Share

Paman Harus Pergi

Author: Risca Amelia
last update publish date: 2026-08-17 21:30:03
Sesudah menerima telepon dari Dante, Roman segera melangkah ke sudut ruangan. Di situ, Dante meletakkan koper kecil yang berisi beberapa pakaian.

Dengan cepat, Roman mengambil sebuah kemeja putih. Ia mengancingkan kemejanya, lalu menyisir ulang rambut di depan cermin. Bagaimanapun, ia harus tampil rapi sebelum bertatap muka dengan Altair.

Roman sempat menatap Sabiya yang masih terpejam di atas ranjang.

Melihat gaun hitam Sabiya yang kusut, Roman berinisiatif membungkus tubuh wanita itu dengan ja
Risca Amelia

Bagaimana reaksi Roman setelah diusir anak kandungnya? Jangan lupa berikan gems dan like ya

| 26
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (4)
goodnovel comment avatar
Clover
ayoo kak lanjut update nya. jangan malam-malam pliisss
goodnovel comment avatar
Lianzzah
iya kaa.. banyakin updatenya kaa...
goodnovel comment avatar
BYAN'S
Bnykin dong update bab ny kak
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Hanya Aku Ayah Mereka

    Kendaraan beroda empat yang membawa Sabiya, akhirnya berhenti di area Terminal Bandara Internasional Aldena. Begitu mesin mobil dimatikan, Jetro tidak membuang waktu. Ia lekas merogoh ponselnya untuk menghubungi sang asisten."Luca, siapkan menu sarapan untuk Altair," titah Jetro.Sesudah memutus sambungan telepon, Jetro melangkah keluar dari mobil. Tanpa bersuara, ia kembali mengangkat Altair ke dalam gendongannya. Pria itu memboyong sang bocah menyusuri koridor terminal khusus, menuju landasan penerbangan jet pribadi. Sementara itu, Sabiya mengekor di belakang dengan patuh.Di atas landasan pacu, sebuah jet pribadi berlogo elang sudah bersiaga dengan tangga penumpang. Mereka bertiga menaiki tangga tersebut, dan disambut hangat oleh seorang pramugari.Suasana di dalam jet pribadi itu terasa mewah dan privat. Jetro mendudukkan Altair di salah satu kursi empuk, membiarkan sang bocah meluruskan kakinya.Tak berselang lama, pesawat mulai bergerak perlahan di atas runway lantas melakuka

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Patuhi Semua Aturanku

    Pasokan udara di dalam paru-paru Sabiya seolah tersedot habis. Kedatangan Jetro yang tanpa pemberitahuan membuatnya terperanjat bukan main. Dalam sekejap, memori percakapan telepon dengan Jetro berputar ulang di kepala Sabiya. Saat itu, Jetro bertanya mengenai nama hotel tempatnya menginap dengan nada suara yang ganjil.Kini, puzzle tersebut telah terpasang utuh. Jadi ini maksud Jetro—sengaja terbang belasan jam melintasi batas negara, hanya untuk menjemput dirinya dan Altair.Sebelum Sabiya sempat menyusun kalimat, Altair yang berdiri di sampingnya sudah berlari ke arah Jetro tanpa ragu."Papa? Kenapa Papa datang kemari?" tanya Altair penasaran. Ia mendongakkan kepala, menatap mata pria dewasa di hadapannya. "Bukankah Papa sudah pulang ke kota Monela?"Jetro menunduk. Raut wajahnya yang semula tegang, sedikit melunak kala pandangannya jatuh pada Altair. "Papa ke sini karena ingin menjemput kalian."Di belakang Sabiya, Andreas menyaksikan pemandangan itu dengan takjub. Sepanjang b

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Harus Pulang Sekarang Juga!

    Untuk meredam rasa cemas, Sabiya membiarkan air shower yang dingin membasahi sekujur tubuhnya.Di balik pintu kaca kamar mandi, ia menggosok kulit leher dan dadanya berulang kali. Berusaha menghapus semua jejak yang ditinggalkan oleh Roman.Sabiya menghembuskan napas panjang yang terputus-putus. Jemarinya yang bergetar perlahan memeriksa area intim di bawah guyuran air. Kesejukan dan ketiadaan rasa nyeri telah memberinya kepastian: Roman tidak melangkah terlalu jauh. Setidaknya, pria itu belum menghancurkan kehormatannya sampai ke titik terendah.Meski begitu, lega yang hadir hanya bertahan beberapa detik. Kenangan semalam tiba-tiba berputar tanpa permisi. Sedikit banyak, Sabiya teringat bagaimana tubuhnya pasrah di bawah kendali Roman, bahkan sempat membalas ciuman pria itu.Sabiya pun merutuki kebodohannya sendiri. Ia menyesal telah memakan kue pemberian Roman. Dugaannya mendadak mengarah pada satu kesimpulan pahit: sang mantan suami sengaja menyusupkan obat gairah untuk memperma

