Short
Istri yang Dibiarkannya Sekarat

Istri yang Dibiarkannya Sekarat

作家:  Echo完了
言語: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
11チャプター
321ビュー
読む
本棚に追加

共有:  

報告
あらすじ
カタログ
コードをスキャンしてアプリで読む

概要

Cinta Toxic

Plot Twist

Mafia

Pilih Kasih/Egois

Cowok Brengsek

Pernikahan

Mengejar Istri

Penyesalan

Aku sekarat di sudut gang setelah diserang keluarga rival. Suamiku, Dante, wakil pimpinan Keluarga Tanto ... berada di dalam mobilnya, malah memeluk adik perempuan sahabatnya. Dia menatapku dengan dingin, lalu berkata, "Biarkan saja dia. Dia bukan siapa-siapa." Setelah orang lain menyelamatkanku, aku berjalan pulang sendiri dengan tubuh berlumuran darah. Aku mendapati Dante sedang menggendong Sera, menenangkannya dengan cemas padahal yang dia alami hanya lutut tergores. Sedangkan darah yang menutupi seluruh pakaianku? Dia bahkan tidak mau melihatnya. Aku hanya berdiri menatap mereka. Tidak mengatakan apa-apa. Kemudian, aku pun mengeluarkan ponselku dan mengirim pesan pada ibuku. [ Ibu, aku mau pulang. ]

もっと見る

第1話

Bab 1

Aku hampir kehabisan darah akibat luka tusukan ketika Dante dan "adik perempuannya", Sera, kebetulan melintas dengan mobil. Aku berteriak minta tolong, tetapi dia hanya menatapku lalu berkata dengan dingin, "Biarkan saja dia. Dia bukan siapa-siapa."

Di detik itu, ada sesuatu di dalam diriku yang mati. Aku tahu aku harus menjauh darinya, menjauh dari Keluarga Tanto.

"Tolong! Dante!"

Darah mengucur deras dari luka sobekan di bahuku, suaraku menggema di gang sempit yang diguyur hujan. Tiga pria bertopeng baru saja menghilang ke dalam kegelapan, meninggalkanku tergeletak di atas aspal dingin. Rasa sakitnya begitu tajam sampai aku hampir tak bisa bernapas.

Kemudian, aku mendengar deruan mesin yang begitu kukenal.

Maserati hitam milik Dante melambat saat melewati gang itu, jendelanya terbuka setengah. Dengan sisa tenaga terakhir, aku melambaikan tangan.

"Dante! Ini aku! Isabel!"

Mobil itu berhenti beberapa detik.

Aku bisa melihat rambut pirang panjang di kursi penumpang, Sera Galang. Dia mencengkeram lengan Dante, duduk dengan nyaman.

"Sepertinya aku dengar ada yang minta tolong ...." ucap Sera.

"Dante, aku takut," bisiknya, suaranya bergetar. "Gimana kalau mereka masih ada di sekitar sini?"

Dante melirik ke arahku, lalu pandangannya langsung kembali padanya.

"Cuma orang nggak penting. Jangan takut, aku di sini," katanya sambil meremas tangan Sera. "Aku nggak akan membiarkan siapa pun menyakitimu."

Mesin kembali berderu dan mobil itu pun menghilang di tikungan.

Aku memejamkan mata, membiarkan hujan membasuh luka-lukaku.

Lima belas menit kemudian, Marco menemukanku. Dia teman lama semasa kuliahku, sekarang dokter IGD.

"Ya Tuhan, Isabel! Siapa yang melakukan ini padamu?" Marco memeriksa lukaku dengan cepat. "Kita harus membawamu ke rumah sakit, sekarang."

"Nggak," kataku sambil menahan nyeri. "Antar aku pulang saja. Dokter keluarga yang akan menangani."

Dua jam kemudian, aku mendorong pintu apartemen kami hingga terbuka.

