Share

Bab 53

Aвтор: Ratu As
last update publish date: 2026-01-17 07:49:52

Mereka saling sapa, tampaknya Henry juga tidak terpengaruh dengan adanya Anara. Meski keributan tadi jelas Henry begitu memperhatikan.

Anara tidak bisa tinggal diam, dia mengambil ponsel dan mengetik pesan. Dia tidak boleh membuat Rey marah saat ini, karena rencana selanjutnya dia butuh uang Rey!

[Pak Rey, maaf. Aku tidak bermaksud berbohong atau pun pergi diam-diam. Tawaran dari Pak Kev sangat mendadak, dia mengajakku untung datang dan menjanjikan sebuah 'pertunjukkan'. Tadi Pak Rey lihat ka
Продолжить чтение
Scan code to download App
Заблокированная глава

Latest chapter

  • Siasat Menggoda Duda Kaya   Bab 128

    Acara berlanjut hingga selesai dengan lancar. Zavi tampak sangat bahagia, begitu pun Anara yang merasa puas melihat segalanya berjalan sesuai rencana.Tepat di akhir acara saat Anara dan Zavi hendak melangkah keluar gedung, sosok Adel tiba-tiba muncul. Dia tidak datang sendiri, seorang anak perempuan berdiri di sampingnya sembari memegangi sebuah kado.​"Halo, Zavi. Selamat ulang tahun!" ucap Adel sembari langsung membungkukkan badan dan menarik Zavi ke dalam pelukannya.​Anara mematung di tempatnya berdiri, menyaksikan pemandangan ibu dan anak yang tengah melepas rindu itu.​"Maaf, ya, Ibu tidak bisa ikut acara tadi. Tapi Ibu bawa kado buat kamu ..." Adel menggantung kalimatnya, lalu menoleh ke arah anak perempuan di sampingnya.​"Kak Zavi, selamat ulang tahun!" seru anak perempuan itu menimpali dengan riang.Setelah menerima kado dari Adel, Zavi perlahan menoleh ke arah Anara. Tatapan anak itu menyiratkan rasa bersalah yang halus. Meski masih kecil, Zavi seolah paham bahwa dia harus

  • Siasat Menggoda Duda Kaya   Bab 127

    ​"Kasihan sekali Anara," Erik kembali memanaskan suasana. "Pasti dia sudah melewati masa-masa yang sangat sulit selama ini, diabaikan oleh ayah kandungnya sendiri."​Henry dan Mia tampak gelagapan. Mereka kehilangan kata-kata, tidak tahu lagi harus membangun benteng pertahanan seperti apa.​"Astaga, Pak Henry... Mia... kalian benar-benar keterlaluan," satu per satu tamu mulai melontarkan pendapat secara terbuka. "Pantas saja berita itu meledak di internet. Ternyata begini kenyatannya? Anara, putri kandung yang justru disia-siakan."​Mia mengepalkan tinjunya kuat-kuat. "Anara, kamu sengaja, kan? Kamu ingin semua orang memojokkanku?" Mia balik mencibir, tidak sudi terus-menerus ditekan. "Kamu hanya iri! Sejak awal, akulah bintang di sini! Sementara kamu--"​Mia melangkah maju, senyum meremehkan tersungging di bibirnya. "Kamu hanya pengasuh di sini! Kamu dibayar hanya untuk menjadi babysitter bocah itu!"​Hinaan itu membuat suasana riuh seketika. Mia tanpa segan menyentuh gaun yang dike

  • Siasat Menggoda Duda Kaya   Bab 126

    Mia juga menjadi pusat perhatian, semua kamera menyorot tajam ke arahnya. Setiap detil ekspresinya terekam jelas, terutama saat raut wajahnya berubah dari kaget menjadi kesal yang tertahan.​"Mia, kenapa kamu menyenggolku? Bukankah ruang di sini masih cukup luas? Atau... kamu sengaja?" Anara mendongak.Matanya berkaca-kaca, memancarkan perpaduan sempurna antara rasa sakit, malu, dan kekecewaan yang mendalam.​Tentu saja, itu semua hanyalah sandiwara. Sebuah jebakan yang dirancang matang untuk memojokkan Mia dan membalikkan keadaan dalam sekejap.​Zavi berlari mendekat. Bocah itu tampak berusaha keras menahan diri agar tidak keceplosan memanggil 'Mama', sesuai dengan pesan rahasia Anara sebelumnya.​"Tidak apa-apa, Zavi," ucap Anara lirih. Dia membiarkan Zavi dan Rey yang dengan sigap menghampiri, membantunya berdiri dengan sisa-sisa keanggunan yang terluka.​"A--aku...." Lidah Mia mendadak kelu. Dia mulai tergagap saat menyadari puluhan pasang mata kini menatapnya dengan penuh tuduhan

