แชร์

27. Love Confession

ผู้เขียน: Renata Respati
last update วันที่เผยแพร่: 2026-01-06 21:00:13

With Sangkara,” jawab Seno memvalidasi.

Sama-sama tak percaya dengan apa yang sedang mereka lihat saat ini.

“Kok bisa? Kok bisa Diandra sama Sangkara—”

“Udah ayok,” sebelum Lavie selesai dengan keterkejutannya, Seno lebih dulu merangkul bahunya dan mengajaknya menjauh dari tempat itu menuju kelas.

“Seno, kamu tau sesuatu?”

Lelaki itu menggeleng.

“Kok bisa Diandra dan Sangkara pagi-p

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Si Tampan yang Posesif   140. Kontraksi

    “Mas Vincent kapan dateng?” Tanya Diandra setelah melihat Vincent sudah duduk tenang di sofa ruang tamunya.Vincent meletakkan cangkir kopi dari tangannya ke atas meja di depannya sebelum menjawab, “Baru satu jam yang lalu, mba.”Diandra mengangguk dengan mulut membentuk seperti huruf O.“Personal Assistant buat aku udah dapet?” Kali ini Diandra duduk di sofa di seberang Vincent.“Sudah, mba. Ada beberapa kandidat yang menurut saya sudah oke. Saya juga sudah kasih tahu mereka kalau hari ini Mba Diandra akan melakukan wawancara online dengan mereka.”“Aku mau liat portofolionya dulu, dong. Wawancaranya masih satu jam lagi, kan?” Diandra menengadahkan tangan dan mengambil Ipad dari tangan Vincent. Menggeser krusor untuk melihat-lihat portofolio calon PA-nya nanti.“Cuma ada tiga?”“Betul, mba. Dari 150 email yang masuk, hanya tiga it

  • Si Tampan yang Posesif   139. Ending for Seno and Laviena

    “Seneng, ya, akhirnya bisa liat mereka sama-sama kayak gini,” Seno berbicara setengah berbisik, wajahnya menempel erat di leher Laviena.Mereka tengah mengamati dari salah satu balkon rumah Diandra, dengan Seno yang berdiri sambil memeluk Laviena dari belakang, dan meletakkan wajahnya di ceruk leher gadis itu.Istirahat lebih awal hanya menjadi alasan saja, karena mereka ingin memberikan waktu untuk Gavin dan Claudia agar bisa mengobrol dan menyelesaikan masalah mereka. Baik Lavie maupun Seno, merasa tak nyaman dengan sikap canggung yang selama ini ditunjukkan oleh keduanya.Gavin yang selalu menempel pada Claudia, namun Claudia selalu berusaha menjaga jarak. Tapi pada akhirnya masalah mereka bisa diselesaikan baik-baik, hingga Lavie dan Seno bisa melihat pemandangan indah itu sekarang. Dimana kedua sahabatnya itu saling menatap penuh cinta, memeluk, bahkan berciuman.Meskipun keduanya tidak dapat mendengar apa yang sedang dibicarakan oleh mer

  • Si Tampan yang Posesif   138. Ending for Gavin and Claudia

    Sepasang nama terbesit di otak jenius Kara tanpa aba-aba, “Gestara Adhiyatsa dan Garistha Adhiyatsa,” ucapnya dengan bangga.Nama itu muncul begitu saja, indah dan tentunya penuh makna.“Bagus, artinya apa?” Tanya Marcel yang lebih dulu, merasa penasaran dengan pemilihan nama putranya.“Nggak tau, nanti coba aku cari di internet,” Kara mengedikkan bahu.“Kebiasaan ngomong dulu baru mikir,” Seno memutar bola matanya kesal.“Kebalik, justru gue mikir dulu baru ngomong,” sahut Kara tak mau kalah.“Gestara, memiliki arti seseorang yang memiliki pemikiran luas dan jiwa seni tinggi. Garistha, sering diartikan sebagai seseorang yang unggul, terhormat, dan terbaik. Adhiyatsa, of course karena mereka keturunan Adhiyatsa,” ucap Gavin, menafsirkan arti nama calon anak Kara setelah melakukan pencarian panjang di internet.“Good job, gue bilang juga apa. Artinya pasti bagus. Secara penyebutan dan kedengerannya di kuping gue aja bagus,” Kara menarik ujung kaos atasnya, memamerkan kejeniusannya bahka

