Share

Setelah Reinkarnasi, Aku Tidak Lagi Menjadi Penyelamat
Setelah Reinkarnasi, Aku Tidak Lagi Menjadi Penyelamat
Author: Yiyi

Bab 1

Author: Yiyi
Theo berusaha bangkit sambil menahan rasa sakit. Ketika mendengar langkah kaki mendekat, ia membentak dingin, “Pergi.”

Detik berikutnya, ia mendengar suara tangis lirih perempuan di depannya. Dia membeku.

“Anna?”

Kemudian dia melihatku berdiri di mulut gang dengan tatapan dingin.

Di kehidupan sebelumnya, akulah yang tanpa ragu menggantikan dirinya menerima tembakan itu.

Namun setelah sadar bahwa dirinya baik-baik saja, hal pertama yang ia lakukan justru mendorongku menjauh. Dia menatapku dingin dan tidak peduli.

Saat bawahannya dan keluarga kami tiba, ia menyerahkan diriku yang terluka parah kepada bawahan keluargaku, lalu menarik tangan kakakku dan pergi begitu saja.

Sekarang ....

“Theo, syukurlah kamu tidak apa-apa.”

Setelah berkata demikian, Anna langsung pingsan di pelukan Theo.

Begitu melihat lukanya, Theo langsung tahu apa yang telah terjadi.

Ketika bawahannya tiba, ia memeluk Anna dan segera menuju ke mobil hitam.

Saat kami berpapasan, ia bahkan tidak melirikku sama sekali.

Aku tahu, percobaan pembunuhan hari ini terjadi karena seseorang lebih dulu membocorkan informasi.

Di kehidupan sebelumnya, Theo berhasil mengungkap kebenaran di malam itu juga. Sekarang aku hidup kembali, tidak ada gunanya lagi aku ikut campur.

Siang harinya aku diburu dan terluka. Karena kekuatan keluargaku sedang melemah dan demi menjaga identitasku, aku tidak pergi mencari orang khusus untuk mengobatinya.

Malam harinya saat sedang membalut lukaku, tiba-tiba terdengar ketukan di jendela.

Aku tertatih-tatih membuka jendela dan terpaku. Ternyata itu Theo.

“Untuk apa kamu datang?”

Ternyata dia menghindari para pengawal dan datang menemuiku sendirian.

Theo berdiri di depan pintu dengan wajah dingin. “Hari ini kamu sengaja, kan?”

Aku memalingkan wajah. “Kamu terlalu banyak berpikir.”

Ia mencengkeram pergelangan tanganku. “Jelas-jelas kamu yang paling dekat denganku, tetapi kamu malah mundur dan mendorong Anna ke depanku! Kalau Anna sampai celaka, kamu sebagai adiknya bakal puas?”

Aku merasa pria di depanku ini benar-benar tidak waras. “Terserah kamu mau pikir gimana.”

Saat aku menyelamatkannya, dia menganggapku sebagai pengganggu.

Ketika orang yang ia cintai menyelamatkannya, ia malah menuduhku sengaja merencanakannya.

Seharusnya dulu aku membiarkan peluru itu menembus jantungnya, jadi semuanya selesai.

Angin dingin bertiup, lukaku terasa perih. Aku hanya bisa berkata, “Aku juga terluka hari ini. Kalau tidak ada urusan lain, sebaiknya kamu pulang.”

Sepertinya Theo belum pernah melihat sikapku seperti ini. Ia terdiam sejenak, lalu tertawa dingin. “Annie, kamu sedang berpura-pura menyedihkan di depanku? Kamu pikir aku akan merasa kasihan?”

Aku hanya diam menatapnya.

Ternyata aku sudah menjadi sosok seperti itu di matanya.

Selama bertahun-tahun, hampir semua orang mengetahui perasaanku pada Theo.

Karena perasaan itu, aku merendahkan diriku hingga ke titik terendah.

Ia berkata menyukai perempuan yang mengenakan gaun panjang, jadi setiap hari aku mengenakan gaun panjang yang berbeda.

Ia juga bilang menyukai perempuan yang pandai memasak, aku pun menghabiskan hari-hariku di dapur mencoba berbagai resep.

Kupikir setidaknya semua itu bisa membuatnya sedikit menyukaiku.

Sampai aku terbaring di meja operasi dan mati bersama anakku, barulah aku sadar ....

Selama bukan Anna, apa pun yang kulakukan tidak akan pernah berarti.

Pelajaran setelah pernah mati sekali itu terlalu menyakitkan. Kini aku kembali dan di kehidupan ini, aku melepaskanmu, dan juga diriku sendiri.

Keesokan harinya, Theo memerintahkan penyelidikan atas percobaan pembunuhan tersebut.

