Share

Setelah Cerai, Aku Jadi Raja Bisnis
Setelah Cerai, Aku Jadi Raja Bisnis
Author: Aldo Kapak

Bab 1

Author: Aldo Kapak
Kota Selanta, kompleks apartemen Griya Nirwana.

Sebagai ibu kota provinsi, harga properti di sini tentu saja tinggi, dan Griya Nirwana adalah salah satu yang paling mahal.

Radit Buana berusia 29 tahun. Meskipun lulus dari Universitas Selanta, dia tidak mampu membeli apartemen di sini. Dia bisa tinggal di sini berkat istrinya yang seorang direktur perusahaan.

Setelah lulus, Radit bekerja sebagai pustakawan di perpustakaan Universitas Selanta. Gajinya memang lumayan, tapi bisa dibilang hanya setetes dibanding lautan kekayaan istrinya yang mencapai ratusan miliar.

"Sayang, bisa pulang cepat hari ini?"

"Aku nanti harus lembur. Malam ini juga mau tidur di rumah orang tuaku. Kamu makan malam sendiri dulu!"

"Ke rumah orang tuamu lagi? Tapi hari ini kan ...."

"Ada urusan di kantor! Sudah dulu, aku tutup teleponnya."

Tuut ... tuut ... tuut ....

Mendengar nada putus di telepon, Radit menggelengkan kepalanya dengan pasrah.

Dia sebenarnya ingin mengatakan bahwa hari ini adalah hari jadi pernikahan mereka. Setelah hari ini, mereka akan memasuki tahun keenam pernikahan. Sayangnya, melihat situasi ini, istrinya sepertinya benar-benar lupa.

Radit tidak menyalahkan istrinya. Lagi pula, perusahaan istrinya belakangan ini mengalami masalah dan membutuhkan dana besar. Sehingga istrinya sibuk tanpa henti dan sering tidak pulang makan malam di rumah.

Meja sudah dihiasi lilin merah dan anggur merah yang baru saja dia beli tadi siang. Rencana makan malam romantis terpaksa ditunda.

Radit menenangkan diri, lalu berdiri dan mulai membersihkan rumah.

Dia tinggi dan tampan, dan meski usianya hampir 30 tahun, matanya masih memiliki kesan jernih dan penuh tekad.

Walaupun umur selalu bertambah, dia masih memiliki jiwa yang tetap muda.

Hal ini juga berkaitan dengan pengalaman hidupnya. Ketika dia berusia 10 tahun, orang tuanya tewas tenggelam saat menyelamatkan seseorang. Dia pun tinggal di panti asuhan, menghabiskan waktunya tenggelam dalam buku, tidak suka berinteraksi dengan orang lain. Bahkan setelah lulus dan mulai bekerja, dia memilih menjadi pustakawan yang tidak banyak berurusan dengan orang.

Dia tampak agak pendiam dan tertutup.

Namun, hal ini tidak mengurangi keunggulannya. Dia meraih gelar doktor ilmu ekonomi di bawah usia 30 tahun, sebuah prestasi yang luar biasa!

Meski begitu, di bawah bayang-bayang istrinya, Radit memilih untuk bersikap rendah hati dan rela menjadi bapak rumah tangga di rumah. Lagi pula, dengan kekayaan istrinya, mereka sudah termasuk bebas secara finansial.

Istrinya adalah Lilian Sudibyo, hanya satu tahun lebih muda darinya, menjabat sebagai direktur Grup Sudibyo. Ditambah dengan parasnya yang memukau dan tubuh yang menawan, dia sangat terkenal di Selanta.

Saat kuliah, Radit tidak sengaja menumpahkan teh susu Lilian di perpustakaan. Untuk meminta maaf, dia mentraktir Lilian makan malam, dan hubungan mereka pun dimulai dari makan malam itu. Enam bulan kemudian, keduanya resmi menjalin hubungan asmara.

Setelah menikah, keduanya sangat mesra dan jarang bertengkar. Satu-satunya sumber konflik berasal dari keluarga dan orang tua Lilian.

Keluarga Sudibyo tentu saja tidak suka seorang menantu yang status sosialnya jauh di bawah mereka. Apalagi, Radit adalah seorang yatim piatu.

Setelah selesai mengepel lantai, Radit duduk di sofa. Seperti biasa, dia mengambil sebuah buku, membukanya di halaman yang terakhir dibacanya, dan mulai membaca.

Ini adalah buku berbahasa Ingrish. Bahasanya bukan kendala bagi Radit.

