Share

Bab.50 -Bahagia dan Rindu

Penulis: AriNovani
last update Tanggal publikasi: 2026-06-14 15:52:38

Lilia dan Kaivan melangkah keluar dari hotel dengan semangat yang membuncah. Lilia tampak sangat segar mengenakan sun dress motif bunga berwarna biru yang senada dengan langit Shanghai. Rambutnya ia ikat kepang rapi agar tidak mengganggu aktivitasnya nanti.

Walau udara Shanghai masih terasa sejuk, namun matahari hari itu cukup terik, memberikan perpaduan cuaca yang pas untuk bermain air.

"Kamu cantik sekali, Sayang. Aku jadi nggak rela membawamu keluar. Rasanya ingin aku simpan saja di kamar,"
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Setelah Masuk Ke Novel, Aku Mengubah Takdirku   Bab.104

    Tak terasa, satu bulan pun berlalu dengan cepat. Hari yang paling dinanti-nanti oleh keluarga besar Wijaya dan Hadikusumah akhirnya tiba.Hadikusumah Private Botanic Estate—salah satu resort megah nan eksklusif milik keluarga Dewa—hari ini telah disulap total sesuai dengan impian Ivy. Konsep enchanted garden party yang dipadu dengan rumah kaca raksasa mengubah area tersebut bak negeri dongeng di dunia nyata. Ribuan bunga mawar putih dan peach mekar mengepung Altar, sementara ratusan lampu kristal gantung memancarkan cahaya hangat yang begitu romantis.Di dalam area persiapan, Ivy berdiri mematung di depan cermin besar. Ia tampak sangat anggun dan memesona berbalut gaun tipe ball gown bernuansa blush peach dan pearl white. Detail payet kristal serta kelopak bunga 3D melingkupi gaun indahnya, ditambah sebuah mahkota mungil berkilau yang menancap pas di atas tatanan rambutnya.Di sudut area outdoor, tampak Kinan dan Ezra berdiri berdampingan sebagai bridesmaid dan groomsman. Pasangan mud

  • Setelah Masuk Ke Novel, Aku Mengubah Takdirku   Bab.103

    Setelah makan malam selesai, para anak muda mulai memisahkan diri ke sudut taman lain. Di meja utama, kini tinggal Lilia, Kaivan, dan keluarga besar Dewa—tentu saja dengan Dewa dan Ivy yang duduk berdampingan dengan kecanggungan yang membumbung tinggi."Begini, Nyonya Lilia ... Pak Kaivan," buka ibu Dewa yang bernama Naumi dengan nada suara anggun dan sopan.Lilia terkekeh pelan, merasa tak enak hati. "Aduh, Mbak Naumi ... tidak usah panggil 'Nyonya', dipanggil Lilia saja. Biar lebih akrab.""Baiklah, Lilia," Naumi tersenyum hangat, lalu melirik suaminya, Alex.Di sebelah mereka, Nainai Soraya menatap Ivy dengan mata berbinar-binar penuh kebanggaan. Nenek nyentrik itu bahkan sudah tidak sabar ingin memamerkan calon cucu menantu yang cantik itu pada teman-teman sosialitanya."Kedatangan kami kemari bermaksud baik. Kami ingin meminang putri Anda, Ilona Ivy, untuk menjadi menantu sekaligus cucu di keluarga Hadikusumah," lanjut Naumi mantap.Di sudut lain, Ezra yang menguping pembicaraan

  • Setelah Masuk Ke Novel, Aku Mengubah Takdirku   Bab.102 -Kedatangan Keluarga Dewa

    "Dokter ... aku bingung," bisik Ivy dengan suara pecah sesenggukan. "Kemarin malam ... rahasia besar keluarga kami terbongkar. Jiwa yang ada di dalam tubuh Mommy selama ini ... ternyata bukan Mommy kandungku. Jiwa Mommy yang asli sudah meninggal dari dulu, dan wanita yang merawat ku sampai sebesar ini namanya adalah Arunika."Celine tidak memotong. Ia mendengarkan dengan teduh, membiarkan pertahanan Ivy runtuh sepenuhnya."Dadaku sesak banget, Dok," adu Ivy seraya meremas dadanya sendiri. "Di satu sisi, aku merasa berdosa dan bersalah sama Mommy kandungku kalau aku melupakan beliau ... Tapi di sisi lain, jiwa Tante Arunika yang selalu peluk aku pas sakit, yang rela berjuang dari nol demi aku dan Bang Kael ... terus berputar di kepala. Aku jahat banget ya, Dok? Pagi ini aku bahkan sengaja bersikap dingin dan nolak sarapan buatannya cuma karena gengsi dan rasa bingungku ..."Celine menghela napas pelan, lalu meraih jemari Ivy dan menggenggamnya erat."Ivy, dengarkan saya," tutur Celine

