Share

Sumpah Sang Pemimpin

Penulis: Risca Amelia
last update Tanggal publikasi: 2026-10-30 15:00:52

Di kawasan perbukitan San Marino, langit mendung menggantung rendah. Suasana di bukit itu sangat suram dan mencekam.

Angin perbukitan berembus membawa hawa dingin, diiringi gerimis tipis yang membasahi rerumputan hijau di area pemakaman.

Ratusan anggota klan Falcone yang berpakaian serba hitam berdiri berbaris. Mereka membentuk pagar betis, mengelilingi sebuah liang lahad yang baru digali.

Payung-payung mengembang di udara, menahan rintik hujan yang membasahi pundak-pundak tegap para pengawal.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (2)
goodnovel comment avatar
beibbh
gw kira tadi pemakanan ibunya roman hampir lupa gw kisah jertro
goodnovel comment avatar
roha mimha
Mantap kamu Jetro. Jadikan Ramona istri sahmu dan Seraphina anakmu yg sebenar²nya. semoga Cassian lebih aman di sana. Good job thor.
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Pelayan Pribadi

    Hujan gerimis yang membasahi perbukitan San Marino perlahan mereda, menyisakan udara dingin yang menusuk tulang.Setelah rangkaian upacara pemakaman yang menguras emosi, bayi Seraphina akhirnya tertidur pulas di dalam kamar tamu.Ramona pun turun perlahan untuk mengganti pakaiannya yang kotor oleh debu tanah. Namun, baru saja ia menanggalkan baju, terdengar bunyi ketukan di pintu.“Nyonya Ramona, Anda dipanggil oleh Tuan Falcone,” ucap seorang pelayan.Terkejut, Ramona buru-buru mengancingkan bajunya dan berjalan menuju pintu. Di sana, seorang pelayan paruh baya sudah menanti.“Nyonya, silakan Anda segera ke ruang makan. Tuan Falcone menunggu Anda,” ujar pelayan itu.“Tapi, bagaimana dengan Seraphina? Dia bisa menangis kalau….”“Saya yang akan menjaga bayi Anda. Nanti, kalau dia menangis, saya akan membawanya ke ruang makan.”Setelah mendapat jaminan bahwa bayinya aman, Ramona memberanikan diri untuk keluar dari kamar.Ia tidak menyangka bahwa bos besar suaminya, Jetro Falcone, tiba-t

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Sumpah Sang Pemimpin

    Di kawasan perbukitan San Marino, langit mendung menggantung rendah. Suasana di bukit itu sangat suram dan mencekam.Angin perbukitan berembus membawa hawa dingin, diiringi gerimis tipis yang membasahi rerumputan hijau di area pemakaman.Ratusan anggota klan Falcone yang berpakaian serba hitam berdiri berbaris. Mereka membentuk pagar betis, mengelilingi sebuah liang lahad yang baru digali.Payung-payung mengembang di udara, menahan rintik hujan yang membasahi pundak-pundak tegap para pengawal.Tidak ada satu pun suara obrolan yang terdengar. Hanya ada keheningan yang sarat akan duka.Di barisan paling depan, berdiri Jetro Falcone.Sang pemimpin tertinggi mengenakan setelan jas hitam legam, yang dipadukan dengan kemeja kerah tinggi dan mantel panjang berwarna senada.Wajah tampannya yang biasanya memancarkan ketenangan kini terlihat begitu kaku. Matanya menatap lurus ke arah sebuah peti mati berukir lambang elang.Di dalam peti tersebut, terbaring tubuh kaku Cassian, pria muda yang tel

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Kita Langsung Menikah

    Ciuman Sabiya merupakan bentuk penyerahan diri, sebuah permohonan bisu agar pria itu kembali menjejakkan kaki di dunia nyata.Sabiya menyapukan bibirnya dengan lembut, menekan rasa takut dan kepanikannya sendiri demi menjadi tiang penyangga bagi sang mafia.Melalui sentuhan bibir ke bibir, Sabiya seakan mentransfer seluruh kekuatan hidupnya. Mengingatkan Roman bahwa di tengah duka dan kehilangan, pria itu masih memiliki alasan untuk terus bernapas.Masih ada dirinya, masih ada Ares dan Altair.Secara perlahan, efek dari kasih sayang yang diberikan Sabiya mulai bekerja.Napas Roman yang semula memburu berangsur-angsur mereda.Embusan udara dari hidungnya tak lagi terdengar seperti orang yang sedang tercekik. Jari-jari Roman secara refleks mengusap lemah di pinggang Sabiya.Menyadari ritme jantung Roman telah teratur, Sabiya melepaskan ciumannya dengan sangat perlahan."Tarik napasmu, Roman," bisik Sabiya seraya mengusap rahang tegas pria itu yang ditumbuhi akar-akar tipis cambang."Tan

