorang ibu, yang melahirkan mereka ke dunia. "Kak Jetro, permintaanmu ini menyangkut seluruh masa depan Altair dan Ares. Aku tidak….”"Aku belum selesai bicara, Sabiya," potong Jetro. "Masih ada hal lain yang perlu kau tahu."Jetro menghentikan ucapannya s

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Hanya Aku Ayah Mereka

    Kendaraan beroda empat yang membawa Sabiya, akhirnya berhenti di area Terminal Bandara Internasional Aldena. Begitu mesin mobil dimatikan, Jetro tidak membuang waktu. Ia lekas merogoh ponselnya untuk menghubungi sang asisten."Luca, siapkan menu sarapan untuk Altair," titah Jetro.Sesudah memutus sambungan telepon, Jetro melangkah keluar dari mobil. Tanpa bersuara, ia kembali mengangkat Altair ke dalam gendongannya. Pria itu memboyong sang bocah menyusuri koridor terminal khusus, menuju landasan penerbangan jet pribadi. Sementara itu, Sabiya mengekor di belakang dengan patuh.Di atas landasan pacu, sebuah jet pribadi berlogo elang sudah bersiaga dengan tangga penumpang. Mereka bertiga menaiki tangga tersebut, dan disambut hangat oleh seorang pramugari.Suasana di dalam jet pribadi itu terasa mewah dan privat. Jetro mendudukkan Altair di salah satu kursi empuk, membiarkan sang bocah meluruskan kakinya.Tak berselang lama, pesawat mulai bergerak perlahan di atas runway lantas melakuka

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Patuhi Semua Aturanku

    Pasokan udara di dalam paru-paru Sabiya seolah tersedot habis. Kedatangan Jetro yang tanpa pemberitahuan membuatnya terperanjat bukan main. Dalam sekejap, memori percakapan telepon dengan Jetro berputar ulang di kepala Sabiya. Saat itu, Jetro bertanya mengenai nama hotel tempatnya menginap dengan nada suara yang ganjil.Kini, puzzle tersebut telah terpasang utuh. Jadi ini maksud Jetro—sengaja terbang belasan jam melintasi batas negara, hanya untuk menjemput dirinya dan Altair.Sebelum Sabiya sempat menyusun kalimat, Altair yang berdiri di sampingnya sudah berlari ke arah Jetro tanpa ragu."Papa? Kenapa Papa datang kemari?" tanya Altair penasaran. Ia mendongakkan kepala, menatap mata pria dewasa di hadapannya. "Bukankah Papa sudah pulang ke kota Monela?"Jetro menunduk. Raut wajahnya yang semula tegang, sedikit melunak kala pandangannya jatuh pada Altair. "Papa ke sini karena ingin menjemput kalian."Di belakang Sabiya, Andreas menyaksikan pemandangan itu dengan takjub. Sepanjang b

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Harus Pulang Sekarang Juga!

    Untuk meredam rasa cemas, Sabiya membiarkan air shower yang dingin membasahi sekujur tubuhnya.Di balik pintu kaca kamar mandi, ia menggosok kulit leher dan dadanya berulang kali. Berusaha menghapus semua jejak yang ditinggalkan oleh Roman.Sabiya menghembuskan napas panjang yang terputus-putus. Jemarinya yang bergetar perlahan memeriksa area intim di bawah guyuran air. Kesejukan dan ketiadaan rasa nyeri telah memberinya kepastian: Roman tidak melangkah terlalu jauh. Setidaknya, pria itu belum menghancurkan kehormatannya sampai ke titik terendah.Meski begitu, lega yang hadir hanya bertahan beberapa detik. Kenangan semalam tiba-tiba berputar tanpa permisi. Sedikit banyak, Sabiya teringat bagaimana tubuhnya pasrah di bawah kendali Roman, bahkan sempat membalas ciuman pria itu.Sabiya pun merutuki kebodohannya sendiri. Ia menyesal telah memakan kue pemberian Roman. Dugaannya mendadak mengarah pada satu kesimpulan pahit: sang mantan suami sengaja menyusupkan obat gairah untuk memperma

