Share

Sehari Bersama Keluarga

Author: Risca Amelia
last update publish date: 2026-09-30 21:27:25

Mendengar pertanyaan Altair yang kelewat kritis itu, Sabiya menghela napas sejenak. Ia tahu betul, dalam menghadapi putranya yang berotak jenius itu, ia harus bisa memberikan penjelasan yang paling masuk akal.

"Sayang... yang akan pindah ke rumah ini adalah Paman Roman, bukan Mama. Jadi, Mama tetap tidur di kamar apartemen kita."

Ares, yang sejak tadi bosan mendengarkan tanya jawab serius itu, langsung berinisiatif menaiki anak tangga.

"Ares, pelan-pelan! Jangan berlari di tangga, nanti jatuh!"
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Clover
Roman lihat siapa ya??
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Sang Ratu Valeriano

    Dante segera menekan sebuah tombol di meja.Detik berikutnya, gambar wajah Roman muncul di dua layar raksasa yang telah disiapkan di area pemakaman Aldena.Suasana di kompleks pemakaman seketika hening. Seluruh pelayat yang hadir mendongak, menatap ke arah wajah pemimpin tertinggi klan Valeriano yang disiarkan dari benua seberang.Mereka bisa melihat wajah pucat sang bos besar. Namun, tatapan elang pria itu tetap menembus dan mengintimidasi siapapun yang berani mempertanyakan kelemahannya.Roman menatap ke lensa kamera yang terhubung langsung ke Aldena."Hari ini, seluruh keluarga besar Valeriano berduka karena kehilangan salah satu pilar terkuatnya," suara bariton Roman mengalun melalui sistem pelantang suara."Dan saya, kehilangan seorang ibu yang telah melahirkan, merawat, dan mengajari saya bagaimana cara bertahan hidup.”Roman memberikan jeda sejenak, mengumpulkan sisa-sisa tenaga untuk mengeraskan volume suaranya."Saya, Roman Valeriano, menyampaikan permintaan maaf kepada selur

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Mengantar Kepergian Ibu

    Suasana riang di ruangan itu berlanjut sejenak, hingga raut wajah Roman perlahan berubah.Tawa di bibirnya surut, digantikan oleh keseriusan yang mendalam. Ia memusatkan perhatian kembali pada wajah polos Ares dan Altair.Ada satu kebenaran yang harus ia sampaikan kepada kedua putranya malam ini. Sebuah fakta yang selama ini tertutup rapat oleh konflik dan pelarian di masa lalu.Roman menarik napas panjang, menyingkirkan ego dan rasa sakit di dadanya."Ares, Altair, ada banyak hal yang tidak sempat kalian ketahui tentang keluarga Papa," ucap Roman pelan, merangkai kata-kata yang mudah dipahami oleh anak-anak."Papa ingin memberi tahu kalian satu rahasia. Kalian masih memiliki seorang nenek. Ibu kandung dari Papa."Mata Ares dan Altair seketika membesar. Kata 'nenek' adalah sebuah kosa kata yang asing dalam kehidupan mereka.Selama bertahun-tahun berpindah tempat, mereka hanya memiliki ibu, dan baru-baru ini menyadari bahwa mereka memiliki seorang ayah. Mengetahui bahwa ada sosok nenek

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Papa Takut Mama

    Ketika matahari sore mulai condong ke ufuk barat, Sabiya berdiri di sisi brankar.Ia menatap wajah Roman yang masih terlelap, akibat efek obat pereda nyeri dosis tinggi. Namun, wajah pria itu mulai menunjukkan rona merah, tidak sepucat tadi pagi.Dengan perasaan lega, Sabiya kemudian merapikan letak selimut putih yang menutupi tubuh Roman."Aku pulang sebentar untuk menjemput anak-anak," bisik Sabiya di dekat telinga Roman.Sabiya memutar tubuhnya dan mendapati Dante telah berdiri siaga di dekat pintu. Asisten setia itu tampak jauh lebih segar pasca mendapatkan waktu istirahat yang cukup."Dante, aku titip Roman," pesan Sabiya seraya meraih tas jinjingnya. "Jika dia terbangun dan mencariku, tolong katakan aku sedang menjemput si kembar.""Anda tidak perlu khawatir, Nyonya Sabiya," jawab Dante dengan anggukan hormat. "Saya akan menjaga Tuan Roman."Dikawal oleh Liam, Sabiya meninggalkan rumah sakit.Perjalanan menuju apartemen terasa jauh lebih ringan bagi Sabiya, seiring dengan membai