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Dinodai oleh Mantan

    Begitu pintu lift bergeser terbuka di lantai dasar, Roman melangkah keluar.Meski pelipisnya terasa kebas akibat tidak tidur semalaman, pria itu tetap berjalan dengan pijakan tegap. Ia menyusuri area lobi utama yang masih lengang oleh suasana subuh. Ketika Roman melewati pintu kaca otomatis di bagian depan, Jetro masuk dari sisi yang lain. Kedua pria itu saling melewati, tetapi tidak mengenali satu sama lain. Masing-masing sibuk dengan pikiran dan perasaannya sendiri.Tanpa menghiraukan keadaan sekitar, Roman berjalan lurus menuju area parkir, di mana mobilnya berada.Setelah memasuki kabin, ia lekas menyalakan mesin dan melajukan mobil ke jalanan kota yang masih lengang. Namun, arah kemudi Roman tidak tertuju pada kediamannya.Dengan rahang yang mengetat, pria itu memacu kendaraannya menuju markas utama klan Valeriano. Di pusat kekuasaannya yang tertutup, Roman akan mengurus beberapa hal yang sangat krusial.Sementara Roman meninggalkan area hotel, Jetro melangkah terburu-buru ke lo

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Dua Pria yang Terluka

    Roman tidak menyangka di usianya yang masih kecil, Altair berani melontarkan ancaman sekeras itu. Apalagi, Altair menyinggung soal “Papa” yang tidak akan terima bila ia mendekati Sabiya.Kalimat itu bagai sembilu tajam yang menghantam dada Roman. Membuat kerongkongannya terasa amat kering. Ia yakin sosok yang selama ini dipanggil 'Papa' oleh darah dagingnya sendiri adalah Jetro Falcone. Pria itu dianggap oleh Altair sebagai pelindung utama ibunya.Namun, bukannya menunjukkan amarah atau tersinggung, netra Roman justru meredup. Ia melepaskan tangan Altair dengan lembut, lalu perlahan merendahkan tubuh tegapnya.Roman berlutut dengan satu kaki di atas lantai, agar pandangannya sejajar dengan sepasang mata bulat Altair. Pria itu mengulurkan tangannya untuk mengusap pelan puncak kepala Altair."Paman tidak takut...Paman akan tetap di sini," tutur Roman "...Paman hanya ingin menjaga kalian berdua, sampai Mama sadar.”Altair menyipitkan mata, terpana oleh tatapan Roman yang serupa dengan m

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Paman Harus Pergi

    Sesudah menerima telepon dari Dante, Roman segera melangkah ke sudut ruangan. Di situ, Dante meletakkan koper kecil yang berisi beberapa pakaian.Dengan cepat, Roman mengambil sebuah kemeja putih. Ia mengancingkan kemejanya, lalu menyisir ulang rambut di depan cermin. Bagaimanapun, ia harus tampil rapi sebelum bertatap muka dengan Altair.Roman sempat menatap Sabiya yang masih terpejam di atas ranjang.Melihat gaun hitam Sabiya yang kusut, Roman berinisiatif membungkus tubuh wanita itu dengan jasnya.Setelah memastikan Sabiya nyaman, Roman memasukkan ponsel dan kartu akses kamarnya ke dalam saku. Kemudian, ia menyusupkan kedua lengannya ke bawah tubuh Sabiya, mengangkatnya ke dalam dekapan yang kokoh. Dengan mantap, Roman berjalan menyusuri koridor hotel yang sepi.Ia baru berhenti ketika melihat Dante yang berdiri tegap di depan pintu sebuah kamar. Sementara di sebelahnya, ada Andreas serta seorang anak kecil yang wajahnya sangat familiar.Detik itu juga, denyut jantung Roman terasa

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Bantu Aku, Paman

    Hampir satu jam berlalu, mobil yang dinaiki Sabiya memasuki kawasan pinggiran kota yang lebih lengang. Kendaraan beroda empat itu melintasi jalanan menanjak, menuju sebuah rumah yang berdiri kokoh di atas perbukitan pribadi.Kediaman yang ditempati Roman dan Sabiya sengaja dibangun di lokasi yang t

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Menghapus Jejakmu

    Ponsel di tangan Sabiya kembali bergetar, menampilkan rentetan foto berikutnya yang dikirimkan oleh Clara. Kali ini adalah foto meja makan yang dipenuhi oleh berbagai macam hidangan. Ada omelet truffle, buah-buahan segar, pancake madu, sosis premium, serta segelas susu.[Semua makanan ini dipesan

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Berlari untuk Wanita Lain

    Tangan besar Roman langsung bergerak melepas baju yang membungkus tubuh Sabiya hingga terlepas sepenu. Namun, Sabiya tetap memejamkan matanya rapat-rapat, membiarkan tubuhnya sekaku patung lilin.Jakun Roman naik-turun saat melihat istrinya yang kini hanya mengenakan bra hitam berenda. Pakaian dala

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Menginginkan Tubuhmu

    Kali ini, pria di seberang sana terdiam lebih lama. Sabiya bisa mendengar suara napas Jetro Falcone yang turun naik. Mungkin, pria itu sedang memijat pangkal hidungnya, seperti yang selalu ia lakukan saat menghadapi masalah rumit."Kenapa, Sabiya? Apa kau sudah sadar?"Mendengar pertanyaan yang me

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status