Share

31. Gosip Panas

Penulis: Renata Respati
last update Tanggal publikasi: 2026-01-10 21:00:22

Diandra mengangguk dalam dekapan Sangkara.

“Kayaknya dia belom tau deh kalo Adhiyatsa Group itu punya papa kamu.”

“Biarin aja, nggak penting juga dia tau apa enggak.”

“Gitu, ya?” Kara mengangguk.

“Tapi kata-kata dia yang bilang kamu mokondo dan cuma mau ngambil keuntungan dari aku doang itu…”

“Sssttt, aku mokondo bukan?”

Diandra menggeleng keras.

“Tetep aja aku masih kesel

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Si Tampan yang Posesif   138. Ending for Gavin and Claudia

    Sepasang nama terbesit di otak jenius Kara tanpa aba-aba, “Gestara Adhiyatsa dan Garistha Adhiyatsa,” ucapnya dengan bangga.Nama itu muncul begitu saja, indah dan tentunya penuh makna.“Bagus, artinya apa?” Tanya Marcel yang lebih dulu, merasa penasaran dengan pemilihan nama putranya.“Nggak tau, nanti coba aku cari di internet,” Kara mengedikkan bahu.“Kebiasaan ngomong dulu baru mikir,” Seno memutar bola matanya kesal.“Kebalik, justru gue mikir dulu baru ngomong,” sahut Kara tak mau kalah.“Gestara, memiliki arti seseorang yang memiliki pemikiran luas dan jiwa seni tinggi. Garistha, sering diartikan sebagai seseorang yang unggul, terhormat, dan terbaik. Adhiyatsa, of course karena mereka keturunan Adhiyatsa,” ucap Gavin, menafsirkan arti nama calon anak Kara setelah melakukan pencarian panjang di internet.“Good job, gue bilang juga apa. Artinya pasti bagus. Secara penyebutan dan kedengerannya di kuping gue aja bagus,” Kara menarik ujung kaos atasnya, memamerkan kejeniusannya bahk

  • Si Tampan yang Posesif   137. Gender Reveal

    “Bukan tidak boleh sama sekali. Tidak ada yang melarang, hanya saja intensitasnya perlu dikurangi dan juga… jangan terlalu keras,” lanjut Dokter Kenneth, merasa tak tega juga melihat wajah memelas Sangkara.“It’s oke, dok. Asalkan istri dan anak saya sehat dan selamat sampai proses kelahiran nanti, saya akan melakukan apapun untuk mereka.”“Sounds good. Once again, congratulation Mr. and Mrs. Adhiyatsa.”Selesai berkonsultasi, Kara dan Diandra meninggalkan rumah sakit dengan mobil mereka. Kara menyetir sendiri setelah sebelumnya ia menjemput Diandra lebih dulu di rumah mereka. Baginya tidak ada kata lelah jika itu menyangkut istri dan juga calon anaknya. Kara serius saat ia mengatakan akan melakukan apapun untuk mereka.“Mau langsung pulang atau makan dulu?” Tanya Kara setelah ia membantu Diandra memasangkan seatbelt.“Makan dulu, ya. Aku laper banget. Ngi

  • Si Tampan yang Posesif   136. Bayi Kembar

    “Kamu serius?” Tanya Miranda lagi.“Iya mama, sayang.”“Wah, gacor amat temen gue. Baru nikah udah langsung hamil aja!” Seru Seno tanpa filter.“Iyalah, Kara,” Kara mengangkat ujung atas kaosnya dengan sikap angkuh yang dibuat-dibuat.“Good, hebat… hebat…” Seno menggelengkan kepala, mengakui kehebatan sahabatnya.“Wah, congratulation Diandra sayang, mama akan punya cucu sebentar lagi,” Miranda mendekap Diandra erat. Merasa bahagia bukan main dengan kabar kehamilan menantunya itu.“Selamat ya, Di. Gue seneng banget dengernya. Gue bakal jadi young aunty yang kece badai nanti. Selamat juga ya, tante, karena sebentar lagi akan jadi oma muda,” Lavie memeluk Diandra dan Miranda bergantian.“Selamat, Diandra. Semoga lo dan calon bayi lo sehat terus, ya. Gue seneng banget denger kabar kehamilan lo ini,” lanj