  • Siasat Menggoda Duda Kaya   Bab 125

    Mia memainkan piano dengan alunan melodi yang indah, harus diakui permainannya cukup memukau beberapa orang. Namun, anak-anak yang hadir di acara ulang tahun Zavi tampaknya kurang tertarik. Mereka lebih asyik bermain di area yang telah disediakan, sementara para orang dewasa tampak sibuk menikmati suasana.​Di sudut lain, Anara terlihat menonjol. Selain parasnya yang cantik, dia begitu ramah menyapa para wali murid yang datang mendampingi anak-anak mereka. Meski para tamu tidak tahu pasti apa peran Anara bagi Zavi, sikapnya yang profesional dan hangat membuat mereka merasa bahwa Anara sangat pantas mendampingi atau menjadi perwakilan dari Rey.​Tak lama kemudian, Rey memasuki ruangan. Dia berjalan mantap mendekati Anara, lalu berdiri tegak di sisinya. Sambil menebar senyum, Rey ikut menyapa barisan guru dan orang tua teman-teman Zavi, mempertegas kehadiran mereka sebagai tuan rumah yang serasi.​"Siang, Pak Rey," sapa Henry dengan senyum yang dipaksakan agar terlihat akrab.​Dia melan

  • Siasat Menggoda Duda Kaya   Bab 124

    "Apa kamu yakin dia putrimu? Bagaimana jika anak itu milik Adel dengan pria lain?" Erik kaget saat Rey menjawab pertanyaannya soal anak perempuan yang bersama mereka. Rey menghela napas. "Aku belum pastikan, tapi sekalipun dia bukan putri kandungku, Zeeva tetap adiknya Zavi. Jadi aku tidak mungkin melarang keduanya untuk dekat." Rey menjelaskan sebisanya, dengan wajah yang sedikit malas. "Aku tidak memiliki tujuan apa pun dengan Adel. Aku hanya mengantar Zavi bertemu ibu kandungnya," tegas Rey, ketika dua temannya terus mendesak. Kev tidak bisa setenang Erik, sejak tadi selain menahan greget, dia sudah sangat ingin menabok wajah Rey yang sok benar itu. "Jika Zeeva itu sungguh putrimu, jadi saat kalian bahkan hendak bercerai ... kamu dan Adel sempat melakukan hubungan badan? Dasar sinting!" umpat Kev. Rey mengusap wajahnya. "Aku tidak yakin, tapi saat itu aku memang sering mabuk. Mungkin saja itu terjadi tanpa aku sadar--" kata Rey membela diri. "Ck!" Kev berdecak. "Parah!" E

  • Siasat Menggoda Duda Kaya   Bab 123

    "Anara--" Rey melangkah maju, namun Anara beranjak dari duduknya. "Zavi ngantuk, aku temenin dia tidur dulu ya...." katanya sambil menuntun Zavi keluar dari ruang itu. Sebagai pria dewasa, tentu saja Rey tidak mungkin mencegahnya. Apalagi melihat Zavi memang sudah lelah. Rey mengikuti keluar, dia membuntut sampai Anara berbelok ke kamar Zavi, setelahnya baru dia ke kamarnya. ***Mia meringkuk di sudut kamar, jemarinya mencengkeram rambut dengan frustrasi. Sejak komentar pedasnya menjadi santapan publik di media sosial, dunianya menjadi kacau. Hujatan demi hujatan terus menghujaninya tanpa henti.​Citra Mia sebagai pianis berbakat yang selalu dipuja kini sirna. Di mata publik, dia bukan lagi sang jenius musik yang memesona, melainkan sosok pendengki yang tak punya empati.​"Mia, kamu harus klarifikasi secepatnya!"​Pintu kamar terbuka kasar. Henry menerobos masuk dengan wajah tegang, guratan amarah jelas tercetak di dahinya. "Segera minta maaf pada Anara secara terbuka. Kalau perl

  • Siasat Menggoda Duda Kaya   Bab 122

    ​Anara membuka lampiran foto itu. Hanya butuh satu lirikan singkat untuk mencocokkan wajah di layar ponselnya dengan wanita yang duduk di meja sudut sana. Adel. Sosok yang selama ini menjadi misteri, kini terpampang nyata di depan matanya. ​Tak ada teriakan, atau pun drama yang meledak-ledak. Anara

  • Siasat Menggoda Duda Kaya   Bab 121

    ​"Yaps. Aku orang pertama yang akan menyuruh mereka bercerai kalau sampai Rey macam-macam pada Anara," sahut Erik tanpa keraguan sedikit pun.​Kev hanya menyunggingkan senyum miring. Kekecewaan yang ditumpuk Rey selama ini sudah meluap. Baginya, sudah saatnya berhenti pasang badan untuk teman breng

  • Siasat Menggoda Duda Kaya   Bab 120

    Gerakan tangan Aldo yang meraih dan memegang pergelangan tangan Rey sontak saja membuat lelaki itu merinding. Dengan reflek Rey menarik tangannya cepat dan kasar. "Jangan menyentuhku! Aku sama sekali tidak tertarik dengan lelaki!" kata Rey. Fian terpaku, ucapan bosnya membuatnya menatap ke arah A

  • Siasat Menggoda Duda Kaya   Bab 118

    "Anara, berhenti bersandiwara. Aku tahu kamu belum tidur." ​Rey duduk di tepi ranjang yang empuk, jemarinya bergerak menarik dagu Anara agar wanita itu menoleh ke arahnya. Namun, Anara tetap bergeming dengan mata terpejam, berpura-pura terlelap dalam tidurnya. ​"Anara--" ​Rey berniat menyusupkan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status