Compartilhar

Bab 53

Autor: Ratu As
last update Data de publicação: 2026-01-17 07:49:52

Mereka saling sapa, tampaknya Henry juga tidak terpengaruh dengan adanya Anara. Meski keributan tadi jelas Henry begitu memperhatikan.

Anara tidak bisa tinggal diam, dia mengambil ponsel dan mengetik pesan. Dia tidak boleh membuat Rey marah saat ini, karena rencana selanjutnya dia butuh uang Rey!

[Pak Rey, maaf. Aku tidak bermaksud berbohong atau pun pergi diam-diam. Tawaran dari Pak Kev sangat mendadak, dia mengajakku untung datang dan menjanjikan sebuah 'pertunjukkan'. Tadi Pak Rey lihat ka
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Siasat Menggoda Duda Kaya   Bab 124

    "Apa kamu yakin dia putrimu? Bagaimana jika anak itu milik Adel dengan pria lain?" Erik kaget saat Rey menjawab pertanyaannya soal anak perempuan yang bersama mereka. Rey menghela napas. "Aku belum pastikan, tapi sekalipun dia bukan putri kandungku, Zeeva tetap adiknya Zavi. Jadi aku tidak mungkin melarang keduanya untuk dekat." Rey menjelaskan sebisanya, dengan wajah yang sedikit malas. "Aku tidak memiliki tujuan apa pun dengan Adel. Aku hanya mengantar Zavi bertemu ibu kandungnya," tegas Rey, ketika dua temannya terus mendesak. Kev tidak bisa setenang Erik, sejak tadi selain menahan greget, dia sudah sangat ingin menabok wajah Rey yang sok benar itu. "Jika Zeeva itu sungguh putrimu, jadi saat kalian bahkan hendak bercerai ... kamu dan Adel sempat melakukan hubungan badan? Dasar sinting!" umpat Kev. Rey mengusap wajahnya. "Aku tidak yakin, tapi saat itu aku memang sering mabuk. Mungkin saja itu terjadi tanpa aku sadar--" kata Rey membela diri. "Ck!" Kev berdecak. "Parah!" E

  • Siasat Menggoda Duda Kaya   Bab 123

    "Anara--" Rey melangkah maju, namun Anara beranjak dari duduknya. "Zavi ngantuk, aku temenin dia tidur dulu ya...." katanya sambil menuntun Zavi keluar dari ruang itu. Sebagai pria dewasa, tentu saja Rey tidak mungkin mencegahnya. Apalagi melihat Zavi memang sudah lelah. Rey mengikuti keluar, dia membuntut sampai Anara berbelok ke kamar Zavi, setelahnya baru dia ke kamarnya. ***Mia meringkuk di sudut kamar, jemarinya mencengkeram rambut dengan frustrasi. Sejak komentar pedasnya menjadi santapan publik di media sosial, dunianya menjadi kacau. Hujatan demi hujatan terus menghujaninya tanpa henti.​Citra Mia sebagai pianis berbakat yang selalu dipuja kini sirna. Di mata publik, dia bukan lagi sang jenius musik yang memesona, melainkan sosok pendengki yang tak punya empati.​"Mia, kamu harus klarifikasi secepatnya!"​Pintu kamar terbuka kasar. Henry menerobos masuk dengan wajah tegang, guratan amarah jelas tercetak di dahinya. "Segera minta maaf pada Anara secara terbuka. Kalau perl

  • Siasat Menggoda Duda Kaya   Bab 122

    ​Anara membuka lampiran foto itu. Hanya butuh satu lirikan singkat untuk mencocokkan wajah di layar ponselnya dengan wanita yang duduk di meja sudut sana. Adel. Sosok yang selama ini menjadi misteri, kini terpampang nyata di depan matanya. ​Tak ada teriakan, atau pun drama yang meledak-ledak. Anara justru melepaskan tawa getir yang tertahan di tenggorokan. Dia kembali melirik ke arah keluarga harmonis itu. Rasa sesak merayap di dadanya, bukan karena Rey, melainkan karena Zavi. Anak itu, yang biasanya begitu sulit membuka diri pada orang asing, kini tampak sangat antusias, tertawa lepas tanpa kehadiran Anara. Seolah Anara tak pernah ada dalam dunianya. ​Dalam hati, Anara membatin sinis ... semua lelaki di dunia ini boleh menjadi brengsek, tapi seharusnya Zavi tidak. Dia telah menganggap bocah itu sebagai bagian dari hidupnya sendiri, namun kenyataannya tetap sama. Semua orang bisa berpaling. ​Tanpa kata, Anara bangkit dari kursinya. Dia merapikan pakaiannya dengan gerakan yang sang

