Home / Romansa / Si Tampan yang Posesif / 36. Spotlight Part Kesekian

Share

36. Spotlight Part Kesekian

last update Petsa ng paglalathala: 2026-01-16 21:00:06

“Udah dijodohin dari lama,” lanjut Diandra, tak sabar menunggu Falisha menyelesaikan kalimatnya.

“Lo ngomong gitu, Fal?”

“Itu… aku…”

“Falisha.” Suara Kara meninggi dan semakin tegas.

Membuat nyali Falisha ciut dan menatap lelaki itu dengan pandangan takut.

“Iya. Aku cuma ngasih tau dia kalo kita emang udah dijodohin dari lama, jadi aku nyuruh Diandra buat jagain kamu. Itu aja.”

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Si Tampan yang Posesif   135. Hamil

    “So… how’s my wife? What’s wrong with her?” Tanya Kara setelah Dokter Kenneth selesai memeriksa Diandra.“Congratulation, Mr. Adhiyatsa. She’s pregnant,” ucapnya lugas.Kara tidak tahu harus bereaksi seperti apa. Informasi ini mengejutkannya, membuatnya mematung di depan dokter Kenneth, namun detik berikutnya ia berteriak kegirangan. Lalu berbalik menuju Diandra dan memeluknya erat, juga menciumi wajahnya berkali-kali.Dokter Kenneth menggeleng dengan senyum, lalu berbalik meninggalkan kamar pasangan suami istri itu. Membiarkan keduanya merayakan kebahagiaan mereka atas kehadiran buah hati di dalam perut Diandra.“Kamu hamil, sayang. Kita akan punya anak,” ucapnya dengan getar kebahagiaan.Diandra mengangguk, senyumnya lebar dengan air mata yang mengalir tanpa bisa ia tahan.“Makasi, sayang. Makasi,” Kara tak berhenti menciumi Diandra untuk menunjukkan kebahagiaan serta kasih sayangnya.Dari semua hal yang membahagiakan dalam pernikahan mereka, kehamilan Diandra ada di daftar nomor du

  • Si Tampan yang Posesif   134. Mendesah Panjang

    Napas Diandra tercekat. Sejak menikah, Kara memang tidak pernah menyaring apapun. Semua yang ia pikirkan di kepalanya, itu juga yang keluar dari mulutnya.“K-kenapa buru-buru? Kita, kan, baru aja sampe?” Diandra merasa gugup, namun sebisa mungkin mengontrol ekspresi wajah dan tone suaranya tetap tenang.“Nggak sabar denger kamu mendesah panjang,” ucapnya lirih.“Kara!” Seru Diandra spontan, wajahnya memerah sampai ke telinga.Ia menepuk bahu Kara pelan, tapi suaminya itu hanya terkekeh kecil, seolah menikmati setiap reaksi istrinya.“Kamu harus kerja keras malem ini, sayang.” Gumam Kara dengan nada usil, sudut bibirnya terangkat nakal.“Kamu lupa, ya, kemaren dokter bilang apa? Aku masih proses recovery dan butuh banyak waktu buat istirahat,” balas Diandra cepat, berusaha terdengar tegas meski suaranya goyah.“Kita nggak bisa ngelakuin itu—”“Nggak bisa ngelakuinnya dengan kasar dan terlalu sering,” potong Kara cepat.Ia menatap mata Diandra sambil mengusap ujung rambutnya yang jatuh

  • Si Tampan yang Posesif   133. Pindah ke Swiss

    Diandra menggeleng, “Enggak sama sekali. Aku malah bersyukur, karena dengan begitu, kita jadi semakin deket, pacaran, sampe menikah kayak sekarang. Makasi ya karena udah berjuang.”“Selalu, sayangku.”Kara yang memulai, ciuman itu yang awalnya lembut dan pelan. Kemudian berubah menjadi panas dan liar. Lagi. Kara kesusahan menahan dirinya sendiri untuk tidak mencumbu Diandra di sembarang tempat. Yang mana orang lain bisa saja melihat perbuatannya. Namun sisi otaknya yang lain mengacuhkanya.Diandra adalah istrinya, jadi ia merasa berhak untuk mencium dan mencumbunya di mana saja.***Kara berbaring dalam gelap, terjaga sementara Diandra tidur. Istrinya itu merapat manja kepadanya dan sekarang lengan ramping Diandra memeluk pinggang Kara. Kepala Diandra terbenam pada bahunya sambil bernapas lembut.Aroma tubuh Diandra masuk ke benak dan mengaburkan pikirannya. Wangi yang sangat disukainya itu selalu berhasil membuatnya lupa diri. Udara malam i

