LOGINDiego sudah menunggu di ruang tamu, "Ayo, Sayang, kau sudah siap?"
"Sebentar, aku mau mengambil vitamin hamilku," sahut Julia. Ia menyambar beberapa rangkaian vitamin dan mini tumbler berisi susu asam folatnya, lalu bergegas menuju pintu.Mereka turun menggunakan lift. Di dalam lift, Julia menoleh pada Diego. Wajahnya menunjukkan kecemasan."Diego, tolong hari ini jangan merokok, ya," ucap Julia memohon, sambil meremas lengan Diego.Diego menatap Julia, lalWaktu bergulir dengan ritme yang tak terduga. Masa-masa penuh ketegangan di kantor dan drama pelarian seolah terkikis oleh kehadiran nyawa baru di rahim Julia. Memasuki trimester kedua, garis tegas di wajah Diego mulai melunak. Pria predator itu kini lebih sering terlihat menatap perut Julia yang membuncit dengan binar yang sulit diartikan—campuran antara obsesi dan proteksi yang mutlak. Tanpa terasa, hari-hari penuh mual dan rasa lelah mengantar Julia ke garis finis: minggu ke-39. Persalinan itu menjadi momen paling sakral di kediaman Torres. Ketika tangisan pecah memenuhi ruangan, sebuah keberuntungan besar menghampiri mereka. Julia melahirkan bayi kembar laki-laki yang sehat, sebuah "jackpot" yang mengukuhkan posisi Julia di mata keluarga besar Torres. Richard dan Rachel Torres tak lagi memandang Julia sebagai sekretaris yang terjebak utang, melainkan ibu dari pewaris mereka: Marlo dan Marco Torres. Di sisi lain, sebuah babak baru yang penuh intrik terbuka di Portugal. Laura Riva
Diego mengusap punggung Julia. "Kamu harus kuat, Julia. Ada dua nyawa di perutmu, mereka adalah kunci pintu gerbang Torres International. Jangan biarkan hal-hal kecil mengganggu fokusmu."Julia menarik napas dalam-dalam, menenangkan diri dalam pelukan Diego. Ia tahu, di balik kelembutan pelukan itu, ada tuntutan besar dari pria yang kini menjadi satu-satunya pelindungnya."Javier sudah memperlambat jaringan internet di Madeira. Data internet Laura kini hanya tergantung dari situ."Diego memotong Bistec a la Española di piring Julia menjadi potongan-potongan kecil, matanya menunjukkan ketenangan."Tenang saja. Komunikasi dan koneksi internet Laura sudah kami kendalikan penuh. Sekarang makanlah, Sayang. Kita tidak perlu lagi memikirkan masalah Madeira malam ini."Julia menatap Diego. Rasa lega memenuhi dirinya, bercampur dengan kekaguman atas efisiensi Diego dalam mengatasi masalah. Ia mulai menyantap makan malamnya, kini dengan pikiran yan
Di kantor atau ruang kerja pribadi Diego di Girasol Estate, Madrid. Diego baru saja berpisah dari Julia yang sudah terlelap. Pablo berada di sana, sedang membereskan dokumen akhir mengenai penyebaran berita Georgina.Ponsel Pablo berdering. Ia melihat nama Oscar di layar."Ya, Oscar. Bagaimana situasi di sana? Apakah Nona Laura sudah tenang?"Pablo mendengarkan laporan Oscar mengenai kamera vlogging dan niat Laura untuk membuat video "Baking di Pengasingan." Wajahnya yang tenang mulai menunjukkan ketegangan."Baik, Oscar. Tetap tenang. Apakah kau sudah memeriksa isi paketnya dan menyita kameranya? Kita tidak bisa—""Apa yang terjadi? Kenapa wajahmu seperti melihat hantu?" tanya Diego, yang baru saja masuk ke ruangan Pablo.Saat Pablo hendak menjawab, Diego mendengar samar-samar suara Oscar dari telepon.Suara Oscar ."...Dia berencana membuat siaran langsung atau vlogging tentang 'pengasingan' di sini, Tuan. Ini jelas pel