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Pelayan Pribadi

    Hujan gerimis yang membasahi perbukitan San Marino perlahan mereda, menyisakan udara dingin yang menusuk tulang.Setelah rangkaian upacara pemakaman yang menguras emosi, bayi Seraphina akhirnya tertidur pulas di dalam kamar tamu.Ramona pun turun perlahan untuk mengganti pakaiannya yang kotor oleh debu tanah. Namun, baru saja ia menanggalkan baju, terdengar bunyi ketukan di pintu.“Nyonya Ramona, Anda dipanggil oleh Tuan Falcone,” ucap seorang pelayan.Terkejut, Ramona buru-buru mengancingkan bajunya dan berjalan menuju pintu. Di sana, seorang pelayan paruh baya sudah menanti.“Nyonya, silakan Anda segera ke ruang makan. Tuan Falcone menunggu Anda,” ujar pelayan itu.“Tapi, bagaimana dengan Seraphina? Dia bisa menangis kalau….”“Saya yang akan menjaga bayi Anda. Nanti, kalau dia menangis, saya akan membawanya ke ruang makan.”Setelah mendapat jaminan bahwa bayinya aman, Ramona memberanikan diri untuk keluar dari kamar.Ia tidak menyangka bahwa bos besar suaminya, Jetro Falcone, tiba-t

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Sumpah Sang Pemimpin

    Di kawasan perbukitan San Marino, langit mendung menggantung rendah. Suasana di bukit itu sangat suram dan mencekam.Angin perbukitan berembus membawa hawa dingin, diiringi gerimis tipis yang membasahi rerumputan hijau di area pemakaman.Ratusan anggota klan Falcone yang berpakaian serba hitam berdiri berbaris. Mereka membentuk pagar betis, mengelilingi sebuah liang lahad yang baru digali.Payung-payung mengembang di udara, menahan rintik hujan yang membasahi pundak-pundak tegap para pengawal.Tidak ada satu pun suara obrolan yang terdengar. Hanya ada keheningan yang sarat akan duka.Di barisan paling depan, berdiri Jetro Falcone.Sang pemimpin tertinggi mengenakan setelan jas hitam legam, yang dipadukan dengan kemeja kerah tinggi dan mantel panjang berwarna senada.Wajah tampannya yang biasanya memancarkan ketenangan kini terlihat begitu kaku. Matanya menatap lurus ke arah sebuah peti mati berukir lambang elang.Di dalam peti tersebut, terbaring tubuh kaku Cassian, pria muda yang tel

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Kita Langsung Menikah

    Ciuman Sabiya merupakan bentuk penyerahan diri, sebuah permohonan bisu agar pria itu kembali menjejakkan kaki di dunia nyata.Sabiya menyapukan bibirnya dengan lembut, menekan rasa takut dan kepanikannya sendiri demi menjadi tiang penyangga bagi sang mafia.Melalui sentuhan bibir ke bibir, Sabiya seakan mentransfer seluruh kekuatan hidupnya. Mengingatkan Roman bahwa di tengah duka dan kehilangan, pria itu masih memiliki alasan untuk terus bernapas.Masih ada dirinya, masih ada Ares dan Altair.Secara perlahan, efek dari kasih sayang yang diberikan Sabiya mulai bekerja.Napas Roman yang semula memburu berangsur-angsur mereda.Embusan udara dari hidungnya tak lagi terdengar seperti orang yang sedang tercekik. Jari-jari Roman secara refleks mengusap lemah di pinggang Sabiya.Menyadari ritme jantung Roman telah teratur, Sabiya melepaskan ciumannya dengan sangat perlahan."Tarik napasmu, Roman," bisik Sabiya seraya mengusap rahang tegas pria itu yang ditumbuhi akar-akar tipis cambang."Tan

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Menghapus Jejakmu

    Ponsel di tangan Sabiya kembali bergetar, menampilkan rentetan foto berikutnya yang dikirimkan oleh Clara. Kali ini adalah foto meja makan yang dipenuhi oleh berbagai macam hidangan. Ada omelet truffle, buah-buahan segar, pancake madu, sosis premium, serta segelas susu.[Semua makanan ini dipesan

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Berlari untuk Wanita Lain

    Tangan besar Roman langsung bergerak melepas baju yang membungkus tubuh Sabiya hingga terlepas sepenu. Namun, Sabiya tetap memejamkan matanya rapat-rapat, membiarkan tubuhnya sekaku patung lilin.Jakun Roman naik-turun saat melihat istrinya yang kini hanya mengenakan bra hitam berenda. Pakaian dala

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Menginginkan Tubuhmu

    Kali ini, pria di seberang sana terdiam lebih lama. Sabiya bisa mendengar suara napas Jetro Falcone yang turun naik. Mungkin, pria itu sedang memijat pangkal hidungnya, seperti yang selalu ia lakukan saat menghadapi masalah rumit."Kenapa, Sabiya? Apa kau sudah sadar?"Mendengar pertanyaan yang me

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Bantu Aku, Paman

    Hampir satu jam berlalu, mobil yang dinaiki Sabiya memasuki kawasan pinggiran kota yang lebih lengang. Kendaraan beroda empat itu melintasi jalanan menanjak, menuju sebuah rumah yang berdiri kokoh di atas perbukitan pribadi.Kediaman yang ditempati Roman dan Sabiya sengaja dibangun di lokasi yang t

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status