  • Si Tampan yang Posesif   132. Honeymoon

    “You know that.”Diandra tersenyum. Ingatannya kembali ke saat-saat di mana Kara selalu menolak bersentuhan fisik yang terlalu intim dengannya, bahkan cenderung menghindar dan menarik diri setiap kali mereka nyaris lepas kendali. Dan sekarang, Kara benar-benar membuktikan hal itu, sesuatu yang selama ini ia tahan, pada akhirnya meledak tanpa bisa ia tahan-tahan.Sekarang… Kara sama sekali tak merasa sungkan menunjukkan gairah dan sensualitasnya yang menggoda, saat mereka sudah menikah. Ia bahkan tak bisa berhenti, sekalipun Diandra sudah kelelahan dan kehabisan tenaga.“Jadi… kapan aku boleh keluar kamar?” Tanya Diandra di ujung percintaan mereka.“Never.”***“Jam lima sore, Waktu Swiss,” kata Marcel sambil melihat arlojinya saat melihat sepasang suami istri baru itu baru muncul di meja makan.“Biasalah pengantin baru,” Kara mengedikkan bahu a

  • Si Tampan yang Posesif   131. Malam Pertama

    Begitu pintu apartemen tertutup di belakang mereka, Diandra sudah berada dalam pelukan Kara, dan membalas ciumannya dengan sepenuh hati saat Kara melumat bibirnya. Lidahnya menyerbu menuntut balasan. Sesekali ia menyedot lidah Diandra hingga gadis itu terengah.Tubuh Diandra menegang, tapi perlahan menyerah. Tangannya bergerak cepat membuka kancing kemeja Kara satu per satu, sementara Kara memilih jalan paling cepat—merobek gaun merahnya dengan kasar.Desiran halus merambat di tubuh Diandra, membuatnya menutup mata, menyerah pada momen itu. Bersama-sama mereka menikmatinya, dan sekarang Diandra adalah miliknya… miliknya sepenuhnya.Diandra lalu melompat ke ranjang, menyambut Kara dengan lengan terbuka, lalu memosisikan diri. Kemesraan yang mereka rasakan begitu cepat dan intens, dan akhirnya memuncak dalam satu ledakan klimaks yang panjang dan menyenangkan.“Sayang…” bisikan Kara terdengar menggelitik di telinganya, suarany

  • Si Tampan yang Posesif   130. After Party

    Saat matahari mulai terbenam, perayaan berpindah ke Loggia Segre untuk resepsi yang lebih intim dan romantis. Cahaya senja yang lembut menambah keanggunan vila dan menciptakan suasana hangat dan magis untuk makan malam dan pesta.Kara mengangkat gandengan tangan Diandra tinggi-tinggi. Memamerkan istrinya yang tampak luar biasa dengan balutan dress warna merah marun yang pekat dengan kilau khas kain satin yang jatuh mengikuti lekuk tubuh. Gaun itu memiliki tali bahu yang sangat tipis dengan potongan square neck, memberikan kesan minimalis namun tetap seksi.Bagian pinggngnya terdapat kerutan artistik yang memberikan dimensi pada kain, sebuah potongan sempurna untuk menonjolkan siluet tubuh Diandra. Gaun itu juga memilki belahan tinggi di satu sisi, menampilkan kaki jenjang Diandra yang tampak cantik dibalut sepatu hak tinggi berwarna senada.Sementara Kara, tetap setia dengan stelan serba hitamnya. Menurut Diandra, Kara tidak memiliki warna lain

  • Si Tampan yang Posesif   60. Happy Birthday, Sangkara

    “Selama itu?” Tanyanya memastikan.Diandra mengangguk yakin.“Kenapa? Kan, ada Vincent yang jagain kamu?” Tanyanya lagi.“Nggak asyik, ah, kalo party diikutin Mas Vincent tuh. Aku gaboleh pake baju pendek, gaboleh minum minuman yang ada

    last updateHuling Na-update : 2026-03-29
  • Si Tampan yang Posesif   63. Sahabat Jadi Cinta

    “Eh, udah-udah. Kenapa malah pada ribut, sih? Ini gue lagi deg-degan parah, loh, karena bentar lagi mau Sempro. Kalian malah sibuk berdebat.”“Dia duluan tuh yang mulai!” Seru Lavie tak mau kalah.“Ya, lo ngatain gue sombong,” Gavin tak mau kalah.

    last updateHuling Na-update : 2026-03-29
  • Si Tampan yang Posesif   62. Kartu Kredit

    ‘Mati gue.’“M-masih, kok.”“Terus?”“Masih suka shopping kok dia. Kamu liat aja di kamarnya tuh, masih banyak baju, tas, dan sepatu yang masih ada tag harganya,” sahut Helena.“Tapi beneran aku ng

    last updateHuling Na-update : 2026-03-29
  • Si Tampan yang Posesif   61. Makam Sandrina

    ‘Sandrina Adhiyatsa. Putri dan adik kami tercinta, malaikat yang akan selalu kami sayangi dan kami ingat dalam hati.’Diandra tidak tahu bagaimana perasaan Kara dan keluarganya saat menuliskan kalimat itu di atas nisan Sandy yang telah tiada. Pasti rasanya sangat berat dan meny

    last updateHuling Na-update : 2026-03-29
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status