Namun, entah mengapa, dia hari ini sangat sulit konsentrasi. Baru membaca satu kalimat sudah lupa lagi. Pikirannya terasa gelisah.

Radit terpaksa mengambil ponselnya. Dia awalnya ingin menonton video pendek, tapi matanya tiba-tiba tertuju pada sebuah aplikasi.

Ini adalah aplikasi yang dipasang saat membeli mobil, untuk mencegah mobil kesayangannya hilang, yang dapat memantau lokasi mobil secara real-time.

Karena mobil Lilian mengalami goresan kecil beberapa hari yang lalu dan dibawa ke bengkel, dia hari ini pergi kerja menggunakan mobil Radit.

Entah mengapa, Radit terdorong untuk membuka aplikasi itu.

Peta Kota Selanta segera muncul di ponselnya, dan lokasi GPS mobil tepat berada di gedung Grup Sudibyo.

Istrinya memang sedang lembur.

Radit menghela napas lega, tapi hatinya terasa bersalah karena telah mencurigai istrinya.

Tiba-tiba!

Radit terkejut melihat titik GPS mobilnya mulai bergerak.

Mata Radit melebar, itu berarti istrinya sudah keluar dari kantor.

Dia tidak lembur.

Istrinya berbohong!

Wajah Radit tampak muram. Tanpa ragu, dia melangkah keluar dengan cepat, mendorong motor listriknya keluar dari kompleks perumahan.

Radit merasa gelisah sepanjang perjalanan. Dengan mengikuti GPS, dia segera melihat mobil Audi-nya di seberang jalan.

Ini adalah ....

Hotel Internasional Mario.

Melihat papan nama yang megah itu, rasa gelisah Radit semakin kuat.

Dia masih berada di seberang jalan. Untuk menyeberang, dia harus berbalik arah terlebih dahulu. Radit duduk di atas motornya, menatap lekat-lekat ke arah mobil Audi miliknya.

Tak lama kemudian.

Pintu mobil terbuka.

Sosok wanita yang cantik sempurna keluar dari kursi pengemudi.

Di balik rambut panjang yang terurai, wanita itu mengenakan gaun hitam yang pas di tubuh. Lehernya seputih salju dengan lekuk yang elok. Pinggang rampingnya menonjolkan bokong yang besar dan montok.

Dengan sepatu hak tinggi berwarna gelap, langkahnya pun sangat memikat.

Itu dia!

Setelah bertahun-tahun tidur bersama, Radit dapat langsung mengenali istrinya.

Masih belum selesai.

Beberapa saat kemudian, pintu penumpang depan terbuka. Seorang pria muda berbaju jas keluar dan keduanya bertemu di belakang mobil. Entah apa yang dikatakan pria itu, senyum menawan kemudian terlukis di wajah sempurna Lilian.

Hati Radit bergetar, tapi seketika itu juga, gerakan keduanya membuat jiwanya hancur.

Lilian memeluk lengan pria itu dengan gerakan seperti sudah terbiasa, seperti sepasang kekasih, berjalan menuju pintu masuk hotel sambil bercanda riang.

Radit menyaksikan semua ini dengan mata kepalanya sendiri. Hatinya berdenyut-denyut, dan dengan tangan gemetar, dia mengeluarkan ponselnya dan memotret adegan itu. Hingga sosok keduanya menghilang di pintu masuk hotel.

Giginya bergemeletuk, amarah di hatinya seolah ingin meledak.

Kenapa?

Kenapa Lilian mengkhianatinya?!

Dia tidak bisa menahannya.

Meski dengan tangan gemetar, dia tanpa ragu menelepon Lilian.

"Nomor yang Anda tuju tidak menjawab ...."

"Sialan, dasar perempuan jalang!"

Mata Radit memerah. Dia membuka aplikasi pesan dan membuat panggilan video, tapi tetap ditolak.

Dia menarik napas dalam-dalam, menyalakan sebatang rokok, dan memaksa dirinya untuk tenang. Sebuah kilatan dingin muncul di matanya. Dia turun dari motornya dan melangkah menyeberangi jalan.

Sudah sampai di sini, menghindar bukanlah solusi. Sekejam apa pun kebenaran itu, dia harus menghadapinya!

Masuk ke lobi hotel.

Radit dengan wajah muram langsung berjalan menuju meja resepsionis.

"Selamat malam, Bapak ingin melakukan check-in?"

Wanita itu tersenyum profesional dan suaranya lembut.