  • Si Tampan yang Posesif   135. Hamil

    “So… how’s my wife? What’s wrong with her?” Tanya Kara setelah Dokter Kenneth selesai memeriksa Diandra.“Congratulation, Mr. Adhiyatsa. She’s pregnant,” ucapnya lugas.Kara tidak tahu harus bereaksi seperti apa. Informasi ini mengejutkannya, membuatnya mematung di depan dokter Kenneth, namun detik berikutnya ia berteriak kegirangan. Lalu berbalik menuju Diandra dan memeluknya erat, juga menciumi wajahnya berkali-kali.Dokter Kenneth menggeleng dengan senyum, lalu berbalik meninggalkan kamar pasangan suami istri itu. Membiarkan keduanya merayakan kebahagiaan mereka atas kehadiran buah hati di dalam perut Diandra.“Kamu hamil, sayang. Kita akan punya anak,” ucapnya dengan getar kebahagiaan.Diandra mengangguk, senyumnya lebar dengan air mata yang mengalir tanpa bisa ia tahan.“Makasi, sayang. Makasi,” Kara tak berhenti menciumi Diandra untuk menunjukkan kebahagiaan serta kasih sayangnya.Dari semua hal yang membahagiakan dalam pernikahan mereka, kehamilan Diandra ada di daftar nomor du

  • Si Tampan yang Posesif   134. Mendesah Panjang

    Napas Diandra tercekat. Sejak menikah, Kara memang tidak pernah menyaring apapun. Semua yang ia pikirkan di kepalanya, itu juga yang keluar dari mulutnya.“K-kenapa buru-buru? Kita, kan, baru aja sampe?” Diandra merasa gugup, namun sebisa mungkin mengontrol ekspresi wajah dan tone suaranya tetap tenang.“Nggak sabar denger kamu mendesah panjang,” ucapnya lirih.“Kara!” Seru Diandra spontan, wajahnya memerah sampai ke telinga.Ia menepuk bahu Kara pelan, tapi suaminya itu hanya terkekeh kecil, seolah menikmati setiap reaksi istrinya.“Kamu harus kerja keras malem ini, sayang.” Gumam Kara dengan nada usil, sudut bibirnya terangkat nakal.“Kamu lupa, ya, kemaren dokter bilang apa? Aku masih proses recovery dan butuh banyak waktu buat istirahat,” balas Diandra cepat, berusaha terdengar tegas meski suaranya goyah.“Kita nggak bisa ngelakuin itu—”“Nggak bisa ngelakuinnya dengan kasar dan terlalu sering,” potong Kara cepat.Ia menatap mata Diandra sambil mengusap ujung rambutnya yang jatuh

  • Si Tampan yang Posesif   133. Pindah ke Swiss

    Diandra menggeleng, “Enggak sama sekali. Aku malah bersyukur, karena dengan begitu, kita jadi semakin deket, pacaran, sampe menikah kayak sekarang. Makasi ya karena udah berjuang.”“Selalu, sayangku.”Kara yang memulai, ciuman itu yang awalnya lembut dan pelan. Kemudian berubah menjadi panas dan liar. Lagi. Kara kesusahan menahan dirinya sendiri untuk tidak mencumbu Diandra di sembarang tempat. Yang mana orang lain bisa saja melihat perbuatannya. Namun sisi otaknya yang lain mengacuhkanya.Diandra adalah istrinya, jadi ia merasa berhak untuk mencium dan mencumbunya di mana saja.***Kara berbaring dalam gelap, terjaga sementara Diandra tidur. Istrinya itu merapat manja kepadanya dan sekarang lengan ramping Diandra memeluk pinggang Kara. Kepala Diandra terbenam pada bahunya sambil bernapas lembut.Aroma tubuh Diandra masuk ke benak dan mengaburkan pikirannya. Wangi yang sangat disukainya itu selalu berhasil membuatnya lupa diri. Udara malam i

  • Si Tampan yang Posesif   39. Teror

    “Sayang, kenapa?”“Ini…” melihat tangan Diandra yang gemetaran, Kara langsung mengambil ponsel itu darinya.Seketika wajah lelaki itu merah padam menahan amarah.“Brengsek! Bahkan setelah semalem, dia masih berani ngirim beginian ke kamu,&

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-23
  • Si Tampan yang Posesif   37. Surat Cinta

    “Aku nggak mau jadi artis, maunya jadi istri CEO-nya aja.”Kara tertawa terbahak mendengar penuturan Diandra.“Noted. Awas aja kalo kamu berubah pikiran.”“Nggak akan.”Kara mengelus kepala Diandra dengan lembut dan penuh ka

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-23
  • Si Tampan yang Posesif   38. Don't Touch Her!

    “Gue udah punya pacar.”“Pacar beneran, atau pacar bohongan?”“Sangkara… lo tau dia, kan?”Ares menunjukkan ekspresi berpikir yang dibuat-buat, lalu mengangguk seolah baru mengingat sesuatu.“Oh, jadi kamu suka cowok gan

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-23
  • Si Tampan yang Posesif   34. Musik Fetival

    “Selain tanggal aku kehilangan Sandy, ini juga tanggal pertama kali kita ketemu,” lanjutnya.“Kara…” Diandra berkaca-kaca, hingga suaranya hilang ditelan udara malam.Ia tidak menyangka Kara akan menganggapnya seistimewa ini. Bukan hanya sekedar jatuh cinta, melainkan lebih dari itu… dalam, dan meny

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-22
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status