Share

Bab 2

Author: Yiyi
Saat tersadar kembali, aku berada di sebuah kamar yang hangat, dan lukaku sudah dibersihkan serta dibalut dengan rapi.

Aku bertanya pada para bawahan, namun mereka hanya mengatakan bahwa ketua sudah mengambil keputusan akhir mengenai masalah ini.

Setelah Anna benar-benar pulih dan keluar dari rumah sakit, Theo sendiri yang menjemput dan mengantarnya pulang.

Aku mendengar percakapan antara Theo dan ayahku di luar ruang baca.

“Anna terluka parah demi menyelamatkanku. Aku tak akan pernah bisa membalas budi itu sepenuhnya. Aku harap Anda bersedia memberiku kesempatan untuk menikahinya agar bisa melindungi dan mencintainya seumur hidupku.”

Kukira diriku sudah bisa menerima kenyataan ini dengan tenang. Namun saat mendengar perkataan itu keluar langsung dari mulutnya, dadaku tetap terasa perih.

Dia bisa merasa sedih karena Anna terluka demi menyelamatkannya. Namun di kehidupan sebelumnya, aku yang juga menyelamatkannya justru dianggap sebagai beban, sebuah tanggung jawab yang terpaksa ia pikul.

Di kehidupan lalu, Theo sama sekali tidak ingin menikah denganku.

Namun kala itu, gosip yang beredar sempat merusak wibawanya di mata para bawahan, dan membuatnya terpaksa menikah denganku.

Anna melihatku berdiri di depan pintu. Saat masuk menghadap ayah, dia menjawab sambil menangis dengan sangat menyedihkan, “Ayah, sebaiknya pernikahan ini dibatalkan saja. Theo adalah orang yang disukai Annie. Bagaimana mungkin aku merebut cinta adikku sendiri?”

Ayah melirik ke arahku.

Theo langsung melangkah ke hadapanku, menghalangi pandangan ayah. “Putri Annie, maafkan aku. Izinkan aku mengatakannya untuk yang terakhir kali.”

“Aku tidak menyukaimu. Apa pun yang kamu lakukan, aku tidak akan pernah menyukaimu. Hanya ada Anna di hatiku.”

Aku mengangguk. “Aku mengerti.”

“Tenang saja. Aku tidak akan mengganggu pernikahan kalian. Kuucapkan selamat berbahagia.”

Mungkin karena sikapku terlalu tenang, Theo malah mengamatiku dengan saksama.

Ayah datang dan tersenyum sambil menepuk pundakku.

“Akhirnya putri kecilku sadar juga. Jangan khawatir, nanti Ayah akan mengenalkanmu pada pria yang jauh lebih baik dan hebat.”

Aku sengaja tidak menatap Theo, lalu mengangguk sambil tersenyum. “Baik.”

Setelah pernikahan Anna dan Theo dipastikan, Theo hampir setiap hari keluar-masuk vila.

Dulu untuk bertemu dengannya sekali saja, aku harus memutar otak dan menyuap bawahannya, juga bertanya pada pelayan Anna. Aku bahkan sering diejek oleh mereka karena dianggap tidak tahu malu.

Sekarang justru sebaliknya. Saat aku sudah tidak tertarik lagi, Theo malah mondar-mandir di hadapanku setiap hari, benar-benar menjengkelkan.

Anna sepertinya mengira aku masih menyukai Theo. Ia berpura-pura menjadi kakak yang hangat dan baik, mendekatiku dan mulai membicarakan Theo.

“Annie, kamu suka bunga matahari, kan? Ini baru dipetik Theo pagi ini, mau tidak?”

“Annie, Theo baru pulang dari Prancis dan membawakan banyak perhiasan. Aku tak bisa memakainya semua, ambil saja beberapa.”

Aku menunduk dan menatap sebuah cincin berlian pink di antaranya. Aku ingat betul, di kehidupan sebelumnya, menjelang pernikahan aku pernah berkata pada Theo bahwa aku menginginkan cincin berlian pink.

Aku bilang bahwa aku tidak peduli apa pun tentang pernikahan itu, asal aku punya cincin berwarna pink.

Aku berbicara dengan penuh kerendahan hati, namun Theo sama sekali tidak mendengarkannya.

Di hari pernikahan, cincin yang kupakai hanyalah cincin model biasa. Bahkan ukurannya kebesaran di jariku.

Ukuran itu, pasti milik Anna.

Tatapanku terpaku pada cincin itu, hingga tak menyadari langkah kaki yang mendekat di luar pintu.

Saat aku tersadar, Anna tiba-tiba terjatuh di depanku. Kalung rubi yang ada di tangannya jatuh dan berserakan di lantai.

Aku berjongkok hendak memungutnya, tetapi sepasang sepatu kulit hitam menghalangi pandanganku.

“Kak Theo, jangan salahkan Annie .…”

Belum sempat aku membuka mulut, Anna sudah terisak lebih dulu. Air mata mengalir di pipinya dan terlihat begitu menyedihkan.

Anna berkata, “Ini salahku … aku tidak memegangnya dengan baik. Bukan Annie yang sengaja mendorongku.”