  • Siasat Menggoda Duda Kaya   Bab 121

    ​"Yaps. Aku orang pertama yang akan menyuruh mereka bercerai kalau sampai Rey macam-macam pada Anara," sahut Erik tanpa keraguan sedikit pun.​Kev hanya menyunggingkan senyum miring. Kekecewaan yang ditumpuk Rey selama ini sudah meluap. Baginya, sudah saatnya berhenti pasang badan untuk teman brengseknya itu. Adil, bukan?***​Di tempat lain, Mia merasa dadanya sesak. Dia tidak bisa duduk tenang sejak kemarin. Wajah Anara seolah menghantuinya, berseliweran di setiap sudut internet. Ironisnya, berita tentang perempuan itu jauh lebih meledak dibanding pencapaian Mia selama ini.​"Ayah lihat, 'kan? Anara sudah jadi pusat perhatian sekarang," sindir Mia dengan raut wajah keruh. Suaranya sarat akan sinisme.​Henry yang semula bersandar santai di sofa mendadak menegang. Dia sebenarnya tertinggal informasi, pria itu jarang menyentuh ponsel untuk urusan berita. Namun, saat dia mendongak dan melihat wajah Anara memenuhi layar televisi di ruang tengah, jantungnya mencelos.​"Ya ... anak itu mem

  • Siasat Menggoda Duda Kaya   Bab 120

    Gerakan tangan Aldo yang meraih dan memegang pergelangan tangan Rey sontak saja membuat lelaki itu merinding. Dengan reflek Rey menarik tangannya cepat dan kasar. "Jangan menyentuhku! Aku sama sekali tidak tertarik dengan lelaki!" kata Rey. Fian terpaku, ucapan bosnya membuatnya menatap ke arah Aldo dengan penuh penasaran juga waspada. Aldo tersenyum miring lalu menyodorkan pena yang tadi dipakainya. "Maaf, kamu juga buka tipeku," jawab Aldo. Uhuuk! Fian hampir tersedak, dia pasti akan gila jika tidak buru-buru mengikuti langkah bosnya pergi. Sebelum benar-benar menghilang Fian sempat menoleh dan melihat ke arah Aldo, kebetulan sekali lelaki itu pun menoleh ke arahnya, dengan tatapan mata yang nakal dan aneh. "Bos, tunggu!" seru Fian berlari kecil, tidak mau ketinggalan. Dia pun merasa ada yang tidak beres dengan lelaki tampan seperti Aldo, sepertinya memang belok. ***​"Benar, untuk bernyanyi sebenarnya aku hanya sekadar hobi. Aku tidak pernah secara khusus mengikuti les musik

  • Siasat Menggoda Duda Kaya   Bab 119

    Rey duduk dengan raut wajah tegas, menatap dingin Aldo yang tampak gusar di hadapannya. Kontras dengan ketenangan Rey yang mengintimidasi, ekspresi Aldo justru terlihat mendung dan penuh beban.​"Katakan," suara Aldo memecah keheningan. "Apa yang kamu mau agar ayahku bisa bebas?"​Aldo sudah tidak punya pilihan. Dia tahu betul bahwa Rey-lah sosok di balik layar yang menjebloskan ayahnya ke penjara.​Rey menyunggingkan senyum miring, sikapnya tetap tenang sekaligus angkuh. "Ayahmu itu bersalah. Mana mungkin dia bisa bebas begitu saja?"​"Aku tahu kamu melakukan ini sebagai balas dendam karena istrimu keguguran, tapi bagaimana pun ayahku juga ayahmu--" potong Aldo cepat, suaranya sedikit bergetar. "Dan bayi itu sudah tidak ada. Apa kamu tidak berpikir untuk--"​"Sebenarnya bisa saja," potong Rey tanpa sungkan, mengabaikan simpati Aldo yang menurutnya basi. "Aku bisa saja melepaskan Pak Rafi. Tapi..."​Rey menjeda kalimatnya, matanya menatap tajam Aldo. "Bisakah kamu memberikan agency ya

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status