登入"Gue gelisah banget semenjak tahu itu, Han. Masalahnya, semakin gelisah, semakin gue pengen dengerin lagi lagunya. Tiap kali dengerin lagu itu, gue ngebayangin David dan pertengkaran orang tuanya. Seandainya ada mesin waktu, gue pengen terbang ke masa dia masih hidup dan ngebantu dia. Untuk anak seumuran David dengan penyakit berat, lagu dan untuk siapa lagu itu ditujukan, itu too much banget, Han."
Aku pernah melakukan satu kesalahan kecil. Umurku pun masih terlalu muda saat itu. 16 tahun.Katanya, makna hidup sering kali berasal dari hal-hal kecil. Bagiku, hal kecil itu hanyalah beberapa kata saja dan ... aku melewatkannya. Dengan harapan masih ada hari esok, beberapa kata dan efeknya itu kusimpan saja. Malah berubah menjadi monster yang diam-diam menyergap relung jiwa. Siapa sangka lesung pipi itu menjadi titik awal gelisah cerita panjang ini. Sebenarnya, ada faktor-faktor lain mengapa saat itu adalah waktu yang sempurna untuk jatuh cinta. Tapi lesung pipinya itu memicu debaran jantung, hingga terjadilah kisah tanpa nama dan tanpa kata-kata ini....Aku masih ingat apa yang membuatku masuk ke dalam cerita cinta Tanpa Kata-Kata. Tanganku teracung tinggi menunjuk langit-langit kelas, sekaligus menunjuk takdir cinta pertama masa SMA."Ee ... siapa saja yang belum berpartisipasi di Pensi kita ini? Tunjuk tangan dulu." Logat Batak Ibu Silaban alias Ibu Gempal (nama panggilan di cir
Menurutmu, jika seandainya jadi aku, tahu bahwa pada akhirnya akan mengalami cinta pertama ini, apakah kau akan bersyukur dengan jari yang terangkat itu? Sebab jari yang teracung itulah gerbangnya.Satu hal yang tidak kusadari sejak awal adalah apakah semua cinta itu harus indah? Cinta pertama, kedua, dan seterusnya. Maksudku, adakah cinta yang pasti benar-benar indah tanpa menyisakan luka? Karena yang aku rasakan untuk benar-benar yakin itu adalah jatuh cinta, perlu beberapa langkah yang asing maupun yang tidak asing yang kadang-kadang sangat mengganggu. Sesuatu yang datang tiba-tiba atau bahkan mudah diprediksi.Untuk bisa yakin bahwa "Ya, aku jatuh cinta!" ternyata tidak semudah menarik dan menghembuskan napas.Kadang, malah sampai susah bernapas.***Beberapa hari berikutnya, sekolah pulang lebih cepat. Semua siswa yang terdaftar sebagai pengisi acara berkumpul di lapangan. Perkenalan panitia, jadwal, dan lain-lain pun dijelaskan di tengah terik matahari. Saat siswa lain berdiri be
Becandaaa ... ternyata stok kesabaran ini masih diuji lagi dan lagi.Aku masih tertahan di kelas bersama pemeran Raja Sisingamangaraja, Adam Witjaksono, kakak kelas yang juga ketua OSIS. Semua orang sudah pulang, termasuk David yang jadi salah satu tentara Belanda. Dari perkenalan naskah itu juga aku baru tahu banyak murid perempuan yang menyukainya."Nama saya David Ginandjar Bara berperan sebagai tentara Belanda," ucapnya biasa saja, tapi membuat mereka histeris. Aku senyum sambil menggelengkan kepala melihat para geniters itu. Walau pun memang dalam hati ikut berteriak sedikit hehe. Melihat dia berdiri apa adanya menarik rasa penasaran meski masih bisa kutepis saat itu.Ibu Silaban meminta aku dan Adam untuk membahas naskah kami yang memang termasuk panjang dan rumit. Mendiskusikan cara agar naskah panjang itu tidak menghambat proses latihan. Selain naskah, kami pun banyak membahas kegiatan sekolah. Aku bertanya tentang kegiatannya yang termasuk sibuk untuk ukuran anak SMA. Apalagi,
