LOGINNaura melamun setelah selesai perkuliahan. Dia terus memikirkan keadaan perusahaan yang sedang bermasalah sampai - sampai Farhan tidak pulang ke rumah sejak kemarin malam. Hatinya terasa gelisah, tetapi dia mencoba menenangkan diri dengan berpikir mungkin Farhan memang sedang sangat sibuk.
Karena terlalu larut dalam pikirannya, Naura berjalan tanpa memperhatikan jalan di depannya.ChitttSuara rem mobil mendadak membuat Naura tersentak. Tubuhnya hampir terserempet mPOV NauraRuang sidang kembali dipenuhi suasana tegang.Setelah seluruh saksi selesai memberikan keterangan, ketua majelis hakim mempersilakan jaksa penuntut umum menyampaikan tuntutannya.Jaksa berdiri sambil membawa berkas tebal."Berdasarkan hasil audit forensik, keterangan para saksi, barang bukti, serta fakta yang terungkap di persidangan, penuntut umum berkesimpulan bahwa terdakwa Tomi terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pemalsuan dokumen perusahaan, penggelapan dana perusahaan, penyalahgunaan jabatan, serta memberikan keterangan yang menyebabkan Noel menjadi pihak yang dipersalahkan."Ruangan kembali hening.Jaksa melanjutkan,"Atas perbuatannya, penuntut umum menuntut terdakwa Tomi dengan pidana penjara selama lima belas tahun."Wajah Tomi memucat.Diah yang duduk di bangku pengunjung langsung menangis.Farhan hanya menundukkan kepalanya.Jaksa kembali membuka berkas b
POV NauraSatu bulan setelah putusan perceraian berkekuatan hukum tetap.Naura resmi menyandang status janda.Namun, ia tidak memiliki waktu untuk larut dalam kesedihan.Hari ini adalah awal perjuangan yang sesungguhnya.Di hadapannya berdiri gedung Pengadilan Negeri yang akan menentukan nasib perusahaan keluarganya.Mahendra menghampiri Naura yang sedang menatap gedung pengadilan."Gugup?"Naura mengembuskan napas perlahan."Sedikit.""Bukan karena takut.""Tapi karena aku sudah menunggu hari ini selama bertahun-tahun."Mahendra tersenyum tipis."Hari ini bukan hanya tentang perusahaan.""Tapi juga tentang nama baik ayahmu."Naura mengangguk mantap."Iya.""Dan aku akan memperjuangkannya sampai akhir."Tak lama kemudian, Gibran datang membawa beberapa map tebal."Semuanya sudah siap.""Hasil audit indepen
POV NauraSuasana di ruang perawatan kembali tenang setelah para penyidik selesai mengambil keterangan Ardi.Mahendra, Gibran, Naura, dan Jolina berpamitan agar Ardi dapat beristirahat."Terima kasih, Pak Ardi," ucap Naura sambil menyalami pria itu.Ardi tersenyum lemah."Jangan menyerah, Nak. Ayahmu menunggu keadilan."Naura mengangguk mantap."Saya janji."---Saat mereka keluar dari rumah sakit, ponsel Mahendra tiba-tiba berdering.Ia melihat nama asistennya, Reno.Mahendra langsung mengangkat telepon."Halo.""Pak Mahendra, kami berhasil menemukan dua orang yang selama ini kita cari."Mahendra langsung menghentikan langkahnya."Siapa?""Ibu Dewi, mantan sekretaris pribadi Pak Tomi.""Dan Pak Budi Santoso, mantan kepala bagian keuangan."Mata Mahendra langsung berbinar."Bagaimana kondisi mereka?""Ibu