Beberapa saat kemudian, sebuah paket datang dan diterima oleh Javier. Oscar, yang baru saja kembali dan meletakkan cookies hangat di meja jaga, langsung bertanya."Apa itu, Javier?""Sepertinya seperti biasa, belanjaan Nona Laura dari Amazon."Wajah Oscar kembali tegang. "Kau yakin itu Amazon? Diperiksa dulu! Aku khawatir isinya adalah jejak masa lalu Laura. Kita tidak mau mengambil risiko, apalagi jika dibuka, gadis itu histeris dan tidak stabil lagi."Javier mengulurkan paket itu, sedikit kesal. "Kau baca saja sendiri. Tertulis jelas dari Amazon, kan?"Oscar membaca label dengan cermat. "Betul, ini Amazon. Beli apa lagi dia kira-kira?""Tentu saja. Dia mendapat uang saku dari Nona Julia yang sangat banyak sebagai kompensasi dikurung di sini. Mungkin isinya perhiasan baru, atau alat pembuat kue terbaru."Laura menghampiri dua pengawal itu. Wajahnya menunjukkan sedikit antusiasme."Hei, apa kalian menerima paket
Pagi itu, setelah menyelesaikan doa paginya, Julia mengambil ponselnya yang ada di nakas. Ia membuka beberapa aplikasi berita dan media sosial, mencari perkembangan terbaru. Matanya langsung membelalak kaget. Sebuah headline besar di akun gossip Spanyol terpampang jelas.Julia membekap mulutnya sendiri, terkejut "Astaga, Georgina masuk akun gosip!"Ia tidak menunggu lagi. Tanpa ragu, Julia langsung mengguncang bahu Diego yang tidur memunggunginya."Bangun, Diego! Bangun..."Diego, yang memang sudah sedikit terjaga karena menunggu respons dari Julia, perlahan membuka matanya. Ia berbalik, raut wajahnya pura-pura kesal karena tidurnya terganggu."Ada apa, Julia? Ini masih pagi. Biarkan aku tidur sebentar lagi.""Lihat ini! Georgina! Dia menyiram wajah seorang wanita di acara amal semalam! Dia terlihat sangat... brutal!"Diego mengambil ponsel Julia, tatapannya tenang saat membaca headline tersebut. Senyum tipis, hampir tak
Di Kamar utama di Girasol Estate. Cahaya hanya berasal dari lampu tidur redup di nakas.Larut malam. Diego baru saja selesai membantu Julia tidur nyenyak. Ia telah mengusap punggung Julia dan memijat kakinya hingga Julia, yang kelelahan karena kehamilan, terlelap dalam posisi yang paling nyaman.Diego memandang wajah tenang Julia yang terlelap, mengusap pelan rambut yang menjuntai di dahinya. Ia kemudian mencium pucuk kepala Julia dengan sangat lembut, memastikan sentuhannya tidak membangunkan kekasihnya.Saat ia bangkit dari sisi ranjang, ponsel yang berada di nakas sisi Julia menyala. Sebuah pop-up notifikasi pesan masuk. Pesan itu dari Pablo.Diego tahu apa artinya. Ia meraih ponselnya dengan hati-hati. Layar menampilkan pesan singkat dari Pablo Reyes."Misi selesai, Tuan. Video dan foto insiden di Ritz sudah tersebar ke media gosip utama. Kami menjamin besok pagi, ia akan sibuk mengurus citranya. Anda bisa tidur nyenyak."Die
Alur dua hari yang lalu...Malam hari di sebuah yacht mewah yang berlabuh di perairan Lisbon. Suara ombak pelan menjadi latar belakang.Setelah negosiasi merger yang panjang dengan Duarte Corp. berhasil disepakati, Diego, Pablo, Duarte, dan Beatrice berkumpul di dek yacht untuk
Di kamar mandi utama yang luas, uap hangat memenuhi ruangan. Diego bersandar pada dinding keramik, membiarkan Julia menggosok punggung lebarnya dengan pijatan lembut dan telaten. Aroma sabun bercampur dengan keintiman yang tercipta di antara mereka.Suara Julia terdengar santai, namun ad
Julia merasakan nada serius dalam suara Diego, membuat kekhawatiran yang sempat ia lupakan kembali muncul."Laura? Ada apa lagi dengannya?"Diego menarik Julia dengan lembut, mengajaknya duduk di sofa panjang. Ia memegang kedua tangan Julia."Apa kamu membuka blokir rekeningmu yang dibawa Laura?"J
Grand Ballroom Hotel Ritz Madrid. Suasana mewah, dihiasi kristal dan bunga-bunga mahal. Acara lelang amal untuk konservasi seni sedang berlangsung, dihadiri oleh kalangan elite dan sosialita ternama Spanyol. Malam hari, beberapa jam setelah Diego mendarat. Georgina López tampak memukau, dikelili