Radit tidak membuang-buang waktu. Saat ini, pasangan jalang itu mungkin sudah hampir selesai mandi. Dia langsung membuka galeri foto di ponselnya dan berkata, "Dua orang ini barusan masuk. Aku ingin tahu di mana kamar mereka."

Wajah resepsionis berubah, dia tersenyum canggung. "Maaf, Pak. Hotel kami melindungi privasi tamu ...."

Radit menatapnya dengan tajam. "Wanita ini istriku. Masih ada kesempatan untuk memperbaiki situasi. Tolong beri tahu aku sekarang juga."

Melihat tatapan Radit, resepsionis itu tiba-tiba merasa gemetar di dalam hati, lalu mulai memeriksa foto-foto itu dengan serius.

Setelah beberapa saat, dia menghela napas lega dan menampilkan senyum profesional lagi.

"Bapak salah paham. Mereka nggak check-in kamar. Mereka sepertinya pergi ke restoran makanan Barat di lantai dua!"
Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Setelah Cerai, Aku Jadi Raja Bisnis   Bab 50

    Pukul 10 pagi, Radit tiba di depan kantor Bahtera Konstruksi.Begitu masuk, pemandangannya menakjubkan. Para karyawan tampak sangat bersemangat, bekerja dengan giat.Area kantor dipenuhi suara ketikan keyboard.Tampaknya, pernyataan Rosie dalam konferensi pers itu sangat efektif dan menginspirasi.Radit menggelengkan kepala, berpikir dalam hati, ‘Kalian belum tahu, bos kalian sebenarnya sudah kehabisan uang. Semua itu cuma janji-janji kosong.’‘Tapi, selama aku ada di sini, aku akan mengubah janji-janji kosong itu menjadi kenyataan.’Setelah masuk ke ruang kantor Rosie, gadis itu berseru gembira, "Pak Radit!"Radit mengangguk dan bertanya, "Bagaimana situasinya sekarang?"Rosie menggelengkan kepala. "Kurang optimis. Di rekening perusahaan cuma ada 20 miliar, dan aku sendiri punya 40 miliar. Ditotal pun cuma 60 miliar. Belum ada apa-apanya sama sekali, nggak cukup untuk memulai proyek."Bahkan chef terhebat pun tidak bisa memasak tanpa nasi. Sebagus apa pun rancangan arsitekturnya, tida

  • Setelah Cerai, Aku Jadi Raja Bisnis   Bab 49

    Sambil berbicara, Lilian mengulurkan jari-jarinya yang halus dan menggambar lingkaran-lingkaran di dada Radit.Radit tidak bergeming. Dia hanya mengeluarkan kotak itu dan memperlihatkannya. "Lihat, ini gaun tidurmu bukan? Aku dapat paket ini tadi siang."Lilian merasa bingung. Dia membuka kotak itu, dan ekspresinya seketika berubah. Dia langsung membuangnya ke tempat sampah sambil berkata, "Siapa kirim barang begitu? Menjijikkan.""Harusnya aku yang tanya. Itu kan gaun tidurmu?" Radit menanyai dengan nada menuduh.Sikapnya membuat Lilian marah. Sambil menuding tempat sampah, dia berkata, "Apa maksudmu? Kamu nggak bisa lihat jebakan segampang itu? Itu cuma baju bekas, bahkan belum tentu milikku, tapi kamu langsung curiga dan ingin memancingku bicara. Aku bahkan sudah lupa gaun tidur ini, mungkin sudah kubuang sejak lama. Kalau nanti orang lain mengirim celana dalam padamu, apa kamu akan menceraikanku? Radit, kamu benar-benar membuatku kecewa!"Radit mengibaskan tangannya. "Jangan marah.

  • Setelah Cerai, Aku Jadi Raja Bisnis   Bab 48

    Pengirimnya tidak diketahui, membuat Radit merasa bingung. Dia tidak membeli apa-apa.Tanpa berpikir lebih lama lagi, dia langsung membuka kotak itu dan menemukan sebuah gaun tidur sutra yang kusut, dengan secarik kertas di dalamnya.[Gaun tidur Lilian nggak sengaja tertinggal di tempatku. Tolong bantu kembalikan padanya, terima kasih.]Mata Radit berkedut, wajahnya mendung.Ini adalah gaun tidur berwarna merah muda, bahannya lembut dan sangat halus, tapi sekarang dipenuhi noda-noda yang mengeras, membuat gaun tidur itu kusut dan berkerut-kerut.Ini gaun tidur milik istrinya, tentu saja dia tahu.Karena istrinya dulu sangat menyukai gaun tidur tanpa lengan ini. Radit juga suka melihatnya mengenakan ini, membungkus tubuhnya yang montok, sangat cantik dan seksi.Namun, dia sudah lama tidak pernah melihat istrinya mengenakan gaun tidur ini.Tak disangka, hari ini muncul lagi."Awas saja kalau aku tahu siapa orangnya!" Radit mendesis tajam.Kemungkinan besar bukan Victor, karena istrinya k