POV NauraSore menjelang malam.Naura baru saja tiba di rumah Jolina setelah menjalani sidang mediasi yang menguras tenaga dan emosinya.Ia mengembuskan napas panjang begitu memasuki rumah."Ibu, Naura pulang."Jolina yang sedang duduk di ruang keluarga langsung menghampiri putrinya."Bagaimana hasil mediasinya, Nak?"Naura tersenyum tipis, meski sorot matanya masih menyimpan kesedihan."Mediasinya gagal, Bu.""Farhan ingin mempertahankan pernikahan ini.""Tapi keputusan Naura tidak berubah."Jolina mengusap lembut pipi putrinya."Ibu mendukung keputusanmu.""Yang penting kamu sudah memikirkannya dengan matang."Naura mengangguk."Sudah, Bu.""Aku sudah memaafkan Farhan.""Tapi aku tidak bisa kembali hidup bersamanya."Jolina memeluk putrinya erat."Ibu bangga karena kamu memilih memaafkan tanpa harus mengorbankan
POV NauraRuangan kembali hening.Naura masih memandang Ardi Wijaya yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit. Meskipun kondisi fisiknya terlihat menurun, sorot matanya masih menyimpan ketegasan yang sama seperti dalam rekaman video yang mereka temukan."Pak Ardi," ucap Naura pelan. "Kalau Bapak bersedia menjadi saksi, aku yakin nama Ayah bisa dibersihkan."Ardi tersenyum tipis."Itu memang alasan saya berhenti bersembunyi, Naura.""Selama lima tahun saya hidup dengan rasa bersalah.""Saya membiarkan Noel menanggung semuanya sendirian.""Tapi sekarang saya tidak akan lari lagi."Naura mengangguk sambil menahan air mata."Terima kasih, Pak."Gibran kemudian membuka buku catatannya."Pak Ardi, saya akan mengajukan permohonan agar kesaksian Bapak dicatat secara resmi. Mengingat kondisi kesehatan Bapak, kami juga akan meminta penyidik dan jaksa mengambil keterangan di rumah saki
POV FarhanFarhan masih terduduk di ruang mediasi yang kini telah kosong.Tatapannya kosong mengarah ke pintu yang baru saja ditutup oleh Naura.Ia masih bisa mendengar kalimat terakhir yang diucapkan wanita itu.«"Semoga kamu menjadi ayah yang baik bagi anakmu nanti."»Kalimat itu terus terngiang di kepalanya.Bukan karena Naura menyindirnya.Tetapi karena untuk pertama kalinya ia menyadari bahwa wanita itu benar-benar telah melepaskannya.Kuasa hukumnya menepuk pelan bahu Farhan."Pak Farhan.""Sidangnya sudah selesai."Farhan mengangguk pelan."Iya."Namun ia belum juga beranjak dari kursinya.---Di luar ruang mediasi.Tomi berjalan menghampiri putranya."Bagaimana hasilnya?"Farhan mengangkat wajahnya."Mediasi gagal."Tomi mengembuskan napas kasar."Dasar keras kepala."Farhan langs
Mobil yang dikendarai Farhan akhirnya memasuki area lokasi acara.Sejak tiba di gerbang utama, suasana sudah terlihat sangat ramai. Para tamu undangan, rekan bisnis, investor, dan awak media mulai berdatangan.Farhan turun lebih dulu, lalu membukakan pintu untuk Naura.
Pagi hari yang menjadi hari pelaksanaan proyek akhirnya tiba.Sinar matahari menembus tirai kamar tamu yang sejak dua minggu terakhir menjadi tempat tidur Naura.Baru saja ia selesai mandi, ponselnya bergetar.Sebuah pesan masuk dari Mahendra.«Selamat pagi, Na
Setelah beristirahat sejenak dan makan siang bersama, Naura mengira petualangan mereka di Dufan sudah cukup sampai di situ.Namun ternyata ia salah."Mahendra, kita mau ke mana lagi?" tanya Naura ketika pria itu kembali menarik langkahnya ke arah area wahana lain.Mahen
Naura tanpa sadar terlalu banyak bercerita tentang pernikahannya dengan Farhan. Dari awal mereka menikah muda, lima tahun menjalani rumah tangga bersama, hingga akhirnya Farhan ketahuan berselingkuh dan ia tetap mencoba memberikan kesempatan kedua.“Aku tidak menyangka Farhan sudah menya