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Dinodai oleh Mantan

    Begitu pintu lift bergeser terbuka di lantai dasar, Roman melangkah keluar.Meski pelipisnya terasa kebas akibat tidak tidur semalaman, pria itu tetap berjalan dengan pijakan tegap. Ia menyusuri area lobi utama yang masih lengang oleh suasana subuh. Ketika Roman melewati pintu kaca otomatis di bagian depan, Jetro masuk dari sisi yang lain. Kedua pria itu saling melewati, tetapi tidak mengenali satu sama lain. Masing-masing sibuk dengan pikiran dan perasaannya sendiri.Tanpa menghiraukan keadaan sekitar, Roman berjalan lurus menuju area parkir, di mana mobilnya berada.Setelah memasuki kabin, ia lekas menyalakan mesin dan melajukan mobil ke jalanan kota yang masih lengang. Namun, arah kemudi Roman tidak tertuju pada kediamannya.Dengan rahang yang mengetat, pria itu memacu kendaraannya menuju markas utama klan Valeriano. Di pusat kekuasaannya yang tertutup, Roman akan mengurus beberapa hal yang sangat krusial.Sementara Roman meninggalkan area hotel, Jetro melangkah terburu-buru ke lo

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Dua Pria yang Terluka

    Roman tidak menyangka di usianya yang masih kecil, Altair berani melontarkan ancaman sekeras itu. Apalagi, Altair menyinggung soal “Papa” yang tidak akan terima bila ia mendekati Sabiya.Kalimat itu bagai sembilu tajam yang menghantam dada Roman. Membuat kerongkongannya terasa amat kering. Ia yakin sosok yang selama ini dipanggil 'Papa' oleh darah dagingnya sendiri adalah Jetro Falcone. Pria itu dianggap oleh Altair sebagai pelindung utama ibunya.Namun, bukannya menunjukkan amarah atau tersinggung, netra Roman justru meredup. Ia melepaskan tangan Altair dengan lembut, lalu perlahan merendahkan tubuh tegapnya.Roman berlutut dengan satu kaki di atas lantai, agar pandangannya sejajar dengan sepasang mata bulat Altair. Pria itu mengulurkan tangannya untuk mengusap pelan puncak kepala Altair."Paman tidak takut...Paman akan tetap di sini," tutur Roman "...Paman hanya ingin menjaga kalian berdua, sampai Mama sadar.”Altair menyipitkan mata, terpana oleh tatapan Roman yang serupa dengan m

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Acuh Tak Acuh

    Di lantai bawah, Sabiya membawa kardus tersebut menuju ruang makan utama. Ia meletakkan benda itu tepat di dekat ujung meja makan panjang.Bunyi debuman kardus yang mendarat di lantai seketika menarik perhatian Martha dan Mia. Kedua pelayan itu menatap Sabiya dengan ekspresi heran yang bercampur de

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Menghapus Jejakmu

    Ponsel di tangan Sabiya kembali bergetar, menampilkan rentetan foto berikutnya yang dikirimkan oleh Clara. Kali ini adalah foto meja makan yang dipenuhi oleh berbagai macam hidangan. Ada omelet truffle, buah-buahan segar, pancake madu, sosis premium, serta segelas susu.[Semua makanan ini dipesan

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Menghilang dari Hidupmu

    Alih-alih memberi sanggahan, Roman justru meletakkan gelasnya di meja. Dengan tatapan lembut yang belum pernah Sabiya lihat sebelumnya, pria itu menoleh kepada Clara."Jangan dengarkan mereka, Clara." Suara Roman rendah dan menenangkan. "Aku punya hadiah untukmu malam ini. Aku tidak mau kau bersedi

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Wanita yang Dicintai Suamiku

    Tiga tahun menikah dengan Roman Alister, pewaris tunggal keluarga Valeriano, Sabiya tidak pernah diajak ke acara publik.Meski begitu, ia tidak pernah merajuk atau menuntut. Sabiya percaya sang suami melakukan itu sebagai bentuk cintanya yang luar biasa."Klan musuh selalu mencari kelemahanku, Saya

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status