Lampu gantung kristal di ruang tamu memancarkan cahaya hangat. Di sofa, Dante sedang memeluk Sera dengan erat. Dia mengenakan gaun tipis, lekuk tubuhnya yang lembut menempel pada Dante, tetapi seolah-olah tak ada yang merasa itu aneh.

"Isabel?" Dante menoleh, alisnya berkerut. "Kenapa kamu pulang selarut ini? Dan kenapa kamu basah kuyup?"

Aku menunduk melihat diriku sendiri, mantelku ternoda oleh campuran hujan dan darah, wajahku pucat bagai hantu.

"Cuma ketemu sedikit masalah," jawabku datar, lalu langsung berjalan ke ruang keamanan.

"Masalah apa?"

Aku tidak menjawab. Aku justru memutar rekaman CCTV dari jalan. Di layar, terlihat jelas seluruh kejadian, termasuk momen ketika mobil Dante melintas begitu saja di depanku.

"Isabel, apa yang kamu lakukan?" Suara Dante tajam, tak sabar. "Sera hampir terbunuh, dan kamu malah sibuk dengan rekaman keamanan alih-alih memastikan keadaannya?"

Aku berbalik menghadap mereka. Sera menatapku dengan mata biru polos itu, air matanya menggenang.

"Aku minta maaf, Isabel," katanya lirih. "Akulah yang menyebabkan masalah untuk keluarga ini. Pria-pria itu ... dari Keluarga Kastelo. Mereka mengincarku."

"Nggak apa-apa," kataku, suaraku tenang dengan cara yang bahkan membuatku sendiri terkejut. "Yang penting kamu selamat."

Dante mengembuskan napas, menariknya lebih dekat lagi. "Isabel, Sera nggak boleh sendirian malam ini. Mereka bisa saja kembali."

"Kamu mau dia menginap?"

"Iya." Dante menatapku, ada harapan aneh di matanya. "Dia pakai kamar utama. Lebih besar, lebih aman. Kita pakai kamar tamu."

Selama tiga tahun, tak seorang pun pernah menginjakkan kaki di kamar utama kami. Itu kamar kami.

"Tentu." Aku mengangguk. "Aku ambilkan seprai bersih."

Dante jelas terkejut aku menyetujuinya semudah itu. Keterkejutannya cepat berubah menjadi kepuasan.

"Kamu begitu pengertian, Isabel."

Aku masuk ke kamar dan mulai berkemas. Setiap potong pakaian, setiap foto, kutata dengan hati-hati ke dalam koper.

"Butuh bantuan?" Dante muncul di ambang pintu.

"Nggak," kataku tanpa menoleh, terus mengumpulkan perhiasanku dari meja rias.

"Isabel," katanya, tak menyadari bahwa aku mengemas lebih dari sekadar baju tidur. "Kamu tahu kakaknya menitipkannya padaku. Kakaknya adalah sahabat terbaikku. Aku harus melindunginya."

Tanganku berhenti sesaat.

"Aku percaya padamu, Dante," kataku dengan nada datar, seolah-olah sedang membahas cuaca. "Lagian, kamu sendiri yang bilang Keluarga Galang akan selalu jadi tanggung jawabmu, 'kan?"

Wajah Dante menegang. Dia tampak tidak sepenuhnya senang dengan keikhlasanku.

Setelah hening cukup lama, akhirnya dia mengangguk, menarik Sera lebih dekat seakan-akan ingin menyakitiku. "Benar. Aku sudah janji pada Martin akan menjaga adiknya seperti adikku sendiri."

Aku mengambil baju tidurku dan melangkah menuju kamar tamu.

"Selamat malam."

Malam itu, Dante tidak pernah masuk ke kamarku.

Aku pun mengirim pesan pada ibuku.

[ Ibu, aku mau pulang. ]
もっと見る
次へ
ダウンロード

最新チャプター

続きを読む

読者の皆様へ

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

コメントはありません
11 チャプター
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status