  • Setelah Cerai, Aku Jadi Raja Bisnis   Bab 47

    Seseorang seperti ayah Rosie seharusnya tidak berpikiran sempit, bukan?Seorang tokoh besar di dunia bisnis seharusnya dapat melihat keuntungan di balik ini, apalagi gambar desainnya sudah diberikan kepadanya.Dia pun berkata, "Oke, aku mengerti. Soal uang, kita tunda dulu. Hari ini istirahat, besok kita bicarakan lagi."Dia menutup telepon, masih benar-benar bingung.Jika proyek ini berjalan lancar dan hasil rancangan dapat ditampilkan dengan sempurna, manfaatnya bagi Bahtera Konstruksi tentu saja sangat besar.Bahkan bisa menjadi tolok ukur industri konstruksi.Karena ini adalah proyek yang akan mengangkat nama Selanta, bahkan gubernur dan pejabat pemerintah tidak akan berpandangan sempit.Nantinya, Bahtera Konstruksi akan jadi terkenal. Semua orang tahu akan tahu perusahaan ini hanya mengerjakan bangunan berkualitas tinggi. Dengan begitu, proyek-proyek yang diterima di masa depan pasti juga berkualitas tinggi. Menghasilkan uang pun akan menjadi hal yang mudah.Empat ratus miliar ini

  • Setelah Cerai, Aku Jadi Raja Bisnis   Bab 46

    "Ketiga, kapan proyek ini akan selesai?""Ini adalah satu hal yang sangat saya sesalkan. Karena Bahtera Konstruksi mengutamakan kualitas, Panti Jompo Asri tidak dapat diresmikan tepat waktu. Saya akan bertanggung jawab penuh atas segala konsekuensi yang timbul akibat keterlambatan ini. Mari kita lihat bersama ...."Sambil berbicara, Rosie menekan tombol remot di tangannya.Di layar besar di belakangnya, muncul gambar-gambar visualisasi desain Panti Jompo Asri setelah selesai dibangun nanti.Seketika itu juga, suasana menjadi riuh.Seiring bergulirnya gambar-gambar tersebut, para hadirin semakin terkejut, bahkan terpesona!Sebuah pikiran muncul di benak mereka. Jika selesai dibangun, pasti akan menjadi bangunan ikonik di Selanta!Dibandingkan dengan rancangan sebelumnya, bisa dibilang perbedaannya bagaikan langit dan bumi.Para pejabat pun tercengang, mulut mereka menganga lebar.Rosie tersenyum lembut dan berkata, "Ini rancangan yang dipesan oleh Bahtera Konstruksi dengan biaya sepuluh

  • Setelah Cerai, Aku Jadi Raja Bisnis   Bab 45

    Luna masuk dan tersenyum tipis kepada Rosie.Wajah Rosie pun memerah, dia batuk pelan dan berkata, "Gambar rencananya sudah ada, jadi selanjutnya bagaimana?"Radit mengembuskan napas panjang, perasaannya yang bergejolak perlahan mereda. Dia berkata, "Saatnya keluarkan kartu as kita. Besok kita adakan konferensi pers, perlihatkan rancangannya, dan tekankan bahwa semua biaya pembangunan ditanggung oleh Bahtera Konstruksi. Setelah konferensi pers, semua opini negatif akan mereda, dan selanjutnya akan berjalan lancar!""Ya!"Rosie setuju, lalu mereka mendiskusikan beberapa detail lagi sebelum Radit pergi.Dia tidak berani berlama-lama di sana. Luna tidak bisa diandalkan, dan dia sendiri cacat. Dia harus waspada hadapan Rosie, tidak boleh ada kesempatan untuk berdua saja.Setelah keduanya pergi, Rosie buru-buru berlari ke ruang istirahat di dalam kantor.Dia mengingat kejadian tadi dan menunduk malu-malu. "Pantas saja istrinya nggak mau melepaskannya ...."Tiba-tiba, dia terpikir sesuatu da

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status