Dan target utama penyelidikan itu … ternyata adalah aku.

“Putri Annie, selain Nona Anna yang terluka, hanya Anda yang berada di tempat kejadian. Saat ini, Anda adalah tersangka utama. Mohon kerja samanya.”

Aku merasa ini sungguh tidak masuk akal. “Aku juga terluka di hari itu.”

Bawahannya menjawab dengan wajah tegas, “Ketua mengatakan bahwa Anda licik. Ada kemungkinan bahwa Anda mengatur semuanya sendiri.”

Aku tertegun.

Licik?

Begitukah dia memandang diriku?

Mereka tidak memberiku kesempatan untuk menjelaskan dan langsung membawaku ke sebuah ruang bawah tanah.

Aku memberontak sambil berteriak, “Ayahku juga seorang ketua! Kalau dia tahu, dia tidak akan membiarkan kalian!”

Bawahan itu menjawab dengan tenang, “Ini semua perintah ketua. Ayah Anda akan mengerti.”

Aku dikurung selama tiga hari. Lukaku belum sembuh, ditambah tempat yang lembap dan gelap, aku pun demam dan pingsan.

Dalam kesadaranku yang kabur, aku mendengar pintu terbuka. Aroma pinus dingin menyelimuti inderaku dan seseorang membawaku pergi.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Setelah Reinkarnasi, Aku Tidak Lagi Menjadi Penyelamat   Bab 10

    Aku bangkit dan pergi. Dia akhirnya tidak lagi menghalangiku.Beberapa saat kemudian, Theo berdiri di tempat semula sambil bergumam lirih, “Jelas-jelas dulu tidak seperti ini. Kenapa semuanya berubah?”Keesokan harinya, aku berinisiatif menceritakan soal kalung itu pada Dominic.Aku mengira dia akan marah, atau setidaknya mengajakku membuat kalung baru. Tak kusangka, dia justru mengeluarkan sebuah cincin dengan lambang api. “Annie,” katanya lembut. “Sepertinya sudah waktunya hubungan kita berubah.”“Maukah kamu menikah denganku, Annie?”Aku tak percaya dengan apa yang kulihat. Air mataku langsung jatuh, dan mengangguk sambil menangis....Di hari pernikahanku dengan Dominic.Theo datang sambil membawa setangkai bunga matahari. Ia mengenakan setelan jas rapi dan berdiri di hadapanku. “Annie, aku ingat waktu kecil kamu pernah bilang ingin tema bunga matahari di pernikahanmu denganku nanti.”Aku memandangi bunga matahari yang sedang mekar sempurna itu, perlahan memetik satu kelopaknya dan

  • Setelah Reinkarnasi, Aku Tidak Lagi Menjadi Penyelamat   Bab 9

    Setelah itu, aku mulai belajar mengelola urusan keluarga.Mengetahui rumor yang beredar di luar, aku pun mempublikasikan video itu ke hadapan umum. Kurang dari satu hari, reputasiku dan Anna berbalik seratus delapan puluh derajat.Anna menjadi sasaran caci maki semua orang.Ayah dengan tegas menyatakan memutuskan hubungan dengannya. Pada akhirnya, Anna hanya bisa memohon pada Theo agar bersedia menampungnya, demi mengenang budi penyelamatan nyawanya dulu.Sedangkan aku, saat melihat seorang anonim mengirimkan “rumor” tentang Dominic, aku hanya mencibir dan membakarnya ke dalam perapian.Sebagai seorang ketua mafia, reputasi kejam justru merupakan sebuah pujian.Lagipula, aku pernah difitnah. Karena itu, aku lebih percaya pada apa yang kulihat dengan mataku sendiri.Selama kami menjalani hidup dengan baik, itu sudah lebih dari cukup.Adapun Theo, aku kembali bertemu dengannya pada suatu malam.Dia mabuk, entah apa yang dipikirkannya dengan membawa sekelompok orang ke rumah kami dan bers

  • Setelah Reinkarnasi, Aku Tidak Lagi Menjadi Penyelamat   Bab 8

    Theo berdiri lama di luar kamar Annie. Pada akhirnya, dia “dipersilakan” keluar oleh para pelayan.Kalau mengikuti sifat Theo yang dulu, dia pasti sudah pergi sejak awal. Tak ada yang menyangka dia akan sekeras kepala ini.Bahkan dia tetap berdiri di tempat semula dan tidak beranjak hingga larut malam.“Putri, tidak turun?” Seorang pelayan bertanya. “Ketua Theo masih menunggu Anda.”Aku menggeleng. “Kalau dia suka berdiri, biarkan saja. Dia akan pergi sendiri kalau sudah lelah.”Benar saja, tak lama setelahnya, pelayan datang melapor bahwa Theo sudah pergi.Setelah rekaman CCTV dipublikasikan, Ayah merasa sangat kasihan padaku. Dia bahkan memutus semua hubungan dengan Keluarga Luca dan tidak menjalin kerja sama apa pun.Padahal kedua keluarga kami adalah sahabat lama. Perubahan mendadak ini membuat seluruh dunia mafia terus berspekulasi.Pembatalan pernikahan saja sudah cukup mengejutkan, kini hubungannya benar-benar diputus.Beberapa orang yang “tahu” mulai menyebarkan kabar bahwa sem