Di dalam kafe Halaman Pertama, sebuah kafe aesthethic di Jakarta Timur, Sri gelisah menunggu kedatangan Hanna. Di meja outdoor berlatar belakang bar minuman dan langit sore oranye, tangan kanannya menggaruk-garuk lengan kiri yang sama sekali tidak gatal. Kakinya di bawah meja bergerak-gerak cepat.Dua botol air mineral, 1 gelas Te'Alla Fragolla yang hampir habis, dan 1 gelas Bonbon Noir yang masih utuh berkumpul di atas meja, teronggok begitu saja. Dua slice pizza pepperoni masih tersisa di atas nampan berbentuk talenan kayu bulat dengan gagang yang tidak terlalu panjang.Gw udh di parkiranReadPesan Hanna masuk ke dalam ponselnya dan semakin bergetarlah kaki Sri di bawah meja."Mas," dia mengangkat tangan untuk memanggil waitress. "Saya mau pesan Churros dan Hot Matcha Latte satu, ya. Dan tolong ini diangkutin aja, tapi air mineralnya jangan," ucapnya segera setelah waitress menghampiri."Sri ... Sri Indah Wahyuni." Hanna dari kejauhan memanggil sembari melambaikan tangan.Mendengar
Mungkin ini nggak penting-penting amat, tapi mungkin juga nggak penting sama sekali (Hapaseehhh ....) Jadi, sebenarnya selama 2 bulan lebih ini saya sedang menenangkan badai-badai yang silih berganti. Eh, silih berganti datang. Ih! Yang mana sih yang bener? Tau ah … jadi begitulah. Badai-badai itu datang menenggelamkan jiwaku dan akhirnya menyeret ke palung gelap bernama "Aku Sedang Tidak Baik-baik Saja". Akhirnya hanya bisa rebahan … rebahan … dan rebahan dengan tatapan kosong, jiwa yang kosong juga. Pas buka Goodnovel lagi tadi, ada banyak yang jadi pelanggan. Angka yang membaca juga bertambah, dan yang bikin seneng lagi sudah ada yang ngasih kontribusi dan vote. I'm just like ... woooooow. Semangatnya bertambah lagi. Thank you untuk kalian semuanya.:* :* :* . Tuh...triple kiss buat kalian semua. Cukup kan? Cukup? Cukup? Ya cukuplah ye kaaan. Tungguin update-an selanjutnya yaaaa.... :* ***04 Oktober 2026Nggak nyangka di tahun 2026 saya datang lagi ke akun dan novel ini den
Menangis itu perlu. Sebab dalam linangan air mata dan usaha mengeluarkannya, ada takut, ragu, juga sesak hati ikut mengalir. Entah untuk perempuan atau laki-laki. Sebab luka bisa saja menghampiri semua orang, tiada terikat oleh gender, harkat dan martabat, termasuk rupa diri dan keadaan.Cinta harus diungkapkan. Valid bagi perempuan maupun laki-laki. Dari masih berjalan tertatih hingga sudah harus memakai tongkat, sebab cinta mengintervensi setiap individu tanpa filter kategorisasi. Mengungkapkan cinta bukan hanya untuk menunjukkan hati, tetapi juga untuk menyentuh hati yang membalas cinta.Sekalipun hati dipatahkan, setidaknya tiada luka yang terpendam. Bangkit lagi. Langkah selanjutnya lebih pasti tanpa ada yang mengendap dalam hati. Terlukalah dengan lega. Terlukalah dengan ringan. Terlukalah dengan pasti.Baiklah kiranya memahami posisi diri saat menunjukkan cinta. Sebab terkadang membebaskan rasa lewat kata sudah lebih dari cukup. Terkadang, cinta hanya menuntut aksara untuk dieja







