Share

Bab 53

Author: Ratu As
last update publish date: 2026-01-17 07:49:52

Mereka saling sapa, tampaknya Henry juga tidak terpengaruh dengan adanya Anara. Meski keributan tadi jelas Henry begitu memperhatikan.

Anara tidak bisa tinggal diam, dia mengambil ponsel dan mengetik pesan. Dia tidak boleh membuat Rey marah saat ini, karena rencana selanjutnya dia butuh uang Rey!

[Pak Rey, maaf. Aku tidak bermaksud berbohong atau pun pergi diam-diam. Tawaran dari Pak Kev sangat mendadak, dia mengajakku untung datang dan menjanjikan sebuah 'pertunjukkan'. Tadi Pak Rey lihat ka
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Siasat Menggoda Duda Kaya   Bab 134

    Salma mengangguk dengan sisa rasa bersalah yang masih membekas di wajahnya. ​"Benar, dia ada di lantai atas, di ruang privat..." ​"Aku akan mencarinya," tegas Rey sembari bangkit berdiri secara refleks. Sebelum benar-benar melangkah pergi, dia menyempatkan diri berpamitan dengan raut wajah yang sangat serius. "Ibu, saya sungguh tulus terhadap putri Ibu. Saya dan anak saya sangat mencintainya. Tolong... beri kami restu," pinta Rey sungguh-sungguh. ​Kali ini, Salma tidak bisa menahan senyum tipisnya. Dia melihat binar ketulusan yang murni di mata pria itu. ​"Baiklah, Nak Rey. Karena pernikahan itu sudah terjadi, Ibu juga tidak mungkin meminta kalian berpisah. Ibu hanya bisa berdoa semoga kebahagiaan selalu menyertai rumah tangga kalian." ​"Terima kasih, Bu," Rey bernapas lega. "Sekali lagi, saya minta maaf." ​Setelah kembali berpamitan, Rey melangkah cepat menuju lift. Pikirannya berkecamuk, dia harus segera menemui Anara sebelum istrinya itu benar-benar ditaksir oleh lelaki lain.

  • Siasat Menggoda Duda Kaya   Bab 133

    Salma terlonjak kaget. Dia mengusap pipinya yang terasa panas dan mulai membiru akibat hantaman yang begitu mendadak. Dengan napas yang masih tersengal, dia menatap dua wanita di hadapannya dengan penuh tanda tanya.​"Apa maksud kalian?" Salma menatap bingung. Dia merasa tidak memiliki masalah apa pun dengan mereka. Terlebih, dia sudah lama tidak bertemu dengan Henry. Seharusnya Sophie tidak punya alasan untuk bersikap sekasar ini padanya.​Sarah dan Sophie hanya melempar senyum sinis. Satu tamparan tentu belum cukup untuk melampiaskan amarah yang sedari tadi mereka bendung. Keduanya sama-sama geram oleh ulah Anara, namun mereka memilih memberikan pelajaran kepada Salma sebagai ibu kandungnya.​Sarah, yang sudah terhasut oleh provokasi Sophie, tidak perlu berpikir panjang saat diajak melabrak Salma. Dia memiliki tujuan yang sama--mencari pelampiasan. Gara-gara Anara, suaminya sempat mendekam di penjara. Meski sekarang sudah bebas, karier suaminya hancur berantakan. Terlebih lagi, pu

  • Siasat Menggoda Duda Kaya   Bab 132

    ​"Sepertinya kamu sangat menikmati berita di internet akhir-akhir ini?" tegur Rey. Pria itu berdiri di dekat sofa sambil menenggak minuman dingin, matanya memperhatikan Anara yang tampak begitu santai memainkan ponsel dengan senyum puas yang tak tertutupi.​Anara berdeham kecil. Dia mendongak, menatap Rey dengan binar kemenangan di matanya.​"Tentu saja. Anda sudah lihat beritanya, kan, Pak Rey? Saudara tirimu diserang habis-habisan oleh Mia. Sekarang dia kritis, dan Mia... gadis kebanggaan itu kini terancam mendekam di penjara. Sebenarnya aku tidak senang dengan musibah yang Aldo alami, hanya saja--""Dia juga pantas mendapatkannya. Kalau Mia dan Alex masuk penjara karena saling serang, mati akan lebih baik untuk manusia seperti Aldo," jawab Rey enteng.​Dia terkekeh pelan. Berita tentang Aldo yang kritis dan Mia yang hancur sama sekali tidak mengusik ketenangannya. Sebaliknya, dia justru merasa terhibur melihat sisi lain istrinya yang ternyata cukup berbahaya."Pak Rey, apa kamu tah