  • Setelah Reinkarnasi, Aku Tidak Lagi Menjadi Penyelamat   Bab 7

    Tak lama setelah pernikahannya dibatalkan, Anna sangat tidak senang. Awalnya Theo masih menuruti kemauannya dan berusaha menenangkannya.Dia berjanji bahwa pernikahan berikutnya akan digelar lebih megah dan gaun pengantinnya akan dirancang ulang oleh desainer ternama.Dia juga membelikan banyak perhiasan mahal untuk Anna. Namun Anna tetap tidak puas, dia menginginkan lebih.Kesabaran Theo pun habis. “Anna, kenapa kamu menjadi begitu serakah?”Ekspresi Anna langsung membeku. Dia buru-buru memasang wajah menyedihkan.“Aku hanya merasa kasihan padamu. Pernikahan yang sudah kamu siapkan dengan susah payah justru dihancurkan oleh Annie.”Begitu mendengarnya, hati Theo kembali melunak.“Jangan bahas masalah ini lagi. Aku juga sudah menghukum Annie. Anggap saja semua sudah selesai.”Begitu mendengar kata selesai, wajah Anna berubah menjadi menyeramkan.Hanya hukuman sekecil itu?Tidak cukup! Sama sekali tidak cukup!Annie seharusnya dibenci oleh semua orang!Mengapa sejak lahir Annie sudah me

  • Setelah Reinkarnasi, Aku Tidak Lagi Menjadi Penyelamat   Bab 6

    Pemulihan rekaman CCTV-nya membutuhkan waktu. Dominic memanggil tim medis untuk mengobati lukaku.Selama itu, kami sempat berbincang beberapa kata.Aku baru tahu, ternyata dulu Dominic dan aku pernah bersekolah di tempat yang sama, bahkan berada dalam satu organisasi.Hanya saja, saat itu aku terlalu terobsesi pada Theo, hingga tidak menyadari keberadaan orang sebaik Dominic.Di sisi lain, Anna tampak gelisah. Dia mendatangi Theo. “Kak Theo, aku bisa memakai gaun pengantin cadangan. Kamu sudah menyiapkan beberapa gaun khusus untukku, aku pakai salah satunya saja. Semua tamu sudah datang, kita selesaikan dulu upacaranya.”Namun Theo tidak berpikir demikian. Tatapan matanya terus tertuju pada Dominic dan diriku, bahkan ia menghindari tangan Anna yang hendak menyentuhnya.Dia merasakan kejengkelan yang tak bisa dijelaskan, membenci perasaan kehilangan kendali ini.Saat melihat Anna yang tampak lemah dan menyedihkan, entah mengapa justru muncul rasa tidak sabar di hatinya.“Pernikahannya b

  • Setelah Reinkarnasi, Aku Tidak Lagi Menjadi Penyelamat   Bab 5

    Itu Dominic!Aku mencoba melepaskan diri dari pelukan pria itu dengan gemetar. Aku tidak ingin dia mendapat masalah dengan Theo karena diriku.Namun aku tidak menyangka, dia justru melepas jas dan menyelimutkannya ke tubuhku yang nyaris telanjang.Setelah memastikan seluruh tubuhku tertutup rapat, dia mengangkatku dan berjalan keluar.Saat melewati Theo, barulah Dominic meliriknya sekilas.“Aku pacar Annie. Dia adalah pacarku.”“Ke depannya, mohon Ketua Theo menjaga sikap.”Sorot mata Theo semakin gelap, tatapannya terpaku pada sosok Dominic yang menggendongku menjauh.Ketika Dominic berjalan mendekat tadi, Theo bisa melihat dengan jelas kalung di lehernya sama persis dengan yang kupakai.Anna mendekat dan memanggil pelan, “Kak Theo.”Dalam sekejap, ekspresi Theo pun berubah. Tatapan matanya menjadi jauh lebih lembut.Dia menepuk punggung tangan Anna, lalu maju beberapa langkah. “Annie sudah semakin hebat. Bahkan sekarang bisa merayu orang luar untuk membelanya.”“Aku penasaran Putri A

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status