Sorot mata Theo menggelap. “Annie, kamu berani menindas Anna seperti ini saat paman dan bibi tidak ada? Padahal Anna selalu memikirkanmu! Hatimu benar-benar kejam!”

Dadaku terasa sangat perih.

“Bukan aku yang melakukannya,” kataku sambil menahan suara bergetar.

Anna segera menarik tanganku dan berpura-pura menenangkanku. “Annie, sudahlah, ini salahku. Jangan marah.”

Anna belum selesai berbicara, tetapi sepasang lengan panjang menariknya ke belakang dan melindunginya.

Theo menatapku seperti musuh. “Dulu, kalau kamu suka bersikap kurang ajar, itu bukan urusanku. Tetapi sekarang Anna akan menikah denganku dan menjadi nyonya ketua Keluarga Luca. Jika kamu menindasnya, aku tidak bisa tinggal diam.”

Ia lalu menoleh ke Anna dan suaranya melembut. “Anna, tenang saja. Beberapa hari ini aku akan tinggal di rumahmu sampai paman dan bibi kembali.”

Setelah itu, ia melirikku dengan tatapan peringatan.

Dulu, setiap kali mengetahui Theo akan datang ke rumahku, aku pasti akan berdandan dengan gembira, apalagi jika dia sampai menginap di rumah kami.

Namun sekarang, wajahku sama sekali tidak menunjukkan kebahagiaan.

Theo tampak sedikit heran karena tidak melihat reaksi yang diharapkannya.

Meski begitu, ia tetap memperingatkanku, “Selama periode ini, sebaiknya kamu menjaga jarak denganku, agar tidak menjadi bahan tertawaan orang luar.”

Keesokan paginya, Theo muncul di dapur khusus menyiapkan sarapan untuk Anna.

Anna sengaja meninggikan suaranya ketika aku lewat, seolah ingin memastikan aku mendengarnya.

Namun saat melewati dapur, aku terus melangkah. Aku langsung menuju tempat parkir dan pergi untuk sarapan di luar.

Dalam perjalanan pulang, aku singgah untuk mengecat rambutku.

Saat melihatnya, Theo mencibirku. “Annie, kamu kira cara serendah ini bisa menarik perhatianku?”
Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Setelah Reinkarnasi, Aku Tidak Lagi Menjadi Penyelamat   Bab 10

    Aku bangkit dan pergi. Dia akhirnya tidak lagi menghalangiku.Beberapa saat kemudian, Theo berdiri di tempat semula sambil bergumam lirih, “Jelas-jelas dulu tidak seperti ini. Kenapa semuanya berubah?”Keesokan harinya, aku berinisiatif menceritakan soal kalung itu pada Dominic.Aku mengira dia akan marah, atau setidaknya mengajakku membuat kalung baru. Tak kusangka, dia justru mengeluarkan sebuah cincin dengan lambang api. “Annie,” katanya lembut. “Sepertinya sudah waktunya hubungan kita berubah.”“Maukah kamu menikah denganku, Annie?”Aku tak percaya dengan apa yang kulihat. Air mataku langsung jatuh, dan mengangguk sambil menangis....Di hari pernikahanku dengan Dominic.Theo datang sambil membawa setangkai bunga matahari. Ia mengenakan setelan jas rapi dan berdiri di hadapanku. “Annie, aku ingat waktu kecil kamu pernah bilang ingin tema bunga matahari di pernikahanmu denganku nanti.”Aku memandangi bunga matahari yang sedang mekar sempurna itu, perlahan memetik satu kelopaknya dan

  • Setelah Reinkarnasi, Aku Tidak Lagi Menjadi Penyelamat   Bab 9

    Setelah itu, aku mulai belajar mengelola urusan keluarga.Mengetahui rumor yang beredar di luar, aku pun mempublikasikan video itu ke hadapan umum. Kurang dari satu hari, reputasiku dan Anna berbalik seratus delapan puluh derajat.Anna menjadi sasaran caci maki semua orang.Ayah dengan tegas menyatakan memutuskan hubungan dengannya. Pada akhirnya, Anna hanya bisa memohon pada Theo agar bersedia menampungnya, demi mengenang budi penyelamatan nyawanya dulu.Sedangkan aku, saat melihat seorang anonim mengirimkan “rumor” tentang Dominic, aku hanya mencibir dan membakarnya ke dalam perapian.Sebagai seorang ketua mafia, reputasi kejam justru merupakan sebuah pujian.Lagipula, aku pernah difitnah. Karena itu, aku lebih percaya pada apa yang kulihat dengan mataku sendiri.Selama kami menjalani hidup dengan baik, itu sudah lebih dari cukup.Adapun Theo, aku kembali bertemu dengannya pada suatu malam.Dia mabuk, entah apa yang dipikirkannya dengan membawa sekelompok orang ke rumah kami dan bers