  • Setelah Masuk Ke Novel, Aku Mengubah Takdirku   Bab.101

    "Apakah ini yang dinamakan ... Prekognisi? Sebuah petunjuk takdir agar kamu bisa mengubah nasib buruk itu?" gumam Lilia menerawang.Kinan menatap Lilia bingung, lalu bertanya polos, "Prekognisi? Apa itu, Tan?"Lilia tersenyum hangat, lalu menjelaskan dengan pelan agar Kinan mudah memahaminya."Prekognisi itu seperti kemampuan seseorang untuk tahu atau mendapatkan bayangan kejadian di masa depan sebelum hal itu benar-benar terjadi. Bisa lewat firasat, mimpi, atau potongan ingatan yang datang tiba-tiba," tutur Lilia detail.Lilia menatap mata Kinan dalam-dalam. "Mungkin semesta memberikan kamu petunjuk atau ingatan dejavu itu bukan tanpa alasan, Kinan. Itu cara takdir memberi kamu kesempatan kedua untuk mengubah jalan hidup. Dan terbukti, kan? Karena petunjuk itu, kamu tidak berakhir jadi korban kekejaman ayah tirimu, dan kamu juga tidak bernasib tragis karena Ezra."Kinan tertegun mendengar penjelasan Lilia yang begitu masuk akal. "I-iya, Tan ... benar," balas Kinan lirih.Keheningan s

  • Setelah Masuk Ke Novel, Aku Mengubah Takdirku   Bab.100

    Kaivan menarik lembut tubuh Lilia yang sedang fokus memasukkan pakaian ke dalam koper. Ia memegang kedua bahu wanita itu, memutarnya perlahan agar mereka saling berhadapan."Tatap aku, Arunika."Deg!Lilia terpaku. Matanya membelalak menatap Kaivan yang baru saja menyebut nama aslinya untuk pertama kali—nama yang selalu ia rindukan setiap saat."Lilia yang dulu tidak pernah tersenyum pada anak-anak. Lilia yang dulu tidak pernah membuatkan sup hangat saat Ivy dan Kael sedang sakit, dan tidak pernah memeluk mereka. Dia hanya memanjakan Nathan dan jadi budak cinta Nathan tanpa arah. Tapi, kini semuanya berbeda Lilia. Yang aku cintai adalah jiwa yang ada di dalam tubuh ini sejak hari kita bertemu pertama kali di kafe waktu itu," tutur Kaivan tulus.Lilia terdiam mencerna setiap kata yang keluar dari bibir suaminya.Memang benar, rasanya terlalu berat jika harus meninggalkan tempat ini. Ia sangat menyayangi Ivy dan Kael. Ia telah membersamai mereka, merawat dan membesarkan mereka dari keci

  • Setelah Masuk Ke Novel, Aku Mengubah Takdirku   Bab.99

    Dewa menatap Ivy yang masih tertegun. Ia memberikan jeda agar gadis di hadapannya itu bisa mencerna semua informasi yang baru saja ia dengar."Ba-bagaimana Bapak bisa tahu? Mommy ... dia bukan ibuku?" tanya Ivy dengan suara bergetar.Saat Dewa hendak menjawab, pintu menuju taman belakang mendadak terbuka. Kael, kakak kandung Ivy, muncul dengan raut wajah datar."Ada apa ini?" tanya Kael dingin, matanya melirik tajam ke arah Dewa."Oh, Tuan Muda Chandrawinata. Bukan apa-apa, kami hanya sedang berdiskusi. Iya, kan, Ivy?" potong Dewa cepat."I-iya, Bang. Kita cuma lagi bahas materi kuliah, kok," sahut Ivy terbata-bata.Kael tentu tidak percaya begitu saja. Ia bisa melihat dengan jelas betapa pucatnya wajah sang adik saat ini. Tanpa mengalihkan pandangan, Kael menarik kursi lalu duduk di sisi lain, menatap Dewa dan adiknya secara bergantian."Di antara saya dan adik saya, tidak ada rahasia, Pak Dosen," tegas Kael dengan nada menekan. "Mau bagaimanapun kalian mencoba menyembunyikannya, say

  • Setelah Masuk Ke Novel, Aku Mengubah Takdirku   Bab.7 -Aroma sup yang Mengubah suasana

    Tak terasa malam pun tiba. Di dapur rumah besar itu, Lilia dan kedua anaknya tampak sibuk menyiapkan makan malam sederhana untuk mereka bertiga."Mommy, bial aku yang aduk," seru Ivy antusias, menatap panci berisi sup daging yang mengepul harum. Aroma bawang goreng dan seledri membuat gadis kecil i

  • Setelah Masuk Ke Novel, Aku Mengubah Takdirku   Bab.6 -Ratu Drama dan Perhiasan Baru

    Setelah puas berbelanja, Lilia dan kedua anaknya akhirnya memutuskan untuk pulang. Mobil penuh sesak dengan barang belanjaan - mulai dari pakaian, mainan, sampai boneka baru untuk Ivy."Ayo, Pak. Jalan, ya. Kami sudah lelah dan mau istirahat," ujar Lilia lembut."Siap, Nona," jawab sang sopir sopan

  • Setelah Masuk Ke Novel, Aku Mengubah Takdirku   Bab.5 -Belanja dan Serangan Balik

    Tepat pukul sembilan pagi, Lilia memutuskan untuk pergi ke pusat perbelanjaan. Ia sudah duduk di kursi pengemudi, tapi tangan dan kakinya terasa gemetar hebat. "Astaga, ya Tuhan... jangankan nyetir mobil, naik sepeda aja aku jatuh," lirihnya dalam hati. Kael yang duduk di kursi depan menatap Momm

  • Setelah Masuk Ke Novel, Aku Mengubah Takdirku   Bab.4 -Kartu Hitam dan Sang Benalu

    Namun di saat yang sama, jauh di dunia nyata...Suara mesin monitor berdetak ritmis. Ruangan itu sunyi, hanya terdengar napas lemah seseorang yang terbaring di ranjang rumah sakit. Selang infus menempel di tangannya, dan suara mesin monitor berdetak pelan, menandakan detak jantung yang stabil.Seor

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status