  • Siasat Menggoda Duda Kaya   Bab 131

    ​"Zavi, apa kamu sedang membujuk Mama?" Anara tersenyum geli. Dia membungkukkan badan, lalu mencubit pelan pipi Zavi yang tembam.​"Nara, pada Zavi kamu mudah sekali luluh," suara bariton Rey tiba-tiba terdengar di dekat mereka. Pria itu menatap Anara dengan intensitas yang sulit diartikan. "Tapi kenapa padaku, tidak?"​"Zavi terlalu manis. Kalau Pak Rey?" Anara tersenyum miring, seolah sedang bercanda, padahal dia sedang melemparkan sindiran tajam.​"Ayah! Kenapa Ayah datang menjemput?" tanya Zavi riang, memecah ketegangan di antara kedua orang tuanya.​Rey mengalihkan perhatian sejenak dari Anara. "Kebetulan tadi Ayah ada pekerjaan di sekitar sini. Kalian mau langsung pulang? Ayo, ikut mobil Ayah saja," ajak Rey tanpa ragu.​Dia berjalan di samping Anara. Saat tangan Rey hendak meraih dan menggenggam jemari wanita itu, Anara dengan sigap menarik tangannya menjauh. Namun, refleks Rey tak kalah cepat. Gagal mendapatkan tangan, dia justru merengkuh pinggang Anara dengan posesif.​Rey m

  • Siasat Menggoda Duda Kaya   Bab 130

    Foto-foto yang tercecer itu menunjukkan sisi gelap yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya. Bukan hanya Mia, kedua orang tuanya pun membeku di tempat dengan napas tertahan.​"Mia, apa yang sebenarnya terjadi?! Ini pasti foto editan, kan?" Henry bertanya dengan suara yang mulai meninggi, mencoba menyangkal kenyataan pahit yang terpampang di depan matanya.​Mia hanya bisa tergagap. Lidahnya seolah lumpuh. Dia sendiri masih tidak percaya melihat kekasihnya, Aldo, tertangkap kamera dalam pose mesra bersama seorang lelaki.​"Mereka... bermain api? Astaga, apa Aldo sungguh seorang penyuka sesama jenis?" Sophie melotot, otaknya seolah sulit memproses pemandangan itu. "Mia! Selama ini hubungan kalian normal, kan? Tidak ada yang aneh dari perilaku Aldo selama ini?!"​Sophie terus mendesak, menuntut penjelasan yang bahkan Mia sendiri tidak tahu jawabannya. Mia akhirnya ambruk, terduduk lemas di lantai sambil kembali menangis frustrasi. "Aku akan menanyakannya... aku harus tahu langsung d

  • Siasat Menggoda Duda Kaya   Bab 129

    ​"Anara, aku tahu kamu belum tidur--"​Anara menarik napas panjang lalu mengembuskannya dengan kasar. Dia menyentak tangan Rey yang melingkar di pinggangnya sejak tadi, menciptakan jarak yang dingin di antara mereka.​"Untuk apa aku marah?" Anara mengubah posisinya menghadap Rey, memaksakan sebuah senyum yang jelas-jelas terlihat rapuh.​"Aku dan Adel tidak punya hubungan apa pun. Kami hanya sebatas orang tua untuk Zavi," jelas Rey berusaha membela diri.​"Kalau begitu, kita sama," potong Anara cepat. Dia tidak habis pikir dengan jalan pikiran pria di hadapannya ini. Jika Rey memang menganggapnya istri, bukankah seharusnya ada keterbukaan? Namun sejak awal, Rey tidak pernah melakukan itu. "Kita juga hanya sebatas orang tua untuk Zavi."​"Maksudmu?" Kening Rey berkerut. Ekspresinya masih tampak datar, namun ada kilat kegelisahan di matanya.​Anara kembali berbaring telentang, menatap langit-langit kamar. "Sejak awal kita menikah karena Zavi, bukan? Bukan pernikahan seperti orang lain

  • Siasat Menggoda Duda Kaya   Bab 59

    Pusing Rey. Dia baru saja selesai rapat, kepalanya masih terasa cenat-cenut harus ditambah dengan aduan Zavi yang sangat menguras kesabarannya. "Iya-iya, Ayah janji bakal bilangin Om Erik sama Om Kev biar tidak ganggu mamanya Zavi," kata Rey kemudian agar anaknya yang kesal tidak terus mengoceh d

  • Siasat Menggoda Duda Kaya   Bab 58

    "Benar, kalau begitu kamu mengalah saja. Kali ini biarkan mereka berdua pulang bersamaku. Oke?" Kev tersenyum lebar, saat melihat Anara dan Zavi keluar dari gerbang sekolah. "Kamu kan hanya disuruh Rey, bilang saja tugasmu aku gantikan.""Tidak bisa," tolak Erik cepat. Dia juga tidak mau mengalah.

  • Siasat Menggoda Duda Kaya   Bab 57

    Anara tertawa penuh paksaan, dia merasa gemas dengan Zavi, namun tidak bisa menolak. Bagaimana pun di sini dia makhluk yang harus bersikap tidak tahu malu dan merendah di hadapan Rey. "Tentu saja, dengan senang hati," ucap Anara seolah tidak keberatan. Dia juga mengambil ancang-ancang untuk menciu

  • Siasat Menggoda Duda Kaya   Bab 56

    Rey menatap Anara lekat, ada keengganan yang tampak di wajah lelaki itu saat Anara kepo dan menebak-nebak. "Pak Rey!" panggil Anara yang tidak mendapat jawaban apa pun, Rey masuk ke kamarnya tanpa memedulikan pertanyaan Anara. "Ish!" gumam Anara cemberut. Anara meletakan lukisan pemberian Rey di

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status