แชร์

8. You Just Loved Me

ผู้เขียน: Renata Respati
last update วันที่เผยแพร่: 2025-12-14 21:00:45
Alvaro terpental jatuh ke lantai sambil memegangi pipinya yang terasa panas dan memerah.

“Brengsek!” Gavin hendak meninjunya lagi sebelum suara seseorang menghentikannya.

“Sorry, guys. Kalian boleh ribut, tapi jangan libatin dia.”

Diandra tampak syok.

Sejak kapan Kara ada di sana? Dan bagaimana bisa lelaki itu tiba-tiba berdiri di dekatnya?

Setelah berbicara satu kalimat asal itu, Kara segera menarik pergelangan tangan Diandra dan membawanya keluar, menjauh dari keributan yang sedang berlangsung
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Si Tampan yang Posesif   139. Ending for Seno and Laviena

    “Seneng, ya, akhirnya bisa liat mereka sama-sama kayak gini,” Seno berbicara setengah berbisik, wajahnya menempel erat di leher Laviena.Mereka tengah mengamati dari salah satu balkon rumah Diandra, dengan Seno yang berdiri sambil memeluk Laviena dari belakang, dan meletakkan wajahnya di ceruk leher gadis itu.Istirahat lebih awal hanya menjadi alasan saja, karena mereka ingin memberikan waktu untuk Gavin dan Claudia agar bisa mengobrol dan menyelesaikan masalah mereka. Baik Lavie maupun Seno, merasa tak nyaman dengan sikap canggung yang selama ini ditunjukkan oleh keduanya.Gavin yang selalu menempel pada Claudia, namun Claudia selalu berusaha menjaga jarak. Tapi pada akhirnya masalah mereka bisa diselesaikan baik-baik, hingga Lavie dan Seno bisa melihat pemandangan indah itu sekarang. Dimana kedua sahabatnya itu saling menatap penuh cinta, memeluk, bahkan berciuman.Meskipun keduanya tidak dapat mendengar apa yang sedang dibicarakan oleh mer

  • Si Tampan yang Posesif   138. Ending for Gavin and Claudia

    Sepasang nama terbesit di otak jenius Kara tanpa aba-aba, “Gestara Adhiyatsa dan Garistha Adhiyatsa,” ucapnya dengan bangga.Nama itu muncul begitu saja, indah dan tentunya penuh makna.“Bagus, artinya apa?” Tanya Marcel yang lebih dulu, merasa penasaran dengan pemilihan nama putranya.“Nggak tau, nanti coba aku cari di internet,” Kara mengedikkan bahu.“Kebiasaan ngomong dulu baru mikir,” Seno memutar bola matanya kesal.“Kebalik, justru gue mikir dulu baru ngomong,” sahut Kara tak mau kalah.“Gestara, memiliki arti seseorang yang memiliki pemikiran luas dan jiwa seni tinggi. Garistha, sering diartikan sebagai seseorang yang unggul, terhormat, dan terbaik. Adhiyatsa, of course karena mereka keturunan Adhiyatsa,” ucap Gavin, menafsirkan arti nama calon anak Kara setelah melakukan pencarian panjang di internet.“Good job, gue bilang juga apa. Artinya pasti bagus. Secara penyebutan dan kedengerannya di kuping gue aja bagus,” Kara menarik ujung kaos atasnya, memamerkan kejeniusannya bahka

  • Si Tampan yang Posesif   137. Gender Reveal

    “Bukan tidak boleh sama sekali. Tidak ada yang melarang, hanya saja intensitasnya perlu dikurangi dan juga… jangan terlalu keras,” lanjut Dokter Kenneth, merasa tak tega juga melihat wajah memelas Sangkara.“It’s oke, dok. Asalkan istri dan anak saya sehat dan selamat sampai proses kelahiran nanti, saya akan melakukan apapun untuk mereka.”“Sounds good. Once again, congratulation Mr. and Mrs. Adhiyatsa.”Selesai berkonsultasi, Kara dan Diandra meninggalkan rumah sakit dengan mobil mereka. Kara menyetir sendiri setelah sebelumnya ia menjemput Diandra lebih dulu di rumah mereka. Baginya tidak ada kata lelah jika itu menyangkut istri dan juga calon anaknya. Kara serius saat ia mengatakan akan melakukan apapun untuk mereka.“Mau langsung pulang atau makan dulu?” Tanya Kara setelah ia membantu Diandra memasangkan seatbelt.“Makan dulu, ya. Aku laper banget. Ngi