  • Si Tampan yang Posesif   137. Gender Reveal

    “Bukan tidak boleh sama sekali. Tidak ada yang melarang, hanya saja intensitasnya perlu dikurangi dan juga… jangan terlalu keras,” lanjut Dokter Kenneth, merasa tak tega juga melihat wajah memelas Sangkara.“It’s oke, dok. Asalkan istri dan anak saya sehat dan selamat sampai proses kelahiran nanti, saya akan melakukan apapun untuk mereka.”“Sounds good. Once again, congratulation Mr. and Mrs. Adhiyatsa.”Selesai berkonsultasi, Kara dan Diandra meninggalkan rumah sakit dengan mobil mereka. Kara menyetir sendiri setelah sebelumnya ia menjemput Diandra lebih dulu di rumah mereka. Baginya tidak ada kata lelah jika itu menyangkut istri dan juga calon anaknya. Kara serius saat ia mengatakan akan melakukan apapun untuk mereka.“Mau langsung pulang atau makan dulu?” Tanya Kara setelah ia membantu Diandra memasangkan seatbelt.“Makan dulu, ya. Aku laper banget. Ngi

  • Si Tampan yang Posesif   136. Bayi Kembar

    “Kamu serius?” Tanya Miranda lagi.“Iya mama, sayang.”“Wah, gacor amat temen gue. Baru nikah udah langsung hamil aja!” Seru Seno tanpa filter.“Iyalah, Kara,” Kara mengangkat ujung atas kaosnya dengan sikap angkuh yang dibuat-dibuat.“Good, hebat… hebat…” Seno menggelengkan kepala, mengakui kehebatan sahabatnya.“Wah, congratulation Diandra sayang, mama akan punya cucu sebentar lagi,” Miranda mendekap Diandra erat. Merasa bahagia bukan main dengan kabar kehamilan menantunya itu.“Selamat ya, Di. Gue seneng banget dengernya. Gue bakal jadi young aunty yang kece badai nanti. Selamat juga ya, tante, karena sebentar lagi akan jadi oma muda,” Lavie memeluk Diandra dan Miranda bergantian.“Selamat, Diandra. Semoga lo dan calon bayi lo sehat terus, ya. Gue seneng banget denger kabar kehamilan lo ini,” lanj

  • Si Tampan yang Posesif   135. Hamil

    “So… how’s my wife? What’s wrong with her?” Tanya Kara setelah Dokter Kenneth selesai memeriksa Diandra.“Congratulation, Mr. Adhiyatsa. She’s pregnant,” ucapnya lugas.Kara tidak tahu harus bereaksi seperti apa. Informasi ini mengejutkannya, membuatnya mematung di depan dokter Kenneth, namun detik berikutnya ia berteriak kegirangan. Lalu berbalik menuju Diandra dan memeluknya erat, juga menciumi wajahnya berkali-kali.Dokter Kenneth menggeleng dengan senyum, lalu berbalik meninggalkan kamar pasangan suami istri itu. Membiarkan keduanya merayakan kebahagiaan mereka atas kehadiran buah hati di dalam perut Diandra.“Kamu hamil, sayang. Kita akan punya anak,” ucapnya dengan getar kebahagiaan.Diandra mengangguk, senyumnya lebar dengan air mata yang mengalir tanpa bisa ia tahan.“Makasi, sayang. Makasi,” Kara tak berhenti menciumi Diandra untuk menunjukkan kebahagiaan serta kasih sayangnya.Dari semua hal yang membahagiakan dalam pernikahan mereka, kehamilan Diandra ada di daftar nomor du

  • Si Tampan yang Posesif   50. Si Peneror

    “Masih mau ngeles?” Diandra menghubungi nomor dari IP yang diberikan Vincent padanya, dan dalam hitungan detik, suara ponsel dari dalam tas Azalea memecah kehingan.“Sini!” Laviena meraih paksa tas gadis itu, dan mengeluarkan ponsel yang berdering dari sana.

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-26
  • Si Tampan yang Posesif   48. Pergi ke Swiss

    “Iya, Mas Kara harus ke Swiss hari ini. Pesawatnya take off 3 jam lagi.”“Apa?” Diandra kehilangan kata-kata.“Tanya-tanyanya nanti lagi ya, mba. Kita langsung ke bandara dulu, takutnya nggak keburu, kepala saya nanti taruhannya.”

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-26
  • Si Tampan yang Posesif   49. Hari-Hari Tanpa Sangkara (1)

    Melihat punggung lelaki itu yang berjalan membelakanginya membuat Diandra tak kuasa menahan air matanya. Ia menangis, tapi tak bersuara. Hanya isak tipis yang sesekali terdengar, juga getaran lembut di bahunya tiap kali ia menahan sesak di dadanya.Diandra menunduk untuk menyembunyikan kes

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-26
  • Si Tampan yang Posesif   45. Nggak Sengaja Mabok Lagi

    “Can you guys, stop it doing noisy?” Mereka menoleh dan mendapati Laviena yang baru saja bergabung lagi dengan mereka.“Lo ke toiletnya lama bener. Gue sampe habis cupcake satu sama orange juice satu.” Ucap Diandra.“Biasalah

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-25
บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status