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Menenangkan dengan Cinta

    "Dokter, bisakah saya tetap berdiri di sini? Saya tidak akan mengganggu proses pemeriksaan,” pinta Sabiya.Sang dokter mengangguk paham, menyadari bahwa keberadaan Sabiya adalah penenang terbaik bagi pasien yang baru saja melewati trauma berat."Tentu, Nyonya. Anda bisa tetap menemani Tuan Valeriano."Tim medis mulai bekerja dengan cepat. Dokter menyorotkan senter kecil ke arah pupil mata Roman untuk mengecek respons saraf otaknya.Roman mengernyitkan dahi karena silau. Namun, ia membiarkan dokter itu melakukan tugasnya asalkan matanya tetap bisa menangkap sosok Sabiya.Setelah memeriksa mata, dokter mendengarkan detak jantung dan pernapasan Roman menggunakan stetoskop. Kemudian, ia memeriksa jahitan pada luka tembak serta pelat penyangga di kaki Roman.Sepanjang proses pemeriksaan yang tidak nyaman itu, Roman hanya diam, tidak mengatakan apa-apa."Tuan Valeriano berhasil melewati masa kritis. Kesadarannya sudah kembali penuh, dan respons sarafnya bekerja dengan baik."Sabiya mengusap

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Aku Tidak Akan Pergi

    Panggilan yang familiar itu sontak menghancurkan sisa-sisa kantuk Sabiya.Tubuhnya tersentak hebat. Ia membuka matanya lebar-lebar, lantas bangkit dari posisi berbaring.Tanpa memedulikan kakinya yang masih lemas, Sabiya berlari semampunya. Ia langsung berdiri di samping brankar, tempat Roman berbaring.Di bawah pendar cahaya temaram ruangan, Sabiya bisa melihat sepasang mata kelabu milik Roman telah terbuka. Tatapan pria itu tampak sangat sayu, kosong, dan tidak fokus.Efek obat bius dosis tinggi dan ketidaksadaran selama berhari-hari membuat Roman kehilangan orientasi ruang dan waktu.Kelopak mata Roman bergerak lambat, mengerjap beberapa kali seolah cahaya lampu di atasnya menyiksa retina matanya.Napas pria itu tiba-tiba berubah memburu. Dada bidangnya yang dibalut perban naik turun dengan cepat, mengembunkan bagian dalam masker oksigen yang menutupi separuh wajahnya.Di dalam alam bawah sadar Roman yang masih kacau, memori terakhir yang terekam adalah penculikan dan pertempuran d

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Ancaman Manis

    Usai berpamitan, dokter dan perawat berjalan keluar dari kamar rawat, menyisakan Sabiya bersama para pengawal. "Nyonya, kami bertiga akan berjaga di depan kamar ini. Jika Nyonya membutuhkan sesuatu, cukup panggil kami,” ujar Dante.Sabiya memandang ke arah Dante. Ia bisa melihat dengan jelas betapa kacaunya kondisi pria di hadapannya ini.Dante telah mengatur pertempuran, mengevakuasi Roman, mengurus jenazah Nyonya Regina, hingga terbang melintasi samudra tanpa memejamkan mata sedetik pun. Begitu pula dengan Liam dan Nathan yang telah bersiaga sejak pagi."Kalian tidak perlu menunggu di luar malam ini," ucap Sabiya. Ia menatap Dante, Liam, dan Nathan secara bergantian."Sebaiknya, kalian bertiga pulang. Kembalilah ke rumah, bersihkan diri, dan beristirahatlah dengan tenang.""Tapi, Nyonya, keamanan Tuan Roman—""Lantai ini sangat aman, Dante. Aku sendiri yang akan menemani Roman sepanjang malam,” potong Sabiya meyakinkan. “Kalian bisa kembali besok.”Mendengar ketegasan dari istri bo

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Bantu Aku, Paman

    Hampir satu jam berlalu, mobil yang dinaiki Sabiya memasuki kawasan pinggiran kota yang lebih lengang. Kendaraan beroda empat itu melintasi jalanan menanjak, menuju sebuah rumah yang berdiri kokoh di atas perbukitan pribadi.Kediaman yang ditempati Roman dan Sabiya sengaja dibangun di lokasi yang t

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Menghilang dari Hidupmu

    Alih-alih memberi sanggahan, Roman justru meletakkan gelasnya di meja. Dengan tatapan lembut yang belum pernah Sabiya lihat sebelumnya, pria itu menoleh kepada Clara."Jangan dengarkan mereka, Clara." Suara Roman rendah dan menenangkan. "Aku punya hadiah untukmu malam ini. Aku tidak mau kau bersedi

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Wanita yang Dicintai Suamiku

    Tiga tahun menikah dengan Roman Alister, pewaris tunggal keluarga Valeriano, Sabiya tidak pernah diajak ke acara publik.Meski begitu, ia tidak pernah merajuk atau menuntut. Sabiya percaya sang suami melakukan itu sebagai bentuk cintanya yang luar biasa."Klan musuh selalu mencari kelemahanku, Saya

  • Setelah Aku Tiada, Tuan Mafia Memohon Cinta   Acuh Tak Acuh

    Di lantai bawah, Sabiya membawa kardus tersebut menuju ruang makan utama. Ia meletakkan benda itu tepat di dekat ujung meja makan panjang.Bunyi debuman kardus yang mendarat di lantai seketika menarik perhatian Martha dan Mia. Kedua pelayan itu menatap Sabiya dengan ekspresi heran yang bercampur de

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status