  • Si Tampan yang Posesif   136. Bayi Kembar

    “Kamu serius?” Tanya Miranda lagi.“Iya mama, sayang.”“Wah, gacor amat temen gue. Baru nikah udah langsung hamil aja!” Seru Seno tanpa filter.“Iyalah, Kara,” Kara mengangkat ujung atas kaosnya dengan sikap angkuh yang dibuat-dibuat.“Good, hebat… hebat…” Seno menggelengkan kepala, mengakui kehebatan sahabatnya.“Wah, congratulation Diandra sayang, mama akan punya cucu sebentar lagi,” Miranda mendekap Diandra erat. Merasa bahagia bukan main dengan kabar kehamilan menantunya itu.“Selamat ya, Di. Gue seneng banget dengernya. Gue bakal jadi young aunty yang kece badai nanti. Selamat juga ya, tante, karena sebentar lagi akan jadi oma muda,” Lavie memeluk Diandra dan Miranda bergantian.“Selamat, Diandra. Semoga lo dan calon bayi lo sehat terus, ya. Gue seneng banget denger kabar kehamilan lo ini,” lanj

  • Si Tampan yang Posesif   135. Hamil

    “So… how’s my wife? What’s wrong with her?” Tanya Kara setelah Dokter Kenneth selesai memeriksa Diandra.“Congratulation, Mr. Adhiyatsa. She’s pregnant,” ucapnya lugas.Kara tidak tahu harus bereaksi seperti apa. Informasi ini mengejutkannya, membuatnya mematung di depan dokter Kenneth, namun detik berikutnya ia berteriak kegirangan. Lalu berbalik menuju Diandra dan memeluknya erat, juga menciumi wajahnya berkali-kali.Dokter Kenneth menggeleng dengan senyum, lalu berbalik meninggalkan kamar pasangan suami istri itu. Membiarkan keduanya merayakan kebahagiaan mereka atas kehadiran buah hati di dalam perut Diandra.“Kamu hamil, sayang. Kita akan punya anak,” ucapnya dengan getar kebahagiaan.Diandra mengangguk, senyumnya lebar dengan air mata yang mengalir tanpa bisa ia tahan.“Makasi, sayang. Makasi,” Kara tak berhenti menciumi Diandra untuk menunjukkan kebahagiaan serta kasih sayangnya.Dari semua hal yang membahagiakan dalam pernikahan mereka, kehamilan Diandra ada di daftar nomor du

  • Si Tampan yang Posesif   134. Mendesah Panjang

    Napas Diandra tercekat. Sejak menikah, Kara memang tidak pernah menyaring apapun. Semua yang ia pikirkan di kepalanya, itu juga yang keluar dari mulutnya.“K-kenapa buru-buru? Kita, kan, baru aja sampe?” Diandra merasa gugup, namun sebisa mungkin mengontrol ekspresi wajah dan tone suaranya tetap tenang.“Nggak sabar denger kamu mendesah panjang,” ucapnya lirih.“Kara!” Seru Diandra spontan, wajahnya memerah sampai ke telinga.Ia menepuk bahu Kara pelan, tapi suaminya itu hanya terkekeh kecil, seolah menikmati setiap reaksi istrinya.“Kamu harus kerja keras malem ini, sayang.” Gumam Kara dengan nada usil, sudut bibirnya terangkat nakal.“Kamu lupa, ya, kemaren dokter bilang apa? Aku masih proses recovery dan butuh banyak waktu buat istirahat,” balas Diandra cepat, berusaha terdengar tegas meski suaranya goyah.“Kita nggak bisa ngelakuin itu—”“Nggak bisa ngelakuinnya dengan kasar dan terlalu sering,” potong Kara cepat.Ia menatap mata Diandra sambil mengusap ujung rambutnya yang jatuh

  • Si Tampan yang Posesif   25. Mabuk dan Berciuman

    “Nggak… nggak mungkin,” Diandra menggeleng sambil sesekali memukul pelan kepalanya.Ia nyaris tidak memercayai telinganya sendiri.“Diandra?” suaranya makin jelas, membuat Diandra semakin yakin kalau telinganya memang tidak salah.“Kara? S

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-20
  • Si Tampan yang Posesif   23. Gaduh Part 1

    “Dia ngapain lagi di sini?” tanya Lavie lagi.“Nggak tahu, ya. Kabar terakhir sih kayaknya dia mau kuliah di sini juga, cuma belum tau deh mau ngambil jurusan apa.”“Seriously?”“Kara bilang sih gitu.” Ujar Seno santai.

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-20
  • Si Tampan yang Posesif   21. Jatuh Cinta Beneran

    Kara menyeringai remeh, lalu melirik Diandra dengan ekor matanya.“Ada yang lebih menarik dari aku, Diandra?”“Hah, apa?”“Atau kalo kamu mau dateng karena ngerasa nggak enak, nggak apa-apa, aku temenin,” ucapan itu membuat Diandra bukan ha

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-20
  • Si Tampan yang Posesif   22. PDKT Dalam Kesempitan

    Jantung Kara mencelos. Rasanya menyakitkan mendengar seseorang yang ia cintai mengucapkan kata-kata seperti itu tepat di depan wajahnya“Kara, aku…” Diandra menggigit bibirnya sendiri, lalu meremas tangannya, gelisah.Ia sadar telah salah bicara, dan sekarang ia s

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-20
บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status