  • Setelah Reinkarnasi, Aku Tidak Lagi Menjadi Penyelamat   Bab 8

    Theo berdiri lama di luar kamar Annie. Pada akhirnya, dia “dipersilakan” keluar oleh para pelayan.Kalau mengikuti sifat Theo yang dulu, dia pasti sudah pergi sejak awal. Tak ada yang menyangka dia akan sekeras kepala ini.Bahkan dia tetap berdiri di tempat semula dan tidak beranjak hingga larut malam.“Putri, tidak turun?” Seorang pelayan bertanya. “Ketua Theo masih menunggu Anda.”Aku menggeleng. “Kalau dia suka berdiri, biarkan saja. Dia akan pergi sendiri kalau sudah lelah.”Benar saja, tak lama setelahnya, pelayan datang melapor bahwa Theo sudah pergi.Setelah rekaman CCTV dipublikasikan, Ayah merasa sangat kasihan padaku. Dia bahkan memutus semua hubungan dengan Keluarga Luca dan tidak menjalin kerja sama apa pun.Padahal kedua keluarga kami adalah sahabat lama. Perubahan mendadak ini membuat seluruh dunia mafia terus berspekulasi.Pembatalan pernikahan saja sudah cukup mengejutkan, kini hubungannya benar-benar diputus.Beberapa orang yang “tahu” mulai menyebarkan kabar bahwa sem

  • Setelah Reinkarnasi, Aku Tidak Lagi Menjadi Penyelamat   Bab 7

    Tak lama setelah pernikahannya dibatalkan, Anna sangat tidak senang. Awalnya Theo masih menuruti kemauannya dan berusaha menenangkannya.Dia berjanji bahwa pernikahan berikutnya akan digelar lebih megah dan gaun pengantinnya akan dirancang ulang oleh desainer ternama.Dia juga membelikan banyak perhiasan mahal untuk Anna. Namun Anna tetap tidak puas, dia menginginkan lebih.Kesabaran Theo pun habis. “Anna, kenapa kamu menjadi begitu serakah?”Ekspresi Anna langsung membeku. Dia buru-buru memasang wajah menyedihkan.“Aku hanya merasa kasihan padamu. Pernikahan yang sudah kamu siapkan dengan susah payah justru dihancurkan oleh Annie.”Begitu mendengarnya, hati Theo kembali melunak.“Jangan bahas masalah ini lagi. Aku juga sudah menghukum Annie. Anggap saja semua sudah selesai.”Begitu mendengar kata selesai, wajah Anna berubah menjadi menyeramkan.Hanya hukuman sekecil itu?Tidak cukup! Sama sekali tidak cukup!Annie seharusnya dibenci oleh semua orang!Mengapa sejak lahir Annie sudah me

  • Setelah Reinkarnasi, Aku Tidak Lagi Menjadi Penyelamat   Bab 6

    Pemulihan rekaman CCTV-nya membutuhkan waktu. Dominic memanggil tim medis untuk mengobati lukaku.Selama itu, kami sempat berbincang beberapa kata.Aku baru tahu, ternyata dulu Dominic dan aku pernah bersekolah di tempat yang sama, bahkan berada dalam satu organisasi.Hanya saja, saat itu aku terlalu terobsesi pada Theo, hingga tidak menyadari keberadaan orang sebaik Dominic.Di sisi lain, Anna tampak gelisah. Dia mendatangi Theo. “Kak Theo, aku bisa memakai gaun pengantin cadangan. Kamu sudah menyiapkan beberapa gaun khusus untukku, aku pakai salah satunya saja. Semua tamu sudah datang, kita selesaikan dulu upacaranya.”Namun Theo tidak berpikir demikian. Tatapan matanya terus tertuju pada Dominic dan diriku, bahkan ia menghindari tangan Anna yang hendak menyentuhnya.Dia merasakan kejengkelan yang tak bisa dijelaskan, membenci perasaan kehilangan kendali ini.Saat melihat Anna yang tampak lemah dan menyedihkan, entah mengapa justru muncul rasa tidak sabar di hatinya.“Pernikahannya b

  • Setelah Reinkarnasi, Aku Tidak Lagi Menjadi Penyelamat   Bab 5

    Itu Dominic!Aku mencoba melepaskan diri dari pelukan pria itu dengan gemetar. Aku tidak ingin dia mendapat masalah dengan Theo karena diriku.Namun aku tidak menyangka, dia justru melepas jas dan menyelimutkannya ke tubuhku yang nyaris telanjang.Setelah memastikan seluruh tubuhku tertutup rapat, dia mengangkatku dan berjalan keluar.Saat melewati Theo, barulah Dominic meliriknya sekilas.“Aku pacar Annie. Dia adalah pacarku.”“Ke depannya, mohon Ketua Theo menjaga sikap.”Sorot mata Theo semakin gelap, tatapannya terpaku pada sosok Dominic yang menggendongku menjauh.Ketika Dominic berjalan mendekat tadi, Theo bisa melihat dengan jelas kalung di lehernya sama persis dengan yang kupakai.Anna mendekat dan memanggil pelan, “Kak Theo.”Dalam sekejap, ekspresi Theo pun berubah. Tatapan matanya menjadi jauh lebih lembut.Dia menepuk punggung tangan Anna, lalu maju beberapa langkah. “Annie sudah semakin hebat. Bahkan sekarang bisa merayu orang luar untuk membelanya.”“Aku penasaran Putri A

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status